Menampilkan: 1 - 10 dari 37 HASIL
Kalimantan

Kapolres Kotawaringin Barat AKBP AK dimutasi Gegara KDRT

Kalimantan Tengah, PilarbangsaNews, —
Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP AK dimutasi gegara diduga telah melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Dia dilaporkan sendiri oleh istrinya akibat adanya laporan itu dia dimutasi.

Seperti yang dilansir Media Online Kompas.com, AKBP AK baru dua bulan menempati posisi baru sebagai kapolres Kotawaringin Barat

AKBP AK adalah Kapolres Kotawaringin Barat yang baru saja menggantikan AKBP Dharma E Ginting.

AKBP AK dimutasi untuk menjalani pemeriksaan.

Mutasi diketahui dari surat telegram bernomor ST/2935/XI/KEP/2020 tertanggal 13 Oktober 2020 yang beredar.
Surat telegram itu berisi nama-nama pejabat yang dimutasi.

Secara umum, para pejabat itu dimutasi untuk menempati posisi baru.

Namun pada poin ke 51 menunjukkan AKBP AK dimutasi sebagai perwira menengah Polda Kalteng dalam rangka pemeriksaan.

Poin selanjutnya menjelaskan bahwa AKBP AK digantikan oleh AKBP Devy Firmansyah yang sebelumnya menjabat Kapolres Barito Selatan.

Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan tidak menampik adanya mutasi tersebut.

“Intinya ada masalah keluarga saja. Pemeriksaan adalah tindak lanjut terhadap laporan istri yang bersangkutan,” terang Hendra melalui telepon, Kamis (15/10/2020).

Dia menyebut bahwa pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan tindakan KDRT. (Kompas.com)

Kalimantan

Dandim 0910/Malinau Buka Perkemahan Pramuka SWK Tingkat Daerah di Wilayah Kodam VI/MLW Tahun 2020

Kalimantan Utara, PilarbangsaNews

Komandan Kodim 0910/Malinau Letkol Inf Sofwan Nizar S.Sos, M.Han membuka acara Perkemahan Pramuka Saka Wira Kartika Tingkat Daerah di wilayah Kodam VI/Mulawarman Tahun 2020.

Dengan mengusung Tema “Melalui Perkemahan Pramuka Saka Wira Kartika terpusat Tingkat Daerah membentuk generasi muda yang berwawasan kebangsaan dan memiliki semangat bela negara”.
Acara tersebut berlangsung di Aula Makodim 0910/Malinau Jalan Pusat Pemerintahan, Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Jum’at (11/09/2020).

Dalam sambutannya Letkol Inf Sofwan Nizar menyampaikan kegiatan ini merupakan tindak lanjut pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika agar menjadi anggota gerakan Pramuka yang produktif dan berguna bagi diri dan masyarakat sehingga memiliki bekal untuk melaksanakan kegiatan nyata di dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Peserta Saka Wira Kartika diharapkan menjadi generasi muda bangsa yang patriot setia berbakti dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa persatuan dan kesatuan Republik Indonesia”, pungkasnya. (Ezl)

. Kalimantan

Tingkatkan Kemampuan Menembak, Kodim 0910/Malinau Laksanakan Latbak Jatri TW III Tahun 2020

Kalimantan Utara, PilarbangsaNews

Bertempat di lapangan tembak Kodim 0910/Malinau Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, seluruh anggota Kodim 0910/Malinau dan Koramil jajaran melaksanakan menembak Senjata Ringan (SR) Triwulan III Tahun 2020, Selasa (18/08/2020).

“Kegiatan menembak ini selain memang sudah program dari komando atas sekaligus untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan menembak seluruh anggota Kodim 0910/Malinau dan Koramil jajaranya”, tegas Pjs Pasi Ops.

Pjs Pasi Ops Kodim 0910/Malinau Letda Inf M. Yusuf menekankan kepada seluruh prajurit untuk serius dan berhati – hati dalam berlatih serta mengikuti instruksi dari pelatih maupun pengawas latihan karena amunisi yang digunakan merupakan amunisi tajam, sehingga tidak ada lagi kesalahan yang dilakukan oleh perorangan dan menimbulkan kerugian personel.

