Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 1 - 10 dari 160 HASIL
. Jabar

Habib Bahar bin Smith ; Tidak Benar Saya Bonyok-bonyok

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, —

“Tidak benar itu kabar diluar sana yang memberitakan saya bonyok-bonyok dipukuli. Keluarga saya tahu bahwa saya orangnya tak bisa dikerasi, bukan nunduk tapi malah ibarat bola karet semakin ditekan semangkin melambung, ” kata
Habib Bahar bin Smith
lewat rekaman video menyampaikan pesan kepada keluarga, termasuk kepada murid-murid dan jamaahnya.

Video itu telah diunggah di YouTube dan video unggahan YouTube itu diposting oleh Gus Saefulloh di Grup Pecinta habib bahar phb Facebook.

Hal itu ia sampaikan untuk mengklarifikasi adanya kabar di media sosial bahwa dirinya diperlakukan tidak baik dengan cara dipukul saat berada di Lapas Nusakambangan.

Dalam video tersebut Habib mrnyatakan bahwasanya mulai dari pertama kali di pondok pesantren diambil oleh pihak Lapas, kemudian dibawa ke Lapas Gunung Sindur, dari Gunung Sindur dibawa ke Lapas Batu Nusakambangan, dirinya berada dalam keadaan sehat walafiat.

Habib Bahar juga memastikan dirinya diperlakukan dengan baik oleh pihak Lapas sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

“Saya diperlakukan dengan bagus, sesuai dengan SOP. Seluruh para petugas yang terkait dengan masalah Lapas baik di Gunung Sindur ke sini semuanya melayani saya dengan sesuai standar,” jelas Habib Bahar.

“Tidak ada seperti kabar di luar sana bahwasanya saya dipukuli, saya bonyok-bonyok, saya diginiin, tidak ada itu. Semuanya bicara baik, bicara bagus, bicara lembut dan saya sebagai warga binaan yang baik ketika petugas baik kepada saya, maka saya berlaku lebih baik lagi, lebih nurut. Ketika saya diperlakukan dengan lembut, maka saya akan lembut lagi,” urainya.

Berikut video pernyataan Habib;

Terkait masalah rambut, memang dipotong mengikuti aturan dari SOP Lapas Nusakambangan. “Jadi pemotongan rambut itu bukan pemaksaan, ” kata Habib. (****)

Baca juga;

Alasan Covid-19, Umi Fadlan Hanya Diizinkan Video Call dengan Suaminya Habib Bahar bin Smith

. Covid 19 Jabar

Alasan Covid-19, Umi Fadlan Hanya Diizinkan Video Call dengan Suaminya Habib Bahar bin Smith

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, –
Ummi Fadlun, istri Habib Bahar bin Smith tak diizinkan untuk bertemu muka dengan suaminya. Umi hanya bisa bicara lewat video call, meskipun istri Habib telah datang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah sejak Jum’at sore kemaren.

“Ummi Fadlun mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, bersama Umi Habib Bahar Smith, ” kata penasihat hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar lewat pesan WhatsApp kepada Pilarbangsanews.com, senja tadi Sabtu (23/5).

Menurut Aziz Yanuar, sejak hari Kamis kemarin istri kliennya tersebut telah berada di sekitar daerah Nusakambangan.

Umi Fadlun dan Uminya Habib Bahar Smith ingin sekali ketemu, tapi tidak dapat karena alasan protokol kesehatan saat pandemi covid-19.

Kesempatan video call itu Habib Bahar menggunakan HP petugas Lapas. Sebab sesesui ketentuan para napi penghuni Lapas Nusakambangan tidak dibenarkan megang HP atau android.

Menurut Fadlun, dalam video itu kelihatan kondisi habib bahar dalam keadaan sehat wal-afiat.

Umi Fadlun mengatakan dia masih tetap akan berkunjung kembali ke lapas Nusakambangan. Sampai pihak Lapas Nusakambangan mengizinkannya untuk bertemu muka dengan suaminya.

