Menampilkan: 1 - 10 dari 16 HASIL
Pertanian

Babi Menyerang Tanaman, Petani Lapor ke PORBBI Payakumbuh

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Disaat pandemi Corona seperti ini, keadaan sudah semakin sulit dan keadaan masyarakatpun sudah semakin susah. Seperti dilaporkan Ketua Kelompok Tani Balik Saiyo, Asrinaldi yang datang kepada pengurus Persatuan Olahraga Buru Babi Indonesia (PORBBI) Robby Setiady bersama penasehat PORBBI Pelda Johan Harefa, Senin (14/12).

Menurut mereka, tanaman ubi, padi, serta sayuran yang ditanam warga sudah banyak dirusak dan dimakan hama babi. Mereka meminta melalui pengurus dan penasehat PORBBI Kota Payakumbuh agar anggota PORBBI bisa bekerja sama dengan mereka untuk membasmi hama babi yang sudah semakin banyak dan meresahkan para petani kami yang berada di Baliak Kelurahan Payolansek, Kecamatan Payakumbuh Barat yang berbatasan langsung dengan Nagari Sungai Beringin, Kabupaten Limapuluh Kota.

Mendapat laporan warga, apa lagi tentang ketahanan pangan yang terus digalakkan pemerintah saat ini pengurus dan penasehat PORBBI berjanji dalam waktu dekat ini akan segera mengumpulkan para anggota peburu babi untuk membasmi hama babi tersebut dengan tidak melupakan protap Covid-19 yang saat ini sedang juga menjadi wabah bagi kesehatan manusia saat ini.

“Mudah mudahan dengan kordinasi kita bersama dan didukung oleh semua pihak kegiatan ini bisa terlaksana,” ujar Robby Setiady didampingi Pelda Johan Harefa.

Menurut Robby, saat ini pengurus juga sudah langsung turun kelapangan untuk melihat kerusakan tanaman warga yang rusak akibat hama babi tersebut sekitar kurang lebih 1.5 hektar.

“Karena memang untuk saat ini kegiatan warga untuk menopang hidup dengan bertani dan bercocok tanam. Selain tanaman ubi, tanaman kami seperti sayuran dan padi kami juga rusak,” ujar Rian pemilik perkebunan di daerah Balik, Kelurahan Payolansek. (wba)

Pertanian

Jaga Fluktuasi Harga, Pemko Payakumbuh Dukung Aspartan

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Kelompok/Asosiasi Tani di Kota Payakumbuh terus bergerak untuk mendekatkan langsung petani dengan konsumen tanpa perantara (toke) yang selama ini terjadi. Bergerak secara mandiri, Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan rutin dalam menjual hasil produk taninya langsung ke konsumen yang berlangsung di Simpang Empat Koto Panjang Lamposi pada hari Kamis dan di Terminal Agribisnis Kelurahan Koto Panjang Payobasung pada hari Jumat dalam setiap minggunya.

Ketua Aspartan Mawardi dari Sub Terminal Agribisnis (STA) Koba Jaya menyampaikan jika selain untuk pendistribusian/pemasaran produk tani secara langsung, program ini juga bertujuan mampu untuk mengatasi fluktuasi harga yang sering terjadi di tingkat petani.

“Pasar tani merupakan salah satu jalur pemasaran produk pertanian yang lebih ringkas. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, masih banyak petani yang belum mengetahui bagaimana cara memasarkan dengan efektif. Dengan pasar tani yang sudah berdiri sejak 2013 ini, kita akan mewujudkan keinginan petani selama ini yang ingin hasil produk taninya dapat dijual langsung tanpa perantara tentunya”, ungkap Mawardi saat dihubungi media, Sabtu (21/11).

Mawardi turut menyampaikan bahwa Aspartan baru siap menerima bantuan berupa Tenda dan Bentor selama tahun 2020 dari Dinas Pangan Provinsi Sumatra Barat dan Bank Indonesia.

“Alhamdulilah, pada tahun 2020 Aspartan telah menerima bantuan 4 buah Tenda guna pendirian gerai fisik bagi petani untuk berdagang langsung dan juga bantuan 1 unit Becak motor untuk penggunaan kelancaran pendistribusian hasil petani ke konsumen langsung,” ucapnya.

Tidak hanya Mawardi, ketua Asosiasi STA Kota Payakumbuh Sharman juga turut dihubungi media untuk mendengarkan pendapat dari Ketua STA itu tentang keberadaan pasar tani di kota Payakumbuh yang dikelola oleh Aspartan Kota Payakumbuh.

