Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 1 - 10 dari 84 HASIL
Makassar

Masjid Ditutup, Pasar dan Warkop Tetap Buka, Kader Muhammadiyah Nilai Pemkab Tidak Konsisten Tangani Covid-19

SINJAI – Keputusan rapat selasa malam (12/05/20) Pemerintah Kabupaten Sinjai perihal Surat edaran Bupati Sinjai Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Pencegahan Covid-19 dan Surat edaran MUI Nomor 02/MUI-SJ/IV/2020 perihal Imbauan kepada Umat Islam terkait Kegiatan Keagamaan di Kabupaten Sinjai dinilai keputusan tendensius terhadap umat beragama.

Hal itu diungkapkan Asriady Noer yang mengatakan bahwa Pemda Sinjai mesti mempertimbangkan segala aspek, bukan hanya aspek keagamaan yang terlalu disoroti belebihan.

“Keputusan tersebut terlihat sangat tendensius terhadap umat beragama, seyogyanya kita semua mendukung bahwa peluang penyebaran virus mesti di waspadai dengan menghindari atau bahkan menutup tempat-tempat publik,” ujarnya, Rabu (13/05/20).

Ia menambahkan Pemda seharusnya konsisten dan komitmen bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Pemda seharusnya konsisten secara menyeluruh, jangan hanya masjid-masjid tetapi tempat publik lainnya, seperti pasar, warkop dan memaksimalkan pertemuan-pertemuan via online, jangan mengajak menghindari keramaian lantas mereka yang mengajak untuk berkumpul,” ucapnya.

“Sebagai representatif orang-orang terdidik untuk mengeluarkan himbauan, seharusnya konsisten pada segala lini bukan mempertontonkan kegaduhan di masyarakat luas, jadi wajar kalau masyarakat membandingkan masjid dan pasar, karena ini realitas yang terjadi di masyarakat. Pemda utamakan nyawa orang dulu baru pikir masalah ekonomi,” ungkap Asriady Noer yang juga adalah kader Muhammadiyah.

Makassar

Program Pascasarjana UMI Makassar Buka Pendaftaran Online dan Ofline

Makassar, — Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Program Pascasarjana kembali membuka pendaftaran dan menerima mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 dengan program studi antara lain Program Doktor (S3).

Program Pascasarjana juga memberi kemudagan bagi pendaftar dimasa penerapan PSBB dan Pandemi Covid 19 berupa pendaftaran yang dapat dilakukan secara online dan ofline agar sejalan dengan program pemerintah “Dirumah Aja”

Menurut Direktur PPs-UMI Prof. Dr. H. Baharuddin Semmaila, SE, M.SI. bahwa adapun Program Doktor S3 pendaftaran MABA S3 ujian seleksi antaralain Doktor Ilmu Managemen (Akreditasi A) Doktor Ilmu Hukum (Akreditasi B) Doktor Manajemen Pendidikan Islam (Akreditasi B) Doktor Ilmu Perikanan (zin Pembukaan Prodi No.1014/KPTS 2019) sampai 02 Juli 2020.

Adapun sesi pelaksanaan terjadwal, TPA, TOEFL & Wawancara : 06 Juli 2020 pengumuman hasil seleksi pada 13 Juli 2020 pendaftaran ulang dari 14 hingga 21 Juli 2020, sementara pre requisite (Manajemen) dari 27 Juli hingga 27 Agustus 2020 dan pengumuman Pre Requisite pada 30 Agustus 2020 yang kuliah perdana pada 02 September 2020. terangnya kepada terkininews.com

Hal senada juga di ungkapkan Kepala Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Dr H Reza Aril Ahri Skm, M.kes membenarkan dan mengatakan bahwa untuk informasi pendaftaran selengkapnya dapat langsung berhubungan ke bagian pendaftaran CAMABA, Kampus Pascasarjana UMI Gedung A Lt.1 Jln. Urip Sumoharjo No. 225 Makassar atau pada line call 0816522127, 081241544777, 085255304767 dan Website: www.pascasarjana.umi.ac.id e-mail: pascasarjana.umi@gmail.com. Facebook: pascasarjana.umi

Makassar

Gelar Diskusi Daring, FMI Ajak Pemuda Berperan Aktif Lawan Covid-19

MAKASSAR – Fraksi Muda Indonesia mengajak seluruh pemuda Sulsel berperan aktif dalam pandemi covid-19 yang kini melanda Indonesia tak terkecuali Sulsel.

Dengan menggelar diskusi daring yang mengangkat konsep ‘Ngabuburit Bareng FMI’, DPP FMI berharap pemuda mampu mengambil peran ditengah pandemi covid-19.

