Menampilkan: 1 - 10 dari 17 HASIL
Pilkada Pessel

Rinal Artventure Anak Muda Suka Kritisi HJ di Facebook, Dukung HJ 2 Periode

Batang Kapeh, PilarbangsaNews,– Rinal Artventure selama ini sering menulis TS di akun Facebook mengkritisi kebijakan Bupati Hendrajoni, namun hari ini dia menulis TS seolah-olah ingin meminta maaf kepada Hendrajoni.

Dibawah ini TS Rinal;

Pengsugestian oleh Narasi yang seolah-olah telah terjadi banyak persoalan di Kabupaten Pesisir Selatan, bahan pembicaraan yang di coba kembangkan menjadi sebuah isu sehingga menjadi topik perbincangan,mungkin bisa kita sebutkan dimulai dari:
1. Penghentian Proyek Relokasi RSUD M.Zein 
  
2. Dinilai Gagalnya Pemerintah dalam mengelola anggaran Pembangunan Pelabuhan Panasahan Painan

3.Sikap Pemerintah yang seakan memaksakan Mega Proyek Masjid Terapkan Carocok

4.Karut Marut PT Dempo

5.Sampai kasus Hukum Pengrusakan Kawasan Manggrove yang menyeret beberapa Nama, Namun yg sampai ke persidangan Hanyalah Rusma Yul Anwar Wakil Bupati Pesisir Selatan. Kasus yang bagi sebagian orang mempercayai telah terjadi sebuah penzaliman terhadap beliau.

Sampai isu Pemerintah yang hanya sibuk Pencitraan dan banyak lagi permasalahan yang coba diapungkan hanya untuk menjatuhkan popularitas dan kredibilitas penguasa.. Bagi banyak orang yang telah termanipulasi oleh isu-isu seperti diatas, tentu akan memberikan penilaian buruk pada Bapak Bupati  yang merupakan pengambil kebijakan, termasuk saya sendiri.. Banyak orang yang sangat dengan mudah percaya terhadap suatu informasi tanpa melakukan crosscek terhadap informasi-informasi yang ternyata Tidak Benar..

Jadi akan menjadi bijak, ketika kita benar-benar paham dan yakin akan suatu Informasi..

Penulis mencoba menafsirkan  narasi yang ditulis Ronal Artventure diatas. Asbabunnuzul (sebab sebab nya) tak lain dari sebuah pengakuan tulus dari Rinal, bahwa kita jangan terlalu percaya dengan sebuah informasi, jika  ada mendapatkan info tabayun lah  lebih dulu. Lakukan cross check, konfirmasikan kepada sumber yang berkompetisi.

Sacara implisit  Rinal dengan sttus kali ini, ingin menyampaikan penyesalan, dia  salama ini telah dzuhuzon  kepada HJ.

Rinal tak ingin salah lagi.
Dia ingin menjadi seorang yang bijak dalam memahami sebuah informasi.

TS Rinal diatas membangkitkan birahi  bertanya saya kepada yang berangsangkutan. Apakah dia memberikan dukungan pada pasngan HJ-HMD di helat pilkada  Pesisir Selatan?

Kilek camin lah ka muko, kilek baliuang lah ka kaki.
Tapi saya tak mau gegabah,
Untuk konfirmasi saya telp dia.

Apa katanya; samua calon adalah orang terbaik Pessel. Tapi tentu ada diantara mereka yang paling baik. Maka pilih yang baik itu adalah yang telah dilihat lakek tanganyo

Kalau begitu pak HJ?

Bapak lah yang lebih arif dari awak untuk menilainya, ” kata Rinal masih berdiplomasi. (Yeye)

Pilkada Pessel

Wahai Para Penjilat Ayo Berdamai Sajalah…!