“Keberadaan pasar tani yang digerakan Aspartan ini terbukti turut menjaga keberlangsungan konsumsi pangan masyarakat, terutama dimasa pandemi Covid-19 saat ini, yang terkhususnya pangan yang berbasis hortikultura,” ungkap Sharman.

Turut berharap dengan adanya pasar tani, Sharman menyampaikan nantinya masyarakat dapat lebih memilih dan mencintai produk dalam negeri. Selalu mengedepankan produk pertanian lokal dengan upaya-upaya untuk terus meningkatkan kualitas dari produk lokal tersebut. Terbukti, produk kita unggul, sehat dan memang diperlukan bagi tubuh kita yang utamanya untuk menjaga imunitas agar dapat terhindar dari penularan wabah Covid-19 saat ini,” ujarnya.

Mendukung hal tersebut, Pemerintah kota Payakumbuh melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Rozi Aleni turut mendukung Aspartan dalam mengembangkan dan meningkatkan pasar tani.

Program pasar tani yang sudah kita mulai sejak dari tahun 2013 ini bertujuan untuk memberikan gairah bagi para petani dalam kegiatan usahanya.

“Pemko sangat mendukung atas keberlangsungan pasar tani ini, karna dengan adanya pasar tani maka lebih mudahnya ditemukan produk tani ini langsung oleh konsumen, dan juga hasil produk tani yang dijual ini tentunya segar dan fresh”, ucap Rozi yang juga turut dihubungi media.

Berbagai strategi diupayakan untuk mengembangkan pasar tani agar lebih dikenal masyarakat luas. Hal ini tidak lepas dari perhatian masyarakat luas agar membantu perekonomian para petani lokal.

“Kami terus mengidentifikasi sekaligus memberikan pembinaan sesuai dengan standar petani. Kami juga mengajak para petani agar bisa mandiri kemudian menyalurkan produknya kepada konsumen dengan menyerap permintaan konsumen,” ujarnya melanjutkan.

Selain dalam bentuk gerai fisik, Rozi ingin kedepannya di era digital saat ini , Aspartan dengan pasar tani juga dapat berinovasi dalam bentuk menyediakan platform online yang langsung menghubungkan antara penjual dengan konsumen. (wba).

Pertanian

Erwin Yunaz Dukung Kegiatan Sekolah Lapangan Tani Cabai

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Wakil Walikota Erwin Yunaz hadir dalam kegiatan Sekolah Lapangan (SL) yang diadakan Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Senin (02/11/2020). Sekolah Lapangan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta merubah sikap petani akan metode pertanian khususnya dalam melakukan usaha budidaya cabai.

SL ini diawali dengan kegiatan pemberian materi secara teoritis yang kemudian didiskusikan tentang teknis pelaksanaan budidaya cabai mulai dari penyediaan dan pengolahan lahan, pemilihan jenis bibit atau benih cabai yang akan digunakan, teknik pemupukan hingga teknik pengendalian hama.

Kegiatan dikoordinasi oleh Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Sesdefri Mahyuni yang menghadirkan langsung narasumber yang telah berpengalaman di bidang pertanian.

Wakil Wali Kota Payakumbuh H. Erwin Yunaz, SE, MM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah langkah strategis bagi kemajuan pertanian kota Payakumbuh dan dapat memacu perkembangan perekonomian kota Payakumbuh itu sendiri. Selain itu produksi cabai dapat berpeluang menjadi bahan baku untuk proses pembuatan rendang.

“Cabai-cabai yang berkualitas bisa kita jadikan sebagai bahan untuk proses pembuatan Rendang, karena proses membuat Rendang juga membutuhkan cabai yang berkualitas tinggi yang harus mengutamakan rasa”, ungkap Erwin.

Wawako Erwin Yunaz juga menambahkan bahwa budidaya tanaman cabai tersebut dapat dibuatkan menjadi sebuah sentra pengelolaan cabai, sama seperti sentra rendang, sentra tenun, dan sentra lainnya yang ada di kota Payakumbuh. “Bisa nantinya kita buatkan sentra pengolahan cabai, silahkan dirancang bagaimana produksinya, pengolahannya, serta pemasarannya”, tutur Erwin.

