Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 1 - 7 dari 7 HASIL
. Pertanian

Honor Penyuluh Pertanian Dibawah UMR Mendapat Tanggapan dari Ketua DPRD Sumbar

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Tidak kurang 30 orang penyuluh pertanian di Kota Payakumbuh, bertatap muka langsung dengan Ketua DPRD Sumbar, Supardi pada Senin (29/6) pagi hingga siang. Pertemuan yang berlangsung di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Payakumbuh di kelurahan.Balai Jaring, kecamatan Payakumbuh Timur itu, juga dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian Sumbar serta Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh.

“Alhamdulillah, ini sangat langka, bisa bertatap muka langsung dengan Ketua DPRD Sumbar. Dalam pertemuan ini, fokus menyampaikan menyangkut masalah pertanian dan memperkuat penyuluh melalui regulagi untuk meningkatkan hasil tani pada masyarakat. Dan juga sebagai sinergi program antar pertanian di Sumbar dengan daerah,” terang Depi Sastra Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh.

Dikatakan Depi, di Kota Payakumbuh sendiri terdapat 94 orang penyuluh pertanian. Yaitu terdiri dari 30 berstatus ASN, 19 Tenaga Harian Lepas (THL) dan sisanya merupakan penyuluh swadaya. Kemudian, untuk kelompok tani, terdapat sebanyak 289 kelompok.

“Satu penyuluh, rata-rata mengkoordinatori 10 sampai 15 kelompok tani. Jumlah penyuluh ini dengan jumlah kelompok tani sebenarnya tidak imbang. Ini salah satu permasalahan yang kita hadapi,” ucapnya.

Kemudian, satu persatu penyuluh pertanian menyampaikan aspirasi ke Supardi. Yaitu terkait honor bagi THL yang jauh dari UMR serta berharap adanya dana talangan dari Pemprov Sumbar untuk membantu petani penghasil komoditi unggulan yang rugi panen.

Terkait itu, Ketua DPRD Sumbar akan berupaya mewujudkan keluhan dari penyuluh pertanian di lapangan tersebut. Kata Supardi, untuk honor THL, memang seharusnya ada tambahan dari pemerintah di propinsi. “Tanggung jawab penyuluh yang THL ini memang berat, mereka juga sebagai ujung tombak dalam meningkatkan hasil pertanian. Tetapi honor yang mereka terima memang jauh dari UMR. Karena itu ini perlu kita perhatikan secara serius,” terang Supardi.

Terkait dana talangan, sudah ada upaya yang dilakukan dirinya yaitu dengan membentuk pinjaman lunak tanpa bunga dan tanpa administrasi yang berbelit. “Program pinjaman lunak bagi petani ini, sudah kita bicarakan dengan BI serta OJK. Ada sekitar 5600 petani yang bisa dipinjamkan melalui program ini. Tetapi harus ada juga komitmen dari kota kabupaten dalam membantu petani. Selain itu kita masih menunggu regulasi yang pas untuk pinjaman lunak Pemprov ini,” terang Supardi.

Selain itu, Supardi mengakui banyak program-program pertanian di Sumbar yang tidak terealisasi. Hal itu disebabkan banyaknya anggaran tersedor untuk penanggulangan Covid-19. “Sebenarnya, tahun ini pertanian adalah prioritas utama kita di DPRD. Sudah ada anggaran yang disediakan. Tetapi, karena pandemik Covid, anggaran banyak tersedot kesana,” ucap Supardi.

Kata Supardi, Sumbar saat ini sedang dalam keseriusan memikirkan pasca pandemik. Terutama fokus ke new normal termasuk masalah pertanian. “Pertanian, telah menyelamatkan masyarakat.Yang tidak terlalu tergerus oleh Covid adalah sektor pertanian. Karena itu, pertanian perlu diperkua,” katanya.

