Menampilkan: 1 - 10 dari 12 HASIL
Pesisir Selatan

Soal Tinggal di Padang, Wabup Akan Panggil WN Taratak Sungai Lundang

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Wakil Bupati Pesisir Selatan Rudi Hariyansyah berjanji akan memanggil Wali Nagari Taratak Sungai Lundang Hadis Hermanto dan akan memberikan tindakan tegas. Hal ini atas laporan Badan Musyawarah Nagari yang mengatakan bahwa Wali Nagari tidak bertempat tinggal di nagari.

“Langkah pertama, kami panggil dulu. Sesuai dengan aturan pemerintahan, Perbub, Wali Nagari harus bertempat tinggal di nagari. Kalau melanggar Perbup tentu ada sanksinya,” kata Rudi Hariansyah melalui sambungan telpon kepada PilarbangsaNews, Rabu (15/09).

Wabup Rudi Hariyansyah menanggapi surat kedua yang diajukan Bamus Nagari Taratak Sungai Lundang perihal Wali Nagari Taratak Sungai Lundang yang tidak bertempat tinggal di nagari.

Surat tertanggal 14 September 2021 ditujukan langsung kepada Bupati Pesisir Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) dengan tembusan Camat Koto XI Tarusan, Wali Nagari Taratak Sungai Lundang, Ketua KAN Taratak Sungai Lundang dan Ketua Pemuda Taratak Sungai Lundang.

Sementara itu Kabid Pemberdayaan Masyarakat Nagari Dinas PMD Pessel Yetrizal mengatakan dalam waktu dekat akan menindaklanjuti surat yang diajukan oleh Bamus Nagari Taratak Sungai Lundang dengan memanggil Wali Nagari.

“Nanti setelah didisposisi oleh Kadis, kami akan memerintahkan Camat untuk memfasilitasi penyelesaiannya. Setiap persoalan yang ada di nagari tidak serta merta diselesaikan oleh kabupaten, diselesaikan oleh Camat terlebih dahulu,” terang Yetrizal.

Menurut Ketua Bamus Nagari Taratak Sungai Lundang, ini adalah surat yang kedua dan berharap Bupati bisa memproses sekaligus memberi sanksi kepada Wali Nagari Taratak Sungai Lundang Hadis Hermanto karena tidak bertempat tinggal di nagari.

Adisman menambahkan, tindakan Wali Nagari Taratak Sungai Lundang tersebut dikategorikan melanggar Peraturan Bupati Pesisir Selatan No 4/2018 bahwa Wali Nagari terpilih bersedia berdomisili di nagari selama bertugas sebagai Wali Nagari. “Wali Nagari Taratak Sungai Lundang sampai sekarang tinggal di Cindakir, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang,” kata Adisman menambahkan.

Kecaman terhadap Wali Nagari Taratak Sungai Lundang yang tidak bertempat tinggal di nagari ini juga datang dari cadiak pandai Nagari Taratak Sungai Lundang, Masri. Katanya, tindakan Wali Nagari ini tidak memenuhi raso jo pareso sebagai seorang pemimpin.

Pernyataan yang cukup keras juga datang dari perantau Nagari Taratak Sungai Lundang yang tinggal di Padang yaitu Busrizal. Ia meminta Wali Nagari Hadis Hermanto mundur dari jabatannya. “Saya sangat mendukung sekali langkah yang dikakukan Bamus mempertanyakan Wali Nagari ini. Kalau tidak sanggup memenuhi ketentuan Perbup, sebaiknya mengundurkan diri saja,” ucap Busrizal tegas. (Arul)

Pesisir Selatan

Sedang Transaksi Narkoba, MD Dicokok Tim Opsnal Sapu Jagat

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Kembali Tim Opsnal Sapu Jagat Sat Res Narkoba Polres Pesisir Selatan kembali mengamankan satu orang pelaku penyalahaagunaan narkoba dijenis sabu.

Pelaku MD (36) petani warga Kampung Pondok Talang, Kenagarian Lunang Tengah, Kecamatan Lunang,  Kabupaten Pesisir Selatan ditangkap Senin (14/9/2021) pukul 22.00 WIB.

