Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 1 - 10 dari 29 HASIL
Pasaman Barat

Bupati Pasbar H.Yulianto Serahkan Reward Kepada Para Atlet Berprestasi

Pasbar, pilarbangsanews.com— Bupati Pasaman Barat H.Yulianto Di dampingi Ketua TP.PKK Sifrowati Yulianto menghadiri dan menyerahkan Reward kepada para Atlet Kabupaten Pasaman Barat yang berprestasi Baik ditingkat Provinsi maupun ditingkat Nasional pada Tahun 2019, di Aula rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Senin (06/07/2020).

Acara tersebut di Hadiri Ketua KONI BM Satria Dwi Putra, beserta pengurus, Kadis DISPORA Afrizal Azhar, Kapolsek Gunung Tuleh, IPTU ZULFIKAR, Camat Gunung Tuleh, Randy Hendrawan.

Bupati Pasaman Barat H.Yulianto menyampaikan “pemberian reward ini merupakan sebagai bentuk rasa terima kasih dan perhatian Pemda kepada para atlet yang sudah mengharumkan nama Kabupaten Pasaman Barat.

“Kita jangan puas dulu dengan apa yang sudah kita raih, kita harus bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang lebih baik, agar kita kedepannya bisa mempunyai atlet daerah kita sendiri untuk turun dalam setiap kompetisi baik di provinsi maupun Nasional.dan saya meminta Dispora dan KONI untuk lebih memperhatikan atlet kita di seluruh cabang supaya kita mempunyai atlet yang handal dan profesional,” Tambahnya

Selajutnya, Ketua KONI Pasbar BM Satria Dwi Putra juga menyampaikan, terus terang saya sangat senang dalam pemberian reward atau uang pembinaan kepada para atlit-atlit kita, agar dapat digunakan untuk kebutuhan penunjang mereka masing-masing. Disampaikan juga waktu itu Bupati Pasbar H.Yulianto di akhir Tahun 2019, disamping itu ada beberapa kali rapat kecil mengusulkan agar ada anggaran keuangan untuk pembinaan bagi Atlit.

Harapan kami di perubahan tahun 2021 kedepan bisa di anggarkan lagi, dengan kurangnya fasilitas aset prasarana kami saat ini, mudah-mudahan kedepan bisa di anggarkan di tahun 2021 nantinya,’ pinta BM Satria (Amy)

Selanjutnya, untuk para anak-anak didik kita bisa juga diberikan beasiswa nantinya harapan kami kepada Bapak Bupati Pasbar H.Yulianto. Saat ini para atlit kita tinggal memoles, menggali dan melatih bakatnya supaya bisa menampilkan yang terbaik.

Semoga harapan kita olah raga di Pasbar ini makin maju dan jaya kedepannya di segala segi bidang keolahragaan karena olahraga mempunyai pengaruh yang positif terhadap kehidupan para pemuda,” harapnya. (Man)

Pasaman Barat

Peduli Sesama UMKM, Forum UMKM Pasbar Salurkan Bantuan

Pasbar, PilarbangsaNews

Forum Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pasaman Barat (Pasbar) salurkan bantuan berupa uang tunai kepada Iren pelaku UMKM Pasbar yang memproduksi emping jagung dan pilus jagung.

Ketua Forum UMKM Pasaman Barat Ade Media Saputra bersama sejumlah pengurus dan anggota forum lansung menyerahkan bantua  tersebut ke Iren korban kebakaran yang terjadi di Lubuak Landua, Nagari Aua Kuniang, Kec. Pasaman.

“Alhamdulillah hari ini kita telah menyerahkan uang tunai dari para donatur dan sahabat Forum UMKM Pasbar sebanyak Rp2.300.000, dan lansung diterima oleh buk Iren,” ujar Ade Media Saputra. Senin (06/07/2020).

Dikatakannya, dana Ini dikumpulkan hasil dari bantuan dari Sahabat Forum UMKM Pasaman Barat dan juga para donatur yang peduli terhadap UMKM yang ada di Pasaman Barat.