Ketua DPRD Sumbar tersebut mengatakan, DPRD sudah menyusulkan recofusing dalam peningkatan kemandirian termasuk untuk pertanian “Recofusing ekonomi benar-benar terdata, pertanian mendapatkan prioritas di DPRD untuk bisa lebih terkonsentrasi pada anggaran perubahan 2020 nanti,” terang Supardi.

Kemudian, politisi Gerindra tersebut akan membawa seluruh masukan serta keluhan dari penyuluh pertanian ini untuk di bahas di DPRD Sumbar. (wba)

Pertanian

Petani Sapaku Produksi Pupuk Kosa Usera. Seperti Apa?

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Berbekal ilmu saat mengikuti pelatihan mengelola sampah di Bekasi saat dikirim Dinas LH Kota Payakumbuh pada 2014 silam, Hasnandi tenaga kebersihan Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang (SAPAKU), Payakumbuh Selatan berhasil memproduksi pupuk untuk berbagai macam tanaman, namanya Kosa Usera, terkhusus untuk tanaman hias di pondoknya, tepatnya di Jalan Tengku Lareh, Kelurahan Sapaku, Jumat (26/6).

Nama Kosa Usera ini tidak familiar di telinga masyarakat, karena kata Hasnandi ini didapat waktu pelatihan di Bekasi, 6 tahun silam.

Hasnandi yang tinggal di RT 03/04 membuat pupuk tanaman hias dan bermacam tanaman lainnya ini dengan media kotoran sapi, kotoran kambing, urin kambing, dan ditambah arang sekam diaduk bersama M4. Ini juga berkat kerjasama dengan Bhabinkamtibmas Polres Kota Payakumbuh disana, Zulkifli.

“Waktu itu kami sebelum puasa kemarin bersama Bhabinkamtibmas menanam stroberi dan dipadukan dengan pupuk ini, ternyata hasilnya memuaskan, karena tanaman stroberi ini bagusnya 1 kali panen saja, maka kita arahkan pupuknya ke tanaman hias, lebih efektif lagi hasilnya. Bahkan, cabe juga bisa, tak perlu zat kimia obat-obat dan racun,” kata Hasnandi.

Diakui Hasnandi bahan-bahannya mudah didapatkan. Yang susah hanya membuat arang sekamnya saja, karena prosesnya cukup lama, karena itu Hasnandi hanya bisa memproduksi arang sekam itu 2 karung sehari bisanya.

“Waktu produksi satu karung arang sekam memakan waktu 4 jam,” ujarnya.

Hasnandi menjual pupuk seukuran karung goni 30 Kg dengan harga murah, hanya Rp. 15.000 perkarungnya. Kemarin Kamis (26/6) sore dirinya sudah menjual 13 karung ke Limbukan.

Ibu-ibu KWT di Kelurahan Sapaku juga tertarik membelinya. Baru saja dipromosikan di grup W.A kelurahan usai diproduksi, ibu-ibu langsung order. “Yo kancang, ongkirnya gratis pula,” kata Elfia, salah satu warga.

“Saya juga pesan buat tanggal 5 Juli pak RT,” tandas Srima Murtis.

Sementara itu, Lurah Sapaku Novri berharap inovasi pertanian yang dihasilkan warganya ini dapat terus menggeliat di tengah tantangan ketahanan pangan yang digagas bersama Wali Kota Riza Falepi dan Forkopimda. Dengan bantuan dari Polri melalui Bhabinkamtibmas di lapangan, lurah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sinergitas antar instansi itu.

“Kita berharap pertanian terus ditingkatkan tak hanya di kebun-kebun saja, namun pekarangan rumah juga harus bisa dimanfaatkan secara efektif oleh ibu-ibu, disamping pembinaan, nanti untuk bibit lurah bisa mencarikan bantuannya melalui dinas,” kata Lurah bangga. (wba)

Pertanian

Petani Pessel Berpotensi Kembangkan Budidaya Bawang Merah

Painan, PilarbangsaNews

Prospek usaha budidaya bawang merah cukup bagus di Pesisir Selatan karena bawang merupakan kebutuhan utama masyarakat terutama dalam membuat dan membumbui sebuah masakan, tanpa bawang pasti rasa sebuah penganan akan terasa tidak sedap.