Batang Kapeh, PilarbangsaNews, — Pemilukada tak lama lagi akan digelar, tapi jauh sebelumnya, para Facebooker di grup-grup Facebook yang dibuat oleh admin orang Pesisir Selatan, telah saling  menghina, saling menjelekkan dan saling baku hantam dalam fitnah. Membuat kabar hoax dengan tujuan bagaimana lawan terkangkang ke belakang

Terasa sekali atmosfer yang menggerahkan mirip suasa pilpres pada tahun  2019 lalu.

Bedanya hanya tak ada istilah cebong dan kamprett yang mengemuka kerena para  pendukung pilkada bukan pendukung calon di pilpres.

Kalau kita amati banyak para Facebooker yang bikin STATUS, bernada penghinaan. Semuanya tentu bagaimana agar jagoannya dalam pertarungan nanti dapat meraup suara terbanyak  sehingga keluar sebagai pemenang dan dilantik jadi Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan 2021-2025.

Mereka yang membuat status itu, ada yang menjadi tim sukses, relawan dan simpatisan.

Tapi yang paling menarik dan menjadi fokus  saya hari ini adalah saling mengatakan penjilat.

Kalau ada kata penjilat, pasti ada anonimnya. Anonim dari penjilat ini adalah tidak  penjilat. Kata tidak penjilat sinonimnya ikhlas.

Kami ikhlas membantu calon kami, kalau kalian tidak, kalin para penjilat, jilat tu pantat (ikua) junjunganya sampai licin, tulis kalompok yang satu lagi.

Personil kelompok yang suka menulis kalimat begitu, dipastikan bukan dari kelompok Incumbent, tapi dari komplek yang akan memperjuangkan junjungannya bisa merebut kursi kepemimpinan didaerah mereka.

Kelompok ini biasanya tidak dekat dangan Incumbent.  Tidak dekat disebabkan kerena berbagai alasan dan sebab. Kalau dekat atau merasa SASD (sok akrab sok dekat) bisa dipastikan mereka adalah kelompok yang personil tidak pernah atau sudah retak kaca kedekatan dengan si petahana.

Lantas apakah memang ada kelompok yang iklas dalam dunia politik di muka bumi  diera digital ini?

Kalau ada diantara pembaca yang mengaku ikhlas, izinkan saya menyebut anda sebagai pembohong besar.

Kita sebenarnya sama. Sama-sama penjilat dan pembohong. Bedanya kami setelah menjilati ekor junjungannya kami ada semacam apresiasi dan insentif. Kekurangan kelompok sebalah, apresiasi dalam bentuk insentif ini lah yang tidak akan  anda peroleh.

Tapi jika junjungan anda menang disanalah nanti anda menikmati. Tapi yakinlah tidak samua yang berkeringat yang akan memetik buah dari keberhasilan perjuangan.

Bisa jadi nanti nama anda akan hilang dan tercecer. Seandainya benar-benar itu terjadi, anda diam saja hanya mengurut dada tanpa mengumpat sana sini. Disitulah anda baru bisa disebut sabagai yang ikhlas dunia. Namun anda masih tetap mengurut dada dan menyatakan ke diri anda ” Buyung sabarlah engkau ”

saya kategori kan anda sebagai orang tak ikhlas atau anda sama dengan saya sama-sama suka menjilat….

Lha kok sama, kenapa kita masih saling baku tuduh? Ayo berdamai sajalah wahai para penjilat dan jangan lupa ya pilih Hendrajoni-Hamdanus
Karena pasangan nomor 1 pilihan saya dan anda. (ayah yeye)

Pilkada Pessel

Dukungan pada Pasangan 1 Hendrajoni-Hamdanus Semakin Deras

Rusunawa Painan, PilarbangsaNews, —

Dukungan terhadap pasangan Hendrajoni-Hamdanus semakin mengalir deras tak terbendung. Apalagi sejak Faldo Maldini memutuskan dikungan politiknya untuk HJ-HMD di Pilkada Pessel yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

Tadi pagi di laman akun Facebooknya, Hamdanus mengunggah beberapa foto bersama mantan anggota DPRD Sumbar, Syaiful Ardi ,  S. Sos, M.Hum.