Dijumpai di lokasi, Penyuluh Pertanian Sesdefri Mahyuni mengungkapkan bahwa kegiatan sekolah lapang (SL) ini bertujuan untuk membina, memberi pengajaran, serta ilmu kepada para petani agar dapat mengolah lahan dengan baik serta bermanfaat sebaik mungkin. “Kami menyediakan lahan untuk praktek, kemudian para petani akan mengaplikasikan ilmu yang di dapat ke lahan masing – masing”, kata Sesdefri.

Selain itu, Sesdefri juga menyampaikan bahwa pengelolaan lahan pertanian bukan hanya berfokus kepada budidaya tanaman cabai saja, namun pengelolaan juga akan ditargetkan kepada komoditi bawang dan jamur. “Selain budidaya tanaman cabai ini, kita juga menargetkan adanya tanaman bawang berjalan seiringan dengan tanaman cabai”, ujar Sesdefri. (wba).

Pertanian

Meski di Lemhanas Prof Reni Tetap Jadikan Pertanian Skala Prioritas

Jakarta, PilarbangsaNews

Menjadi Deputi Strategis Lemhanas RI, Prof DR Reni Mayerni selain mampu menjalankan tugas dan fungsinya. Juga Guru Besar Pertanian Unand ini tetap menjadikan pertanian skala prioritas dalam setiap gerak langkahnya..

“Indonesia bagaimana pun adalah negara agraris negeri subur yang membenatang dari Sabang sampai Merauke, apapun kebijakan Pertanian tetap menjadi landasannya” ujar Reni kepada media di Sumbar lewat pesan Whatsapp usai jajaran Lemahnas RI bertemu Presiden Joko Widodo, Selasa (15/9) di Istana Negara Bogor.

Saat pertemuan Gubernur Lemhanas RI dan jajaran dengan Presiden Joko Widodo, Presiden usulkan untuk merubah budaya pertanian menuju mekanisasi yang modern dan feasible agar mampu bersaing global.

“Seperti kajian yang diusulkan Lemhanas yaitu masyarakat Indonesia jangan membuang-buang makanan (food waste) yaitu memperkuat budaya baru untuk menghargai makanan dengan menyantap habis makanan yang sudah diambil. Karena salah satu cara mewujudkan ketahanan pangan Nasional,” ujar Presiden Joko Widodo saat menerima Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo, yang memimpin tim kajian ketahanan pangan nasional Lemhannas RI dalam rangka memberi masukan kepada pemerintah, di Istana Bogor.

Usul kajian ketahanan pangan di Lemhannas RI dan para pakar di bidangnya sesuai dengan kaidah pengkajian Lemhannas yang diselenggarakan pada dua bulan terakhir.

Hadir pada pertemuan dengan Presiden kemarin tim kajian selain Prof DR Reni Mayerni juga Prof. DR. Ir. Dadan Umar Daihani DEA (Tenaga Profesional Bidang SKA dan Tannas Lemahannas RI) dan IKAL PPSA XXI yang terdiri dari Komjen Pol (Pur) Arif Wachjunadi (Ketua IKAL PPSA XXI), Komjen Pol Firli Bahuri (Ketua KPK), Marsdya TNI Wieko Syofyan (Wagub Lemhannas RI), Letjen TNI Eko Margiyono (Pangkostrad), Marsdya TNI Donny Ermawan (Sekjen Kemenhan), dan Edi Permadi (Tenaga Profesional Bid. SKA Lemhannas).

Menurut Reni Mayerni kepada media, sesuai arahan Gubernur Lemhanas RI untuk menjaga ketahanan pangan berbasiskan pertanian diperlukan tiga langkah.

“Langkah jangka pendek, harus ada pola pikir dari hilir ke hulu, apa yang dibutuhkan kuliner di masing daerah maka itu yang ditanam,” ujar Reni.

Kedua untuk jangka pendek ini menurut Reni yang juga Sekjen DPP IKA Unand jangan ada makanan bersisa. “Karena pada makanan tersisa itu ada rezeki orang lain yang tidak makan di sana. Masyarakat yang kena PHK dan milinial harus diajak untuk bertani yang tidak konvensional dan dalam hak tertenu harus sesuai dengan keunggulan pertanian lokal,” ujarnya.

Sedangkan untuk langkah menengah kata Reni masyarakat diharapkan menggarap lahan-lahan terlantar. “Banyak di berbagai daerah tanah kosong yang ditumbuhi semak dan ilalang, kalau masyarakat mau, itu bisa digarap dan ditanami sayur mayur, tanaman hortikultura dan palawija dan penggarapan lahan kosong itu harus sesuai semangat kearifan lokal di setiap daerah,” ujarnya.