“Maka pada kesempatan kunjung tim BPTP Sukarami Solok dan BPSB Sumatera Barat, Selasa (9/6) lalu, selaku Kepala Dinas TPHP mengajak juga beliau-beliau itu untuk meninjau kebun cabe merah dan bawang merah di Kecamatan Sutera,” terang Nuzirwan N Chaniago.

Dikatakan, Nuzirwan, salah satu alasan kenapa usaha budidaya bawang merah layak dikerjakan bagi petani Pessel adalah karena bawang merah merupakan salah satu komoditi pokok yang memiliki nilai jual tinggi.

“Itulah kenapa usaha budidaya bawang merah mesti dilirik masyarakat petani Pessel. Hal itu sudah dimulai di Kecamatan Sutera dan Lengayang,” ujarnya.

Khusus untuk komoditi bawang merah, disebutkan Nuzirwan, prospeknya cukup bagus. Namun dari pantauan terhadap stimulan kegiatan yang telah dilaksanakan belum berkontribusi positif terhadap perkembangan luasan areal budidaya bawang merah dan akan diupayakan langkah perbaikan ke depan.

Sementara itu untuk komoditi budidaya cabe merah perlu kajian mendalam yang prosesnya dapat diusulkan pribadi atau atas nama varietas asli Kabupaten Pesisir Selatan.

“Keluhan harga ikut disampaikan petani cabe merah namun akibat panen raya hampir di semua daerah dan dampak pandemi Covid-19 yang membatasi distribusi produksi antar daerah kondisi dapat dipahami dengan harapan ada perbaikan di masa mendatang,” katanya. (agus/gk)

Pertanian

Bersama Bupati Hendrajoni Produksi Persawahan Pessel Maksimal

Painan, PilarbangsaNews

Pada akhir pekan lalu, Sabtu (6/6/2020), Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Pesisir Selatan Nuzirwan N Chaniago menyampaikan apresiasi dan rasa senangnya karena produktivitas padi meningkat.

“Meski wabah Corona melanda, jalannya sektor Pertanian khususnyanya persawahan yang selalu jadi perhatian Bupati Hendrajoni produktivitasnya meningkat,” ujar Kadis TPHP Pessel, Nuzirwan saat menjawab pertanyaan, Sabtu (6/6).

Lebih lanjut, Nuzirwan memaparkan padi adalah tanaman pokok yang budidaya dan produksinya harus menjadi komitmen semua stakeholder agar bisa terpenuhi dan berdaulat. Hal itu ditegaskan Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo bahwa bahan pangan pokok harus tersedia dan berdaulat terutama untuk menghadapi kondisi pasca pandemi Covid-19 ini.

Ia menyebutkan diseluruh wilayah Kabupaten Pessel aktivitas budidaya tanaman pangan pokok dan hortikultura terlaksana dengan baik. Para petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Koordinator BPP/BPK telah maksimal memacu kinerja masing-masing.

Sementara itu dalam menghadapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu, Kadis TPHP menghimbau para petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani agar tetap mentaati ketentuan yang berlaku. Jaga jarak (physical distancing), aktivitas di rumah (stay at home), gunakan masker dalam aktivitas di luar rumah dan jaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Syukurlah saat ini sudah mau masuk kondisi New Normal kembali. Mudah-mudahan situasi New Normal semangat petani juga kembali bercocok tanam kembali,’ imbunhnya. (age/gk)

Pertanian

Kadis TPHP Pessel Tanam Jeruk Gunung Omeh di Lakitan

Painan, PilarbangsaNews

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Pesisir Selatan Nuzirwan N. Chaniago, pekan lalu mengunjungi Pusat Petani Organik di Kecamatan Lengayang. Kadis TPHP melakukan penanaman perdana jeruk varietas Gunung Omeh Payakumbuh dan penanaman cabe anti virus.