Pada Pemilu legislatif tahun lalu, Syaiful Ardi yang “berlayar’ dibawah bendera biduk partai Hanura sempat meraup lebih kurang suara didapilnya 13.000 suara, sekitar 8000   dari 13.000 itu berada di Pesisir Selatan.

Tapi walaupun cukup signifikan perolehan suaranya, langkahnya tetap terhambat masuk Gedung DPRD Sumbar.

Apakah akan  linier suara itu kalau dibawa ke pilkada Pessel? Tentu saja tidak akan bertemu hitungannya secara matematik karena ini politik.

Kini Syaiful mendukung HJ-HMD, banyak sedikit nya pasti akan berpengaruh terhadap pemilih yang masih setia pada Syaiful Ardi. Mereka tentu akan berfikir 2 kali jika ingin memilih pasangan yang tidak didukung tokoh idola mereka.

Pagi tadi hari ini  jum’at (9/10/2020)  Hamdanus calon wakil bupati pasangan Hendrajoni telah berhasil membawa Syaiful Ardi  Ngopi “sakarek” di sebuah warung kopi di Balai Selasa kecamatan Ranah Pesisir.

“Bintang bersinar dari Ranah Pesisir. Terima kasih banyak atas sambutan hangat dan dukungan tulus kanda, semoga kita senantiasa Satu hati dan satu perjuangan dalam meraih kemenangan
Aamiin, ” demikian Hamdanus menulis di akun Facebooknya.

Kemudian dibawah ditambah dengan 3 kata
BerSATU  BerJUANG  MENANG.
ALLAHU AKBARR

Redaktur Pelaksana PilarbangsaNews mencoba  konfirmasi dengan Syaiful Ardi terkait dukungan ke HJ-HMD.

Lewat SMS whatsapp redaktur PilarbangsaNews mencoba
menghubunginya;

‘Assalamu’alaikum diak
Sibuk diak?”


Kemudian dilanjutkan dengan SMS kedua;
Boleh uda bertanya diak?”


Terus lanjutkan lagi;  ‘Adik secara moral akan mendukung HJ di pilkada Pessel? Kalau Iyo , apa  pertimbangan adiak memberikan dukungan ke HJ-HMD?


SMS diatas belum dilihat dan dibaca.

”Sibuk diak?”

Hingga SMS diatas masih belum dibalas.

“Mungkin adiak ambo pak dosen, tak semangat manjawek tanyo udanya. Okey sukses, murah rasaki dan sehat selalu, ” begitu pesan yang ditulis oleh redaktur PilarbangsaNews.

“Alhamdulillah, da, ” hanya segitu dia menjawab.
Redaktur Pelaksana PilarbangsaNews, – tak pula lagi ingin konfirmasi dengan Syaiful Ardi
Cukup sampai disitu saja. (****)

Pilkada Pessel

Uni Uni di Sapan Nagari Koto Nan Duo Batang Kapeh; Pilih No 1..!

Rusunawa Painan, PilarbangsaNews,— Batang Kapeh tampil beda, tak ingin meniru apa yang telah dilakukan orang. Ingin tampil dengan  gaya sendiri ketika mereka menyampaikan kebulatan tekad memilih pasngan Hendrajoni-Hamdanus pada alek gadang pemilihan bupati Desember mendatang.

Kalau ibu lainnya menyatakan diri meraka emak emak, di Sapan mereka menyebut diri mereka dengan UNI UNI.

Dari sebuah video unggahan pemilik akun facebook Aza Lambada,  sekumpulan wanita menyebut diri mereka uni-uni dari Sapan, Kanagarian Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan,
mengucapkan terimakasih pada bunda Lisda.

Terkait apa ucapan terimakasih ke buk Lisda, tidak diungkapkan pada video  berdurasi 28 detik itu.

Hanya saja salah seorang Juru bicara mengatakan; Assalamu’alaikum WW, Kami perwakilan Uni Uni dari Sapan, mengucapkan Terima kasih pada buk Lisda. Dan kami Siap memenang Nomor 1.

