Menampilkan: 1 - 10 dari 42 HASIL
Kota Payakumbuh

16 Ibu-ibu Payakumbuh Timur Dapat Pelatihan Menjahit Garmen Apparel di BLK

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh Yunida Fatwa menghadiri pembukaan pelatihan menjahit pakaian dasar Kejuruan Garmen Apparel di UPTD BLK Payakumbuh, Kamis (10/6).

Pelatihan diikuti oleh sebanyak 16 orang peserta telah lulus seleksi administrasi yang dilakukan oleh PKK Kecamatan Payakumbuh Timur beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan Kepala UPTD BLK Payakumbuh Patrianus Syahid, kegiatan ini terlaksana dengan mempergunakan anggaran APBD Provinsi Sumatera Barat melalui Disnakertrans Provinsi Sumbar. Menurut jadwal pelaksanaannya kegiatan ini akan diselenggarakan selama 30 hari kedepan, sesuai dengan kontrak yang telah disepakati antara peserta dan pihak UPTD BLK Payakumbuh.

“Kami beharap kepada peserta agar serius selama mengikuti kegiatan ini, ikuti aturan dan dengarkan arahan dari masing-masing instruktur di saat memberikan materi. Tiap peserta diberikan ATK dan modul untuk dipelajari,” ungkapnya.

Kadis Yunida Fatwa yang didampingi Kabid Naker Aswad, Kasi Adriati dan Perwakilan dari PKK Kecamatan Payakumbuh Timur Bonita menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BLK yang telah memberikan kesempatan kepada warga Kota Payakumbuh untuk dapat mengikuti pelatihan ini.

“Hari ini diikuti ibu-ibu dari perwakilan Kecamatan Payakumbuh Timur, semoga seterusnya seluruh kecamatan yang ada di Kota Payakumbuh bisa disertakan dalam pelatihan ini,” harapnya.

“Di masa pandemi Covid-19 ini sangatlah tepat yang dilakukan oleh pihak pelaksana kegiatan, masyarakat Kota Payakumbuh sangat membutuhkan keterampilan seperti ini untuk dapat meningkatkan pendapatan ekonomi,” pungkas Yunida.

Diakhir acara sebelum ditutup secara resmi, panitia penyelenggara memberikan secara simbolis seragam dan ATK kepada peserta pelatihan. (wba)

Kota Payakumbuh

Minta Pemko Tekan Angka Pengangguran, Pendapat Fraksi Demokrat

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020 digelar di Kantor DPRD Kota Payakumbuh, Minggu (30/5).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Wulan Denura dan diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Armen Faindal, anggota DPRD lainnya bersama perwakilan OPD Pemko Payakumbuh, sementara itu wali kota diwakili Sekretaris Daerah Rida Ananda mendengarkan penyampaian dari masing-masing juru bicara fraksi.

Seluruh fraksi menyampaikan apresiasi karena Pemerintah Kota Payakumbuh mendapatkan apresiasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke tujuh kalinya secara berturut turut pada sejak tahun 2014 sampai tahun 2020. Hal ini tentu karena kerja keras dari pemerintah Kota Payakumbuh dan seluruh elemen masyarakat.

Juru Bicara fraksi Demokrat Fahlevi Mazni Dt. Bandaro Nan Balidah menyampaikan apresiasi atas langkah yang diambil Pemko Payakumbuh dalam menanggulangi Covid-19. Meski menegakkan aturan tak selalu berjalan mulus dan menemui kendala serta pro kontra, namun untuk menjaga Payakumbuh memang harus bersikukuh, tidak bosan mengajak semua pihak menegakkan protokol kesehatan.

“Terkait realisasi PAD, kami juga mengapresiasi capaiannya melebihi 2019 lalu. Meski Covid-19 memberikan dampak yang cukup serius, namun Pemko bisa bekerja maksimal meningkatkannya. Masukan dari kami agar Tim lebih teliti dalam aspek perencanaan, mungkin ini karena pandemi,” tukuk Fahlevi.