Seperti yang diberitakan Tribune.com, Aziz Yanuar mewakili keluarga kliennya, berharap supaya keluarga yang datang bisa dipertemukan dengan Habib Bahar bin Smith pada saat hari raya idul fitri.

“Semoga bisa dipertemukan. Untuk dan atas nama kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Bahar dimasukkan lagi ke penjara karena dinilai memberikan ceramah provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah di pesantrennya. Ceramah itu berlangsung 16 Mei, sehari setelah dia bebas.

Lalu, dinilai melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB karena saat ini dalam kondisi darurat Covid-19 di Indonesia. Dia mengumpulkan massa atau orang banyak saat ceramah.

Maka, asimilasi Habib Bahar bin Smith pun dicabut dan kembali dibawa ke lapas untuk menjalankan masa pemidanaan atas hukuman tiga tahun penjara, karena menganiaya anak-anak. (****)

Jabar

Bupati Kerawang Cellica Positif Terinfeksi Virus Corona

BANDUNG — Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menggelar konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3/2020).

“Satu kepala daerah di Provinsi Jawa Barat yang melakukan uji laboratorium dan hasilnya positif adalah Bupati Karawang Ibu Cellica. Beliau memberi tahu saya dan saya pun sudah mengetahui hasilnya. Saya juga minta izin untuk melaporkan,” kata Ridwan Kamil.

Sudah empat hari Bupati Cellica mengisolasi diri di rumah dinasnya. Hal itu tak lepas dari kekhawatirannya terpapar COVID-19. Pasalnya, ia pernah berinteraksi dengan sejumlah orang yang terindikasi positif COVID-19.

Sekitar dua pekan lalu, tepatnya pada Senin (9/3/2020), Cellica menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat di Hotel Swiss Bell Inn, Kabupaten Karawang.

Saat itu Cellica duduk di kursi VIP, satu deret dengan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang sebelumnya juga dinyatakan positif Corona. Hingga saat ini, kata Ridwan Kamil, sudah ada tiga kepala daerah di Jabar yang terpapar virus tersebut.

“Pertama Wali Kota Bogor, kedua Wakil Wali Kota Bandung dan ketiga Bupati Karawang. Ini adalah hasil tes mandiri yang hasilnya dicek di lab kami sendiri,” ujarnya.

Dengan dinyatakannya Cellica positif, total tamu positif Corona kluster ‘Musda HIPMI’ berjumlah enam orang. Lima orang lainnya yang sudah terbuka di antaranya Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Kini Yana tengah diisolasi di salah satu rumah sakit. Empat orang lainnya berdasarkan informasi yang diterima adalah staf khusus Gubernur Jabar, eks anggota DPRD Jabar dan dua pejabat Pemprov Jabar.

Salah satu pejabat Pemprov Jabar yang merupakan asisten daerah mengakuinya melalui pesan singkat ketika dikonfirmasi awak media setempat. “Benar (saya positif),” katanya.

Sumber: detik.com

Jabar

Polisi Tangkapi Netizen, Alumni Lemhannas: Ibu Rumah Tangga Itu Bukan Lawan Tandingnya Walikota Surabaya

KOPI, Jakarta – Lagi, seorang ibu rumah tangga ditangkap polisi di Bogor. Tidak tanggung-tanggung, IRT bernama Zakria Dzatil itu diseret dari Bogor ke Polrestabes Surabaya. Pasalnya, wanita yang sedang dalam masa menyusui anaknya ini diadukan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, ke polisi dengan pasal penghinaan melalui media sosial. Alhasil, Zakria Dzatil harus menyusul korban UU ITE lainnya mendekam di balik jeruji besi.

Merespon hal tersebut, seorang alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyampaikan bahwa dirinya sungguh amat kecewa dengan sikap dan pola pikir, serta tingkah-laku kebanyakan pejabat di negeri ini. Menurut dia, seharusnya kritikan rakyat yang disampaikan, seberapapun keras dan brutalnya bahasa yang digunakan masyarakat, wajib diterima sebagai sesuatu yang positif dan menjadikannya sebagai energi dalam melaksakan tugasnya dengan lebih baik lagi.