Sedangkan untuk langkah panjang agar ketahanan pangan nasional kuat, kata Reni Mayerni seperti apa dicanangkan pemerintah, yang juga ditegaskan Presiden Joko Widodo yaitu membuka sentra-sentra pertanian baru sebagai model dan sumber pangan yang modern.

“Saya optimis kalau ini diterapkan bagaimana pun kondisi krisis bangsa, ketahanan pangan Insya Allah tetap terjaga,” ujar Reni. (rel/gk)

Pertanian

Personel Pamtas Yonif 125 Dampingi Kelompok Tani di Kampung Toray

Merauke, PilarbangsaNews

Kepedulian dan kedekatan personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa dengan warga perbatasan terlihat saat melakukan pendampingan Kelompok Tani dalam memelihara dan merawat tanaman di Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (3/9/2020).

Diungkapkan Dansatgas, lima orang personel Satgas Yonif 125/Simbisa dari Pos Toray dipimpin langsung oleh Danpos Letda Inf Bambang Suprapto mendampingi dan membantu “Kelompok Tani Cocaigrice” untuk memelihara dan merawat tanaman sawi dan tomat.

“Kegiatan ini mencerminkan wujud kepedulian dan kedekatan antara Satgas dengan warga binaan Pos masing-masing di wilawah perbatasan RI-PNG,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, beberapa waktu yang lalu Satgas bekerja sama dengan Penyuluh Peternakan Lapangan dan Penyuluh Pertanian Lapangan Distrik Sota telah memberikan penyuluhan cara penyemaaian bibit sayuran dan penanaman, sehingga kegiatan ini merupakan pendampingan lanjutan.

“Satuan asal kami di Sumatera Utara memang merupakan daerah pertanian sayur-sayuran, sehingga tidak ada salahnya kita saling berbagi pengalaman. Semoga dengan pendampingan ini, warga semakin antusias dan lebih paham tentang metode bercocok tanam sehingga hasil panennya semakin melimpah,” tutur Dansatgas.

Sementara itu, Petrosina Kapaiter (46 th) anggota “Kelompok Tani Cocaigrice” menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel Satgas yang telah mendampingi dan mengajari mereka merawat tanaman. “Terima kasih bapak-bapak Satgas atas kepeduliannya kepada kami. Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak-bapak sekalian,” ucapnya.

Demikian disampaikan oleh Papen Satgas Yonif 125/Simbisa, Lettu Chk Juspindeli Girsang. (Din)

Pertanian

Wujudkan Ketahanan Pangan, Koramil 0910-04/Pujungan Tanam Jagung

Kalimantan Utara, PilarbangsaNews

Koramil 0910-04/Pujungan, Kodim 0910/Malinau bersama warga melakukan penanaman jagung manis di lahan milik Kades Long Arang, Kecamatan Pujungan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Minggu (30/08/2020).

Danramil 0910-04/Pujungan, Kapten Inf M Sutiono yang ikut terjun langsung kelapangan mengatakan bahwa program ketahanan pangan ini sasarannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan maupun warga Koramil itu sendiri.

Lebih lanjut Sutiono mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan/pekarangan kosong untuk menanam pisang, sayur-sayuran, keladi, jagung, dan padi.

“Lahan tidur bisa diaktifkan dan dimanfaatkan kembali untuk di tanam berbagai tanaman kebutuhan pokok,” tuturnya.

Disamping itu, Sutiono juga memerintahkan para Babinsa untuk mengajak masyarakat binaannya melakukan hal serupa sebagai upaya menggalakkan ketahanan pangan di Masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. (Ezl)

Pertanian

Prospek Petani Jagung di Payakumbuh Menjanjikan

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Kesempatan besar menanti petani jagung di Payakumbuh yang tak perlu pusing-pusing memikirkan kemana memasarkan produk pertanian mereka itu. Hal ini dimulai dari Kelompok Tani Padang Beringin Talao, Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kenagarian Koto Panjang Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina).

Pada hari Selasa (11/8), disaksikan langsung oleh Wali Kota Riza Falepi dilakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) kemitraan kelompok tani dengan pengusaha ternak unggas di nagari setempat.