“Semoga buk Iren bisa bangkit dan bisa memulai U
usaha emping jagung dan P
pilus jagungnya lagi, karena emping jagung ini merupakan salah satu oleh-oleh khas Kab. Pasaman Barat. Semangat Buk Iren,” ujar Ade.

Sementara itu, Iren menyampaikan ucapan terimakasih kepada Forum UMKM Pasaman Barat dan J
juga para donatur serta Pihak Dinas Koperasi dan UKM Pasbar yang peduli.

“Terimakasih kepada Forum UMKM Pasaman Barat dan Juga para donatur serta Pihak Dinas Koperasi dan UKM Pasbar yang telah hadir dan berbagi, terimakasih banyak,” ujarnya.

Sebelumnya, rumah Iren serta ruang produksi Emping Jagung SKA di Jorong Lubuk Landur, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat ludes terbakar pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 02.00 Wib dini hari. Kerugian ditaksir sekitar Rp400 juta.
(Man/A)

Pasaman Barat

Tim Satgas Covid19 Pasbar Tindak Tegas Pengendara Yang Melintas Di Perbatasan

Pasbar, pilarbangsanews.com— Penjagaan dan pengawasan di perbatasan Pasaman Barat di perketat oleh Tim Satgas Percepatan Penanganan covid19, semenjak di tetapkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II.

Bupati Pasaman Barat mengatakan  akan menindak tegas bagi yang tidak mematuhi aturan, dan yang tidak memiliki surat jalan, surat keterangan kesehatan bebas covid19, dari pemerintah setempat atau dari dinas kesehatan bagi yang keluar maupun masuk Pasaman Barat, akan disuruh putar balik tanpa terkecuali.

“Hari ini puluhan mobil, baik mobil angkutan, travel maupun mobil pribadi kita suruh putar balik karena mereka tidak bisa menunjukan surat jalan dan surat keterangan kesehatan nya”, ujar Koodinator Pusat Pengendalian Operasi Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Edi Busti di Pos perbatasan, Minggu (10/05/2020).

“Saat ini, demi pencegahan peyebaran Covid 19 kita tidak akan pandang bulu, kalau mereka tidak memiliki surat jalan dan surat keterangan kesehatan, akan kita suruh putar balik”, tegas Edi Busti.

Pada kesempatan yang sama Edi Busti di dampingi oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik Decky H Sahputra mengatakan apa yang telah mereka lakukan dan terapkan saat ini sesuai Surat Edaran No 4 tahun 2020 Gugus Tugas percepatan Penanganan Covid 19 yang ditanda tangani langsung oleh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Pusat Doni Monardo.

“Jadi kami himbau kepada Masyarakat, demi keselamatan kita bersama, mari sama-sama kita patuhi aturan yang telah ditetapkan, silahkan lengkapi surat jalan dan surat keterangan kesehatan”, Himbau Edi Busti.

Kami akan menindak tegas dan menyuruh putar balik bagi yg tidak melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan,Tutup Edi Busti.
(Man)

Pasaman Barat

Bupati Pasbar H.Yulianto Bersama Istri Sifrowati Yulianto Kunjungi Keluarga Korban Kebakaran Di Kec.Ranah Batahan

Pasbar, pilarbangsanews.com— Bupati Pasaman Barat, H.Yulianto bersama istri, Sifrowati Yulianto didampingi BPBD, Dinsos dan Baznas kunjungi rumah kebakaran diduga akibat konsleting arus listrik di Jorong Silayang, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat. Jum’at (19/06/2020).¬†

Kebakaran tersebut terjadi pada hari Kamis (18/06/2020) jam 16.00 wib menghabiskan tiga buah rumah, rumah Abdulah Kohir habis terbakar, sedangkan rumah Masnah dan Abu Sannip yang bersebelahan hanya terbakar 50 persen.