Dari belanja daerah, Fraksi Demokrat juga menyampaikan agar orientasi belanja untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan harus diutamakan. Harus ada semangat afirmasi yang kuat untuk memprioritaskan kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat Payakumbuh

Hal umum lainnya yang juga disampaikan Fahlevi Mazni yaitu Fraksi Demokrat cukup bangga dengan menjamurnya pertumbuhan Cafe di Payakumbuh yang tentunya memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Sehubungan hal tersebut ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan seperti apa data pertumbuhannya dalam 3 tahun terakhir. Apakah usaha mereka juga sudah memenuhi prosedur perizinan. Apakah pertumbuhan tersebut juga berbanding lurus dengan peningkatan pajak Restoran? Berapa persen kenaikannya? Apakah juga berbanding lurus dengan pajak dan/atau retribusi Parkir. Berapa persen kenaikannya?” kata Ketua KAN Aia Tabik itu.

Lalu, dengan semakin tingginya angka pengangguran terbuka di Kota Payakumbuh dari 3,78 % tahun 2018 menjadi 4,11 % tahun 2019 dan berkemungkinan naik di tahun 2020 karena ditambah permasalahan COVID-19 tentu ini juga harus menjadi perhatian kita bersama untuk itu Fraksi Partai Demokrat meminta kepada Saudara Walikota untuk melakukan terobosan nyata terhadap upaya mengurangi angka pengangguran di Payakumbuh.

“Fraksi Partai Demokrat memandang perlu agar lebih dibangun koordinasi dan harmonisasi kegiatan-kegiatan di SKPD yang berorientasi pada upaya membuka peluang pekerjaan bagi pengangguran di Kota Payakumbuh,” tutupnya. (wba)

Kota Payakumbuh

Hari Tanpa Tembakau Ditandai Penertiban Iklan Rokok

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Pada peringatan hari tanpa tembakau sedunia yang diperingati setiap tanggal 31 Mei, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Payakumbuh bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melaksanakan penertiban iklan rokok yang ada di Payakumbuh.

Pada kegiatan tersebut Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra didampingi Kabid PPD Ricky Zaindra, Kabid Tibum dan Tranmas Joni Parlin dan Kasi Ops Indra mengatakan pihaknya bersama Dinkes akan selalu menertibkan iklan rokok dan mensosialisasikan terkait larangan merokok. Karena berdasarkan perda nomor 15 tahun 2011 dan perubahannya nomor 4 tahun 2015 bahwa hal itu dilarang di Payakumbuh.

“Penertiban ini kita lakukan tidak hanya pada peringatan hari tanpa tembakau sedunia saja, tapi kita akan selalu tertibkan setiap kegiatan yang melanggar perda seperti iklan rokok ini serta dari laporan masyarakat,” kata Kasatpol PP Devitra kepada media setelah penertiban iklan rokok, Senin (31/05).

“Sesuai Perda, tidak boleh ada spanduk atau iklan rokok di Payakumbuh, tapi masih ada juga oknum yang mencoba-coba bermain kucing-kucingan dengan petugas, kita akan tindak tegas” ujarnya.

Devitra menyebut penertiban yang dilakukan hari ini menyisir setiap warung, toko dan kafe yang ada di Payakumbuh serta memberikan edukasi kepada pemilik tentang Perda kawasan tanpa rokok.

“Tadi kita sudah tertibkan iklan dan spanduk rokok yang ada di warung-warung, namun ada satu neon box disalah satu kafe yang tidak bisa dicopot karena dipasang permanen, dan kita telah memberi surat teguran kepada pemilik kafe agar segera mencopotnya,” terangnya.

Kasatpol PP mengimbau kepada pemilik warung, kafe dan tempat usaha lainnya agar selalu mengindahkan setiap imbauan pemerintah untuk tidak memasang iklan rokok sebab di Payakumbuh sesuai dengan aturan hal itu sangat dilarang.

“Kepada masyarakat diimbau untuk tidak merokok disembarang tempat termasuk juga anak dibawah umur karena semua itu telah diatur dalam Perda kawasan tanpa rokok,” pungkasnya. (wba)

Kota Payakumbuh

Lomba Tahun 2021, TP-PKK Padang Tinggi Piliang Dinilai Tim Provinsi

TP-PKK Padang Tinggi Piliang Dinilai Tim Provinsi

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Rabu (26/5) sebagai wakil Kota Payakumbuh dinilai Tim Provinsi. Wawako Erwin Yunaz langsung menyambut kedatangan rombongan tim penilai ini bersama Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi beserta tim TP-PKK Kota dan kecamatan di Kantor Lurah Padang Tinggi Piliang.