Ini merupakan tindak lanjut atas inisiasi yang dilaksanakan Wali Kota Riza Falepi dan Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah saat usai peresmian kampung tangguh Covid-19 di Koto Panjang beberapa waktu lalu.

Wako Riza Falepi mengapresiasi Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah yang sekaligus pelaku peternak unggas yang telah menyetujui kontrak kerjasama dengan kelompok tani, dimana harga jual jagung yang dibeli sudah jelas tertera sesuai dengan kontraknya, sehingga ada kepastian bagi petani.

Riza berharap jangan sampai ada lahan pertanian yang kosong dan tidak termanfaatkan di Payakumbuh. Riza memaparkan persoalan jagung ini banyak, ada disaat pasca panen apabila kalau jagung yang dijual harus memenuhi syarat kekeringan tertentu.

“Kadang saat kita menjemur jagung, tidak merata keringnya, sedangkan permintaan pasar harus diperhatikan betul kualitasnya. Untuk membantu kelompok tani, saya sudah perintahkan kadis pertanian untuk membeli alat pengering berkapasitas 3 ton, letaknya di terminal agro. Insyaallah di anggaran tahun depan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 10 ton,” kata Riza.

Wali kota dua periode itu juga mendorong petani agar mengasuransikan tanaman mereka. Untuk merealisasikannya mereka dapat berkoordinasi dengan dinas pertanian melalui penyuluh pertanian. Bahkan untuk asuransi ini sudah dianggarkan di APBD Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas Pertanian Depi Sastra mengatakan pengusaha ternak unggas petelur dapat bermitra dengan petani jagung, artinya sudah ada pasarnya. Hari ini, karena kebutuhan pakan yang cukup tinggi, peternak bahkan sampai mengimpor, untuk memenuhi kebutuhan itu kelompok tani didorong memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jagung disamping menanam komoditas lain seperti cabe dan bawang.

“Biasanya petani enggan menanam jagung karena harga yang tak menentu dan pasar yang tak jelas. Untuk Payakumbuh lebih cocok menanam bibit jagung jenis Pioner 32, dengan masa tanam hingga panen selama 4 bulan karena peternak memang menyukai kualitas jagung Pioner 32 ini,” ungkap Depi Sastra.

Bibit bantuan dinas telah disediakan di anggaran perubahan, sementara adapun MoU antara pengusaha unggas dan kelompok tani ini, mereka membantu meminjamkan dana pembelian bibit kedepannya. Nanti saat panen pinjaman dibayar, istilah pertaniannya namanya yarnen atau dibayar panen.

Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah menyebut kebutuhan jagung peternakannya 10 Ton perhari, sementara kebutuhan Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota 400 Ton. Petani Payakumbuh belum bisa memenuhi permintaan ini, sehingga peternak harus membeli jagung ke Pasaman dan Lampung, bahkan ada mengimpor dari Malaysia.

“Sebagusnya bila ada lahan-lahan kosong dipotensikan menanam jagung. Berkebetulan dengan adanya program ketahanan pangan Covid-19. Ide ini bersama wali kota kita gagas, mudah-mudahan perekonomian bisa meningkat dengan menggalakkan menanam jagung ini, pasarnya kan juga sudah jelas, imbasnya, bila ekonomi menjadi meningkat maka mutu pendidikan juga akan bagus,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Latina David Bachri mengatakan dengan diajaknya petani bergabung dan bermitra dengan peternak unggas ini, semoga dapat dicontoh oleh kelurahan lain di Latina. Dimana pencanangan di Koto Panjang ini menjadi langkah awalnya.

“Dengan tujuan akhirnya tak ada lagi lahan kosong di Latina. Kelompok tani menjadi produktif, tak terlunta-lunta menjual produknya karena memang dibutuhkan oleh peternak kita, ini akan menjadi bisnis menggiurkan bagi petani jagung, tak akan sulit, apalagi pemko juga memberikan asistensi,” pungkas Camat.

Field Day menanam jagung itu turut dihadiri Kadis Ketapang Edvidel Arda, Dandim 0306/50 Kota diwakili Danramil 01/Pyk Mayor T. Barus, Kapolres diwakili Kanit Binmas AKP Taufik, penyuluh pertanian, kelompok tani nelayan andalan (KTNA), peternak unggas, dan tokoh masyarakat nagari setempat. (wba).