Siapa pasangan nomor 1 dalam pilkada PESISIR SELATAN adalah Handrajoni-Hamdanus.

“Pilih nomor 1,” kata uni uni ini serempak. (****)

Pilkada Pessel

Tim relawan HJ-HMDS di IV Jurai dikukuhkan

Rusunawa PAINAN, PilarbangsaNews,- Tim Relawan pasangan bupati dan wakil bupati nomor urut 1 untuk wilayah Kecamatan IV Jurai, diikukuhkan oleh Calon Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, Sabtu (3/10) di Hotel Hannah.

Sebagaimana diketahui tim relawan IV Jurai dipimpin oleh Tomi Desriadi, dikukuhkan dan sekaligus dilakukan penyerahan SK secara simbolis.

Turut hadir pada kesempatan itu, IGM Rajo pasisie Ketua kemenangan, Bakti Bakar.

“Alhamdulillah hari ini kita telah menyerahkan secara simbolis SK dan Piagam Tim Relawan Hebat untuk Kecamatan IV Jurai,” kata Hendrajoni.

Secara khusus Cabub H. Hendrajoni dan Cawabub Hamdanus mengucapkan terima kasih kepada saudaraku IGM Rajo Pasisie telah ikut hadir dan memberikan dukungan untuk untuk memimpin Kabupaten Pesisir Selatan yang kita cintai ini.

Untuk itu, kami sampaikan kepada para relawan semua, agar tetap berpolitik yang santun. Mari kita sampaikan kepada saudara-saudara kita tentang apa yang telah dan akan kita lakukan bersama untuk Pesisir Selatan.

Kita berharap pesta demokrasi ini berjalan dengan baik dari awal sampai akhir, bergembira dan badunsanak.

Tujuan kita semua sama untuk menjadikan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi lebih maju lagi kedepannya. Ucap Cabub H. Hendrajoni.***

Pilkada Pessel

Darizal Basir Ajak Bupati Pessel Mendatang Bersinergi dan Keberlanjutan

Padang, PilarbangsaNews

Bupati Pesisir Selatan dua periode 1995-2005 saat diwawancarai analisa kritisnya tentang calon Bupati dan Wakil Bupati Pessel dalam tahun lima tahun kedepan, 2021-2025 lewat WhatsAppnya, Senin (15/9/2020), maka ini yang disampaikannya.

Darizal Basir, satu diantara mantan Bupati asal Sumatera Barat yang bisa bertahan jadi Anggota DPR-RI Fraksi Demokrat dua periode mengatakan, kemajuan pembangunan Pesisir Selatan di masa mendatang sangat tergantung kepada kemampuan seorang kepala daerah dalam memenej sumber daya alam dan sumber saya manusianya.

“Pessel butuh pemimpin yang visioner, artinya bupati terpilih hendaknya sosok yang mampu melihat dan mengintegrasikan pembangunan sumber daya alam dan sumber daya manusianya dalam satu kesetuan pembangunan. Pilihlah dari calon pasangan kepala daerah yang ada benar-benar sosok pemimpin yang punya komitmen total untuk mensejahterakan masyarakatnya,” katanya.

Mengulas monografi Pessel, Darizal Basir, putra Pasar Baru, Bayang ini mengungkapkan bahwa Pessel dari segi geografi termasuk kabupaten terpanjang dan terluas di Sumbar di banding kabupaten dan kota lainnya.

“Pessel itu memiliki seluruh sumber daya alam yang lengkap dibandingkan lainya. Disamping memiliki sumber daya daratan, Rang Pasisia juga punya potensi laut yg lebih luas dari daratan dan kaya dengan berbagai sumber daya lautnya,” paparnya.

Lebih jauh dijelaskannya, salah satu potensi yang mesti dimaksimalkan adalah potensi daratannya, Pessel punya sumber daya pertanian, perkebunan, tambang, alam yg indah sebagai potensi wisata, sumber daya air, perdagangan dan usaha-usaha industri rumah tangga yang apabila dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.