Pada kesempatan tersebut Erwin Yunaz mengatakan, PKK merupakan mitra dari pemerintah daerah. Dan karenanya pemerintah daerah akan selalu siap memberikan dorongan dan dukungan terhadap kegiatan PKK di Kota Payakumbuh. TP-PKK kedepannya hendaklah lebih baik dalam pelaksanaan fungsinya.

“Untuk itu, sangat perlu adanya keterpaduan dan sinergi, sehingga seluruh anggota harus dan wajib memahami seluruh program yang ada di TP-PKK. Pada kesempatan ini, saya juga berharap agar tim penilai dapat memberikan nilai terbaik terhadap Tim Penggerak PKK Kelurahan Padang Tinggi Piliang nantinya, sehingga TP-PKK kelurahan Padang Tinggi Piliang dapat menjadi peringkat satu di Provinsi Sumatera Barat,” harapnya.

Senada dengan wawako Erwin Yunaz, Ketua Tim Penggerak PKK kota Payakumbuh, Henny Riza Falepi mengatakan jika lomba gerakan PKK merupakan agenda rutin tahunan. Tahun 2021 ini Kota Payakumbuh membawa satu perwakilan yakni TP-PKK kelurahan Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat.

“Dalam mengikuti lomba ini, kami dari PKK Kota Payakumbuh sebelumnya sudah melakukan pembinaan terhadap 5 TP-PKK kelurahan yang kami persiapkan untuk mengikuti 5 kategori lomba Gerakan PKK tingkat provinsi ini. Akan tetapi setelah kami lakukan pembinaan terhadap 5 PKK kelurahan tadi, di tahun 2021 ini berbeda, dimana hanya 1 kelurahan dan mengikuti kelima kategori untuk ikut serta dalam lomba gerakan PKK ini,” ungkap Henny.

Adapun untuk 5 kategori yang dilombakan dalam lomba Gerakan PKK tingkat Provinsi ini yakni lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di era digital (PAREDI), lomba kelompok UP2K PKK, lomba Kawasan Aku HATINYA PKK, dan lomba Keluarga PKK Gagah Bencana.

Turut juga disampaikan ketua TP-PKK dua periode itu, dengan telah ditetapkannya TP-PKK Kelurahan Padang Tinggi Piliang mewakili Kota Payakumbuh di tingkat Provinsi, maka Tim Penggerak PKK kota Payakumbuh rutin melakukan pembinaan kepada Tim Penggerak PKK Kelurahan Padang Tinggi Piliang sesuai indikator penilaian dari Tim Penggerak PKK Provinsi. Ia juga berharap agar PKK Padang Tinggi Piliang dapat meraih juara pertama di tingkat provinsi nanti.

“Semoga Kelurahan Padang Tinggi Piliang menjadi peringkat pertama pada lomba Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat tahun ini. Kami juga menyampaikan terima kasih pada ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi yang menyempatkan diri menghadiri serta menilai langsung lomba Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat ini,” katanya.

Setelah pembukaan berlangsung, tim penilai dari Provinsi bergerak cepat untuk melakukan penilaian terhadap PKK kelurahan Padang Tinggi Piliang, baik penilaian administrasi dan berlanjut ke penilaian lapangan.(wba).

Kota Payakumbuh

Camat Bagikan Daun Sungkai untuk Tingkatkan Imun Tubuh

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Dipercaya mampu meningkatkan imun tubuh serta menangkis serangan virus, Daun Sungkai (Peronema Canescens Jack) yang mendadak viral itu dikemas oleh pegawai Kecamatan Payakumbuh Timur untuk diberikan kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tanaman yang mendadak jadi bahan perbincangan masyarakat tersebut karena adanya klaim dari sejumlah pasien positif Covid-19 yang mengaku negatif Corona setelah rutin mengkonsumsi Daun Sungkai ini.

“Hari ini bersama pegawai kecamatan daun sungkainya akan kami kemas, dan secepatnya akan kita distribusikan kepada masyarakat yang positif covid,” kata Camat Payakumbuh Timur Irwan Suwandi kepada media di kantornya, Rabu (19/05).

Irwan menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian daun sungkai tersebut mempunyai khasiat yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh serta juga mampu menurunkan panas.