Kegiatan Latihan menembak Senjata Ringan ini rencananya dilaksanakan 3 hari yaitu hari Selasa, Rabu dan Kamis.

Setelah selesai menembak senapan di lanjutkan dengan menembak senjata pistol dengan jarak 25 M dengan menggunakan 10 butir peluru. (Ezl)

Kalimantan

Acara Belian Buntang Mulis Kampong Sae Nyawa Nyandrang di Kalimantan Timur

Penajam, pilarbangsanews.com – Pasca kejadian tindak pidana penusukan terhadap Herdi Candra yang mengakibatkan korban meninggal dunia hingga berdampak kepada kerusuhan yang terjadi beberapa hari yang lalu di seputaran Pelabuhan Klotok maupun di gang Buaya Rt 06, 07 dan 08 Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur beberapa hari yang lalu.

Demi menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif puluhan aparat keamanan di siagakan di beberapa titik juga di tempatt di mana digelarnya Acara Belian Buntang Mulis Kampong Sae Nyawa Nyandrang yang di sebut juga sebagai bersih kampung yang bertempat di Jl. Costal Road Pantai Nipah-Nipah Km. 08 Kel. Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.Kamis (1/11/2019).

Memasuki hari ke lima atau terakhir acara Adat Belian berupa penurunan Larung Jakit atau seserahan yang dilarutkan ke laut tepatnya di pantai Nipah-Nipah dan kegiatan Penutupan di Kuta Adat (Rumah Adat) dan acara tersebut di kawal langsung oleh dua Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud dan Dandim 0904/Tng Letkol Czi Widia Wijarnako, S.Sos. Mtr/Han.

Saat di temui oleh awak media Dandim 0913/PPU menyampaikan,” Kami dari TNI yang di perbantukan ke Polri atau BKO mulai dari awal kegiatan acara Belian ini selalu aktif dalam menjaga jalannya kegiatan tersebut bersama dari kepolisian, dan Alhamdulillah ini hari terakhir berupa Larung Jakit bisa berjalan dengan keadaan aman lancar tidak ada halangan apapun,” ungkapnya.

Dalam acara Larung Jakit tersebut turut serta Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Pol Naek Pamen Simanjuntak, Dir Shabara Polda Kaltim Kombes Pol Taupan, Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, SIK, Kajari PPU Darfiah, SH. MH, Danramil 0913-01/Pnj Kapten Inf Imam Safi’I, Danramil 0904 – 03/Long Kali Letda Inf Eko Edi Santoso serta Masyarakat adat Paser. (Ezl)

Sumber Penrem 091/ASN

Kalimantan

Dandim 0910/Malinau Bangkitkan Bela Negara Mahasiswa Perbatasan

Kalimantan Utara – Dandim 0910/Malinau Letkol Inf. Nopit Arif, S. Sos., M. Han. Memberikan Materi Bela Negara kepada puluhan mahasiswa Baru Universitas Politeknik Malinau, di aula kampus Baru Poltek Malinau yang disampaikan oleh Kasdim Mayor Kav Tutur Suwantoro, S. Pd. Rabu (04/09/2019).

Mahasiswa merupakan potensi Generasi NKRI yang sangat strategis. Sejarah perjuangan dari masa ke masa Bangsa Indonesia sebagai pembaharu yang lebih baik adalah Mahasiswa. Dalam materinya Dandim 0910/Malinau menyampaikan Dipundak Mahasiswa Poltek Malinau perbatasan NKRI ini menggantungkan harapan harapan masa depan yang cerah, maju dan sejahtera.

Karena itu bertolak dari sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit hancur karena perang saudara. Sejarah Perjuangan yang awalnya bersifat kedaerahan gagal dan setelah persatuan dan nasionalisme yg kuat kita mampu merdeka.

NKRI negara besar dan menghadapi ancaman yang besar pula. Saat ini kita harus sadar sedang menghadapi Proxi war yang menyasar di segala lini kehidupan bangsa kita. Maka saya mengajak mari kita hadapi perang Proxi dengan memiliki Paham, rasa, dan semangan kebangsaan. Yang disebut juga wawasan kebangsaan. Semangat kebangsaan harus menjadi karakter mahasiswa sebagai komponen cadangan pertahanan dalam Bela Negara. Apa wujud Bela negara mahasiswa, adalah memiliki karakter fokus dalam belajar, berinovasi, kreatif mendedikasikan diri pada bidang ilmunya.