Kapolres Pesisir Selatan AKBP Sri Wibowo, S.IK, MH melalui Kasat Res Narkoba AKP Hidup Mulia, SH,MH menegaskan, kejadian berawal ketika tim Opsnal sapu jagat Res Narkoba Pesisir Selatan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku MD sering melakukan transaksi narkoba.

Diterangkan Hidup Mulia, mendapat informasi tersebut tim langsung bergerak ke Kampung Lunang I. Sesampai di TKP tim melihat pelaku sedang menunggu di tepi jalan raya dan kemudian tim langsung melakukan penggerebekan dan kemudian ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu yang dibalut dengan tissu dari tangan pelaku yang dijatuhkan ke tanah.

“Barang bukti satu buah plastik klip bening yang diduga berisi sabu yang disimpan di balut dengan tissu dan satu buah HP Realmi C2 warna biru,” ujar Kasat Res Narkoba Polres Pessel.

Selanjutnya, pelaku dan barang bukti dibawa dan diamankan ke Mapolres Pesisir Selatan untuk pengusutan lebih lanjut. (ori)

Pesisir Selatan

Kasus Narkoba Meningkat, Butuh Dukungan Pemda Kantor BNK

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Tingginya angka penyalagunaan narkoba di Kabupaten Pesisir Selatan membuat pemerintah daerah Pesisir Selatan serius dalam mewujudkan keberadaan gedung Badan Narkotika Daerah (BNK) di Kabupaten Pesisir Selatan. Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung zero narkoba. 

Wilayah geografis memanjang, dengan 182 nagari dan 15 Kecamatan membuat keberadaan gedung BNK di Kabupaten Pesisir Selatan cukup penting didirikan. Harus ada komitmen bersama, termasuk Pemerintah Daerah dalam mendukung keberadaan BNK di Pessel dalam pemberantasan narkotika.

Kapolres Pessel AKBP Sri Wibowo, S.IK,MH dan jajaran Polres Pessel berkomitmen tegas menjadikan Kabupaten Pesisir Selatan Pessel zero narkoba. Jadi, tidak ada ampun bagi pelaku penyalagunaan narkotika di wilayah hukumnya.

Kasat Res Narkoba Polres Pessel AKP Hidup Mulia, SH.MH mengatakan, data kasus penyalahgunaan narkotika tahun 2017 sampai dengan 2021 ada 176 kasus. Dari tahun 2017 dari Januari – Desember jumlah kasus 30, dan jumlah tersangka 44 tersangka, 2018 Januari – Desember 40 kasus dan jumlah perkara 40 tersangka, 2019 Januari – Desember 29 kasus dan jumlah 36 tersangka, 2020 Januari – Desember jumlah perkara 43 kasus dan 2021 Januari – Desember 34 kasus, dengan jumlah kasus 34.

Sedangkan untuk jumlah tersangka dari tahun 2017 dari Januari – Desember ada 44 tersangka, 2018 Januari – Desember 56 tersangka, 2019 Januari – Desember 36 tersangka, 2020 Januari – Desember 54 tersangka dan 2021 Januari – Desember 49 tersangka. 

“Jadi, tahun 2017 hingga 2021 berjumlah kasus ada 176  dan tersangka 239 orang. Hal ini sungguh mengkhawatirkan dan harus dicegah supaya jumlah kasus narkoba ini tidak meningkat,” tegas AKP Hidup Mulia, SH.MH, pada media Selasa (14/9).

Lebih lanjut disampaikan, untuk jumlah barang bukti dari tahun 2017 – Januari – Desember diamankan 28,73 gram shabu – shabu, 2018 Januari – Desember 85,16 gram, 2019 Januari – Desember 174,09 gram, 2020 Januari – Desember 111 07 gram dan 2021 Januari – Desember 45,76 gram.

Untuk barang bukti ganja tahun 2017 Januari – Desember 7.455, 4 gram, 2018 Januari – Desember 4.059,11 gram, 2019 Januari – Desember 9641, 19 gram, 2.020 Januari – Desember 111,07 gram dan 2021 Januari – Desember 45,76 gram. 

Data kasus penyalahgunaan narkotika tahun 2017 – 2021 Sat Res Narkoba Polres Pesisir Selatan, untuk perkara P21 dari tahun 2017 Januari – Desember 30 kasus telah P21, 2018 Januari – Desember 40 kasus P21, 2019 kasus 29 P21, 2020 Januari – Desember 40 kasus telah P21, sedangkan 2021 22 kasus telah P21. 