“Pemuda harus ambil bagian, apapun fungsinya yang jelas kita harus menjadi agen pencegahan penularan covid-19, setidaknya tetap dirumah,” ujar Sekjend FMI, Dadang Wardana Mas Bakar, Ahad (10/05/20).

Dalam diskusi bertema Apa ‘Peran Pemuda Dalam Pencegahan Covid-19’ ini menghadirkan 3 narasumber yaitu, Ketua BADKO HMI Sulselbar, Lanyala Soewarno, Sekretaris Masika ICMI Sulsel, Erwin Saputra dan Tenaga ahli TGUPP Sulsel Bidang Kepemudaan, Ardiansyah Panwiru.

Lanyala berujar pemuda harus aktif khususnya dalam pembangunan ekonomi kreatif. Sebab, itu salah satu cara yang mampu membangkitkan perekonomian Indonesia.

“Saya harapkan pemuda mendorong apapun kegiatan yang positif, kita harus tetap aktif, khususnya industri kreatif, ditengah pandemi covid-19,” ujar Ketua BADKO HMI Sulselbar ini.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Masica ICMI, Erwin Saputra mengajak pemuda untuk lebih masuk ke-ranah sosial, seperti melakukan pembagian sembako dan APD dengan melakukan pengalangan dana dengan memanfaatkan teknologi elektronik.

“Pemuda harus tetap jaga diri, anak muda harus mengambil peran seperti bergabung dalam komunitas yang terjun ke lapangan, pada intinya adalah dengan tetap naylakan harapan kepada masyarakat,” ucap Erwin.

Terakhir, Ardiansyah Panwiru mengajak seluruh pemuda untuk bersama-sama melawan covid-19 ini. Sebab menurutnya, untuk dapat mengalahkan virus ini harus dilakukan secara bersama-sama.

“Virus ini datang berbanyak-banyak, makanya kita harus melawan dengan berbanyak-banyak pula, namun harus sesuai dengan tupoksi masing-masing,” ucapnya.

“Tenaga medis itu bukan garda terdepan, justru kita inilah yang garda terdepan, tenaga medis adalah alternatif terakhir, jadi harus sama-sama kita lawan,” lanjut Ardi. (*)

Makassar

Biarkan Pasar Beroperasi, Pemuda Minta Camat Dicopot. Begini Tanggapan Camat

SINJAI – Masyarakat minta camat menutup Pasar Desa Bontosalama, di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, tapi tak digubris, pasar terus beroperasi. Dikhawatirkan upaya memutus mata rantai penyebaran wabah pandemi COVID-19 tak berjalan sebagaimana diharapkan.

Tak puas dengan tindakan camat Sinjai Barat yang tetap membiarkan pasar beroperasi, salah seorang aktivis pemuda disana minta bupati agar camatnya di copot.

Apa komentar camat?

“Saya kira kata Renaldi itu perlu diluruskan. Mengingat jabatan camat tak punya kewenagan menutup pasar, meski situasinya di tengah pandemi. Tidak ada wewenang saya untuk menutup pasar di wilayah Kecamatan Sinjai Barat. Hanya saja, saya meminta agar hari-hari pasar disatukan menjadi ke hari Jum’at dalam setiap minggunya agar menghindari kepadatan,” tutur Andi Paris dikutip dari Suara Kita, pada Rabu, 6 Mei 2020.

Dia juga mengakui secara terbuka bahwa dirinya juga tidak melarang penutupan pasar di tiga pada Sinjai Barat.

“Saya tidak melarang ditutup pasar kalau masyarakat mau tutup, silahkan. Sesuai wewenang, saya tidak bisa melarang ataupun memaksakan. Jadwal pasar disatukan itu dari masyarakat juga yang minta,” terangnya.

Sebelum pandemi menyerang, hari pasar di Sinjai Barat ini beda-beda jadwal bukanya, “Jadi saya minta untuk disatukan, dan ini sudah saya koodinasikan ke semua yang terkait, bahkan ke Kepala Desa di Tiga desa di Sinjai Barat yang ada pasarnya. Dan, ini juga sudah saya sampaikan ke Pemerintah Kabupaten Sinjai. Semuanya menyetujui,” jelasnya.

Baca juga ;

Warga Minta Pasar di Lockdown, Camat Tak Hiraukan. Akhirnya Pemuda Minta Bupati Copot Camat

Dia menambahkan, mau bagaimana masyarakat kalau pasar ditutup, sedangkan pusat transaksi untuk memenuhi kebutuhan ada di pasar.