H.Yulianto didampingi istri Sifrowati Yulianto mengatakan bahwa “musibah ini adalah suatu cobaan dari Allah SWT, Pemerintah Daerah (Pemda) peduli dan prihatin atas kejadian rumah kebakaran ini, bersama BPBD, Dinsos dan baznas kami meninjau langsung dan memberikan bantuan kepada korban rumah kebakaran,” 

Kepada pihak keluarga untuk mengurus dokumen surat rumah ataupun ijzah anak- anak yang terbakar dan tolong di bantu pihak Camat, Nagari dan jorong warga kita yang terkena musibah kebakaran rumah ini, tambahnya.

“Kepada pihak keluarga untuk lebih waspada kebakaran lainnya yang mana untuk penggunaan kabel yang sudah lama harap ditukar karena masa kabel itu mempunyai kapasitas ketahanan beberapa tahun, serta untuk cok raound jangan terlalu banyak pada 1 titik yang digunakan agar tidak terjadi konsleting dan percikan api. Dihimbau juga waspada menggunakan tabung LPJ di rumah, jangan tinggalkan rumah ketika api kompor hidup,” jelas Yulianto.

Bupati Pasbar juga menyampaikan, Kepada masyarakat terima kasih atas bantuan partisipasi semua pertolongan masyarakat, mari kita sama-sama membantu keluarga kita yang mengalami musibah kebakaran yang terjadi. 

Dalam Kunjungan tersebut turut hadir Kapolsek Ranah Batahan, Babinsa, kepala Dinas Sosial Yonnisal, Kepala BPBD Edi Busti, Kepala Baznas diwakili Kabag Kesra Hendrizal, Camat Ranah batahan Syah Wirman, Wali Nagari serta tokoh masyarakat setempat Jorong Silayang, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat

Ada pun bantuan yang diberikan yaitu dari Dinas Sosial dan BPBD yaitu berupa, beras, telor, mie instan, matras, karpet, terpal dan alat-alat masak kompor gas, LPJ dan kuali serta bantuan dari Baznas berupa sejumlah uang untuk tiga KK yang terkena musibah kebakaran rumah, juga di tambahkan oleh bantuan pribadi isti Bupati Pasbar Sifrowati Yulianto sejumlah uang untuk tiga KK tersebut.

Semoga Bantuan ini bisa digunakan bagi keluarga yang tetimpa musibah dan untuk kebutuhan beberapa hari kedepan, ambil hikmahnya Allah SWT merencanakan yang lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Yulianto

Sebagai tokoh masyarakat Kairuddin menerangkan, “kejadian kebakaran tersebut berasal dari ruang tengah rumah Abdulah Kohir yang kemudian api menjalar ke rumah disampingnya. Karena posko pemadam kebakaran cukup jauh dari lokasi dan api cepat membesar. Rumah Abdulah Kohir tidak dapat diselamatkan karena masyarakat sekitar terpaksa memadamkan api dengan peralatan seadanya.”

Kairuddin menambahkan, setelah beberapa lama baru mobil Pemadam Kebakaran sampai di lokasi dan api  dapat dijinakkan dan dipadamkan. Sementara, untuk kerugian yang ditimbulkan diperkirakan lebih kurang 275 Juta.”tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini.”

Terima kasih kami ucapkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) atas kunjungan Bapak Bupati dan istri,  BPBD, Dinsos serta Baznas atas bantuan yang diberikan kepada sanak saudara kami yang terkena musibah kebakaran ini. Sungguh besar harapan kami atas bantuan yang kami terima ini karena warga kami memang tidak punya apa-apa lagi. Semoga bantuan yang diberikan menjadi pahala dan rezeki melimpah buat Bapak dan ibu semua,” tutupnya. (Man)

Pasaman Barat

Bupati Pasbar H.Yulianto Hadiri Rapat Koordinasi Di DPRD Pasbar

Pasbar, pilarbangsanews.com— Dampak Covid – 19 di Kabupaten Pasaman Barat apa lagi dengan telah diberlakukannya di Provinsi Sumbar khususnya di Pasbar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat bukan saja masyarakat menjadi bingung, tetapi Wakil-wakil Rakyat yang ada di Gedung¬† DPRD Padang Tujuh.