Pertanian

Panen Jagung Hibrida, Bupati Dukung Pertanian dengan Inovasi Teknologi

Bengkulu Utara, PilarbangsaNews

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian), Kementerian Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu menggelar panen jagung hibrida varietas unggul baru (VUB) berpotensi hasil tinggi bersama Bupati Bengkulu Utara dan Kelompok Tani di Desa Aur Gading, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, Rabu (05/08).

Panen jagung di lahan seluas 5 hektar itu merupakan display VUB jagung hibrida kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Utama Kementan yang dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Bengkulu pada tahun 2020.

Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu melalui Kasie Kerjasama Pelayanan Pengkajian, Dr. Shannora Yuliasari, S.TP., MP dalam sambutannya mengungkapkan bahwa jagung hibrida varietas NASA 29 merupakan bertongkol ganda dengan potensi hasil hingga 13,5 ton/ha yang dirilis tahun 2017, sedangkan varietas JH 37 selain potensinya tinggi hingga 12,5 ton/ha, juga memiliki akar kuat sehingga tahan rebah.

“Bapak Bupati, perlu kami laporkan bahwa kegiatan display jagung hibrida ini bertujuan sebagai media untuk membuktikan kepada petani, bahwa varietas unggul baru (VUB) Balitbangtan hasil karya anak bangsa mampu berproduksi tinggi. Keempat varietas, JH 27, JH37, JH 45 sama Nasa 29 tersebut selain toleran kekeringan juga provitasnya tinggi, dengan rata-rata provitas mencapai 12-13,6 ton per hektar, Benih jagung VUB Balitbangtan ini tersedia di Unit Pelaksana Tugas (UPT) Balitbangtan lainnya yaitu Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros,” ujarnya.

Shannora yang akrab dipanggil Rara ini menambahkan, diseminasi adalah ajang promosi produk Litbang kepada petani langsung, sehingga setiap produk yang didiseminasikan perlu menampilkan kelebihannya. Tidak hanya jagung, kegiatan diseminasi ini berlaku untuk semua varietas unggul baru yang baru termasuk padi gogo dilepas oleh Balitbangtan agar segera dan sampai ke tangan ke petani.

“Display ini selain memperkenalkan VUB jagung dan padi gogo, juga memperkenalkan sistem tanam tumpangsari tanaman yang dikenal dengan sistem tanam TURIMAN kepada petani. Keunggulan sistem tanam ini antara lain, efisiensi lahan dan peningkatan indeks pertanaman. Dengan rekayasa jarak tanam, sistem tanam pada teknologi TURIMAN dapat mempertahankan populasi seperti sistem tanam monokultur,” tutupnya.

Produktivitas jagung hasil panen tersebut mencapai lebih dari 6,3 ton/ha. Meski masih dibawah potensinya sebesar 12-13,6 ton/ha, namun hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan produktivitas eksisting petani yang baru mancapai rerata kisaran 4-5 ton/ha.

Bupati Mian menyambut baik prakarsa pihak BPTP Bengkulu yang telah mendukung dan mendorong program pembangunan pertanian di Kabupaten Bengkulu Utara. Bupati Bengkulu Utara berharap agar varietas dan teknologi yang telah dikenalkan oleh BPTP Bengkulu ini dapat terus dimanfaatkan oleh petani. “Harapannya kerjasama dengan Badan Litbang Pertanian dan BPTP Bengkulu ini dapat terus berlanjut sehingga penyuluh dan petani di Kabupaten Bengkulu Utara semakin banyak yang memperoleh manfaat dari penerapan inovasi Balitbangtan”. katanya.

Mian berpesan kepada petani agar terus meningkatkan etos kerja dan merubah mindset dari pemalas menjadi kerja keras karena petani merupakan garda terdepan sebagai pejuang pangan. Ditambahkan Mian, Kecamatan Kerkap merupakan salah satu dari empat kecamatan yang telah ditetapkan sebagai lumbung pangan di Kabupaten Bengkulu Utara.

“Mohon lahan pertanian jangan dialih fungsikan. Saya sebagai Bupati siap mensuport para petani agar terus meningkatkan produktivitas lahan, infrastruktur seperti irigasi dan jalan usaha tani yang bermasalah silahkan laporkan dan diajukan proposalnya, insya Allah kita anggarkan,” tegasnya.

Pada kesempatan panen bersama, hadir beberapa kepala OPD lingkup Kabupaten Bengkulu Utara antara lain Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PUPR, Camat Kecamatan Kerkap, Kapolsek, Korluh, Kades Aur Gading, serta kelompok tani.