Mahasiswa harus mampu menangkal ancaman perang proxi yang menyasar di lingkungan Kampus dan lingkungan masyarakat. Jadilah Mahasiswa berkarakter yang mampu membentengi diri dari: Narkoba, sex bebas, teroris, radikalisme, komunis, budaya yg tidak beradab karena negara kita negara beradab. Hindari ujaran kebencian dan perpecahan.

Untuk itu kita harus yakin dan mengamalkan 4 konsensus dasar Bangsa Indonesia: Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika untuk diamalkan dalam menghadapi permasalahan bangsa.

Mahasiswa sebagai ujung tombak merebut kesempatan bonus demografi agar menyiapkan diri agar NKRI menjadi negara yang jaya.

“Sebagai kader penerus bangsa harus memiliki ketangguhan, keuletan dan kearifan dalam menangkal masuknya pengaruh negatif.
Dandim juga berpesan agar para mahasiswa berbuat yang terbaik bagi diri, keluarga lingkungan dan bangsa Indonesia, tatap masa depan dengan semangat belajar untuk raih kunci sukses agar tercapai yang dicita-citakan.

“Kalian selaku pemegang tongkat estafet generasi penerus, bentengi diri kalian dengan iman dan taqwa jauhkan dari perbuatan yang melanggar undang-undang,” himbaunya.(Pendim 0910)

Kalimantan

Panglima TNI Tinjau Karhutla di Kalimantan Barat

Kalimantan, Pilarbangsanews.com.– Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Menkopolhukam RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ibu Siti Nurbaya, dan Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (23/8/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI beserta rombongan meninjau langsung lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berada di wilayah Kalimantan Barat melalui udara dengan menggunakan Helly EC 725 dan Bell milik Polri.

Setelah peninjauan lewat udara, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta rombongan turun ke lokasi Karhutla menyaksikan secara langsung proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Turut serta dalam peninjauan tersebut diantaranya Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Kabaharkam Polri Komjen Pol Condro Kirono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito dan Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto. (Bad)

Kalimantan

Dan Satgas Pamtas Kodam VII/Mlw Musnahkan Ratusan Senjata Api

Tarakan, pilarbangsanews.com – Lebih kurang 160 pucuk senjata rakitan dimusnahkan di Kalimantan Kamis (4/7). Senjata tersebut dikumpulkan dari warga, setelah Satgas Pam Perbatasan Kodam VI/Mulawarman di wilayah Kalimantan Utara telah berhasil merebut hati rakyat (winning the heart) sehingga masyarakat wilayah perbatasan memiliki kesadaran untuk menyerahkan berbagai senjata rakitan yang mereka simpan dengan tujuan tertentu.

Berkat Komunikasi Sosial Dialogis yang berjalan intens selama ini telah berhasil memberikan kesadaran Masyarakat Nunukan dan wilayah perbatasan yang secara sukarela menyerahkan kurang kepada personel Babinsa dan personel Satgas.

Senjata api rakitan hasil komunikasi sosial dialogis serta pendekatan secara persuasif baik Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg dan aparat kewilayahan telah berhasil mengumpulkan 160 pucuk senjata rakitan yang terdiri dari 159 pucuk senapan panjang rakitan dan 1 pucuk pistol rakitan.

Semua jenis senjata rakitan hasil penyerahan yang saat ini berada di Kodim 0907/Tarakan yang dimusnahkan merupakan hasil pelaksanaan tugas Satgas Pam perbatasan dan Satgas Teritorial Kodam VI/Mulawarman selama tahun 2016-2019 di wilayah Kalimatan Utara.

Dalam pelaksanaan pemusnahan secara simbolis diwakili oleh Wagub Kaltara Bpk Udin Hiyangiyo, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Richard Tampubolon, Danlantamal Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto ,Kabinda Kaltara Brigjen TNI Rudi dan Wakapolda Kaltara Kombes Pol Zainal, merupakan upaya menjaga keamanan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara sebagai serambi depan perbatasan Indonesia.