Pasalnya akhir-akhir ini beredar gonjang -ganjing belum turunnya bantuan sembako dampak Covid – 19 sementara masyarakat mendengar beberapa informasi melalui berita di beberapa media bahwa sebagian kabupaten / Kota telah menerima bantuan tersebut, apa lagi dengan telah diberlakukannya PSBB di Sumbar.

Mendapat kenyataan dan informasi simpang siur tersebut akhirnya DPRD Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan Rapat Koordinasi yang mengundang Kepala Daerah dan OPD setempat dengan agenda membahas percepatan penanganan COVID-19 di Simpang Empat, Senin.(04/05/2020)

Rapat Koordinasi yang dihadiri selain oleh Ketua, DPRD Pasbar, Parizal Hafni, Wakil Ketua, H.Daliyus dan Hendra Yama serta Seluruh Ketua Komisi dan Fraksi juga dihadiri Bupati Pasbar, H. Yulianto, Sekda Pasbar. Yudesri dan seluruh OPD terkait, kecuali Kadis Kominfo yang tak ada beritanya, hingga saat salah seorang wakil Ketua, Hendra Yama menanyakan posisi Hak dan Kewajiban Insan Pers dalam SK Gugus Tugas, jawaban yang diberikan tak berujung pangkal alias bola liar.

Sebelumnya acara yang dibuka oleh Parizal Hafni, berlangsung sengit. Apa lagi saat agenda pembahasan difokuskan untuk penanganan pandemi COVID-19, akhirnya terungkap bahwa untuk kini Anggaran daerah di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat hanya unruk penanganan pandemi Covid – 19.

Berdasarkan hal itu, salah seorang anggota Dewan dari Fraksi PAN yang juga Ketua Komisi III, Drs.H.Baharuddin, R.MM. meminta pernyataan kepastian dari Pemkab apakah memang tidak ada kegiatan fisik kedepannya

Hingga dengan demikian berarti benar bahwa untuk tahun 2020 pembangunan fisik di Pasbar ditiadakan.

“Kita perlu kepastian apakah memang tidak ada kegiatan fisik kedepannya. Kami ingin mendengarkan kepastian ini,” kata Baharuddin

Niniak Bahar sapaan akrab tokoh Pasbar ini menambahkan, jika memang tidak ada lagi pembangunan fisik, maka tolong Pemkab Pasbar menjelaskan secara transparan dan  rinci untuk apa saja anggaran yang digunakan untuk penanganan COVID-19.

“Jika memang tidak ada lagi pembangunan fisik, tolong perjelas kemana anggaran yang digeser atau direcofusing digunakan,” tegas Niniak.

Ditambahkannya bahwa seharusnya Pemkab Pasaman Barat khususnya Dinas Sosial benar-benar mendata keluarga yang membutuhkan dengan menggunakan tim yang ada atau manfaatkan jaringan perangkat  nagari, bila perlu sampai ketingkat jorong hingga tidak ada lagi keluarga yang tertinggal untuk mendapatkan atau memperoleh bantuan terdampak COVID-19 ini.

“Jika data ini tidak jelas, kita khawatir saat realisasinya nanti akan semberaut dan akan banyak masyarakat tidak mendapat bantuan. Makanya gunakan jaringan perangkat yang ada sampai ketingkat jorong,” jelas Niniak.

Sementara saat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pasaman Barat, Teguh Suprianto diminta untuk menjelaskan ia membenarkan bahwa kedepanya pembangunan fisik tidak ada lagi selain pembangunan Masjid Agung yang sudah tender dan pembangunan RSUD yang multiyear.

