Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 1 - 10 dari 95 HASIL
Perguruan Tinggi

Hari Ini UNP Wisuda 838 Lulusan PPG

Baru-baru ini informasi yang amat penting kita renungkan kembali adalah hasil kemampuan berpikir dasar anak-anak dalam penelitian PISA sebagai dasar untuk memprediksi kesuksesan seseorang pada Masa depannya. Kemampuan berpikir dasar tersebut adalah tiga bidang yakni matematika, sains, dan membaca.

Hal itu disampaikan oleh Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. dalam sambutannya ketika mewisuda lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Periode 6 dan Periode 7 yang dilaksanakan hari ini (17/2) bertempat di Auditorium UNP, Air Tawar Padang.

Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diwisuda adalah sebanyak 838 lulusan yakni FBS sebanyak 138 lulusan, FT sebanyak 135 lulusan, FMIPA sebanyak 142 lulusan, FIP sebanyak 333 lulusan, FIK sebanyak 26 lulusan, FPP sebanyak 24 lulusan, dan FIS sebanyak 37 lulusan.

“Berkaitan dengan hasil rangking PISA tersebut, Mendikbud telah melakukan perubahan-perubahan penting agar pendidik bisa melakukan inovasi yang disebut dalam wawasan merdeka belajar. Rendahnya kemampuan dasar bidang Matematika, Sains, dan Membaca merupakan tanggung jawab guru, pengelola pendidikan, dan tanggung LPTK,” jelas Rektor Prof. Ganefri, Ph.D.

Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. mengharapkan hal yang perlu diperhatikan kembali adalah bahwa sumber belajar sudah ada dan banyak di dalam jaringan serta pada saat ini, sumber belajar tidak hanya berpusat pada guru tetapi sudah ada di dalam jaringan.

Lebih lanjut, Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. mengharapkan kepada dosen dan guru untuk terus melakukan inovasi dan kreativitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Menurut Rektor Ganefri, inovasi, kreativitas, serta pola pikir pembelajaran dengan inovaai baru harus dimulai sejak pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. (ET)

Perguruan Tinggi

Wakil Dekan III FBS UNP Ikut Kegiatan Penyempurnaan Peraturan Pencak Silat Seni Indonesia

Padang, Pilarbangsanews.com, — Wakil Dekan III Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang, Indra Yuda, M.Pd., Ph.D. ditunjuk sebagai salah seorang peserta dalam kegiatan penyempurnaan Peraturan Pencak Silat Seni Indonesia yang ditunjuk oleh Pengurus Besar IPSI dan berlangsung 30 Januari hingga 2 Februari di Pekanbaru, Provinsi Riau.

Ketika dihubungi wartawan melalui telepon, Wakil Dekan III FBS, Indra Yuda, M.Pd., Ph.D. berkaitan dengan penunjukannya, menjelaskan bahwa PB IPSI memandang perlu untuk mempercayakan kepada pakarnya dalam hal menyusun peraturan dan petunjuk pelaksanaan festival pencak silat seni tsb.

“Pertemuan diperlukan untuk merumuskan kembali peraturan festival pencak silat di Indonesia dalam rangka mewujudkan program pencak silat sebagai warisan budaya dunia tak benda yang orientasinya adalah untuk memajukan dan menyebarluaskan pencak silat ke dunia internasional,” jelas Wakil Dekan III FBS, Indra Yuda, M.Pd., Ph.D.

Lebih lanjut Wakil Dekan III FBS, Indra Yuda, M.Pd., Ph.D. sebagai salah seorang peserta utusan Sumatera Barat menjelaskan bahwa Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia menyikapinya dengan merevisi berbagai aturan dan program kerja agar dapat mempertahankan Pencak silat sebagai warisan budaya dunia tak benda yang telah diakui oleh unesco tersebut.