“Tapi untuk memperkecil potensi interaksi msyarakat yang padat di pasar makanya di satukan hari pasar supaya tidak padat di satu titik,” pungkasnya.

Sambung dia, pemerintah kabupaten Sinjai yang sekiranya punya wewenang untuk menerapkan kebijakan penutupan pasar.

Diketahui, di Kabupaten Sinjai telah ditetapkan sebagai kawasan zona merah namun kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) belum diterapkan. Secara keseluruhan di Sulawesi Selatan baru Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa yang menerapkan PSBB tersebut. (*)

Makassar

Warga Minta Pasar di Lockdown, Camat Tak Hiraukan. Akhirnya Pemuda Minta Bupati Copot Camat

SINJAI – Pemuda Desa Turungan Baji, yang fotonya terpampang diatas bernama Renaldi. Dia minta Bupati Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, mencopot Camat Sinjai Barat dari jabatannya, pasalnya Camat Sinjai Barat, menurut dia, tidak lagi mendengar suara rakyat.

Hal itu diketahui setelah masyarakat desa Bontosalama melakukan musyawarah terkait penutupan sementara pasar Desa Bontosalama, namun hal itu ditolak oleh pemerintah kecamatan dengan dalih telah melakukan musyawarah dengan Kadis Perindag.

Menurut Renaldi, keputusan pemerintah kecamatan tersebut telah melukai hati masyarakat Bontosalama dan sekitarnya.

“Keputusan tersebut telah melukai hati kami, sebab masyarakat saat ini menginginkan agar penanganan Covid-19 di Sinjai Barat dapat teratasi dengan baik. Tentu dengan adanya keputusan itu membuat kami was-was di tiga desa karena peluang terjadinya penyebaran virus semakin terbuka lebar,”Ujar Renald sapaan akrabnya, Selasa (05/05/20).

Lanjut Renaldi mengatakan bahwa tindakan Pemerintah Kecamatan Sinjai Barat, dalam hal ini di pimpin oleh Andi Paris selaku Camat Sinjai Barat patut dievaluasi secara besar-besaran.

“Sebelum banyak keputusan yang melukai kami, kami meminta dengan hormat kepada Bupati Sinjai untuk mencopot Camat Sinjai Barat dari jabatannya,” Ucap aktivis yang juga adalah kader Himpunan Mahasiswa Islam ini.

Renaldi menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan kepentingan bersama demi keamanan dan penanganan yang kongkrit dalan mencegah penyebaran virus corona di Sinjai Barat.

“Jangan sampai ada yang mau jadi penumpang gelap, jangan coba-coba ambil keuntungan. Ini masalah nyawa seseorang, sebelum bertambah mari kita cegah semaksimal mungkin,” Ucapnya.

Terakhir, ia berharap semoga warga yang terkena musibah positif covid-19 yang berjumlah 7 orang di Sinjai dapat sembuh dan kembali beraktifitas secara normal bersama keluarga.

Sekadar informasi, Kabupaten Sinjai saat ini telah ditemukan OTG yang positif Covid-19 sebanyak 7 orang. Salah satu diantaranya berada di wilayah pemerintahan Kecamatan Sinjai Barat. (**)

Makassar

DPC HIPPMAS Tellulimpoe Anggap Camat Tidak Efektif Terkait Pencegahan Covid-19!

Sinjai, PilarbangsaNews

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai (HIPPMAS) Tellulimpoe angkat bicara terkait kinerja yang tidak efektif terkait pencegahan virus Covid-19, Senin (04/05/2020) malam.

Kasrum selaku Koordinator Satgas Pencegahan Covid-19 DPC HIPPMAS Tellulimpoe mengatakan melihat situasi Sinjai hari ini ada masyarakat Sinjai yang positif, sementara per hari ini Camat Tellulimpoe tidak efektif dalam penanganan dan pencegahan Covid 19 di Kecamatan Tellulimpoe, hanya sosialisasi saja sementara jelas anjuran WHO harus ada tindakan.

“Harusnya Satgas Kecamatan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat -tempat publik dan pembagian masker kepada masyarakat Tellulimpoe. Itu terbukti setelah kami turun ke pelosok kecamatan belum disentuh oleh pihak kecamatan,” tutur Ursula, sapaan akrabnya.

“Ditengah pandemik ini dimana peran Camat Tellulimpoe sebagai orang bertanggung jawab terhadap Satgas Kecamatan atau apakah memang Posko Kecamatan Tellulimpoe hanya sekadar simbol saja?” tanya Ursula.