Politisi Senayan asal Pessel ini mengatakan pembangunan harus berangkat dari potensi yang dimiliki. Untuk itu seorang kepala daerah harus mampu memetakan potensi daerahnya, dan dari sanalah ia mulai bekerja membangun kesejahteraan masyarakatnya.

“Kalau dari bentangan geografi Pessel sekarang, sebenarnya kita bisa petakan dalam 5 kawasan pembangunan yang di unggulkan dan diprioritaskan,” terangnya.

Lebih rinci dijelaskannya, kawasan pembanguan satu terletak di utara dengan pembangunan unggulan Wisata Mandeh. Kawasan pembangunan kedua di selatan Pessel dengan unggulan pembangunan perkebunan sawit dan pertambangan. Kawasan timur dengan unggulan pertanian yang dimekanisasi.

Sementara itu di kawasan barat sepanjang pantai dan perairan dengan unggulan perikanan skala besar/tuna dan keramba apung. Dan sepanjang jalur jalan nasional sebagai kawasan lima dengan unggulan home-home industri dan perdagangan.

Darizal menambahkan konsep pembangunan lima kawasan ini sangat relevan sampai 20-25 tahun kedepan dan diberi prioritas dalam skala singkat, sedang dan panjang dan dilaksanakan secara bertahap dan berlanjut. Jadi siapa saja yg jadi Bupati dan Wakil Bupati perlu melanjutkan bengkalai yang ada, karena membangun kawasan memerlukan waktu yang panjang.

“Jangan ganti pemimpin, ganti pula program. Mestinya program yg sudah ada dan berpotensi meningkatkan kesejahtraan masyarakat ya perlu dilanjutkan. Jangan di bengkalaikan,” ujarnya.

Diungkapkannya kenyataan yang terjadi lima tahun sebelumnya periode 2016-2021, ada program yang sudah jalan dan bagus tapi belum selesai, datang pemimpin yang baru tidak mau melanjutkan.

“Mungkin ia ingin cari terobosan baru. Kita memang butuh adanya terobosan terobosan baru yang betul betul mampu merobah kehidupan masyarakat dan sangat kita butuhkan. Namun masalahnya terobosan baru yang dicari tidak ketemu maka yang lama pun tidak dilanjutkan,” katanya.

Dalam pembangunan Pessel kedepan, dikatakannya, pembangun sumber daya manusia Pessel juga harus sejalan dengan pembangunan sumber daya alam.

“Pessel membutuhkan pendidikan keterampilan yang mampu mengolah sumberdaya alam yang dimilik Pessel. Misalnya sekolah pertanian/perkebunan dan sekolah perikanan dan kelautan dan yang paling penting adalah pembangunan manusia seutuhnya memilik dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknolgi yg dibarengi dengan pendidikan watak dan kepribadian sebagai orang minang yang mampu memahami dan mengamalkn nilai nilai ABS ABK,” imbuhnya. (age/gk)

Pilkada Pessel

dr Hasmi: Pessel Butuh Kepala Daerah Berwawasan Ekonomi

Padang, PilarbangsaNews

Putra Pesisir Selatan, mantan Direktur RSUD dr Achmad Mochtar Bukittinggi, dr Hasmi, turut memberikan pendapat soal gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pesisir Selatan 9 Desember 2020.

Menurutnya, ada kriteria tertentu yang harus dimiliki oleh Bupati dan Wakil Bupati Pessel ke depan. “Calon nan rancak (baik–red) urang nan tahu bana jo Pessel (memahami Pessel-red). Muda, berkarir, punya latar belakang pendidikan ekonomi (ekonom) visioner dan berpengalaman dalam pemerintah (birokrat) serta entrepreneurs,” ujar dr Hasmi yang juga lulusan jurusan ekonomi Pasca Sarjana Megister Manajemen ini, Senin (3/8/2020).