Dalam sambutannya Wagub Kaltara menyampaikan ” terima kasih dan apresiasi positif yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas Kodam VI/Mulawarman dalam menciptakan keamanan di wilayah Kaltara karena dengan metode komunikasi sosial dialogis dan persuasif telah meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat perbatasan menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara kesatuan republik indonesia”.

Hampir sebagian besar penyerahan senjata tersebut dilakukan secara sadar dengan cara mengantar secara pribadi serta menyerahkan senjata api rakitannya kepada para Babinsa yang bertugas di Kodim Perbatasan dan para personel di pos Satgas Pengamanan Perbatasan yang berada di dekat pemukiman mereka.

Sementara itu Kasdam VI/Mulawarman dalam wawancara menyampaikan Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal Subiyanto menyampaikan terima kasih atas kerjasama masyarakat yang dengan komunikasi sosial dialogis secara intensif dengan personel Kodam VI/Mulawarman yang bertugas di Kodim maupun Satgas Pam Perbatasan memberikan keberhasilan dan hasil kerja nyata sehingga kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjatanya kepada prajurit satgas Kodam VI/Mulawarman. wilayah Perbatasan.

Salah satu tokoh masyarakat yang menyerahkan senjata rakitan yaitu bapak Pemangku Adat Suku Tidung Nunukan Bapak Ibrahim Latif menyampaikan bahwa penyerahan senjata rakitan adalah hasil sosialisasi yang selama ini dilakukan oleh Babinsa dan prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia di wilayah kabupaten Nunukan yg dilaksanakn secara terus menerus. Ditambahkn, melalui Komunikasi antara Babinsa dan Personel Satgas dengan masyarakatnya kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjata api penabur yang biasa digunakan berburu kepada TNI terus meningkat.

“Saya sebagai pemangku adat tidung sangat berterimakasih kepada Dandim beserta jajarannya yang selalu menyatu dan bersama kami Masyarakat Nunukan sehingga kami merasa TNI sebagai Mitra dalam kehidupan masyarakat. Terimakasih juga kepada Babinsa atas pendekatannya selama ini kepada masyarakat karena tidak henti-hentinya memberikan masukan kepada masyarakat tentang bahayanya menyimpan senjata api penabur,” ucap Ibrahim Latif.

Pelaksanaan tugas Satgas Pamtas selama periode 2016-2019 dilaksanakan oleh satuan kewilayahan yaitu Satgas Teritorial oleh Kodim 0911/Nunukan, Kodim 0907/Tarakan dan Kodim 0903/Tanjung Selor serta untuk satgas Pamtas oleh Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg dan Yonif Raider 613 sudah terlaksana dengan baik terbukti dari hasil perolehan senjata rakitan yang dimusnahkan hari ini.

Oleh karena itu, diharapkan komunikasi sosial secara dialogis harus terus dilaksanakan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan senjata api illegal serta memberikan kontribusi positif terciptanya keamanan dan kedaulatan wilayah termasuk diantaranya mencegah masuknya barang-barang illegal ke wilayah Indonesia.

Pendam 6

Kalimantan

Hari Kedua Ramadan, Presiden Jokowi Shalat Tarawih di Palangkaraya

Palangkaraya, Pilarbangsanews.com,– Di hari kedua bulan Ramadan 1440 H yang bertepatan dengan Selasa, 7 Mei 2019, Presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah shalat Tarawih di Masjid Darul Arqam Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Tiba pada pukul 18.30 WIB, Presiden dan rombongan langsung menuju saf yang telah disediakan.

Tak lama setelah itu, pukul 18.35 WIB azan berkumandang yang menandakan telah memasuki waktu shalat Isya. Presiden dan jamaah lainnya melaksanakan ibadah shalat Isya yang diimami oleh Ketua MUI Palangkaraya KH Anwar Isa.

Setelah mendengarkan tausiah oleh HM Zuhri, Shalat Tarawih dimulai pada pukul 19.15 WIB yang diimami oleh Adied Najiyurrahman.