Senada dengan itu PJ Ketua Umum DPC HIPPMAS Tellulimpoe, Syamsuddin mengatakan, bahwa setelah pihaknya menelusuri pelosok-pelosok yang ada di Kecamatan Tellulimpoe ternyata belum ada himbauan secara menyeluruh terkait anjuran WHO dan himbauan tentang pola hidup sehat dari pihak Kecamatan Tellulimpoe. Ini menegaskan bahwa penanganan oleh pihak Satgas Kecamatan belum efektif dalam penanganan dan pencegahan Covid 19.

Pihak kecamatan Tellulimpoe sampai kini belum memberikan tanggapan terhadap penanganan Covid-19. (Red)

Makassar

Alumni SMAN 1 Tellulimpoe Bagikan Masker

Makasar, PilarbangsaNews. — SINJAI- Dalam rangka mendukung pemerintah memutus rantai penyebaran Covid 19 dan mengikuti anjuran WHO agar semua yang beraktifitas diluar rumah supaya menggunakan masker.

Ikatan Keluarga Alumni SMAN 1 Tellulimpoe/SMAN 9 Sinjai Bersama DPC HIPPMAS Tellulimpoe dalam membagikan masker gratis, flyer kesehatan dan Himbauan, tentang edukasi pencegahan dan pengenalan Covid 19 di Peloso desa yang ada di Kacamatan Tellulimpoe yang baru dijangkau Desa Sukamaju, Bua, Erabaru dan Tellulimpoe (02/05/2020)

Koordinator SATGAS Gabungan Pencegahan Covid 19, IKA SMAN 1 Tellulimpoe (ILUSSI) dan DPC HIPPMAS Tellulimpoe yakni, KASRUM HARDIN. Mengatakan bahwa, “Pembagian masker hari ini dan besok adalah wujud kerja nyata pemuda Tellulimpoe sebagai upaya pencegahan Covid 19 dalam mengedukasi masyarakat agar tidak panik disebabkan adanya Positif Corona di Kab. Sinjai”.

Tentang pembagian Masker, sesuai anjuran WHO bahwa semua yang beraktifitas dan berinteraksi diluar rumah wajib mengenakan masker, inilah sebabnya kita menyasar pelosok – pelosok desa agar pembagian merata dan semua dapat berperilaku hidup sehat atas edukasi tersebut.

Terhitung jumlah Masker kain yang dibagikan 500 Lembar untuk hari pertama, Sabtu 2 Mei 2020 dan akan dibagikan lagi besok 500 lembar disebabkan banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Selain membagikan masker kita juga memberikan edukasi tentang pentingnya Physical distancing dan sosial distancing agar masyarakat dalam berinteraksi bisa jaga jarak aman,” tambah Syamsuddin selaku PJ Ketua Umum DPC HIPPMAS Tellulimpoe.

Senada dengan ungkapan itu, Ardiansyah Mappigau yang juga merupakan ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni SMAN 1 Tellulimpoe/SMAN 9 Sinjai, yang menginisiasi kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan upaya kita dalam melakukan kerja Kemanusiaan sebagai wujud kepedulian Alumni dalam pencegahan Covid 19,” tutur ARDIANSYAH MAPPIGAU.

Makassar

Terapkan Layanan Online, Wakil Bupati Sinjai Apresiasi Pemerintah Desa Sukamaju

SINJAI – Ditengah wabah pandemi Covid-19 tentang Work From Home dan Study From Home galak disosialisasikan pemerintah. Pasalnya bekerja dan belajar di rumah saja menjadi salah satu solusi mengcegah penyebaran virus corona.

Pemerintah Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai menjadi satu-satunya Desa yang memberikan kemudahan bagi warganya untuk mengurus seluruh kebutuhannya via online.

Bentuk keseriusan dan inovasi dari Pemerintah Desa Sukamaju itu diapresiasi oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong.

Menurutnya, Desa Sukamaju menjadi salah satu percontohan yang baik diantara desa-desa yang ada di Kabupaten Sinjai.

“Hal ini patut dicontoh seluruh desa yang ada di Kabupaten Sinjai. Di tengah pandemi covid 19, pelayanan publik tetap harus diperhatikan dan ini diterapkan di desa sukamaju. Semangat terus berkarya pak desa dan aparat berserta seluruh masyarakat desa sukamaju,” Ucapnya, Minggu (25/04/20).

Orang nomor dua di Kabupaten Sinjai ini juga berpesan kepada masyarakat untuk menggalakkan perilaku hidup bersih dan sehat ketika berada di rumah.