Bahkan sampai dijual di situs jual beli online ternama di Indonesia seperti shopee.co.id, tokopedia.com. Di shopee daun sungkai seberat 250 gram dijual seharga Rp50 ribu, sedangkan di tokopedia dengan berat yang sama dijual Rp55 ribu.

“Alhamdulillah, melalui salah seorang staf kantor camat, kami bisa mendapatkan tanaman tersebut dalam jumlah yang lumayan banyak. Jadi masyarakat kita tidak perlu keluar uang untuk membelinya,” ucapnya.

“Semoga ikhtiar ini bermanfaat dan kita doakan, pandemi ini segera berakhir. Aamiin,” pungkasnya. (wba)

Kota Payakumbuh

Tegas! Wako Tak Izinkan Keramaian Sepanjang Status Oranye

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Walikota Payakumbuh bersama Wakil Walikota, Sekda, Asisten, Staf ahli dan Seluruh kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas dan Lurah se-Kota Payakumbuh melaksanakan rakor penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah di Balaikota Payakumbuh, Selasa (18/5)

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dalam arahannya menyampaikan beberapa hal yang substansial sebagai berikut:

Pertama, Kota Payakumbuh saat ini berada pada zona oranye, oleh karena itu. hal yang perlu dilakukan adalah keluar dulu dari zona oranye ini, menuju zona kuning bahkan zona hijau.

Kedua, dengan zona oranye saat ini, semua kegiatan serba terbatas. Artinya banyak multiplier effect dari zona oranye ini, yang pada akhirnya menghambat aktifitas dalam segala hal termasuk dalam pemenuhan ekonomi sehari-hari.

Sebagai contoh, saat ini tempat-tempat wisata di Payakumbuh ditutup, sekolah tatap muka belum diizinkan. Kemudian dengan tidak adanya izin keramaian, acara pesta yang didalamnya terdapat usaha catering, pelaminan, pelaku seni menjadi terhalang untuk memenuhi kebutuhannya.

“Kita bukannya tidak peduli, tapi itulah kondisi yang terjadi pada hari ini. Kita berada pada zona oranye, dan masyarakat mari bersama-sama kita patuhi imbauan pemerintah, jika saja masyarakat patuh terhadap semua peraturan, kami yakin kondisi kita tidak akan sedemikian adanya,” jelas Riza.

Wako meminta, mari bersama jaga diri dan keluarga dari bahaya Covid-19, tetap terapkan protokol kesehatan agar Payakumbuh segera kembali ke zona aman.

“Kalau tidak kita yang akan menjaga ini semua siapa lagi, ini demi kepentingan kita semua, kesampingkan dulu ego kita yang ingin menang sendiri itu atau yang mulai tidak percaya dengan Corona tersebut. Belajarlah untuk peduli kepada sesama agar kebebasan yang selama ini hilang bisa kita rasakan kembali di Payakumbuh,” ucap Riza.

Dalam rakor tersebut Wali Kota dua periode itu menekankan agar proses vaksinasi Covid-19 di Payakumbuh dipercepat dan diminta kerjasama seluruh perangkat daerah sampai ke tingkat kelurahan agar mengajak masyarakat untuk secepatnya divaksin.

“Kepada Lurah tolong di ajak masyarakat untuk divaksin utamakan yang lansia dulu dan sampaikan bahwa vaksin yang digunakan itu aman, tidak berbahaya dan halal,” ujarnya.

Terkait izin keramaian Riza menegaskan selama Payakumbuh masih berada di zona oranye semua perizinan yang mengundang keramaian tidak bisa diberikan, dimohonkan pengertian semua masyarakat Payakumbuh.

“Sepanjang Payakumbuh di zona oranye tidak ada izin untuk hal yang mengundang keramaian. Kalau sudah kembali ke kuning baru diizinkan kembali. Jadi diminta kerjasama semuanya, mari bersama-sama kita berusaha agar Payakumbuh kembali ke zona hijau minimal sekarang kita ke zona kuning dulu,” kata Riza tegas.

“Sebelum Payakumbuh ke zona kuning, tentu kita harus bisa menahan diri, kalau sudah zona kuning tentu semuanya diperbolehkan lagi dan perekonomian di Payakumbuh akan kembali menggeliat,” pungkasnya.