Setelah selesai shalat Tarawih, pukul 20.05 WIB, Presiden dan rombongan meninggalkan masjid. Saat akan meninggalkan Masjid, Presiden sempat menyapa dan bersalaman dengan jamaah dan warga yang telah menantinya.

Baca juga ;

Presiden Jokowi Laksanakan Salat Tarawih Pertama di Bogor

Seperti biasa tak jarang dari mereka yang mengabadikan momen kedatangan Presiden dengan kamera ponselnya.

Tampak turut melaksanakan ibadah tarawih, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

Diakun tweeternya Presiden Jokowi siangnya menulis bahwa Presiden ke Kalimantan untuk meninjau beberapa lokasi yang akan dijadikan ibu kota negara yang baru.

Meninggalkan Jakarta pagi ini menuju Kalimantan. Saya hendak meninjau beberapa lokasi yang menjadi alternatif ibu kota negara yang baru.

Bey Machmudin

-Salut-

Kalimantan

Bayi Dibuang Dalam Kardus. Ini Pesan Ibunya

BUNTOK, PILARBANGSANEWS.COM,–
Bayi laki-laki Manuel terpaksa ditinggal ibunya, dipekarangan rumah warga di Jalan Pelita IV Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, lantaran siibu mengaku tak sanggup merawat bayinya dengan layak.

Bayi yang baru dilahirkan itu sengaja ditaruh didalam kardus di bawah pohon terong asam, di halaman rumah salah seorang warga. Warga menemukan bayi itu Sabtu (27/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dikutip dari media Prokal.co, didalam kardus itu ditemukan secarik kertas, ditulis dengan tulisan tangan. Isinya mengungkapkan bahwa sang ibu menitip anaknya bernama Manuel, karena sang ibu tidak yakin untuk menghidupkan buah hatinya dengan layak. Bahkan sang ibu berjanji suatu saat akan datang untuk mengambil bayinya.

Saya titip anak saya yang bernama MANUEL, karena sekarang saya tidak yakin menghidupkannya dengan layak. Saya mohon jaga Manuel suatu saat saya akan mengambilnya.

Nuel…Maafin mamah…. mamah terpaksa ngelakuin ini semua, mamah sayang sayang sama Nuel.

Suatu hari nanti mamah janji bakal ambil Nuel lagi… Ini cuma sementara ko Nuel. Mamah sayang Nuel. Love You Manuel,” demikian isi surat tersebut.

Informasi dari kepolisian menyebutkan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Galan Pandehan. Berdasarkan keterangannya pada saat itu dirinya sedang melayani Tiara dan ibunya membeli tanah subur.

Kemudian, Galan balik ke dalam rumah mengambil kembalian uang kepada pembeli. Saat keluar rumah mengantar uang kembalian tersebut dia mendengar suara tangisan.

Awalnya dikira suara itu tangisan kucing, namun setelah mengecek asal suara tersebut ternyata bayi manusia di dalam kardus.

Mereka pun langsung melaporkan ke ketua RT dan pihak Kepolisian. Mendapat laporan tersebut polisi langsung turun ke lapangan dan membawa bayi tersebut ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok.

Kapolres Barsel AKBP Wahid Kurniawan melalui Kasatreskrim, AKP Tryo Sugiono dikonfirmasi Kalteng Pos, Minggu (28/4) membenarkan terkait penemuan seorang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki dihalaman rumah seorang warga.

“Kami telah mengamankan barang bukti, mencatat saksi dan melakukan penyelidikan,” ucap dia.

Adapun barang bukti yang diamankan, tambah Perwira Pertama (Pama) itu, yakni selimut kecil berwarna kuning, satu lembar baju bayi warna putih, popok kain, satu set sarung kaki warna coklat, satu lembar kaos dewasa berwarna orange dan kardus berisi baju kaos warna biru.

Membuang Keadaan Hidup

Terkait siibu meskipun dia berjanji akan menjemput anaknya kembali namun yang bersangkutan tetap dapat dijerat dengan Pasal 308 KUHP yang berbunyi:

“Jika seorang ibu karena takut akan diketahui orang tentang kelahiran anaknya, tidak lama sesudah melahirkan, menempatkan anaknya untuk ditemukan atau meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, maka maksimum pidana tersebut dalam pasal 305 dan 306 dikurangi separuh.”