“Sesuai arahan dari Kapolres Pessel, kita akan tindak tegas pelaku penyalahgunan narkotika, jadi tidak ada ampun. Supaya ada efek jeranya, sehingga kasus narkoba tidak tren meningkat terus,” sambung Kasat Res Narkoba Polres Pessel. 

Lebih jauh Kasat Res Narkoba sangat mendukung pendirian gedung Badan Narkotika Daerah (BNK) di Kabupaten Pesisir Selatan. (ori)

Pesisir Selatan

Cegah Kecelakaan, Kembali Sat Lantas Polres Pessel Gelar Hunting System

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Sat Lantas Polres Pesisir Selatan, melaksanakan patroli hunting system untuk mencegah terjadinya kecelakaan dimasa pandemi Covid-19. 

“Personil Satlantas Polres Pesisir Selatan memberikan teguran kepada masyarakat pemakai jalan yang secara kasat mata melakukan pelanggaran,” ungkap Kasat Lantas Polres Pessel Iptu Riwal Maulidinata, STK, SIK., Jumat (9/9/2021).

Unit patroli Sat Lantas Polres Pessel diterjunkan dibeberapa lokasi di wilayah hukum Painan, Kecamatan IV Jurai. Hunting system untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas diwilayah hukum Polres Polres Pesisir Selatan.

Pelanggar kasat mata seperti berboncengan lebih dari satu, tidak memakai helm, memakai knalpot racing dan motor tidak sesuai speck, menjadi atensi dari satuan lalu lintas Polres Polres Pessel. 

“Kali ini ada puluhan sepeda motor roda dua dengan pelanggaran berbeda. Kita langsung tilang kendaraan,” kata Kasat Lantas.

Iptu Riwal mengajak pada orang tua agar melarang anak-anak yang belum cukup umur, belum memiliki SIM C untuk mengendarai sepeda motor di jalan raya, dimana bisa membahayakan keselamatan pengendara dan orang lain. 

Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, Kasat Lantas Polres Pessel menghimbau pada pengendara roda dua maupun roda empat agat tetap mematuhi aturan berkendara. 

Hingga pukul 16.00 hari Jum’at (10/9) Unit Patroli Sat Lantas Polres Pessel masih melaksanakan razia hunting system. Pantauan dilapangan terdapat kendaraan roda berplat nomor merah terjaring razia hunting. (ori)

Pesisir Selatan

Polisi Aksi Peduli, 80 Paket Bansos Disalurkan Sat Binmas Polres Pessel

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Sat Binmas Polres Pesisir Selatan kembali menyalurkan bantuan sosial (Bansos) sembako dari Kepolisian Republik Indonesia, Polres Pesisir Selatan. Kali ini 80 paket Bansos diserahkan kepada warga di Nagari Pasar Lama Muara Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan. 

Kapolres Pesisir Selatan AKBP Sri Wibowo, S.IK,MH melalui Kasat Binmas Polres Pessel AKP Gusfriandi, SH didampingi anggota Bhabin Kamtibmas Polsek Air Haji Aipda Robertus Restu, SH., Kamis (9/9/2021) langsung mengantar Bansos ke rumah warga.

“Kita turun door to door mendatangi warga miskin untuk menyalurkan Bansos dari Polri,” terang Kasat Binmas AKP Gusfriandi, SH.

AKP Gusfriandi mengatakan, 80 paket sembako Bansos yang diserahkan diperuntukkan bagi warga miskin yang terdampak pandemi Covid-19

“Kita juga sampaikan himbauan kepada warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Dan, tidak lupa vaksinkan diri dan keluarga agar terhindar dari penyebaran Covid-19,” kata AKP Gusfriandi.

Bambang Hermanto (32) didampingi istrinya Tesa (23) warga Nagari Pasar Lama Muaro Air, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan yang tempat tinggalnya ludes dilalap si jago merah, merupakan salah satu yang menerima paket sembako Bansos. Keduanya mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dari Polres Pessel beserta Polsek Linggo Sari Baganti yang langsung diantar kerumahnya. 

“Terima kasih bantuannya Pak, sangat berarti bagi kami bantuan sembakonya,” ucap Bambang.