Dengan demikian pembangunan fisik tidak ada kedepannya kecuali pembangunan Masjid Agung dan RSUD,

“Anggaran kita banyak dipotong pemerintah pusat untuk penanganan COVID-19. Sementara anggaran yang ada juga harus kita anggarkan untuk COVID-19,” terangnya.

Dikatakannya lagi bahwa untuk refocusing anggaran masih dalam proses penyusunan.

Menurutnya bahwa sebelumnya juga telah ada Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, Serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Inpres tertanggal 20 Maret 2020 tersebut menegaskan seluruh kegiatan pembangunan fisik harus ditunda pelaksanaannya,” terangnya

Disebutkan Teguh bahwa untuk pendapatan daerah yang Rp 1,2 triliun lebih kini berkurang menjadi Rp 1,096 triliun atau anggaran pendapatan berkurang sekitar Rp 185,8 miliar.

“Anggaran inilah yang diambil dari kegiatan rencana fisik yang ada. Sehinga anggaran fisik kedepannya tidak ada lagi termasuk pokok pikiran (pokir) DPRD,” ujarnya.

Diterangkan Teguh lagi, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang awalnya Rp 142, 9 miliar saat ini tinggal Rp 85,4 miliar atau kurang Rp 57,5 miliar.

Bahkan Dana perimbangan yang awalnya Rp 956 miliar lebih saat ini berkurang menjadi Rp 828 miliar lebih atau turun sekitar Rp 127 miliar lebih.

Belanja langsung yang awalnya Rp 650 miliar lebih dan saat ini Rp 449 miliar lebih atau berkurang sekitar Rp 200 miliar lebih.

Kemudian Dana Alokasi Umum (DAU) oleh pemerintah pusat dipotong Rp 66,2 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) dipotong Rp 67,1 miliar tinggal untuk anggaran bidang kesehatan dan pendidikan sekitar Rp 80 miliar dan ditambah non fisik seperti sertifikasi guru, tunjangan, KB dan lainnya sekitar Rp 193 miliar. . (Man)

Pasaman Barat

Ketua TP-PKK Pasbar Sifrowati Yulianto, Kunjungi Pasar Ujung Gading

Pasbar, pilarbangsanews.com-– Dalam rangka akan memasuki New Normal yang diterapkan di Kabupaten Pasaman Barat, Ketua TP PKK Sifrowati Yulianto kunjungi Pasar Ujung Gading sekaligus sidak kepada pedagang dan pengunjung pasar Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat. Kamis (04/06/2020).

Sifrowati Yulianto mengatakan, bahwa perlunya sosialisasi di pusat keramaian seperti pasar, swalayan yang mana masih banyak belum paham dengan penerapan new normal ini, yang mana kita masuk ditatanan kehidupan baru yang telah disiapkan oleh pemerintah tetap mengacu kepada aturan yang telah di buat.

“kita akan memasuki new normal yaitu membiasakan diri dengan pola hidup bersih dan sehat, pakai masker setiap hari, cuci tangan sesering mungkin dan jauhi keramaian, tetap jaga jarak, sebagaimana protap protokol kesehatan” ujarnya.

Ditambahkan lagi”kunjungan sidak ini tujuannya memberikan berbagai informasi sekaligus sosilisasi ke pedagang-pedagang maupun pengunjung pasar, tetap jaga diri dan kewaspadaan walaupun new normal akan diberlakukan,” Paparnya

Untuk itu, mari kita bersama-sama mematuhi dan mengindahkan aturan yang diterapkan pemerintah pusat, provinsi serta pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk sebagai acuan kedepannya agar kita terhindar dari wabah Pandemi Covid-19 ini.