Senada dengan itu, juru bicara satgas Covid-19 Kota Payakumbuh, Armein Busra menyampaikan, bahwa target Satgas saat ini adalah melaksanakan vaksin Covid-19 ke seluruh masyarakat, Armein mengajak agar masyarakat tidak ragu karena hingga saat ini, vaksin adalah upaya pencegahan terbaik masyarakat menghadapi virus Corona ini, disamping melaksanakan prokes tentunya.

“Kami meminta masyarakat agar jangan takut, apalagi yang ditakutkan itu adalah saat disuntik vaksin Covid-19, mungkin ada yang phobia dengan jarum suntik tapi jangan sampai itu menghalangi niat kita untuk divaksin, bahkan saat disuntikpun tidak begitu terasa sakit. Maka dari itu, bagi ASN dan masyarakat mari sama-sama kita dukung program Pemerintah dalam penanganan Covid-19 ini, ujar Armein Busra kepada media. (wba)

Kota Payakumbuh

Wako Riza Sidak, Kepatuhan Prokes Pasar Terus Ditingkatkan

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Tingkat kepatuhan protokol kesehatan dan ketertiban pasar Payakumbuh dinilai sudah cukup tinggi. Wali Kota Riza Falepi meminta agar hal ini dipertahankan dan terus ditingkatkan sampai nanti hari saat membludaknya pengunjung pada H-1 Lebaran Idul Fitri.

“Tingkat kepatuhan cukup tinggi, kita hanya menemukan beberapa orang saja yang tak mematuhi protokol kesehatan, itu pun langsung kita tegur bersama petugas di pasar, pertahanakan,” kata Wali Kota Riza Falepi saat melaksanakan monitoring bersama OPD terkait, Minggu (9/5).

Wali kota Riza Falepi yang didampingi Kadis Koperasi dan UKM Dahler, Kasatpol PP Devitra, Kadishub Nofriwandi, Kabid Pasar Arnel, Kabid Ops dan Keselamatan Lalin B. Nasution, serta Kasi Ops Andi Malaway sengaja turun ke lapangan untuk memastikan bagaimana prokes berjalan dan sejauh mana tingkat kepatuhan masyarakat.

“Update Covid-19 terakhir untuk Kota Payakumbuh berada di Zona Orange. Untuk itu kami terus menghimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Kita menyadari kondisi Covid-19 saat ini meningkat. Ini sudah menjadi hal biasa grafiknya naik menjelang lebaran dan tahun baru berdasarkan pengalaman tahun lalu,” ungkapnya.

Wali kota dua periode itu juga menjelaskan yang paling penting adalah Covid-19 jangan sampai tak terkendali, karena rumah sakit tak bisa mampu menampung penderita Covid-19 bila banyak yang positif.

“Kalau penyebarannya terkendali dan landai, serta tracing ratenya tinggi, maka kita bisa memetakan kondisi sehingga lebih mudah kita mengambil kebijakan,” tukuknya.

Hal lain, tambah Riza, tak hanya wali kota saja yang bertanggung jawab dengan Covid-19 ini, namun semua orang. “Jaga jangan sampai kita yang menyebarkan Covid-19 kepada orang lain. Terutama yang sembarangan tak pakai masker. Kita hanya bisa mengendalikan Covid-19, menghindarinya ini yang susah. Kalau angka kasus naiknya jadi belasan masih wajar, tetapi kalau sudah jadi ratusan, ini yang bahaya,” tukuknya.

Sementara itu, Dahler Kepala Dinas Koperasi dan UKM menjelaskan selain menugaskan trantib untuk menjaga area masuk pasar, ada petugas yang mobile dengan membawa pengeras suara menghimbau pengunjung pasar agar memakai masker.

“Kita berkolaborasi dengan kawan-kawan Satpol PP untuk melakukan penindakan kepada pengunjung yang tidak disiplin prokes, serta Dishub dan Lantas Polres untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di area pasar,” terang Dahler. (wba)

Kota Payakumbuh

Kelurahan Padang Tinggi Piliang Gelar Kegiatan Pembinaan UP2K

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Dalam rangka persiapan lomba TP-PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat, TP-PKK Kelurahan Padang Tinggi Piliang mengadakan pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang dilaksanakan di Kantor Lurah Padang Tinggi Piliang, Kamis (6/5).