Hal yang sama diungkapkan Ninur (80) yang berterima kasih kepada Pak Polisi Polres Pessel atas bantuan sembako nya.

Linar (60) warga Kampung Muaro Air Haji, Nagari Pasar Lama Muara Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, yang sehari-hari adalah ibu rumah tangga dengan suaminya sebagai nelayan tradisional Pantai Muaro Air Haji, juga menyampaikan terima kasih atas bantuan sembako dari Polri.

“Kita ucapkan terima kasih atas bantuannya. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata Linar, keluarga nelayan ini. (ori)

Pesisir Selatan

Lima Tersangka Judi Dibekuk Opsnal Macan Kumbang

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Tim Opsnal Macan Kumbang, Sat Reskrim Polres Pesisir Selatan membekuk lima pelaku permainan judi togel online, bertampat di Kampung Simpang Ampang Pulai, Kenagarian Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Kamis (2/9/2021).

R (30) diamankan saat sedang memasang judi togel online di sebuah kedai di kampung Simpang Ampang Pulai, Kenagarian Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Pukul 15.30 Wib. 

Dari tangan pelaku, tim opsnal macan kumbang Sat Reskrim Polres Pessel mendapatkan barang bukti handphone Samsung A21 warna Putih dengan menggunakan Akun Situs Togel Online jenis CPK21 ASIATOGEL88 sebagai alat untuk menerima pasangan Angka-angka togel pasangan orang. 

Dan, uang sebanyak Rp.600.000,- (Enam ratus ribu rupiah), serta 1 (satu) lembar ATM BRI, ujar Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo. S.I.K, M.H melalui Kasat Reskrim Polres Pessel AKP. Hendra Yose, SH pada media.

Selain menangkap ” R ” , AKP. Hendra Yose, di tempat yang sama anggota juga menangkap 4 orang pelaku lainya, R (35) D (35), N (53) dan A (53). Kempat pelaku, diamankan sedang asik main judi qiu – qiu domino.

Barang bukti kita amankan, yaitu 28 (Dua puluh delapan) lembar kertas Domino merek Ular Sawah warna Pink dan Putih, Uang sebanyak Rp.180.000,- (Seratus delapan puluh ribu rupiah) dan 2 (dua) kotak kartu Domino merek Ular Sawah warna Pink dan Putih untuk cadangan. 

” kelima pelaku saat ini sudah kita amankan ke Mapolres Pessel, guna penyelidikan lebih lanjut. Beserta barang bukti. Proses penyidikan perkara sesuai dengan pasal 303 KUHP, ” tekuk Kasat Reskrim Polres Pessel.

Pantuan media di ruang Unit Resum Sat Reskrim Polres Pessel, kelima pelaku menunjukan barang bukti hasil taruhan judi qiu – qiu dan togel online. (ori)

Pesisir Selatan

Ngotot Tetap Tinggal di Padang, Bamus Ultimatum Wali Nagari Taratak Sungai Lundang

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Bamus Nagari Taratak Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, mengultimatum Wali Nagari agar bertempat tingggal di Nagari Taratak Sungai Lundang, sehingga optimal dalam memimpin nagari.

Hal tersebut tertuang melalui surat Bamus tertanggal 26 Agustus 2021 yang ditujukan kepada Wali Nagari Taratak Sungai Lundang Hadis Hermanto dengan tembusan Bupati Pesisir Selatan, Dinas PMD, Camat Koto XI Tarusan, Ketua KAN Taratak Sungai Lundang dan Ketua Pemuda Taratak Sungai Lundang.

“Bamus Nagari Taratak Sungai Lundang yang ditunjuk untuk melakukan pengawasan dan memastikan aturan tegak kepada siapa pun di wilayah nagari Taratak Sungai Lundang, meminta kepada Wali Nagari untuk bertempat tinggal di Nagari Taratak Sungai Lundang dalam menjalankan roda pemerintahan nagari tanpa alasan apapun. Apabila permintaan ini tidak diindahkan, maka kami Bamus Nagari Taratak Sungai Lundang akan menempuh langkah-langkah sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Adisman, Ketua Bamus Nagari Taratak Sungai Lundang yang juga diamini oleh anggota Bamus Nurkhainis, Syafrizal dan Alismanto, Senin (30/08).