“Akhir pekan tanggal 31 Mei lalu saya ke lapangan, berkunjung ke Pusat Petani Organik di Lakitan Kecamatan Lengayang. Pada kegiatan ini dilakukan penanaman pertama jeruk varietas Gunung Omeh Payakumbuh, penanaman cabe anti virus dan memanen peria organik. Seluruh komoditi dikelola secara organik mulai pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Ini akan terus dibudidayakan karena budidaya organik lebih higienis untuk dikonsumsi,” kata Kadis TPHP Pessel Nuzirwan, Rabu (3/6).

Terkait pertanian organik, Kadis Nuzirwan mengatakan program Dinas TPHP Pessel memberikan perhatian dan dorongan pada sistem budidaya tanaman pertanian menggunakan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia. Sistem ini mulai dilirik seiring dengan meningkatnya tren hidup sehat.

Dikatakannya, saat ini banyak pelaku pertanian organik bermunculan seiring dengan pangsa pasar yang semakin terbuka. Tidak hanya karena bernilai ekonomis tinggi, pertanian organik penting untuk perbaikan ekosistem pertanian yang kian rusak terpapar bahan sintetik atau kimiawi seperti pestisida.

“Mengingat pertimbangan kondisi di atas, saatnya kita beralih ke pertanian organik. Untuk itu saya ucapkan terima kasih dengan adanya Pusat Informasi Pertanian Organik di Kabupaten Pesisir Selatan yang berpusat di Lakitan Kecamatan Lengayang. Terima kasih saudaraku Lubis Lakitan dan kawan-kawan,” ujar Nuzirwan, alumni Fakultas Pertanian Unand ini.

Bersantai sejenak di dangau petani sambil menikmati suasana perdesaan yang asri terus dilakukan Nuzirwan. Karena berbaur dengan petani yang butuh motivasi dan stimulasi akan menyemangati petani untuk terus berproduksi dan berkreasi. (Agus/gk)

Pertanian

Effendi Sianipar Berharap Program Ayam Lokal Kementan Tepat Waktu

Jakarta, Pilarbangsanews.com, — ANGGOTA Komisi IV DPR RI Effendi Sianipar mengatakan, anggaran pengadaan ayam lokal dalam pos pengembangan unggas lokal dan aneka ternak oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) harus berguna bagi masyarakat dan tepat sasaran.

“Saya minta supaya target program yang hendak dicapai tepat sasaran dan selesai tepat waktu,” kata Effendi dalam pesan elektronik kepada wartawan Sabtu 2 Mei 2020.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, pengadaan tersebut harus sesuai aturan yang ada. Sehingga, tidak menimbulkan kecurigaan dikalangan masyarakat.

“Jangan sampai program itu hanya terkesan menghabiskan anggaran semata,” jelasnya.

Menurut Effendi, yang harus lebih diperhatikan lagi jangan sampai program tersebut ada indikiasi dugaan korupsi. Sehingga, nantinya bisa bermasalah dimata hukum.

“Progran itu harus transparan. Jangan sampai ada indikasi korupsi,” pungkas anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Riau I ini.

Dalam persentasi laporan refocusing anggaran APBN 2020 Selasa, 28 April 2020, Kementerian Pertanian mengalokasikan dana sekitar Rp 26,2 miliar untuk pengadaan 35 ribu ekor ayam. Kalau dihitung, satu ekor ayam itu jatuhnya Rp 770 ribu.

Anggaran tersebut dinilai tidak sesuai dengan besaran yang tercantum dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) APBN 2020 Kementerian Pertanian. Sebab, dalam anggaran sebelumnya, Kementerian Pertanian mengalokasikan Rp 551,4 miliar untuk pengadaan 8,8 juta ekor ayam. Dengan demikian, anggaran semula untuk tiap-tiap ekor ayam adalah Rp 62 ribu.