“Saya benar-benar prihatin dan kecewa berat dengan cara pejabat-pejabat kita dalam merespon kritikan rakyatnya. Sungguh sesuatu yang diluar jangkauan nalar saya, mengapa mereka mau menjerumuskan diri untuk mengurusi hal-hal sepeleh seperti yang diunggah oleh netizen di Bogor itu. Seyogyanya, Walikota Surabaya itu berterima kasih dan mengundang netizen tersebut, meminta usulan, saran, dan bantuan lainnya, agar si walikota itu lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya,” jelas Wilson Lalengke yang merupakan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia itu, Rabu, 5 Februari 2020.

Kepada pewarta media ini, Wilson menambahkan bahwa sebenarnya, para pejabat itu semestinya merasa malu ketika kritikan rakyat, walaupun itu terkesan seperti hinaan, dilawan dengan menggunakan ‘alat tangkap’ jeratan hukum. “Zakria Dzatil itu hanyalah seorang ibu rumah tangga, sama seperti rakyat kebanyakan lainnya. Bukan lawan tanding Walikota Surabaya dan para pejabat negeri. Malu sangatlah mempermasalahkan hal-hal recehan begitu. Cari lawan tanding yang sebanding. Jangan merendahkan martabat Anda dengan menjerat-jerat rakyat kecil. Pakai tangan polisi lagi,” imbuh Wilson dengan nada menyesalkan tindakan pejabat yang main tangkap warga seenaknya.

Lulusan pasca sarjana Global Ethics dari Birmingham University Inggris ini juga menyayangkan jika para pejabat memiliki sensitivitas yang cenderung negatif dalam merespon fenomena di masyarakat. Menurut dia, pejabat memang perlu sensitif terhadap suara rakyat. Tapi harus sensitivitas positif.

“Setiap orang yang ditakdirkan untuk jadi pejabat publik, mereka harus sensitif terhadap kebutuhan rakyat. Untuk mengetahui apa yang diperlukan masyarakat, pejabat harus mendengarkan suara rakyat. Aspirasi warga itu tidak harus disampaikan dengan cara yang Anda sukai, bahkan lebih banyak disampaikan dengan cara yang kasar, menyakitkan, dan sering juga melecehkan si pejabat. Yaa, jangan baperan dong, Anda sudah diberi makan oleh rakyat, hingga ke celana dalam Anda dibelikan rakyat, mengapa seenaknya pejabat gunakan tangan polisi untuk menangkapi rakyat karena celotehannya yang tidak enak didengar telinga?” jelas tokoh pers nasional yang getol membela wartawan dan netizen itu.

Di sisi lain, Wilson juga menyayangkan sikap pejabat Pemda Bogor yang membiarkan begitu saja warganya diseret ke Polrestabes Surabaya. “Delik penghinaan itu adalah pasal karet yang sangat subyektif. Pasal itu lebih berfungsi memuaskan rasa sakit hati dan dendam manusia yang tidak ada ukuran keadilan yang pasti. Sehingga, hukum tentang UU ITE ini sangat tidak mungkin bisa menghasilkan keputusan yang adil. Untuk itu, sebagai rakyat Bogor, seharusnya Ibu Zakria mendapatkan pembelaan oleh Pemda Bogor dan Jawa Barat. Artinya, Pemda Bogor bertanggung jawab untuk membela warganya dari perlakuan tidak adil oleh pihak lain menggunakan pasal-pasal subyektif tadi,” urai Wilson yang juga menyelesaikan studi pasca sarjananya di bidang Applied Ethics di Utrecht University Belanda dan Linkoping University Swedia ini.

