Menampilkan: 1 - 4 dari 4 HASIL
Perda Lawan Covid-19

Ketika Razia Masker, Petugas Juga Tangkap Pengendara Bawa Tuak 6 Jerigen

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Seorang warga yang tidak memakai masker juga tertangkap tangan sedang membawa 6 jerigen besar tuak dengan kendaraan bermotor. Dia tidak dapat lagi mengelak saat satuan petugas Covid-19 Kota Payakumbuh tengah melakukan operasi yustisi penegakan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di sekitar kawasan Pasar Ibuh, Sabtu (24/10) siang.

Pembawa tuak sebanyak 6 jeriken tersebut, aturan yang dilanggarnya selain Perda AKB adalah Perda Nomor 12 Tahun 2016 Kota Payakumbuh tentang Pencegahan, Penindakan, dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat).

Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh Devitra bersama TNI dan Polri memaparkan kepada awak media, warga yang tertangkap ini mengaku membawa tuak itu dari Belubus, Lima Puluh Kota menuju Labuah Basilang, Kota Payakumbuh.

“Warga ini, ada dua Perda yang dilanggarnya. Untuk Perda AKB, tadi dia memilih sanksi administrasi dengan membayar denda sebesar Rp100.000, tapi penegakan Perda 12 Tahun 2016 tetap kita laksanakan, dia kita tuntut ke pengadilan karena telah tertangkap tangan membawa minuman keras, jumlahnya lumayan banyak pula,” kata Devitra.

Sementara itu, razia yang dilakukan pada Sabtu itu, sebanyak 54 orang terjaring razia, 6 diantaranya memilih sanksi administrasi dengan membayar denda dan sisanya melakukan kerja sosial.

Tari, salah satu warga kota mengomentari, dimana katanya menyampaikan apresiasi kepada petugas Covid-19 atas razia yang dilakukan tersebut. Menurutnya setidaknya operasi yustisi ini tak hanya dapat melawan Covid-19, juga melibas bentuk pelanggaran terhadap perda lainnya, termasuk Perda Pekat ini.

“Mantap ini pak, udah ndak pakai masker malah bawa tuak juga, rusak kampung kita sama aksi orang seperti ini. Kami selaku warga menyampaikan terimakasih atas penegakan yang Satgas Covid-19 lakukan. Jangan biarkan Covid-19 menyebar dan maksiat merajalela,” ungkapnya. (wba)

Perda Lawan Covid-19

Hingga Hari ke-9 Sudah 196 Orang Pelanggar Operasi Yustisi Ditertibkan

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Pengendalian dan Pencegahan Corona Virus Disease 2019 telah diberlakukan di Kota Payakumbuh sejak Senin, 12 Oktober 2020 lalu.

Dalam hal penerapan dan penegakan perda tersebut, dilaksanakan, “Operasi Yustisi” oleh Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh bersama dengan jajaran TNI, POLRI, dan Pol-PP telah digelar seminggu lamanya. Pada awalnya dilaksanakan di tugu Adipura pasar Payakumbuh selama sepekan.

Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh Devitra menyebutkan kedepannya razia yang dilakukan tidak hanya secara stasioner saja, ada petugas yang secara mobile berkeliling dengan mobil untuk menindak warga yang masih bandel dan tidak mau menggunakan masker saat keluar rumah.

Devitra juga menambahkan, jadwal razia stasioner tersebut tiga titik (base) meliputi: Tugu Adipura, pelataran parkiran Pasar Ibuh, dan Medan nan Napaneh Ngalau.

“Sewaktu-waktu jadwal ini bisa berubah-ubah dan ini kami lakukan setiap hari,” katanya.

“Pada pekan kedua ini (19/10), kami temui masyarakat masih banyak belum mematuhi serta mengindahkan aturan perda ini, masih banyak yang keluar rumah tanpa masker. Devitra juga menambahkan akan terus meningkatkan operasi ini bersama jajarannya. Harapan kami kedepannya masyarakat bisa mentaati aturan pemerintah melalui perda ini, apalagi saat ini kasus positif covid Kota Payakumbuh meningkat,” ungkapnya menambahkan.

Devitra juga menjelaskan bahwa, jumlah pelanggar perda (tidak memakai masker) yang telah ditertibkan sebanyak 196 orang pelanggar hingga saat ini (20/10).

Rincian jumlah pelanggar tersebut adalah 25 orang (12/10), 25 orang (13/10), 21 orang (14/10), 11 orang (15/10), 4 orang (16/10), 30 orang (17/10), dan hari ini sebanyak 47 orang pelanggar (19/10).