Adisman mengatakan, sesuai dengan aspirasi masyarakat dan pengamatan Bamus bahwa Wali Nagari dalam menjalankan roda pemerintahan nagari tidak bertempat tinggal di Nagari Taratak Sungai Lundang.

“Hadis Hermanto Dt. Rajo Nan Sati bertempat tinggal di Cindakir, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang sudah dua tahun lalu. Bila dihitung sejak dilantik pada 14 Mei 2018 maka hanya satu tahun saja Wali Nagari bertempat tinggal di Nagari Taratak Sungai Lundang,” tulis Adisman dalam surat tersebut.

Ditambahkan Adisman, berdasarkan perbuatan Wali Nagari Hadis Hermanto tersebut, sudah melanggar Perbup Pesisir Selatan No.4 tahun 2015 yang mengharuskan Wali Nagari bertempat tinggal di nagari.

Peraturan Bupati Pesisir Selatan No.4 tahun 2015 pasal 28 ayat 7 poin c tentang Administrasi Wali Nagari yang berbunyi “Bagi putra nagari yang berada diluar daerah yang terpilih menjadi Wali Nagari harus bertempat tinggal di wilayah atau daerah yang bersangkutan. Pasal 29 ayat 1 bagian 4 berbunyi “Bersedia berdomisili di nagari yang bersangkutan selama bertugas sebagai wali nagari”.

Disamping melanggar Peraturan Bupati No. 04 tahun 2015, Wali Nagari juga telah menyebabkan pelayanan tidak sepenuhnya didapatkan oleh masyarakat nagari. Apalagi kejadian-kejadian yang bersifat darurat (mendadak) seperti pohon tumbang, jalan longsor, kegaduhan/keributan di masyarakat, baik siang maupun malam hari yang membutuhkan keterlibatan Wali Nagari.

Menurut Anggota Bamus Syafriadi, sebagai bagian dari pemerintahan Nagari Taratak Sungai Lundang yang bertugas mengawasi kinerja wali nagari, Bamus telah berusaha melakukan upaya persuasif. “Kita sudah mengundang Wali Nagari dua kali yaitu pada tanggal 20 Mei 2021 dan tanggal 9 Juli 2021 membicarakan tentang tempat tinggal Wali Nagari,” kata Syafriadi anggota Bamus Nagari dari unsur pemuda menambahkan.

Pada rapat tanggal 20 Mei 2021, kata Syafriadi, ketika ditanyakan tentang Wali Nagari tidak bertempat tinggal di nagari, maka Wali Nagari Hadis Hermanto menjawab dengan agak emosi. “Coba sebutkan apa kerja saya yang tidak selesai?” jawab Wali Nagari sambil bertanya.

Selanjutnya Pada rapat kedua tanggal 9 Juli 2021 persoalan yang sama juga dipertanyakan kepada Wali Nagari, maka jawabannya ketika itu akan mengusahakan mencari rumah dulu.

Wali Nagari Taratak Sungai Lundang Hadis Hermanto ketika dikonfirmasi terkait surat Bamus yang ditujukan kepadanya, Wali Nagari membenarkan perihal surat tersebut bahwa ia selama dua tahun lebih ini bertempat tinggal di Padang. “Kalau untuk sementara ini iya saya tinggal di Padang karena permasalahan keluarga,” jawab Hadis Hermanto.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat Nagari Dinas PMD Pessel Yetrizal mengatakan bahwa akan menindaklanjuti surat yang diajukan oleh Bamus Nagari Taratak Sungai Lundang dengan memanggil Wali Nagari.

Sementara itu, Camat Koto XI Tarusan Deni Anggara ketika dikonfirmasi terkait surat dari Bamus Nagari Taratak Sungai Lundang terkait Wali Nagari Hadis Hermanto mengatakan belum membaca surat tersebut. “Nanti saya cek suratnya ke Sekwilcam ya,” kata Deni Anggara melalui sambungan telepon.

Ketika ditanyakan kepada Camat apakah seorang Wali Nagari wajib tinggal di nagari berdasarkan Peraturan Bupati nomor 04 tahun 2015, Deni Anggara membenarkan.