“Agar tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu tetap jaga jarak memakai masker kalau keluar rumah dan rajin cuci tangan pakai sabun dan usahakan dirumah saja kalau tidak terlalu penting.” Ujarnya kepada awak media. (**)

Makassar

Ditengah Pandemi Covid-19, Desa Sukamaju Terapkan Pelayanan Online 24 Jam ke Warga

SINJAI – Ditengah pandemi Covid-19 instruksi tentang Work From Home dan Study From Home galak disosialisasikan pemerintah. Pasalnya bekerja dan belajar di rumah saja menjadi salah satu solusi mengcegah penyebaran virus corona.

Pemerintah Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai menjadi satu-satunya Desa yang memberikan kemudahan bagi warganya untuk mengurus seluruh kebutuhannya via online.

Sebelumnya pemdes telah siap menghadapi situasi seperti ini dengan menghadirkan Sistem Informasi Desa yang kekinian, selurub pelayanan masyarakat berbasis Online.

Masyarakat cukup dipermudah, sisa menghubungi operator dan mendaftarkan diri pada laman www.sukamaju-tellulimpoe.desa.id lalu semua keperluan publik dapat diperoleh melalui laman tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sukamaju, Kamaruddin sebagai bentuk pelayanan online, mayarakat tidak perlu ke Kantor Desa dan bertemu dengan banyak orang.

“Warga cukup melakukan permintaan via laman maka secara otomatis akan tercetak, lalu sisa diambil surat yang dibutuhkan. Jadi masyarakat tidak lagi menuggu atau berkumpul,”Ujar Kamaruddin, Jumat (24/04/20).

Lebih lanjut “Ini salah satu bentuk dukungan dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan menghadirkan layanan online 24 jam,”Ujarnya kepada awak media.

Pelayanan online tersebut dinilai sebagai salah satu inovasi serta solusi dalam memberikan pendidikan yang baik kepada warga dalam masa pandemi ini untuk tetap berada dirumah.

“Sistem Informasi Desa milik Desa Sukamaju menjadi salah satu percontohan Desa yang inovatif dan solutif dalam menghadapi masalah global dengan memanfaatkan teknologi,” Ucap Ardiansyah Mappigau sebagai salah satu tokoh pemuda Desa Sukamaju mengapresiasi langkah taktis Pemerintah Desa Sukamaju. (**)

Makassar

GSM Ingatkan Bupati Sinjai Jangan Seperti Calon Bupati di Tengah Pandemi Covid-19

SINJAI – Dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Sinjai menjadi polemik yang cukup serius, berbagai solusi gencar digemborkan di Media oleh Tim Gugus Tugas.

Sebulan Lebih bergelut dalam pencegahan Covid-19, Kabupaten Sinjai belum juga merilis data valid terkait kondisi kesehatan warganya. Padahal diberbagai media Bupati Sinjai dalam hal ini sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dinilai terkesan pencitraan.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Advokasi Gerakan Sinjai Muda (GSM), Sahril yang menilai Bupati belum paham bahwa dirinya adalah pemerintah yang memiliki wewenang penuh di wilayah Kabupaten Sinjai.

“Sebagai Ketua Gugus Tugas pemegang kendali, seharusnya Bupati tau bahwa kami masyarakat berharap banyak padanya, bukannya malah terkesan pencitraan. Sekarang beliau harus paham bahwa beliau bukan lagi Calon Bupati, tetapi sekarang seorang bupati yang mesti mengayomi seluruh elemen masyarakat, jadi jangan seperti calon Bupati,” Ujarnya kepada awak media, Rabu (21/04/20).

Penanganan Covid-19 hingga detik ini belum merilis secara resmi data kesehatan warga, namun telah berkesimpulan secara dini terkait situasi Kabupaten Sinjai.

“Secara akademis, melakukan kesimpulan namun belum ada data valid dan kajian mendalam atas data tersebut adalah sebuah kejahatan akademik, hal ini mesti dipahami seorang Bupati secara kongkrit, jangan malah ikut-ikutan dengan daerah lain,”Ucapnya.

Rili sapaan akrabnya berharap, saat ini pencitraan mesti dijauhkan dari situasi seperti ini, harusnya fokus bagaimana mendeteksi status kesehatan seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai.

“Tim Gugus seharusnya banyak-banyak melibatkan akademisi sehingga informasi yang dirilis ke publik dapat mencerdaskan bukan malah menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat,” Ucap alumnus sospol Unismuh ini.

Lanjut “Sinjai ini daerah dengan kondisi geografis yang beragam, bupati mesti paham itu, tidak semua perlakuan harus sama dalam pencegahan Covid-19 ini.” Ujarnya. (**)