Sementara itu, operasi yustisi yang dilakukan di Pelataran Parkir Pasar Ibuh, Selasa (20/10) pukul 9.00 hingga 11.00 WIB, terjaring 33 orang pelanggar protokol kesehatan, dengan 7 orang membayar denda sebanyak Rp. 100.000 dan sisanya 26 orang kerja sosial membersihkan area Taman Ratapan Ibu Kawasan Batang Agam. (wba).

Perda Lawan Covid-19

30 Orang Terjaring Razia Prokes Di Kawasan Wisata Batang Agam

Payakumbuh, PilarbangsaNews

30 orang harus memilih diberikan sanksi kerja sosial di Kawasan batang Agam. Warga yang terkejut kedatangan Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh ke area Batang Agam dalam razia mobile protokol kesehatan yang dilaksanakan pada Sabtu (17/10), pukul 16.30 sore hingga pukul 18.00 WIB.

Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra mengatakan kawasan Batang Agam merupakan salah satu destinasi yang sering dikunjungi oleh masyarakat untuk berwisata, berbelanja, maupun menikmati pemandangan di tepian sungai Batang Agam.

“Kita menerima laporan dari masyarakat kalau di Batang Agam masih banyak warga yang tidak memakai masker dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Untuk itu kita tim Satgas memilih lokasi itu sebagai sasaran razia kali ini. Benar saja banyak tadi kita menemukan warga yang tidak memakai masker. Maka sesuai dengan Perda Nomor 6 tahun 2020 kita berikan mereka pilihan diberi sanksi kerja sosial dengan memakai rompi oranye atau membayar uang denda administratif sebanyak Rp100.000,” ujarnya.

Untuk razia pada hari keenam ini, tidak ada warga yang membayar denda, mereka memilih sanksi kerja sosial untuk membersihkan kawasan di sekitaran Batang Agam.

Devitra juga menambahkan, baik razia secara stasioner maupun razia secara mobile kedua-duanya cukup efektif dilaksanakan berkat adanya pendampingan dari TNI dan Polri. Penegakan aturan cukup memberikan efek jera kepada masyarakat.

“Kita berharap semoga perang dengan Virus Corona ini tak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun juga masyarakat kita mau ikut dengan selalu mematuhi protokol kesehatan, angka kasus di Payakumbuh saat ini bertambah terus dan angkanya cukup besar,” terangnya. (wba)

Perda Lawan Covid-19

Razia Hari Kelima, Menyisir Kantor Pelayanan Publik, 4 Orang Terjaring

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Razia mobile yang dilaksanakan Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh pada hari ke lima menyisir ke kantor-kantor pelayanan publik yang ada didaerah ini. Penegakan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dilaksanakan selama dua jam, dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, Jumat (16/10).

Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh Devitra mengatakan ada tiga kantor seperti kantor Balai Kota, Rumah Sakit Ibnu Sina, dan PDAM Kota Payakumbuh yang disikat petugas yang terdiri dari TNI-POLRI dan Satpol PP itu.

Satu orang di Balai Kota memilih sanksi membayar denda karena tidak memakai masker, sementara itu satu orang melaksanakan kerja sosial di Rumah Sakit Ibnu Sina, dua orang di Kantor PDAM juga diberi kerja sosial dengan memakai rompi oranye.

“Dalam razia kali ini kita memberi sanksi pada dua warga sipil, satu pegawai Balai Kota, dan satu pegawai PDAM,” terang Devitra.

Direktur Utama PDAM Khairul Ikhwan yang saat itu berada di lokasi mengapresiasi langkah yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh. Dirinya menyebut di PDAM pelayanan mewajibkan seluruh pengunjung memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk ke antiran.

“Untuk satu orang pegawai kita yang terkena sanksi kerja sosial kita serahkan kepada petugas untuk diberi sanksi sesuai Perda, semoga mendapat efek jera,” kata Khairul Ikhwan.

Sementara itu, Devitra didampingi Kabid Tibum Joni Parlin dan Kabid Penegak Perda Ricky Zaindra juga menambahkan, razia mobile memang memakan waktu lumayan lama, mau satu atau banyak orang yang diberi kerja sosial membuat pelaksanaannya di satu tempat memakan waktu hingga satu jam.

“Membersihkan fasilitas umum di Kota Payakumbuh sebagai Kota Adipura ada kendalanya juga seperti kita harus mencarikan lokasi yang memiliki potensi untuk dibersihkan para pelanggar protokol kesehatan,” ungkapnya.

Kedepan razia juga dilakukan pada hari libur, masyarakat diminta agar terus mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Corona, saat ini di Payakumbuh angka positif Covid-19 sudah lebih dari 200 orang. (wba)