KAN Taratak Sungai Lundang ketika diminta tanggapannya atas langkah yang ditempuh Bamus mengultimatum Wali Nagari Hadis Hermanto agar bertimpat tinggal di nagari, sangat didukung penuh hal tersebut.

“Atas nama niniak mamak kami mendukung penuh langkah yang dilakukan Bamus agar Wali Nagari bertempat tinggal di nagari. Tidak elok rasanya jadi pimpinan di Taratak Sungai Lundang, tapi tinggal di Padang, bagaimana mau mengurus nagari,” ungkap niniak mamak Nagari Sungai Lundang M. Nasir Datuak Rangkayo Mudo, yang diamini Bisar Tolany Datuak Manggung, Aliamas Datuak Rajo Indo, dan Jafniriendra/ Ujang Datuak Batuah. (Arul)

Pesisir Selatan

Wagub Sumbar; Nagari Wajib Perkuat Bumnag dan Dukung Pertanian

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi memberikan apresiasi kepada masyarakat di Nagari Ampiang Parak Timur, Kec. Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, yang bangkit di tengah pandemi, yaitu menggerakkan budidaya ikan air tawar, tetap memproduksi gambir dan mengolah padi sawah.

Apresiasi itu diungkapkan Wagub Audy Joinaldi saat berkunjung ke Nagari Ampiang Parak Timur, berdialog dengan petani ikan air tawar dan menerima aspirasi masyarakat tentang murahnya harga gambir melalui Wali Nagari, hari Minggu (8/8) siang.

Dalam kunjungan ini, Wagub Audy Joinaldi didampingi Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM., Kadis PMPTSP Drs. Maswar Dedi, M.Si., dan Plt Kadis Perikanan dan Kelautan Desniarti. Wagub dan rombongan disambut langsung oleh Wabup Pessel Apt Rudi Hariyansyah, S.Si.

Menurut Wagub Audy Joinaldi, di masa pandemi Covid-19 ini diperlukan ketahanan masyarakat, terutama di bidang kesehatan, ekonomi dan pangan. “Langkah masyarakat Nagari Ampiang Parak Timur sudah betul, tinggal pemerintah melakukan support. Kalau ada kolam ikan tentu pemerintah bisa bantu bibit dan mesin pengolahan pakan ikan. Saya minta Dinas Perikanan Kelautan melakukan action untuk budidaya ikan air tawar ini,” kata Uda Wagub milenial ini bersemangat.

Sedangkan dari sisi penggunaan Dana Desa, Wagub Audy Joinaldi meminta diarahkan pada pemulihan ekonomi masyarakat yang kini terdampak pandemi Covid-19. Bentuk support dari Dana Desa caranya adalah dengan memperkuat modal Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag), mendorong sektor pertanian dengan anggaran Rp100 juta, BLT untuk masyarakat dengan penyakit menahun dan kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Wagub dan Kadis PMD Sumbar Syafrizal Ucok serta Kadis PMPTSP Maswar Dedi

“Dana Rp100 juta bisa mendorong sektor pertanian di nagari yang bentuknya bisa untuk membeli bibit tanaman, beli bibit ikan, bibit ayam dan bibit itik,” kata Audy Joinaldi, yang merupakan insinyur peternakan jebolan IPB Bogor.

Untuk bisa mewujudkan penggunaan Dana Desa sesuai harapan Wagub Audy, Kepala Dinas PMD Sumbar Syafrizal Ucok memberikan resep. “Bamus dan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk anggota DPRD hendaknya mengikuti Musrenbang di tingkat nagari dan mengawal program pemulihan ekonomi itu seperti bantuan modal Bumnag dan program strategis untuk ketahanan kesehatan dan pangan,” kata Syafrizal Ucok menambahkan.

Tokoh masyarakat Nagari Ampiang Parak Timur Zainal Sikumbang dalam kesempatan itu menyampaikan aspirasi dari kelompok tani budidaya ikan air tawar, yaitu permohonan bantuan bibit ikan dan mesin pengolahan pakan ikan. “Kami ini sudah memulai gerakan budidaya ikan dengan membuat kolam Pak Wagub, bantu kami Pak dengan bibit,” kata Zainal Sikumbang.