Selanjutnya, Wilson mengingatkan bahwa penangkapan dan pemenjaraan netizen akibat kicauan mereka di berbagai media sosial merupakan pelanggaran atas UUD 1945 dan TAP MPR No. 17 tahun 1998 tentang HAM. “Negara ini sudah kacau-balau dalam penerapan hukumnya. Sudah terang-benderang Pasal 28F UUD 1945 mengatakan ‘Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia’. Tapi mengapa rakyat dikerangkeng ketika bersuara menyampaikan informasi menggunakan segala jenis saluran yang tersedia? Bagaimana logikanya UU ITE dan KUHPidana lebih tinggi dari UUD dan TAP MPR? Sudah tidak benar negara ini mengatur sistem hukumnya, struktur hukumnya terbolak-balik, sesuai kehendak penguasa dan aparat hukum saja,” jelas Wilson dengan mengutip isi pasal 28F UUD 1945.

Terakhir, sebagai seorang pendidik, Wilson mengatakan bahwa hakekatnya setiap pejabat dan para elit negara adalah guru yang akan digugu dan ditiru oleh segenap rakyat di negeri ini. “Sikap, pola pikir, dan perilaku para pejabat dan elit, serta tokoh masyarakat menjadi contoh bagi masyarakat dalam bersikap, berpola pikir, dan bertindak di lingkungannya masing-masing. Ketika pejabatanya baperan, yaa rakyatnya ikut baperan juga. Pejabatnya suka tangkapi warga, rakyatnya doyan penjarakan tetangganya juga. Sikap arif, bijaksana, welas asih, dan gemar memaafkan, jauh dari kehidupan bangsa ini, karena pejabatnya memberikan contoh perilaku yang salah dan tidak bermoral,” pungkas Alumni Program Persahabatan Indonesia – Jepang Abad-21 tahun 2000 itu. (APL/Red)

Jabar

KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK KECAM PELAKU PEMBUNUHAN DAN PEMERKOSA ANAK USIA 5 TAHUN DI SUKABUMI

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meminta pelaku pemerkosaan dan pembunuhan gadis cilik, NP dihukum seberat-beratnya.

NP bocah berusia lima tahun ini dibunuh oleh ibu angkatnya SR (35). Sebelum dibunuh, korban terlebih dulu diperkosa oleh RG (16 tahun) dan RD (14 tahun) yang merupakan kakak angkatnya.

Saat itu, SR mendapati RG sedang memperkosa korban. Melihat itu, Sri marah dan menampar RG, namun RG malah marah dan mencekik korban. Tapi, bukannya melerai, Sri malah membantu mencekik korban hingga korban tak bernyawa. Sebelum diperkosa RG dan dihabisi nyawanya, korban juga diperkosa oleh RD pada hari yang sama.

Perbuatan sadis dan keji ini dilakukan di rumah pelaku di Kampung Bojongloawetan RT 004/008, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu, 22 September 2019 pagi. Usai korban tak bernyawa, jasadnya dibuang oleh ibu dan kedua kakak angkatnya ini ke Sungai Cimandiri, Desa Warungreja, Kecamatan Nyalindung, kabupaten Sukabumi. Jasad korban kemudian ditemukan Minggu siang, oleh warga yang sedang mencari ikan.

Baca juga;

Gadis Kecil NP 5 Th, Diperkosa, Dibunuh Mayatnya Dibuang ke Sungai

“Oleh sebab itu, terduga pelaku patut menerima ganjaran hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Namun bagi SR, ibu angkat korban yang justru ikut serta menghilangkan secara paksa hak hidup anak adopsi itu dengan cara menyiksa, kemudian mencekik setelah mengetahui kedua anak kandung melakukan kekerasan fisik yang sebelumnya melakukan kejahatan seksual, terancam hukuman seumur hidup. Sedangkan untuk kedua anak kakak beradik dapat diancam maksimal 10 tahun pidana penjara,” ujar Arist dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (25/9).

Atas kejadian keji dan sadis ini, Arist menjelaskan tidaklah berlebihan jika SR dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 81 ayat (1) pasal 82 ayat (1) dan (2) serta pasal 80 ayat 1, 3 dan dan 4 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor : 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto pasal 75 huruf (c), dan (d) Undang-undang RI Nomor 3 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta UU RI yang mengatur tentang adopsi dengan ancaman minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan dapat diancam dengan hukuman seumur hidup.