Ia menilai bahwa bupati dan Wabup Pessel sebagai unsur penyelenggara pemerintahan yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan otonomi daerah (UU 23 Tahun 2014) tidak hanya dituntut untuk dapat memberikan pelayanan dasar kepada masyarakatnya, namun dituntut pula untuk dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi untuk mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi serta mengurangi terjadinya ketimpangan pendapatan masyarakat.

Ditambahkannya bupati terpilih nantinya diharapkan memiliki cara berpikir dan karakter entrepreneur (kewirausahaan) yang mampu merespon peluang dengan cepat dan tepat, mampu mengambil keputusan dan enghitung kemungkinan resiko yang akan muncul, menunjukkan ketekunan, memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan serta berorientasi kepada masyarakat secara luas.

“Pessel itu kaya, untuk itu butuh kepala daerah yang kepemimpinannya berawawasan kewirausahaan (entrepreneurial leadership). Dengan begitu akan bisa membawa masyarakat Pessel ke depan lebih baik ekonominya dan jadi salah satu kabupaten maju di Sumbar,” imbuhnya. (Age)

Pessel Pilkada Pessel Tam Arang dan Utiah Kapeh

PESSEL RUGI KALAU HENDRJONI TAK DIPILIH LAGI

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, — Utiah Kapeh diakui oleh Tam Arang, Labai Litak, Udin Gagok, Mas Tartok dan Mak Gambuang, orang yang arif bijaksana, tahu jo ranggeh nan kamalatiang, dahan nan ka maimpok“, fasih bicaranya apalagi jika sedang maota lamak di Lepau Mak Gambuang. Dia menjadi bintang dalam setiap kali maota, prediksinya selalu akurat. Apa yang dia ramalkan, sering berkenyataan. Dia bukan ahli dalam bidang ilmu agama. Hapalan do’a-do’anya jauh dibawah hapalan Labai Litak. Tapi kerena dia rajin sholat berjemaah di Masjid, dan selalu hadir 1 jam sebelum adzan, membuat isi pembicaraan Utiah Kapeh menjadi kaulan shakila (perkataan yang berbobot) dan tak pernah bohong.

Pagi ini si raja ota Lepau Mak Gambuang yang populer ini membahas topik ”Siapa Bupati Pesisir Selatan Yang Mesti di Pilih Pada Pilkada 2020.?”

Kata Utiah Kapeh, jangan pilih yang lain, pilih lah Hendrajoni Dt Bandonasau SH MH, mantan polisi yang berpangkat dua kembang melati dan berkumis rapi itu.

‘Ba’a mangko Pak Hendrajoni, nan ang suruh urang Pesisir Selatan memiliahnyo baliak, Tiah?” Tam Arang bertanya.

“Setelah mancaliak lakek tangan baliau itu memimpin Pesisir Selatan, alun habis maso sapariode, lah banyak pembangunan nan nyo pabuek.” jawab Utiah Kapeh.

Kalau soal banyak diakui oleh siapo sajo, bahkan mungkin pak Darizal Basyir dan Nasrul Abit masing masing pernah duo pariode jadi bupati di Pesisir Selatan, kalau beliau beliau mau mengakui dan jujur, ambo raso angkek topi ma caliak lakek tangan penerusnya itu.”

“Pertamo nyo bisa meningkatkan status Puskesmas menjadi Puskesmas Rawat Inap kasado Puskesmas nan ado di Pesisir Selatan. ”

“Ka 2, Seluruh pasa-pasa di Pesisir Selatan, direnovasi menjadi pasa nan rancak. Bilo wak pai belanjo ka Pasa itu, sajuak haonyo, raso di mall pulo awak stek dibueknyo.”