Turut hadir Danramil ,Kapolsek serta jajaran, Camat, Wali Nagari dan tokoh masyarakat dalam kunjungan tersebut

“Harapan kita bersama agar daerah kita aman dan tentram tentunya tetap mempertahankan posisi zona hijau menyangkut pandemi COVID-19 yang tejadi. semua unsur Forkopimca diminta agar terus mensosialisasikan pemahaman, baik itu bentuk himbauan menyangkut pemberlakuan new normal yang akan kita hadapi sebentar lagi, agar pemahaman tersebut mudah dimengerti masyarakat luas,” pungkasnya. (Man)

Pasaman Barat

Kedatangan Bupati Pasbar H.Yulianto Membangkitkan Semangat Dan Rasa Percaya Diri Masyarakat Jorong Paroman Talu

Pasbar, pilarbangsanews.com— Keluarga pasien positif covid19 di Jorong Paroman, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, terkejut dengan kedatangan Bupati Pasaman Barat H.Yulianto kerumah mereka, Rabu (06/05/2020)

H.Yulianto datang bersama rombongan untuk memastikan kondisi masyarakat sekitar dan memberikan motivasi agar tetap semangat. Berdasarkan hasil uji swab seluruh masyarakat yang kontak dengan pasien R dinyatakan negatif.

H.Yulianto datang secara mendadak disela-sela kunjungannya di pos pengawasan perbatasan Sinuruik. Rombongan langsung mendatangi rumah R dan berdiskusi dengan keluarga R. Rombongan memberikan dukungan moral dan pencerahan, bahwa orang yang terdampak covid 19 bukan sebuah aib dan tidak boleh didiskriminasi. Pemerintah bersama masyarakat diharapkan bersama-sama perang melawan Covid 19.

“Saya minta tidak ada yang merasa dikucilkan dan mengucilkan. Kita semua bersaudara dan harus bersatu dan saling bantu,” ujarnya saat berdiskusi di rumah R.

Yulianto menambahkan, Pemerintah akan hadir di tengah masyarakat sesuai aturan dan kemampuan saat ini. Berdasarkan informasi keluarga, kondisi R di RS Unand sudah mulai membaik dan normal. Petugas medis masih melakukan perawatan, setalah kondisi R pulih akan segera dibawa pulang.

“Kita sama sama berdoa, agar R bisa cepat pulang dengan kondisi sehat dan kembali berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Selain rumah R, rombongan juga berdiskusi dengan masyarakat sekitarnya dan mendengarkan aspirasi dan keluhan. Pemerintah meminta semua pihak bisa saling membantu dan tidak mudah percaya informasi hoaks tentang covid 19.

Sementara itu, Nurhayati mengaku terkejut dengan kedatangan rombongan. Ia merasa terharu, pejabat mau datang memantau langsung kondisi masyarakat yang tedampak Covid. 

Kedatangan tim, bisa memberikan semangat kepada keluarga dan masyarakat sekitar dan menghilangkan anggapan negatif tentang ditemukannya kasus positif di Jorong Paroman.

“Saya kira yang datang tim medis. Ternyata rombongan Kabupaten yang ingin melihat langsung kondisi saya,” sebut Nurhayati sambil terharu.

Nurhayati berharap, kakaknya bisa pulang segera dan sembuh. Meski pernah kontak dengan pasien positf, Nurhayati mengaku masyarakat kampungnya tidak pernah mengucilkannya. Meski demikian Ia tetap menjaga jarak agar tidak menimbulkan ke khawatiran bersama.

Sementara itu, Camat Talamau Nur Fauziah Zein menambah, tim di Kecamatan dan Nagari akan melakukan tindakan dan perhatian sesuai aturan dan prosedur Covid 19. Sejak ditemukan kasus, Pemerintah Nagari dan Kecamatan saling berkoodinasi untuk memberikan tindakan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Alhamdulillah situasi di Sinuruik, dan Kecamatan Talamau sudah kondusif,” ujarnya.

Kami berharap kedepan, agar masyarakat saling mendukung. Baik secara materi atau bantuan moril dan motivasi, agar kita bisa bersama sama melawan Covid19. Masyarakat diminta tidak berkecil hati dan bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya
Pungkasnya. (Man)

Pasaman Barat

Seorang Petugas Lapas Terbuka Klas IIB Pasaman, Pasbar, Inisial W Terpapar Virus Covid19

Pasbar, pilarbangsanews.com— Hari terakhir Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)Tahap III, Minggu(07/06), Satu orang petugas Lembaga Permasyarakatan Terbuka Kelas II B Pasaman di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) inisial W (21) yang menjalani tes swab Jum’at lalu (05/06) dinyatakan positif Corona Virus Disease (COVID-19), setelah hasil swabnya keluar dari Laboratorium Unand Padang.