Dalam pembinaan program kesejahteraan keluarga, TP-PKK Kelurahan Padang Tinggi Piliang mendapat pembinaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Pendidikan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Wal Asri didampingi oleh Kabid Koperasi dan UKM Faisal dan Dinas Pendidikan Syafni hasni yang menjadi narasumber dalam pembinaan pokja mengatakan masyarakat harus cerdas. Pendapatan dengan pengeluaran harus diperhitungkan. Jangan sampai permasalahan keuangan ini menjadi beban dalam membina rumah tangga. Untuk itu masyarakat harus paham tentang strategi peningkatan ekonomi keluarga.

Strategi peningkatan ekonomi keluarga adalah dengan peningkatan pendapatan dan pengurangan pengeluaran. Untuk peningkatan ekonomi keluarga bisa memanfaatkan pekarangan rumah yang notabene tidak perlu mengontrak tempat usaha tapi tetap bisa melakukan usaha.

“Usaha yang bisa dilakukan untuk peningkatan pendapatan keluarga adalah beternak ikan dan bercocok tanam di pekarangan rumah. Hal ini bisa menjadi pendapatan sampingan untuk membantu keuangan keluarga, sehingga nantinya ini akan menambah pendapatan keluarga secara rutin,” terang Wal Asri.

Wal Asri menambahkan, Disaat pandemi covid-19 hanya 2 usaha yang tidak berpengaruh dengan adanya pandemi covid adalah usaha makanan dan pedagang online.

“Usaha yang dimaksud adalah usaha makanan yang higienis dan bermutu. Disaat usaha itu bermutu dan memiliki inovasi, akan menjadi incaran bagi customer dan menjadi keuntungan untuk peningkatan ekonomi keluarga. Apalagi usaha ini dikombinasi dengan penyaluran dan penjualan secara online, maka usaha yang kita buat memiliki pasar yang lebih besar dan juga keuntungan yang lebih menjanjikan,” ujar Wal Asri.

Diakhir pembinaannya, Wal Asri menyampaikan bagi masyarakat yang memiliki usaha, namun masih belum berkembang dan pemasarannya belum terarah, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian siap membantu dan mengarahkan pemasaran usaha tersebut.

“Diharapkan dengan adanya pembinaan ini ada tindak lanjut dan semangat dari TP-PKK sebagai ujung tombak yang akan mengayomi masyarakat dalam UP2K. Kami selalu siap membantu masyarakat untuk pengembangan usaha, keberhasilan masyarakat adalah keberhasilan bagi pemerintah,” pungkas Wal Asri. (wba).

Kota Payakumbuh

Operasi Yustisi, Jika Tak Patuh Positif Covid-19 Bakal Meningkat

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Razia yang dilakukan Tim Yustisi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru terus dilaksanakan di Payakumbuh, mengingat saat ini kasus Covid-19 terus meningkat.

Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh Devitra didampingi Kabag Ops Polres Payakumbuh Khairil Median saat razia di kawasan Tugu Adipura, Selasa (04/05) sore mengatakan sejak dimulai bulan Oktober 2020 lalu sampai sekarang sudah lebih 4.500 orang pelanggar yang terjaring Operasi Yustisi di Payakumbuh.

“Tingginya kasus pelanggaran tersebut karena tidak ada efek jera dari masyarakat kita,” kata Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra kepada media.

Untuk memberikan efek jera kepada pelanggar, Devitra menyebut bagi yang terjaring razia akan dibawa ke Polres untuk didata. Apabila ditemukan pelanggar yang sudah lebih dari satu kali akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang akan diputuskan oleh Pengadilan Negeri Kota Payakumbuh.

“Nanti sanksinya akan diputuskan oleh hakim, apakan sipelanggar menerima sanksi kurungan atau hanya berupa denda saja,” terangnya.

Kasatpol PP menjelaskan untuk sistem razia saat ini akan dilakukan dengan metode stasioner (tetap dilokasi posko-red) atau berpindah-pindah tergantung bagaimana kondisi di lapangan.

“Kita lihat nanti, yang penting kita akan hadir ditempat-tampat yang akan menimbulkan keramaian dan disekitaran pasar Payakumbuh,” ungkapnya.

Sementara itu Kabag Ops Polres Payakumbuh Khairil Median mengatakan sesuai Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) itu, Satgas Covid-19 dari TNI-POLRI, dan Satpol PP akan memberi sanksi kepada para pelanggar yang terjaring razia, ada sanksi administratif berupa kerja sosial dengan memakai atribut rompi oranye Pelanggar Perda, apabila tidak mau maka ada opsi membayar denda.