Tak hanya pos untuk pengadaan ayam lokal, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin juga mempertanyakan anggaran pengadaan babi yang mencapai Rp 5,03 miliar untuk 550 ekor. Dari total pengadaan babi ini, tiap-tiap ekor seumpama dihitung nilainya mencapai Rp 9 juta.

Sebelumnya, secara keseluruhan, Kementerian Pertanian mengusulkan adanya penghematan sebesar Rp 7 triliun dalam APBN 2020, yakni dari pagu awal Rp 21,05 triliun menjadi Rp 14,05 triliun. Penghematan dilakukan untuk penanganan Covid-19. Adapun upaya ini disesuaikan dengan surat yang diterbitkan Menteri Keuangan Nomor S-302/MK.02/2020 tentang Langkah-Langkah Penyesuaian Belanja K/L TA 2020.

Pertanian

Peningkatan Panen Diatas 50%, Pada Saatnya Nanti Indonesia Swasembada Pangan

JAKARTA – Tim Relawan Bersatu (TRB) dan Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI) baru-baru ini melakukan konsolidasi dan pertemuan guna membahas hal strategis dibidang pertanian. Pertemuan itu membahas masalah ketahanan dan kedaulatan pangan yang dititikberatkan pada sektor tanaman padi, palawija, sayuran dan buah-buahan dan tanaman keras.

Teristimewanya, dari berbagai pertemuan itu,TRB dan SNCI lebih memfokuskan peningkatan hasil panen pada tanaman padi.

Ketua umum SNCI, Dr.RM. Suryo Atmanto MBA.MRE menjelaskan, konsolidasi SNCI dan TRB dipandang perlu guna menyelaraskan langkah-langkah kedepan serta mengevaluasi kinerja yang telah berjalan selama ini.

Suryo Atmanto menyebut, akan membawa dan melaporkan setiap hasil Demontration Plot atau Demplot pertanian yang telah dilakukan selama ini terhadap berbagai jenis tanaman baik tanaman muda maupun tanaman keras kepada presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Terlebih untuk melaporkan peningkatan hasil panen padi yang sangat menggembirakan dengan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tanaman diatas 50 persen,” kata Suryo Atmanto dalam keterangan kepada wartawan Sabtu (26/1/2019).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dengan langkah ini mudah-mudahan menjadi masukkan bagi pemerintah guna mendorong tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat serta tercapainya ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Dengan hasil Demplot yang sangat baik ini kami yakin kedaulatan pangan pasti terbukti,” demikian Suryo Atmanto menandaskan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjend) SNCI yang juga menjabat Sekjend TRB H Ayep Zaki S.E. menyatakan, apa yang telah ditempuh selama proses Demplot pertanian selama hampir 2 tahun ini telah membuktikan kemampuan peningkatan hasil panen di semua jenis tanaman.

Menurut Zaki, ini merupakan satu anugerah dan karunia dari sang pencipta kepada bangsa Indonesia guna membuktikan harapan dan cita-cita tercapainya swasembada pangan dan kedaulatan pangan.

“Untuk itu kami dari SNCI dan TRB tak akan berhenti untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang pentingnya percepatan peningkatan pendapatan hasil pertanian,” terangnya.

Masih menurut Zaki, dengan penerapan teknologi nutrisi esensial Saputra diberbagai daerah seperti di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Maluku terbukti ada peningkatan hasil panen diatas 50 persen dan pada tanaman tertentu ada yang mencapai peningkatan diatas 60 persen.

“Ini sangat luar biasa. Bahkan baru-baru ini kami mendapat laporan dari tim penyuluh pertanian yang berada dilapangan bahwa bukan saja panen yang meningkat, tetapi tanaman yang menggunakan nutrisi esensial Saputra mampu bertahan terhadap serangan hama. Sehingga mampu menekan penggunaan racun atau pestisida,” pungkasnya. (Tmt)