“Benar, informasinya kami peroleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar satu orang petugas Lapas Terbuka positif Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Minggu (07/06/2020).

Ia mengatakan pihaknya sekitar pukul 10.30 sedang menuju rumah pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Jambak untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan dan rontgen.

“Pemeriksaan ini untuk memastikan pasien memiliki gejala atau tidak. Jika tidak ada gejala maka akan dibawa ke Bapelkes Padang. Jika punya gejala akan dibawa dan dirawat ke Rumah Sakit Unand Padang,” ujarnya.

Ia menyebutkan pasien W merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sudah diambil swab pada hari Jumat (05/06/2020) lalu bersama satu orang teman sekamarnya.W adalah warga Kuranji Padang yang kontak dengan ibu dan neneknya pasien konfirmasi positif asal Padang.

“Hari ini hasil swabnya keluar dan pasien W positif sedangkan teman sekamarnya negatif,” sebutnya.

Ia menambahkan pasien W balik dari Kota Padang menggunakan sepeda motor dan hanya kontak dengan petugas yang ada di Lapas Terbuka.

Ia juga menjelaskan, total 32 orang yang ada di Lapas terbuka kelas II B Pasaman yang terdiri dari 28 orang petugas lapas serta 4 orang warga binaan juga sudah menjalani tes swab sabtu lalu (06/06/2020) dan saat ini masih menunggu hasil lab nya keluar.

“Hasil tracing kami sekitar 32 orang yang ada dilapas Terbuka dan tahanan pernah kontak dengan W, Ke-32 orangnya telah dites swab pada Sabtu kemarin (6/6) dan saat ini kita masih menunggu hasil lab nya keluar” jelas Gina. (Man)

Pasaman Barat

Ini Hasil Test Swab 28 Petugas Lapas Terbuka Klas II B Pasaman, Pasbar

Pasbar, pilarbangsanews.com-— Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pasaman Barat, Gina Alecia di Simpang Empat menyampaikan Update data terkait Covid19 di Wilayah Kabupaten Pasaman Barat hari ini, Selasa (09/06/2020).

Gina menyampaikan hasil SWAB seluruh OTG yang di Lapas Terbuka berjumlah 32 orang yaitu 28 Pegawai Lapas dan 4 Warga Binaan hasilnya NEGATIF. Sementara hasil swab 15 orang yang dilakukan senin (08/06) masih menunggu hasil labor.

Sementara hari ini ada penambahan kasus 1 orang PDP yang meninggal dunia inisial Ny. M di RS. M.Djamil Padang, namun hasil swabnya masih menunggu. Almarhum telah dimakamkan dengan proses pemakaman protokol Covid-19.

Sehingga data sampai hari ini total Kumulatif ODP (Orang Dalam Pemantauan) 270 Orang, dimana 265 orang sudah selesai pemantauan dan 5  orang masih dalam pemantauan.

Sedangkan total kumulatif PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ada 16 org, Hasil swab 14 org negatif, Sehat 10 orang, Meninggal 5 org  (1org swab menunggu), dan Isolasi mandiri 1 org ( 1 org RDT pertama non reaktif).

Total Pelaku Perjalanan 30.012 Orang, total Kumulatif OTG (Orang Tanpa Gejala) 93 orang, yaitu 44 org sudah selesai isolasi mandiri dan sehat, 49 org isolasi mandiri (1org hasil positif, 33 org negatif, 15 org menunggu hasil) dan Positif 1 orang serta masih menjalani Isolasi di BPSDM Prov. Sumatera Barat dan Negatif 2 orang.