“Dengan demikian pencak silat tradisi pada gilirannya akan diperbanyak eventnya salah satunya festival, selain kegiatan pemasalan pencak silat itu sendiri,” tambah Wakil Dekan III FBS, Indra Yuda, M.Pd., Ph.D.

Menurut Wakil Dekan III FBS, Indra Yuda, M.Pd., Ph.D., oleh karena memandang keberadaan pencak silat tradisi begitu banyak corak dan gayanya serta alirannya, maka PB IPSI perlu membuatkan suatu peraturan yang jelas, baik untuk pemasalannya, pembinaannya, dan wadah untuk mempublikasikan dan memperkenalkan serta memberi ruang kreativitas dan prestasi, maka dibuatlah event Festival seperti halnya kalau dalam pencak silat olah raga yaitu arena event pertandingan.

Lebih lanjut Wakil Dekan III FBS, Indra Yuda, M.Pd., Ph.D. menjelaskan kegiatan perumusan ini dapat dimanfaatkan untuk menelorkan juri dan pelatih yang berwawasan Nasional dan Internasional sehingga setiap pemasalahan dan festival yang digelar sudah distandarisasi dan dipahami oleh berbagai provinsi dan negara atau perguruan yang ada di Nusantara. (ET)

Perguruan Tinggi

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang FBS UNP Ikuti Pelatihan di Osaka Jepang

Padang, Pilarbangsanews.com, — Untuk yang keempat kalinya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FBS Universitas Negeri Padang mengikuti pelatihan yang didanai penuh oleh Japan Foundation di Osaka, Jepang sejak 14 Januari hingga 27 Februari 2020. Mahasiswa yang beruntung ikut pelatihan itu adalah Suhervina Sinta Wati, Nim 16180018 angkatan tahun 2016 yang lulus pada program “capacity building” dari Japan Foundation tersebut yang dilaksanakan di The Japan Foundation Japanese-Language Institute, Kansai Rinku-port Kita 3-14, Tajiri-cho, Osaka, Japan.

Demikian disampaikan oleh Dekan FBS Universitas Negeri Padang Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. kepada wartawan pagi ini (30/1) didampingi Wakil Dekan I Dr. Refnaldi, M.Hum., Ketua Jurusan Desvalini Anwar, S.S., M.Hum., Ph.D. dan Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Meira Anggia Putri, S.S., M.Pd., di Kampus FBS UNP Air Tawar Padang.

“Kegiatan diikuti oleh sebanyak 13 orang mahasiswa Bahasa Jepang dari berbagai Universitas di Indonesia. Universitas Negeri Padang adalah satu-satunya kampus di luar Pulau Jawa dan Bali yang diundang oleh Japan Foundation dan lolos dalam seleksi program tersebut,” jelas Dekan FBS Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum.

Lebih lanjut Dekan FBS Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. menjelaskan bahwa syarat untuk mengikuti program ini, mahasiswa minimal harus lulus Ujian Kemampuan Bahasa Jepang N4. Prof. Ermanto menambahkan tujuan pelatihan ini adalah untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa tentang kebudayaan Jepang dan memperkenalkan budaya Indonesia di Jepang.

Selain itu, jelas Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., program ini juga bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa tentang berbahasa Jepang secara lisan dan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa tentang cara melakukan wawancara dalam bahsa Jepang serta untuk memperdalam pemahaman mahasiswa tentang cara mengajarkan bahasa Jepang.

Pada kesempatan itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Meira Anggia Putri, S.S., M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan selama pelatihan itu, peserta belajar di kelas,
Oosaka fieldwalk yaitu kegiatan pergi mengunjungi beberapa tempat wisata di Oosaka, dan mempresentasikan di kelas, dan berkunjung ke SD dan mengenalkan budaya Indonesia.