“Kemudian, bila pelanggar lebih dari satu kali kedapatan oleh petugas, mereka akan diberi sanksi tipiring berupa denda dan hukuman kurungan penjara. Catatan rekor pelanggar akan disimpan lewat aplikasi Sipelada,” kata Kabag Ops.

Tim Yustisi tak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh masyaraka agar menimbulkan kesadaran untuk selalu menerapkan protkes dalam kehidupan sehari-hari, kalau tidak terlalu penting jangan keluar rumah karena saat ini kasus Covid-19 di Payakumbuh meningkat lagi.

“Tak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan keluar rumah agar memakai masker dan tidak melaksanakan kerumunan dan juga senantiasa mencuci tangan pakai sabun,” ajaknya.

Kemudian salah satu warga disekitar lokasi razia, Mamaik (44) menyebut mendukung penegakan aturan ini, dirinya berharap agar Payakumbuh dapat kembali ke zona hijau sehingga sekolah tatap muka dapat digelar kembali.

“Kalau tak patuh, bagaimana kita bakal kembali ke zona hijau. Di zona oranye ini saja tersiksa rasanya apa-apa dibatasi. Untuk itu mari kita sama-sama mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah, ini demi kebaikan kita bersama,” pungkasnya. (wba)

Kota Payakumbuh

Payakumbuh Bersiap Ikuti Lomba PKK Tingkat Provinsi

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Setelah Dasawisma Melati Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat sukses menjadi juara di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kali ini Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) nya yang akan mengikuti lomba di tingkat yang sama.

Untuk menghadapi itu, dilakukan pembinaan persiapan lomba PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat oleh Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi, Wakil Ketua I Elfriza Zaharman, Camat Payakumbuh Barat Junaidi, Ketua TP-PKK Kecamatan Payakumbuh Barat Eldawati Junaidi, dan pengurus PKK Kota Payakumbuh dan Padang Tinggi Piliang di Aula Kantor Camat Payakumbuh Barat, Senin (3/5).

Pada kesempatan tersebut Henny mengaatakan, terdapat perbedaan kriteria penilaian Lomba Gerakan PKK tingkat Provinsi Sumbar tahun ini, dimana semua kategori harus dalam satu kelurahan dan tiap-tiap kategori wajib membuat vlog (video blog), yang salah satu tata cara penilaiannya dilihat dari seberapa banyak like, love, dan subscribe.

Dari infromasinya, tahap penilaian lomba gerakan PKK tingkat Provinsi Sumbar direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni 2021.

“Meskipun persiapan untuk mengikuti lomba ini cukup berat, apalagi berlangsung selama bulan Ramadan, namun kita berharap Kota Payakumbuh dapat menjadi yang terbaik, dengan melakukan persiapan yang matang dan dibantu serta didukung penuh oleh OPD mitra,” kata Henny.sembari memberikan semangat.

Henny juga menegaskan potensi-potensi yang akan digali tinggal membenahi yang tertinggalnya saja. Untuk itu selagi bisa agar dibantu bersama.

“Karena penilaian pada lomba ini berjenjang, maka peran RT/RW dan LPM, lurah, camat, dan instansi terkait lainnya sangat kita perlukan, keinginan kita juara tahun ini,” tegas Henny.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Padang Tinggi Piliang Siska Damayanti mengatakan sebenarnya persiapan mereka sudah 80 persen mengingat karena hanya mengikuti kategori Pokja 1. Namun, ternyata ada perubahan ketentuan lomba dari pihak Provinsi pada 1 minggu yang lalu, dengan ketentuan baru 1 kelurahan mewakili 5 kategori.

Menurut Siska, pihaknya perlu mempersiapkan seluruh kategori tersebut. Hal ini dibutuhkan rapat kerja dan pembinaan dari TP-PKK Kecamatan dan Kota.

“Dengan pembinaan awal ini dari Kota dan Kecamatan, maka kami persiapkan kejar tayang, kita kebut pertemuan dan pembinaan seluruh Pokja, kita marathon hingga akhir Mei disaat penilaian, kami apresiasi Ketua TP-PKK Henny Riza yang siap kapanpun membina kedepannya,” ujar Siska. (wba)