Tiga kelompok tani ikan air tawar sudah terbentuk di nagari ini, yaitu Kelompok Mutiara Lumpur, Tanjung Harapan dan Anugerah Ilahi. Ketiga kelompok ini memiliki 75 bidang kolam ikan. “Karena harga gambir murah Pak dan hasil sawit yang rendah tiap hektarnya, maka kami berinisiatif untuk berkolam ikan Pak Wagub,” ujar Zainal Sikumbang.

Wali Nagari Ampiang Parak Timur Mulyadi dan tokoh masyarakat Asril Datuk Putiah mengharapkan dukungan Wagub Audy agar ada duduk bersama antara pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dengan pemerintah daerah, karena selama ini masyarakat di pinggir hutan TNKS selalu mendapat intimidasi akan ditangkap dan dipenjarakan jika tergarap areal hutan TNKS. Padahal Nagari Ampiang Parak Timur langsung berbatasan dengan lahan TNKS, dan masyakarat mata pencaharian utamanya adalah berkebun.

Kunjungan kerja Wagub Audy Joinaldi diakhiri dengan peninjauan embung di Kampung Taratak Paneh. Embung seluas 24,7 hektar ini akan dikelola masyarakat sebagai objek wisata. Wagub dan rombongan juga meninjau Eko Wisata Penyu di Pantai Ampiang Parak. (gk)

Pesisir Selatan

Wagub Sumbar Audy, Temui Petani Di Amping Parak Sutera

Painan, PilarbangsaNews, —

Wakil Gubernur Sumatera Barat, (Sumbar) Audy Joinaldy, melakukan kunjungan kerja di Pesisir Selatan, Minggu (8/8). Dalam kunjungan tersebut wagub Sumbar, didampingi Wakil Bupati Pesisir Selatan, Rudi Hariansyah, serta sejumlah pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten setempat

Pada kunjungan kerja tersebut, Wagub Sumbar Audy, melakukan beberapa agenda, yaitu, mengunjungi Kelompok Perikanan Budidaya Ikan Darat Mutiara Lumpur di Tanjung Gadang, embung di Taratak Paneh, Nagari Ampiang Parak Timur dan kawasan konservasi penyu di Kecamatan Sutera.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, dan Wakil Bupati Rudi Hatiansyah, dalam kunjungan itu berdialog langsung dengan masyarakat Amping Parak Timur, guna menampung aspirasi dan keluhan masyarakat.

Dalam dialog tersebut masyarakat mengeluhkan rendah harga jual hasil pertanian terutama harga sawit dan gambir. “Kami mohon bapak wakil gubernur dan wakil bupati dapat mencarikan jalan keluar bagaimana supaya harga kedua komoditi tadi bisa kembali naik,” kata salah seorang petani, Zainal Sikumbang

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sumbar, Audy, menyampaikan kepada masyarakat, bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kini mempunyai Progam Replanting (penanaman ulang bibit sawit).

Kata wagub, Kabupaten Pesisir Selatan, memiliki peluang untuk mendapatkan progam replanting dalam rangka meningkat kualitas sawit. Namun lanjutnya, masyarakat harus membentuk kelompok, dalam satu kelompok minimal memiliki lahan 50 Ha.

Dengan program replanting petani bisa mendapatkan bibit sawit yang lebih bagus sehingga harga sawit di Kabupaten Pesisir Selatan, meningkat.

Dalam kunjungan kerja ini, Wagub Audy Joinaldi didampingi Kadis PMD Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM., Kadis PMPTSP Maswar Dedi, M,Si., dan Plt Kadis Perikanan Desraniarti.

Sementara, Wakil Bupati Rudi, menyampaikan usaha untuk meningkatkan harga sawit harus memperbanyak pabrik sehingga tidak terjadi lagi monopoli harga.

Guna membangun pabrik pengolahan sawit pihaknya sedang menjajaki kemungkinan menghidupkan kembali sebuah pabrik yang sudah lama tidak berfungsi. “Kita akan aktifkan kembali pabrik sawit yang ada di Lakitan, yang sudah ditinggalkan investornya,” katanya.

Berkaitan dengan rencana ini, kata wabup, pemerintah kabupaten menunggu kesepakatan tokoh masyarakat untuk memberikan izin.