“Dunia Parawisata bakambang pesat, jalan raya semakin mulus ka Kampuang pak YY tu. Ko pai ka Padang, mandorat sajo lari oto pak YY dibueknyo. ”

“Jalan jalan kabupaten di kapuang kampuang di pelokinyo jo hot mix. Di Batang Kapeh contohnya, ado jalan Kampung Pandan, taruih ka Kampung Ladang, jalan itu lah 20 tahun tak dipelokkan, kini lah mulus sajak Pak Hendrajoni jadi bupati. ”

“Kemudian rumah nelayan nyo bangun, rumah rumah tak layak huni 4000 labiah lah sudah nyo rehabilitasi, tingga 2000 unit lai nan ka di garap nyo sampai tuntas dengan program bedah rumah yang bersemboyankan “Barasamo Mangko Menjadi”.

“Sudah tu, banyak nan lain nan lah nyo pabuek dek bupati nan sorang ko. Cuma ado ciek irigasi Batang Jalamu nan lah lamo bobol, alun juo direhab, ” kata Mas Tartok menyela, pembicaraan Utiah Kapeh. Mas Tartok tahu di Batang Kapeh, khasusnya Nagari IV Koto Hilie petani disana sudah lama tidak dapat turun ke sawah, lantaran irigasi bobol. Sawah menjadi kering kerontong.

“Itu bukan, karano pak Hendrajoni tak merespon laporan warga. Pak bupati kalau ado tarimo laporan kejadian sperti itu, ligad bana lau marespon. Tapi iko mungkin kapalo dinas Pengairan (PSDA) nan kurang bisa maniru dan mairiangkan caro karajo bupati. Tantang rehab irigasi di Batang Jalamu IV Koto Hilir Batang Kapeh itu lah dianggarkan dana nyo dek pak Hendrajoni, tapi alun juo direalisasikannyo proyek itu. ” kata Utiah Kapeh membela Hendrajoni.

Kemudian, kata Utiah Kapeh lebih lanjut; inyo punyo jaringan ka pusat pemerintahan. Punya akses k Presiden. Kalau nyo datang ke Mentri, nyo bakandak ciek, 3 di agiah dek Mentri.

“Inyo tageh managakkan hukum. Ndak pandang bulu siapo nan malangga hukum kanai. Tapi lai nan babarih dan bapahek.”

“Kini padusi nyo (bininya-red) tapiliah lo jadi Anggota DPR-RI, tambah lengkap di apak Hendrajoni itu, untuk mampaelok pembangunan Pesisir Selatan. Pasti kue pembangunan itu nyo rangguikkan dek Ibuk Lisda, porsi nyo gak gadang ke Pesisir Selatan. ”

Iko dibawah ko tabel data pertumbuhan ekonomi ;

Selalu angka nyo diateh rata rata Sumbar dan Nasional.

“Cuma ado saketek, pak bupati Hendrajoni, urang nya ceplas ceplos. Tak pandai lembut kalau nyo marabo.”

Tapi walupun macam itu, hatinya elok, pambari maaf bilo urang salah capek minta maaf ka inyo

“Sifat nan pemaaf iko nan tak banyak urang tahu.” kata Utiah Kapeh menguraikan.

Tam Arang dalam maota pagi ini terpaksa diam tak berkutik, soal nya Tam Arang sudah ada bakal calon yang menjadikan dia sebagai ketua tim sukses.

Mendengar penjelasan konco pelangkinnya ngomongnya seperti itu dalam hatinya mengakui, tapi dia tak bisa membatalkan dirinya jadi tim sukses karena telanjur telah terima uang persekot dari sang balon yang mengaku seorang pengusaha kebun sawit di laut lepas.

Tam Arang merasa takicua dinan tarang, dengan penampilan luar si pengusaha. Masa ada tanaman sawit di laut?

“Baa di udin tu?” Tanya Utiah Kapeh pada Udin Gagok yang daritadi tak berani menyela pembicaraan Utiah Kapeh.

I-i-iyo na-na-nan a-aaa-ang kto kan itu ba-ba-batuah sado nyo, ” Jawab Udin Gagok.