Setelah panen bersama, BPTP Balitbangtan Bengkulu juga berkesempatan menyerahkan paket eucalyptus kepada Bupati Bengkulu Utara, yang merupakan produk inovasi lainnya dari Balitbangtan yang sedang menjadi trending topic di masa pandemi Covid-19. (Relis/Salut)

Pertanian

Riza Falepi Canangkan Tanam Padi Serentak

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Dalam rangka peningkatan produktifitas dan produksi padi nasional, Wali Kota Riza Falepi bersama Kelompok Tani Tembok Jua dan Simumbai di Lingkungan Payolinyam Kelurahan Tigo Koto Dibaruah melaksanakan percepatan tanam dan tanam serentak di Kota Payakumbuh yang dimulai di Kecamatan Payakumbuh Utara, Rabu (22/7) siang.

Pada kesempatan itu hadir Kepala Dinas Pertanian Depi Sastra, Camat Payakumbuh Utara Desfitawarni, Ketua KAN ARP DT. Patiah Baringek, Lurah, tokoh masyarakat dan penyuluh pertanian se Kecamatan Payakumbuh Utara.

Pencanangan panen serentak ini secara simbolis ini dilaksanakan di sawah milik Ermawita, padi jenis Bujang Marantau di sawah seluas dua lupak. Pada panen terakhir bulan Juni, didapat hasilnya sekitar 800 Gantang atau lebih dari 2 Ton. Hasil padi jenis ini lebih banyak, biayanya murah, perawatannya mudah, dan berasnya enak, berdasarkan keterangan Ermawita selaku pemilik sawah.

Wako Riza Falepi mengatakan lahan-lahan pertanian jangan sampai dibiarkan kosong dan tidak termanfaatkan, fungsinya untuk membangun kesejahteraan petani. Wali kota dua periode itu juga mendorong petani agar mengasuransikan tanaman ke dinas pertanian, karena nanti kalau misalnya hasil pertanian gagal, ada penggantinya, ini sudah dikerjasamakan dengan pusat, bahkan disubsidi oleh Pemko melalui APBD.

“Program tanam serentak ini dilaksanakan agar bagaimana meningkatkan kualitas, dengan potensi sawah-sawah warga yang cukup yang luas, tentu hasilnya dapat maksimal agar ada peningkatan perekonomian selain dikonsumsi.

“Proses menuju kenaikan produksi ini, kita pikirkan bersama. Untuk menjaga ketahanan pangan secara nasional, ada kontribusi petani disana. Jangan sampai kita punya sawah namun kelaparan, rugi sekali rasanya,” tukuk Riza.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh menyebut penanaman ini akan digelar di seluruh kecamatan di Payakumbuh, anjuran dinas agar warga menanam padi jenis yang sama, namun bila terkendala ketersediaan benih, maka ditanam jenis padi yang tidak lama waktu tunggu hingga panennya.

Tahun 2019 jumlah produksi padi kota Payakumbuh sebesar 39.800 ton atau setara 22.125 ton beras. Jumlah ini sudah melebihi kebutuhan konsumsi seluruh masyarakat Kota Payakumbuh. Dengan total jumlah panen keseluruhan tersebut, hanya 66% atau sekitar 14.590 ton beras yang digunakan untuk konsumsi masyarakat Kota Payakumbuh.

Program tanam serentak ini adalah upaya meningkatkan produktifitas padi untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan. Langkah yang dilakukan pemerintah salahsatunya melalui gerakan ini, artinya tidak membiarkan lahan terhenti berproduksi.

“Dinas akan membantu memfasilitasi dengan alat pertanian nanti. Sementara Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) bersama Dinas PUPR untuk mengatasi masalah air,” kata Depi Sastra.

Selain itu, ada lagi manfaatnya dengan menanam serentak, dapat mengurangi dan mengatasi mata rantai hama dan penyakit tanaman, biasanya untuk ini dibutukan gotong royong mengerjakannya, apalagi bakal tambah efektif menggunakan alsintan.

Dinas Pertanian juga memfasilitasi permodalan petani dengan kredit usaha rakyat (KUR), asuransi usaha tanaman padi (AUTP), serta asuransi usaha tanaman jagung.

“Padi adalah produksi pangan trategis sementara jagung memiliki prospek yang baik dikembangkan karena petani jagung dapat bermitra dengan peternak untuk menjual hasilnya, secara kontiniu, kalau mau lihat kebun percontohan ada di Padang Kaduduak,” ungkap Depi Sastra. (wba).