Berkaitan harga gambir, Wabup Rudi, meminta masyarakat petani kompak tidak menjual kepada pihak lain yang sering mempermainkan harga tetapi memberdayakan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan, Andi Syafinal, menambahkan sebelumnya Kelompok Budi Daya ikan Mutiara Lumpur sudah di berikan bantuan sebanyak 15.000 bibit ikan.

Disebutkan, khususnya Nagari Ampiang Parak Timur mempunyai tiga kelompok budi daya ikan darat di antara Kelompok Mutiara Timur, Kelompok Tanjung Harapan, kelompok Harapan Ilahi

Ketua kolompok Budi Daya ikan Darat Ampiang, Zainal Sikumbang mengucapkan Banyak terima kasih kepada wakil gubernur dan wakil bupati telah mengunjungi dan memberikan bantuan bibit ikan darat kelompok di Ampiang Parak Timur ini. ***

Pesisir Selatan

Apa Kata Kapolres Pessel Saat Kunjungan Kerja ke Polsek – Polsek

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Lawatan kerja dilakukan Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo. S.IK, MH bersama pejabat Utama Polres Pesisir Selatan, selama dua hari dimulai Jumat – Sabtu 6 – 7 Agustus 2021 ke sebelas Polsek ada di Polres Pesisir Selatan. 

Dihari pertama Kapolres Pessel mengunjungi lima Polsek, Polsek Koto XI Tarusan, Polsek Bayang, Polsek IV Jurai, Polsek Batang Kapas dan Polsek Sutera. Hari kedua, Sabtu (7/8/2021), akan mengunjungi Polsek Lengayang, Polsek Ranah Pesisir, Polsek Linggo Sari Baganti, Polsek Pancung Soal, Polsek BAB Tapan dan Polsek Lunang Silaut. 

Dalam arahan dihadapan Kapolsek serta jajaran anggota Polsek, Kapolres Pessel AKBP. Sri Wibowo. S.IK, MH mengajak pada seluruh anggotanya agar tetap semangat, bekerja ikhlas sesuai dengan program telah ada. Walaupun saat ini sedang dalam masa pandemi Covid -19. 

” Ini juga sebagai wadah sillahturahmi antara pejabat utama Polres Pessel dan anggota binaan di Polsek – Polsek”, kata Sri Wibowo. 

Sebagai garda terdepan setiap anggota Bhabinkamtibmas harus mampu bersinergi dengan fotkopimca dan bhabinsa. Bhabinkamtibmas harus bisa menjadi motivator perubahan diwilayahnya, maka kerjasama seluruh steak holder penting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid -19. Tergabung dalam Satgas Penanganan Covid -19 tingkat kecamatan maupun nagari.

Lain itu, Kapolres juga memberikan penekanan pada Kapolsek dan anggota Bhabinkamtibmas agar bisa melaksanakan 3 T, yaitu Testing, Tracking dan Treatment warganya yang terpapar Covid – 19, agar bisa segera bisa diminimalisir secepatnya. 

” sesuaikan kegiatan dengan rencana telah disusun, tetap jaga kesehatan pribadi, keluarga. Terpenting ikuti Protokol Kesehatan. Dan terpenting tetap bekerja ikhlas dari hati,” pesan nya. 

Hal lain disampaikan, agar setiap Kapolsek jajaranya bisa melihat gejala permasalahan yang ada di masyarakat, supaya dapat segera diantisipasi dan diselesaikan setiap ada permasalahan di tengah masyarakat. 

Ikut dalam kunjungan kali itu, Jumat (6/8/2021) Kabag Ops Kompol Arsyal, Kabag Sumda, Kompol Elizabet, Kabag Ren AKP. Suhendri Yatno, Kasat Intel AKP. Don Rinaldi, Kasat Reskrim AKP. Hendra Yose, Kasat Sahbara Iptu. Nofrianda, Kasat Lantas Iptu. Hendri Yanto, S.I.K,  Kasat Binmas AKP. Gusfriandi, dan Kasat Narkoba AKP. Hidup Mulia, SH.

Satu persatu ruangan di Polsek – Polsek dilakukan pengecekan oleh pejabat Utama Polres Pessel. Termasuk kendaraan operasional kedinasan ada di Polsek, sekaligus penyerahan bantuan sembaķo dari Kapolres Pessel pada keluarga anggota Polsek yang terpapar Covid -19. (ori)