Arist menambahkan, untuk memastikan kasus ini, Komnas Perlindungan Anak bersama Perwakilan Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat segera berkoordinasi dengan Polres Sukabumi Polda Jabar dan jajaran pemangku otoritas Pemerintahan Sukabumi.

“Kasus sadis dan keji terhadap NP ini tidaklah bisa dibiarkan begitu saja, peristiwa ini harus menjadi gerakan bersama (commond action) dalam memutus mata rantai kekerasan terhadap anak bagi masyarakat di Sukabumi, Jawa Barat dan secara khusus di Indonesia. Inilah momentum yang tepat untuk membangun gerakan perlindungan anak berbasis partisipasi masyarakat,” tukas Arist

Bandung 30 September 2019

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Jabar

Gadis Kecil NP 5 Th, Diperkosa, Dibunuh Mayatnya Dibuang ke Sungai

Sukabumi – SR (36) benar-benar ibu kejam. Bukannya menyayangi anak angkatnya inisial NP yang masih berusia 5 tahun, ia dengan keji membunuh dan membuang mayatnya ke sungai. Ia melakukannya dibantu oleh dua anak laki-laki kandungnya yang masih di berusia 16 dan 14 tahun.

Kasus ini terungkap saat warga heboh menemukan mayat anak perempuan di aliran Sungai Cimandiri, tepatnya di di Kampung Platar RT 02 RW 06 Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (22/9/2019).

Dari hasil penyelidikan polisi akhirnya keluarga korban ditemukan yaitu SR yang merupakan warga Kampung Bojongloa, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Daerahnya belasan kilometer dari lokasi temuan mayat.

Polisi melihat banyak kejanggalan di mayat korban, sehingga memutuskan untuk mengautopsinya. “Ibu angkatnya ini sempat mengarang alasan, ada katanya korban ini epilepsi dan lain-lain. Itu upaya dia menutupi sebab kematian korban,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Selasa (24/8/2019).

Bahkan, kata Nasriadi, saat prosesi pemakaman, SR menunjukkan wajah duka dengan maksud menutupi perbuatannya.

“Ibu angkatnya sempat pura-pura menangis, saat itu petugas sebenarnya sudah mengantongi beberapa petunjuk namun tidak mau gegabah. Setelah dirasa lengkap para pelaku kita tangkap Senin (23/9/2019) malam tadi” tandas Nasriadi.
Sebab kematian korban terungkap, ada kerusakan di bagian kelamin korban serta beberapa luka di sekujur tubuh korban.

“Korban diketahui telah diperkosa oleh dua kakak angkatnya, setelah itu korban dipukul lalu dicekik hingga tewas oleh ibu angkatnya. Setelah itu mayat korban dibuang ke Sungai Cimandiri dan terseret hingga belasan kilometer sampai akhirnya ditemukan warga,” ujar Nasriadi.

Jabar

H Nasrul Djalal, Dewan Pembina FEM Hadiri Upacara HUT RI Vila Nusa Indah Bogor

BOGOR, JABAR — Wartawan sepuh H. Nasrul Djalal yang juga salah seorang Dewan Pembina Forum Eksekutif Media (FEM) menghadiri upacara peringatan HUT RI ke-74 di Lapangan Vila Nusa Indah II Bojong Kulur Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (17/8/2019) pagi.

Selain sempat mengabadikan prosesi pengibaran sangsaka merah putih oleh putra putri terbaik komplek Vila Nusa Indah II yang bertindak selaku Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), kakek 10 orang cucu yang kini akrab disapa “Opa NJ” ini juga tak melewatkan kesempatan pose bersama segenap warga, pemuka masyarakat dan panitia Peringatan HUT RI setempat.

Wartawan sepuh yang semasa masih aktif sebagai wartawan suratkabar harian Haluan di Padang akrab dipanggil “Enje” atau “Pak Nas” ini mengaku salut dan turut bangga menyaksikan prosesi upacara yang khidmat, pertanda nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air masih kokoh terpatri di qalbu generasi penerus bangsa.