. Pertanian

Honor Penyuluh Pertanian Dibawah UMR Mendapat Tanggapan dari Ketua DPRD Sumbar

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Tidak kurang 30 orang penyuluh pertanian di Kota Payakumbuh, bertatap muka langsung dengan Ketua DPRD Sumbar, Supardi pada Senin (29/6) pagi hingga siang. Pertemuan yang berlangsung di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Payakumbuh di kelurahan.Balai Jaring, kecamatan Payakumbuh Timur itu, juga dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian Sumbar serta Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh.

“Alhamdulillah, ini sangat langka, bisa bertatap muka langsung dengan Ketua DPRD Sumbar. Dalam pertemuan ini, fokus menyampaikan menyangkut masalah pertanian dan memperkuat penyuluh melalui regulagi untuk meningkatkan hasil tani pada masyarakat. Dan juga sebagai sinergi program antar pertanian di Sumbar dengan daerah,” terang Depi Sastra Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh.

Dikatakan Depi, di Kota Payakumbuh sendiri terdapat 94 orang penyuluh pertanian. Yaitu terdiri dari 30 berstatus ASN, 19 Tenaga Harian Lepas (THL) dan sisanya merupakan penyuluh swadaya. Kemudian, untuk kelompok tani, terdapat sebanyak 289 kelompok.

“Satu penyuluh, rata-rata mengkoordinatori 10 sampai 15 kelompok tani. Jumlah penyuluh ini dengan jumlah kelompok tani sebenarnya tidak imbang. Ini salah satu permasalahan yang kita hadapi,” ucapnya.

Kemudian, satu persatu penyuluh pertanian menyampaikan aspirasi ke Supardi. Yaitu terkait honor bagi THL yang jauh dari UMR serta berharap adanya dana talangan dari Pemprov Sumbar untuk membantu petani penghasil komoditi unggulan yang rugi panen.

Terkait itu, Ketua DPRD Sumbar akan berupaya mewujudkan keluhan dari penyuluh pertanian di lapangan tersebut. Kata Supardi, untuk honor THL, memang seharusnya ada tambahan dari pemerintah di propinsi. “Tanggung jawab penyuluh yang THL ini memang berat, mereka juga sebagai ujung tombak dalam meningkatkan hasil pertanian. Tetapi honor yang mereka terima memang jauh dari UMR. Karena itu ini perlu kita perhatikan secara serius,” terang Supardi.

Terkait dana talangan, sudah ada upaya yang dilakukan dirinya yaitu dengan membentuk pinjaman lunak tanpa bunga dan tanpa administrasi yang berbelit. “Program pinjaman lunak bagi petani ini, sudah kita bicarakan dengan BI serta OJK. Ada sekitar 5600 petani yang bisa dipinjamkan melalui program ini. Tetapi harus ada juga komitmen dari kota kabupaten dalam membantu petani. Selain itu kita masih menunggu regulasi yang pas untuk pinjaman lunak Pemprov ini,” terang Supardi.

Selain itu, Supardi mengakui banyak program-program pertanian di Sumbar yang tidak terealisasi. Hal itu disebabkan banyaknya anggaran tersedor untuk penanggulangan Covid-19. “Sebenarnya, tahun ini pertanian adalah prioritas utama kita di DPRD. Sudah ada anggaran yang disediakan. Tetapi, karena pandemik Covid, anggaran banyak tersedot kesana,” ucap Supardi.

Kata Supardi, Sumbar saat ini sedang dalam keseriusan memikirkan pasca pandemik. Terutama fokus ke new normal termasuk masalah pertanian. “Pertanian, telah menyelamatkan masyarakat.Yang tidak terlalu tergerus oleh Covid adalah sektor pertanian. Karena itu, pertanian perlu diperkua,” katanya.

Ketua DPRD Sumbar tersebut mengatakan, DPRD sudah menyusulkan recofusing dalam peningkatan kemandirian termasuk untuk pertanian “Recofusing ekonomi benar-benar terdata, pertanian mendapatkan prioritas di DPRD untuk bisa lebih terkonsentrasi pada anggaran perubahan 2020 nanti,” terang Supardi.

Kemudian, politisi Gerindra tersebut akan membawa seluruh masukan serta keluhan dari penyuluh pertanian ini untuk di bahas di DPRD Sumbar. (wba)