Kegiatan lainnya jelas Meira Anggia Putri, S.S., M.Pd., adalah
Kyouto fieldwalk yaitu kegiatan pergi mengunjungi beberapa tempat di Kyouto dan membuat artikel, melakukan home visit ke rumah warga Jepang, dan berkunjung ke universitas Oosaka
Nara fieldwalk, yaitu pergi mengunjungi beberapa tempat di Nara.

Dengan demikian kata Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Meira Anggia Putri, S.S., M.Pd., manfaat yang didapatkan oleh mahasiswa selama pelatihan adalah mahasiswa mulai terbiasa berbahasa Jepang dan mendengarkan Bahasa Jepang yang berarti melatih agar lebih lancar dalam berbahasa Jepang. Selain itu kata Meira, mahasiswa peserta program ini memiliki teman yang berasal dari luar daerah maupun luar negeri. (ET)

Baca juga;

Usai Bertemu Hendrajoni, Ustad Jell Fatullah: Tidak Benar Bupati Menjamin Turis China

Perguruan Tinggi

UNP Tanda Tangani Nota Kerja Sama dengan Royal Universitas Phonm Pehn, Kambodia

Universitas Negeri Padang melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Royal Universitas Phonm Pehn, hari ini (29/1) di Kambodia. Setelah penandatanganan ini segera dilaksanakan International Conference bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa serta penelitian bersama (joint Research).

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. kepada wartawan melalui telepon hari ini (29/1) dari Kambodia.

Menurut Rektor Prof. Ganefri, Ph.D., pertemuan antara Pimpinan UNP dengan Rektor dan seluruh pimpinan Royal Universitas Phonm Pehn (RUPP) dilaksanakan untuk penandatanganan nota kesepahaman. Prof. Ganefri, Ph.D. menjelaskan utusan Universitas Negeri Padang yang hadir adalah Rektor, Wakil Rektor I, Kepala LP2M dan staf kantor luar negeri UNP.

“Pada hari ini telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UNP dan RUPP. Kesepakatan lainnya adalah segera dilakukan pembahasan lanjutan antara pimpinan fakultas dari kedua universitas,” tambah Rektor Ganefri.

Selanjutnya, Rektor UNP menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti pelaksanaan International Confrence bersama, pertukaran dosen dan mahasisws, serta penelitian bersama (joint research). Kata Rektor Ganefri, RUPP adalah universitas tertua di Combodia yang berdiri semenjak zaman kolonial Francis.

Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menambahkan ada dua hal hasil kunjungan ke Cambodia yakni yang pertama, pada pertemuan dengan kementerian pendidikan Cambodia, disepakati mereka akan membantu mempromosikan UNP di Combadia dan kedua mereka akan membantu proses seleksi calon mahasiswa UNP dari Cambodia untuk belajar di UNP.

menurut Rektor Ganefri, pihak kedutaan RI di Cambodia juga menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh Universitas Negeri Padang dengan kementerian Pendidikan dan Royal University di Kambodia. (ET)

Perguruan Tinggi

Dosen FBS UNP Program Studi Bahasa Jepang Ikuti Pelatihan di Osaka

Padang, Pilarbangsanews.com, — Salah seorang dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Maulludul Haq, S.Hum., M.Arts., mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas Pendidikan Bahasa Jepang selama 45 hari di Osaka Jepang sejak 14 Januari hingga 27 Februari tahun ini.

Demikian disampaikan oleh Dekan FBS Universitas Negeri Padang Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. didampingi Wakil Dekan I Dr. Refnaldi, M.Hum., Ketua Jurusan Desvalini Anwar, S.S., M.Hum., Ph.D. dan Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Meira Anggia Putri, S.S., M.Pd., di Kampus FBS UNP Air Tawar Padang.

Menurut Dekan FBS Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., kegiatan pelatihan yang diikuti oleh dosen FBS Universitas Negeri Padang ini dibiayai oleh Japan Foundation.