“Kemerdekaan yang telah diraih saat ini merupakan proses sejarah panjang yang telah diantarkan para pendahulu dengan berbagai pengorbanan yang tidak sedikit dari para pejuang kemerdekaan. Kita harus menjadi bangsa yang santun, yakni bangsa yang menghargai jasa dan perjuangan para pahlawannya,” ungkap Nasrul Djalal, sebagai pesan khusus di hari kemerdekaan RI kali ini.

Menurut pria 75 tahun yang juga tercatat sebagai wartawan Asean ini, kemerdekaan harus diisi dengan berbagai kerja dan karya nyata yaitu dengan melalui peningkatan kapasitas dan sumber daya yang progresif.

Mantan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar di era ’90-an ini juga sependapat dengan tema Peringatan HUT RI ke-74 yang ditetapkan pemerintah, yakni SDM UNGGUL INDONESIA MAJU.

“Tema yang selaras dengan kondisi kekinian, mengingat kita sebagai bangsa yang besar perlu menyiapkan dan mencetak kapasitas dan kualifikasi bangsa demi hadirnya generasi-generasi unggul untuk membawa bangsa ini menjadi maju dan berdaya saing”, ujarnya mengakhiri.

(rel)

. Jabar

Demo Mahasiswa Cianjur, 3 Anggota Polisi Terbakar Saat Padamkan Api

CIANJUR, PILARBANGSANEWS.COM, – Aksi unjuk rasa sejumlah organisasi mahasiswa didepan Pendopo Cianjur, pada Kamis (15/08/2019) diwarnai dengan bakar bakar ban. Tiga 3 anggota Kepolisain terbakar saat mencoba memadamkan api.

Tiga orang petugas yang terbakar itu, Aiptu Erwin Yudha anggota Polsek Cianjur, Bripda Aris Simbolon, Bripda Yudhi anggota Dalmas Polres Cianjur.

Ke 3 orang polisi tersebut, mengalami luka bakar yang cukup serius dan terpaksa harus menjalani perawatan di RSUD Cianjur.

Aiptu Erwin hampir sekujur tubuhnya terbakar, korban terpaksa dirujuk ke rumah sakit CIpto Mangukusomo di Jakarta.

“Ada yang menyiramkan bensin ke arah Api yang sedang dipadamkan anggota, Sehingga api menggejolak dan menyambar beberapa orang petugas,” Ujar Brigadir Dua Aryo, anggota Patroli Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur yang berada dilokasi kejadian.

Aryo menjelaskan, ada beberapa anggota polisi yang terkena sambaran api. Namun, ke tiga orang yang mengalami luka cukup parah dan segera dibawa ke rumah sakit.

Dalam sebuah video yang beredar kelihatan api menyala membakar pakaian yang dikenakan polisi yang terbakar itu.

Berguling guling polisi itu mencoba memadamkan api, sementara teman yang lain mencoba untuk memadamkan, kelihatan di vedeo itu situasi yang sangat panik karena teman teman polisi yang terbakar itu tak bisa berbuat banyak.

Tidak kelihatan dalan video bagaimana cara api bisa dipadamkan, karena video itu langsung gelap dan yang men-suting tidak cepat memperbaiki posisi kamarannya.

Insiden ini terjadi saat para pengunjuk rasa memblokir Jalan Siliwangi, di depan komplek Pemkab Cianjur. Aksi massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Tjiandjoer (HMT), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam HMPI) membakar ban sambil Meneriakan Yel-Yel.

Naasnya, saat tiga anggota Kepolisian mencoba untuk memadamkan api. Tiba-tiba seseorang melemparkan Kantong Bensin, sehingga kobaran api membesar dan membakar ke tiga aparat tersebut. (Salut)

Disadur dari Suaratoday.com

Jabar

Pascagempa M 6.9 Banten, 7 Rumah Rusak Berat di Jawa Barat

JAKARTA – Gempa Banten yang berkekuatan guncang Magnitudo 6,9 yang terjadi malam tadi Jum’at (2/8) sekitar pukul 19:03 WIB tidak hanya merusakan bangunan di Provinsi Banten, tapi juga 7 unit rumah di provinsi Jawa Barat rusak.