Lebih lanjut Gina menyampaikan untuk penambahan ODP,  OTG dan kasus konfirmasi positif pada hari ini tidak ada.

Dalam rangka memasuki new normal, Posko Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat melalui Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19, dr. Gina Alecia, M.Kes tetap menghimbau masyarakat agar tetap jaga jarak, Pakai Masker, dan rajin Cuci tangan pakai Sabun, tidak keluar rumah Kalau tidak ada keperluan. (Man)

. Pasaman Barat

Pemkab Pasbar Memperketat Pengawasan Di Perbatasan Selama Penerapan PSBB Tahap Dua

Pasbar, pilarbangsanews.com— Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berlakukan pengawasan yang sangat ketat kendaraan yang melintas keluar masuk di perbatasan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap II (6 hingga 29 Mei 2020).

Bagi yang ingin masuk ke Pasaman Barat akan di izinkan oleh petugas dengan syarat membawa surat keterangan negatif covid19 dari pemerintah setempat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Koodinator Pusat Pengendalian Operasi Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Edi Busti di Simpang Empat, Jum’at (08/05/2020).

“Kita bukan me-lockdown Pasaman Barat, tetapi pembatasan yang selektif dan ketat,” kata Edi Busti.

Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua ini pengawasan terhadap perbatasan ditingkatkan dengan memperketat pemeriksaan bagi warga yang ingin masuk ke Pasaman Barat, ujar Edi Busti.

“Bagi warga silahkan masuk tetapi ada surat dari pemerintah setempat dan surat keterangan yang bersangkutan negatif COVID-19 dan kalau keluar dipersilahkan tetapi harus isolasi mandiri 14 hari,” tegasnya.

Selain itu Bupati Pasaman Barat Yulianto juga telah membuat surat edaran kepada pimpinan perusahaan swasta nasional, BUMN dan PMA agar setiap kendaran perusahaan itu pakai surat jalan dan dilengkapi dengan surat kesehatan.

Menurutnya langkah itu perlu diambil cepat karena sejumlah daerah di Sumbar sudah menjadi pendemi COVID-19. Misalnya Kota Padang yang seluruh kecamatannya sudah zona merah.

“Kita khawatir masih banyak warga dari kota padang menuju Pasaman Barat. Untuk itu akan kita periksa ketat di perbatasan,” ujarnya Yulianto.

Selain itu terhadap transportasi umum angkutan orang seperti bus antar daerah, pihak Dishub akan ambil tindakan awal dengan menyurati dan memberitahukan untuk tidak ada lagi aktifitas yang dilakukan.

“Bus menuju Pasaman Barat sudah kita stop dan suruh balik kanan,” katanya.

Terhadap supir kendaraan angkutan barang dan pangan harus mengikuti aturan Surat Edaran yang telah dikeluarkan Bupati Pasaman Barat, seperti harus memiliki surat jalan dari perusahaan dan supir harus memiliki surat keterangan kesehatan.

“Jika tidak ingin mengikuti prosedur dan aturan surat edar, kita suruh balik. Dua hari ini sudah puluhan kendaraan kita suruh balik kanan karena tidak mengikuti surat edaran Bupati Pasaman Barat,” tegasnya.

Pihaknya akan bertegas saja karena surat edaran itu sudah disampaikan kepihak perusahaan.

“Dalam masa PSBB ke dua ini silahkan lengkapi surat-surat, Seperti mobil CPO maupun mobil barang lengkapi Suratnya, juga surat keterangan negatif Covid 19 dari kesehatan. Kalau mau melihat orang tua atau saudara yang ada di Pasaman Barat, silahkan tunjukkan surat negatif COVID-19, Jika tidak lengkap harus putar balik lagi”, Pungkas Yulianto.

“Kita akan tindak tegas yang tidak memiliki surat tugas maupun surat jalan. Memang kita kasihan kepada para supir, namun aturan harus ditegakkan demi antisipasi COVID-19,” sebutnya. (Man)