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengajar dan calon pengajar bahasa Jepang. Dengsn demikian kegiatan pelatihan bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dalam hal metode pengajaran bahasa Jepang Jepang di perguruan tinggi di Indonesia termasuk pada Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang di FBS Universitas Negeri Padang,” tambah Dekan FBS, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum.

Selanjutnya menurut Dekan Prof. Dr. Ermanto kegiatan pelatihan yang bertajuk “The Southeast Asian Teachers’ Training College Course in Japan” dilaksanakan di The Japan Foundation Japanese-Language Institute, Kansai Rinku-port Kita 3-14, Tajiri-cho, Osaka, Japan.

“Kegiatan pelatihan diikuti oleh 12 orang dosen Bahasa Jepang dari 15 Universitas di Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni UNP adalah satu-satunya kampus di luar Pulau Jawa dan Bali yang diundang oleh Japan Foundation,” imbuh Dekan FBS Universitas Negeri Padang.

Secara teknis Wakil Dekan I Dr. Refnaldi, M.Hum. menambahkan bahwa syarat untuk mengikuti program ini, dosen minimal harus lulus Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (UKBJ/JLPT) N2. Selama di Jepang, dosen akan memperdalam pemahaman mengenai Japan Foundation Standard (JFS) dan JF Can-do, serta cara penggunaanya di dalam kegiatan perkuliahan bahasa Jepang, mengumpulkan bahan bahan untuk membuat bahan ajar perkuliahan Bahasa Jepang, memperdalam pemahaman mengenai budaya dan masyarakat Jepang, serta mampu menggunakan dalam pembelajaran Bahasa Jepang, memperdalam pemahaman mengenai Pendidikan Bahasa Jepang di Indonesia, serta menjalin hubungan (network) dengan dosen Bahasa Jepang di Indonesia.

Lebih lanjut Wakil Dekan I Dr. Refnaldi, M.Hum., menambahkan kegiatan selama pelatihan adalah memperdalam Metodologi Pengajaran menggunakan Japan Foundation Standar (JFS) dan JF Can-do, groupwork), rancangan perkuliahan dengan menggunakan JF Can-do), observasi ke dalam perkuliahan yang diikuti oleh mahasiswa, memberikan komentar dan masukan terhadap presentasi yang dilakukan oleh mahasiswa, Fieldwork (Kuliah Lapangan), mengumpulkan bahan-bahan yang dapat digunakan dalam membuat materi ajar, memahami budaya dan masyarakat Jepang saat ini, mengunjungi Sekolah dan Kampus di Jepang, pertukaran budaya dan Interaksi dengan orang Jepang. (ET)

Perguruan Tinggi

H Zaki: Program Kampus Merdeka Sesuai Perkembangan Mutu Pendidikan Saat Ini

PEMBINA Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa atau YPPDB H Ayep Zaki S.E. mengapresiasi dan menyambut baik program “Kampus Merdeka” yang di gagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Dalam keterangannya pada media Zaki menegaskan, bahwa apa yang dilakukan Nadiem Makarim dengan meluncurkan program “Kampus Merdeka” sudah sesuai dengan perkembangan zaman dan situasi kondisi mutu pendidikan saat ini.

“Mengingat daya saing dan mutu pendidikan ditingkat internasional yang demikian ketat dengan fleksibilitas dan kemampuan yang sangat cepat, terutama dibidang riset dan teknologi serta kemajuan lainnya di bidang IT maka saya rasa apa yang di programkan oleh pemerintah melalui pak Menteri ini sangat smart dan mumpuni,” kata Zaki Minggu 26 Januari 2020.

Lebih lanjut Ketua umum Forum Komunkasi Doa Bangsa (FKDB) ini menyatakan jauh-jauh hari YPPDB sudah mempersiapkan anak didik untuk dapat meningkatkan skill compleks dan skill expert pada bidang study yang digeluti baik di SMP, SMA, SMK maupun pada tingkat yang lebih rendah sekalipun.