Adapun ancaman pidana maksimum yang terdapat dalam Pasal 305 KUHP (tentang menaruh anak di bawah umur tujuh tahun di suatu tempat agar dipungut orang lain dengan maksud terbebas dari pemeliharaan anak itu) adalah lima tahun enam bulan. Sedangkan ancaman pidana maksimum yang terdapat dalam Pasal 306 ayat (1) KUHP (tentang melakukan perbuatan dalam Pasal 305 KUHP hingga menyebabkan si anak luka berat) adalah tujuh tahun enam bulan dan Pasal 306 ayat (2) KUHP (tentang melakukan perbuatan dalam Pasal 305 KUHP hingga menyebabkan si anak mati) adalah sembilan tahun. (ner/ram/Prokal.co)

Kalimantan

2 Meninggal Dunia, 2 Lainnya Kritis Akibat Disambar Petir

Balikpapan, Pilarbangsanews.com,–

Empat Orang disambar petir, 2 meninggal dunia ditempat kejadian, sementara 2 lainnya kritis dan kini dirawat di Rumah Sakit. Peristiwa ini terjadinya pada Rabu siang kemaren (1/5) sekitar pukul 15.00 WITA, di Jalan Raya Jalan Balikpapan – Handil II RT 08 Kel. Salok Api Darat, Kalimantan Timur.

Korban yang meninggal, Rustam Efendi (32 th) beralamat Jalan Bung Tomo No. 4 RT. 02 Kel. Baqa Kecamatan Samarinda Seberang dan Radit (12 tahun) beralamat di Dusun Pasada RT.03 Kelurahan Botteng Utara Kecanatan Simboto.

Sedangkan yang mengalami kritis, Hajar (36 th), alamat di Dusun Pasada RT 03 Kelurahan Botteng Utara Kecanatan Simboto. Korban Hajar adalah ayah dari Radit, yang meninggal dalam peristiwa ini.

Korban kritis yang satu lagi Husni (34 th) beralamat di Dusun Adi Adi Rt. 01 Kelurahan Botteng Utara Kecamatan Simbolo.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pilarbangsanews.com, beberapa saat sebelum peristiwa itu terjadi ke 4 orang ini tiba di Balikpapan dari Mamuju untuk melanjutkan perjalanan ke Samarinda, melalui Jalan Poros Balikpapan Handil II menggunakan sepada motor.

Korban Hajar mengunakan sepeda motor Merk Yaman Vino DC 3724 AO membonceng anaknya Radit. Sedangkan Muhammad Hasri berboncengan dengan Rustam Efendi mengendarai sepeda motor Merk Yamaha MIO DC 2237 AM

Saat dalam perjalanan tiba di daerah Kelurahan Salok Api Darat, tiba tiba hujan turun dan angin deras datang.

Mereka kemudian berteduh disebuah Pondok yang berada ditepi jalan Raya Balikpapan – Handil II RT 08 Kec Samboja.

Pada saat mereka berteduh itu tiba – tiba datang petir menyambar mereka.

Akibatnya, dua korban meninggal dunia ditempat kejadian.

Setelah hujan reda, salah seorang warga disekitar sana lewat dan melihat ke 4 korban yang tergeletak.

Warga itu memberitahukan kepada warga disekitr sana bahwa ada korban meninggal dan kritis akibat disambar petir.

Mendapat informasi ini, wargapun datang ramai ramai dan dilaporkan kepada pihak berwajib disana.

Setelah polisi datang, korban dilarikan ke Rumah sakit AJI BATARA SAKTI Samboja.

Menurut Sumber Pilarbangsanews.com di RS Aji Batara Sakti ditubuh korban yang meninggal dunia ditemukan bekas luka akibat tersambar petir.

Sementara kedua korban yang kritis kini sudah mulai sadar.

Peristiwa 4 orang yang disambar petir di Balikpapan ini sedang ditangani oleh Polres Balikpapan. (Ezl)