Berdasarkaan data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB pada 2 Agustus 2019, pukul 22.10 WIB mencatat 7 rumah rusak berat, 3 rusak sedang dan 5 lainnya rusak ringan. Data rumah rusak berat teridentifikasi di wilayah Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat.

Kerusakan rumah sebanyak 5 unit rusak berat di Desa Neglasari dan 1 unit di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Rumah rusak berat lain tercatat 1 unit di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat. Selain itu kerusakan di kabupaten ini juga terjadi di Kecamatan Cipatat dan Cililin. Satu rumah rusak ringan di Desa Cirawa Mekar Kecamatan Cipatat, sedangkan 4 lainnya di Kecamatan Cililin.

Sementara itu, dua unit rumah mengalami rusak ringan dan rusak sedang di Kabupaten Sukabumi. Rincian kerusakan 1 unit di Desa Jayabakti Kecamatan Cidahu dan 1 lagi di Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak. Kerusakan juga terjadi pada bangunan Majelis Ta’lim di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, dengan kategori rusak ringan.

Di Kota Bogor, BPBD setempat melaporkan 1 unit rumah mengalami retak-retak.

Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB, sejumlah 1.000 warga mengungsi di halaman Kantor Gubernur Provinsi Lampung. Sejumlah 50 lainnya di Kabupaten Lampung Selatan mengungsi di EX Hotel Lima Enam.

Gempa bumi bermagnitudo 6,9, yang sebelumnya dirilis bermagnitudo 7,4 ini dirasakan dengan durasi berbeda di beberapa wilayah. Warga di Kabupaten Pandeglang merasakan getaran 5 – 10 detik. Warga panik dan keluar rumah; sebagian mereka mengungsi ke dataran yang tinggi.

Warga di Kabupaten Lampung Selatan merasakan gempa 1 – 5 detik. Mereka juga panik namun tetap waspada. Sedangkan warga Sukabumi, mereka merasakan getaran lebih lama yaitu 15 – 20 detik. Masyarakat terpantau panik dan keluar rumah. Demikian juga dengan warga Kabupaten Cianjur yang juga merasakan getaran sekitar 20 detik. Durasi pendek dirasakan warga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan waktu 5 – 7 detik, sedangkan Kota Bogor 15 – 25 detik.

Sementara itu, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa berakhir pada pukul 21.35 WIB. Gempa magnitudo 6.9 ini terjadi pada pukul 19.03 WIB yang berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten.

Agus Wibowo
Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Jabar Jakarta

Peringati HUT Bhayangkara, TNI Polri di Jakarta Barat Olahraga Bersama

Jakbar, Pilarbangsanews.com
Memeriahkan Hari bhayangkara ke 73 polres metro jakarta barat bersama kodim 0503 jb menggelar olah raga bersama ditaman catlya tomang jakarta barat, Jumat (5/6/2019).

Kegiatan olahraga tersebut diikuti sekitar 350 personel baik polres, kodim, persit maupun bhayangkari polres dan polsek jajaran

Kegiatan tersebut diawali dengan jalan santai memutari taman catelya tomang jakarta barat dilanjut kan dengan senam bersama

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian untuk memeriahkan hari bhayangkara yang ke 73

“Pagi ini kita bersama TNI bersama melakukan kegiatan Olah Raga Bersama sebagai wujud sinergitas TNI dan Polri dijakarta barat yang semakin solid” Imbuh nya

Sementara itu komandan Kodim 0503 jb Letkol Arhanud Jatmiko Adhi mengucapkan selamat Dirgahayu Bhayangkara ke 73, semoga dengan bertambah nya usia Polri ini semakin promoter dan dicintai masyarakat dan kedepan nya TNI Polri semakin solid dan bersinergi dalam menjalankan tugas sehari hari

Tak hanya itu saja kegiatan lomba bersama ini dimeriahkan dengan berbagai lomba dan Pemenang Lomba Tersebut Hadiah Diberikan Langsung Oleh Bapak Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi dan Ibu Ketua Cabang Bhayangkari Jakarta Barat Ny Intan Hengki (salut).