“Hal itu kami buktikan itu dengan terus eksis nya sekolah Doa Bangsa dengan sederet prestasi yang terus diraih,” jelasnya.

Zaki menuturkan, bagi insan YPPDB, apa yang dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui program “Kampus Merdeka” adalah satu pemacu bagi siswa-siswi kami.

“Seluruh pengurus YPPDB bisa mengembangkan personalized siswa sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Kami yakin YPPDB siap menyambut dan mengimplementasikan apa yang di harapkan oleh pemerintah saat ini,” demikian ujar Zaki.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim Jumat 24 Januari 2020 meluncurkan program kebijakan untuk perguruan tinggi. Program yang bertajuk “Kampus Merdeka” ini merupakan kelanjutan dari konsep “Merdeka Belajar” yang diluncurkan sebelumnya.

Program “Kampus Merdeka” bentukan mantan bos GoJek itu ada 4 program utama yakni; Pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan otonomi bagi perguruan tinggi negeri dan swasta untuk membuka program studi (prodi) baru. Nadiem mengatakan selama ini pembukaan prodi bukan hal mudah, padahal perguruan tinggi terus dituntut untuk menjawab kebutuhan industri.

Kedua, ke depan, program akreditasi bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang siap naik peringkat. Adapun akreditasi yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tetap berlaku lima tahun dan akan diperbarui otomatis.

“Bagi prodi yang dapat akreditasi internasional, dia akan secara otomatis mendapatkan akreditasi A dari pemerintah dan tidak harus melalui proses lagi di nasional,” ujar Nadiem di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat.

Ketiga, Nadiem mengatakan akan memberikan kemudahan perubahan status dari perguruan tinggi negeri satuan kerja (PTN-Satker) dan badan layanan umum (PTN-BLU) menjadi badan hukum (PTN-BH). Nadiem berujar, pemerintah akan membantu dan mempermudah perguruan tinggi yang ingin meraih status badan hukum.

Keempat, Kemendikbud akan memberikan hak magang tiga semester di luar program studi. Kebijakan ini akan memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi selama satu semester.

Perguruan Tinggi

Rektor Prof Ganefri Ph.D: Merdeka Belajar, dan Pembebasan PT dari Belenggu Birokrasi

Padang-Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. menyatakan kebijakan baru Mendikbud Nadiem Makarim merupakan wujud merdeka belajar, dan pembebasan perguruan tinggi dari belenggu birokrasi. Berkaitan dengan hal tersebut, Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menyatakan dukungan dan akan mengimplementasikan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kampus Universitas Negeri Padang tentang “Merdeka belajar, Kampus Merdeka”.

Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan hal tersebut kepada wartawan pada hari ini (26/1) di Kampus UNP Air Tawar Padang menanggapi beberapa kebijakan baru yang sudah diluncurkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

Menurut Rektor Prof. Ganefri, Ph.D., kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim tersebut sudah sejalan dengan Otonomi Perguruan Tinggi yang juga sedang disiapkan oleh Universitas Negeri Padang.

“Kebijakan baru Mendikbud tersebut merupakan kebijakan yang membebaskan perguruan tinggi dari belenggu birokrasi. Mudah-mudahan kebijakan baru Mendikbud ini akan mempercepat kemajuan dan kualitas pendidikan di perguruan tinggi,” jelas Rektor Prof. Ganefri, Ph.D.

Lebih lanjut Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. mengemukakan bahwa kebijakan Mendikbud ini juga tentulah akan berdampak pada pelaksanaan pendidikan di Universitas Negeri Padang secara khusus dan di perguruan tinggi pada umumnya seperti penyelesaian studi mahasiswa tepat waktu.

Selain itu, kata Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. kebijakan Mendikbud itu bisa juga berdampak kepada semakin pendek waktu tunggu mendapatkan pekerjaan.

“Terkait dengan kebijakan baru Mendikbud tersebut, sementara menunggu Permendikbud dan impelementasinya, Universitas Negeri Padang akan mempersiapkan panduan dan SOP untuk menerapkan kebijakan “Merdeka Belajar, Kampus Merdeja” dalam rangka penerapan Otonomi kampus. (ET)

Perguruan Tinggi

Wirid di FBS UNP: Memahami Hakikat Hidup di Dunia

Padang, Pilarbangsanews.com, — Marilah kita selalu bersyukur atas nikmat yang sudah dianugerahi Allah dan jika kita bersyukur maka Allah akan menambah lagi nikmat tersebut oleh Allah.

Demikian disampaikan oleh Ustad Dr. Muhd. Al Hafizh, M.A. pada kegiatan wirid bulanan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang yang dilaksanakan hari ini (10/1) di Musallah Al Amanah, Kampus FBS UNP Air Tawar Padang.

Dalam kegiatan wirid bulanan FBS UNP yang dilaksanakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris tersebut, Ustad Muhd. Al Hafizh menjelaskan .

“Dalam kehidupan kita dari pagi hingga saat ini sudah cukup banyak nikmat Allah yang kita peroleh seperti minum, makan, buang air besar dan kecil merupakan nikmat Allah yang sangat besar nilainya jika dikonversi secara ekonomis,” jelas Ustad Muhd. Al Hafizh yang juga merupakan dosen Jurusan Bahasa dan Sastra inggris FBS Universitas Negeri Padang.

Lebih lanjut Ustad Muhd. Al Hafizh menjelaskan tentang hakikat hidup di dunia. Artinya jelas Ustad Muhd. Al Hafizh, kita seharusnya memahami hakikat hidup di dunia karena hidup di dunia adala hidup yang teramat singkat tetapi amat menentukan masa hidup di akhirat.

“Sesungguhnya dunia ini adalah permainan dan bersendah gurau. Kita hidup di dunia ini sedang memiliki peran tertentu. Permainan itu memiliki masa tertentu yang artinya pula kita di dunia ini memiliki masa hidup sesuai jangka waktu yang ditentukan,” jelas Ustad Muhd. Al Hafizh.

Menurut Ustad Muhd. Al Hafizh, peran kita yang bermacam-macam itu di dunia sesungguhnya sudah ditentukan oleh Allah. Sepadan dengan itu, rezeki kita juga sudah ditentukan oleh Allah.

Lebih lanjut Ustad Muhd. Al Hafizh, menegaskan oleh karena itu, walaupun hidup kita di dunia adalah permainan dan juga peran kita sudah ditentukan oleh Allah, tetapi kita harus serius melaksanakan peran kita seperti yang diamanahi oleh Allah. (ET)

Perguruan Tinggi

Empat Orang Guru Besar Dikukuhkan Rektor UNP Prof Ganefri Ph.D

Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Dr. Ganefri, Ph.D. mengukuhkan 4 orang guru besar, Senin (6/1) dalam rapat senat terbuka bertempat di auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang. Keempat dosen yang dikukuhkan itu adalah Prof. Dr. Kamal Firdaus, M.Kes. dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Prof. Dr. M. Giatman, M.SIE. dosen Fakultas Teknik, Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd. dosen Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Ambiyar, M.Pd. dosen Fakultas Teknik. Kegiatan pengukuhan 4 orang guru besar ini di hadiri oleh pimpinan, anggota senat, dan dosen Universitas Negeri Padang.

Pada pengukuhan guru besar tersebut, Prof. Dr. Kamal Firdaus, M.Kes. dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Peran Fisiologi Olahraga pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga”.

“Apabila kita menginginkan pengetahuan tentang hubungan antara aktivitas jasmani dan kehidupan dapat dipahami, maka cara efektif adalah melalui pendidikan jasmani. Konsep fisiologi olahraga dapat diimplementasikan. Pengabaian ilmu fisiologi olahraga dalam pendidikan jasmani akan menjadi kesalahan besar dari semua insan pendidika,” jelas Prof. Dr. Kamal Firdaus, M.Kes.

Selanjutnya Prof. Dr. M. Giatman, M.SIE. dosen Fakultas Teknik menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Manajemen Proyek dan Tantangannya Menuju Era Revolusi Industri 4.0”.

“Manajemen proyek merupakan salah satu bidang keahlian yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan proyek jasa konstruksi bangunan. Dengan mengembangkan sistem pengelolaan proyek konstruksi melalui implementasi Building Information Modeling terbukti telah mampu memperbaiki efektivitas dan efesiensi kerja konstruksi secara signifikan,” jelas Prof. Dr. M. Giatman, M.SIE.

Selanjutnya Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd. dosen Fakultas Ilmu Pendidikan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Bencana di Sekolah Dasar Provinsi Sumatera Barat”.

“Keberadaan kurikulum muatan lokal berbasis bencana di Sekolah Dasar Sumatera Barat adalah suatu yang krusial dan mendesak diadakan dalam kerangka atau suatu bagian yang integral dari sistem pendidikan nasional. Bencana gempa bumi kemungkinan terjadi tetap ada, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Dengan demikian korban yang ditimbulkan sebagai dampak atau resiko bencana dapat dihindari,” jelas Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd.

Berikutnya Prof. Dr. Ambiyar, M.Pd. dosen Fakultas Teknik menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Inovasi Asesmen dalam Pendidikan Kejuruan pada Abad 21”.

“Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kebijakan untuk menggunakan asesmen HOTS di sekolah juga menjadi prioritas dalam pendidikan. Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dilaksanakan di sekolah perlu dilakukan asesmen yang sesuai. Oleh karena alat penilaian untuk pembelajaran HOTS juga menjadi prioritas. HOTS dapat dianalisis dan dinilai melalui berbagai kerangka kerja dan taksonomi pendidikan,” jelas Prof. Dr. Ambiyar, M.Pd. (ET)

Perguruan Tinggi

Pimpinan UNP Ikuti Lokakarya Kepemimpinan Perguruan Tinggi

Padang, Pilarbangsanews.com,– Kegiatan lokakarya kepemimpinan perguruan tinggi pada era 4.0 adalah kesempatan yang amat penting untuk memahami persoalan kepemimpinan bagi pimpinan bagi Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Asisten Direktur, Ketua dan Sekretaris Lembaga, Kepala Biro di Universitas Negeri Padang karena untuk menjadi pemimpin di perguruan tinggi selama ini hanya dipelajari secara otodidak.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. dalam sambutannya pada pembukaan Lokakarya Kepemimpinan Perguruan Tinggi Era 4.0 pada hari ini (27/12) di Ruang Sidang Senat UNP, Kampus Air Tawar Padang.

Lebih lanjut, Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. agar pemimpin yang baru dilantik pada tahun 2019 ini mendapatkan wawasan pengelolaan perguruan tinggi dihadirkan Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro.
“Bagaimana mengelola perguruan tinggi pada era revolusi industri yang makin cepat dan kementerian sudah memulai kebijakan dengan merdeka belajar dan memberikan otonomi seluas-luasnya kepada perguruan tinggi,” jelas Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D.

Lebih lanjut, Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. menjelaskan bahwa untuk itu perguruan tinggi dan pejabat perguruan tinggi harus bertanggung jawab untuk melahirkan berbagai inovasi baru. Bagaimana cara melahirkan inovasi baru untuk menghadapi berbagai tantangan pada masa datang perlu wawasan pengelolaan perguruan tinggi.

“Pemimpin di perguruan tinggi pada masa saat ini harus mampu membuat terobosan baru dan melahirkan ide serta gagasan baru untuk menghasilkan lompatan-lompatan yang lebih cepat lagi untuk memajukan Universitas Negeri Padang menghadapi era revolusi 4.0,” jelas Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. (ET)