Okey lah….ka den tambah ciek lai. Alah mah.., beko bakecek kan lo deyen kampanye,” kato Utiah Kapeh mengakhiri ota lamak mereka pagi Selasa ini (10/9)…dan mereka bubar untuk selanjutnya melaksanakan tugas masing masing. (****)

Baca juga ;

Produksi Mobil Esemka, Jokowi Tak Berdusta?

Pilkada Pessel

Edytiawarman Akankah Ikut Lagi Bertarung di Pilkada Pessel 2020?

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, — Edytiawarman adalah mantan wakil bupati Pesisir Selatan semasa Nasrul Abit (wakil Gubernur Sumbar-pen) jadi Bupati Pesisir Selatan periode ke 2, tahun 2011-2016.

Kemudian saat diselenggarakan pilkada Bupati Pessel untuk priode 2016-2021, Edy ikut sebagai kandidat, dia berpasangan dengan Bakri Bakar SH sebagai wakilnya. Tapi nasib tak seberuntung saat berpasangan dengan Nasrul.

Keinginan Edy menjadi orang nomor satu di Pesisir Selatan, kandas setelah Hendrajoni bersama pasangannya Rusma Yul Anwar, berhasil memenangkan “pertarungan” dalam pilkada itu.

Tak berhasil meraih impiannya menjadi orang nomor satu di Pesisir Selatan, Edy yang dulunya adalah PNS tapi karena dia mencalonkan diri sebagai bupati, dia harus pensiun dini.

Begitu pemilu usai dan Hendrajoni/Rusma Yul Anwar dinyatakan sebagai pemenang oleh KPU Pesisir Selatan, Edy fokus menggeluti bisnis barunya.

Bisnis cottage yang dia rintis sebelumnya, sewaktu jadi wakil bupati, cukup ramai didatangi pengunjung yang ingin menginap di ibukota kecil kota negeri sejuta pesona ini

Cottage itu dilabelinya dengan branding Langkisau Resort, terletak di Bukit Langkisau arah ke Salido.

Letaknya yang stategis dipinggang Bukit Langkisau Painan, saat berada di Cottage milik Edytiawarman ini, pengunjung akan bisa menikmati sunset.

Tak ingin hanya fokus di bisnisnya itu, putra Kapuh Tarusan yang lahir di Tapan ini, terjun ke politik praktis. Dia berhasil dipercayai rekan-rekan anggota Partai Berkarya menjadi ketua di partai baru besutan Hutomo Mandala Putra yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto itu.

Dalam pileg 2019 ketua DPD Berkarya Pesisir Selatan ini ikut sebagai caleg untuk DPRD Pesisir Selatan. Tapi sayang dia tak terpilih.

Bagi para politisi yang belum berhasil atau gagal pada pileg 2019 untuk menduduki kursi DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi dan DPR-RI saya lebih suka mengibaratkan mereka itu sebagai sebuah “mobil yang lagi parkir”.

Mobil Edytiawarman kini memang lagi diparkir. Pertanyaannya apakah pada tahun 2020 akan digunakan untuk alek gadang Pilkada bupati Pesisir Selatan?

Jawaban hanya dua, iya dan tidak.

Tapi saya lebih yakin tidak, kalau edy tidak mendapat pasangan yang kita kira bisa mengungguli elektabilitas petahana.

Dulu saja sebagai orang baru Handrajoni bisa mengungguli lawan-lawan tarungnya, apalagi sekarang, masayarakat telah bisa melihat dan merasakan kemajuan nagari mereka salama di pimpin oleh mantan polisi berpangkat AKBP itu.

Sebagai petahana Hendrajoni untuk kalangan umum, elektabilitasnya saat ini akan tetap memposisikan dia sebagai calon bupati yang sulit dikalahkan pada pilkada 2020 tahun depan.

Hendrajoni ibarat seorang anak bujang gagah nan kayo rayo, banyak diincer oleh para cewek.
Orang tua yang memiliki anak gadis ingin mendekati, agar anak mereka dipersunting menjadi pasangan Hendrajoni.

Tapi siapakah yang bakal dipersunting Hendrajoni?

Terlalu dini untuk memperbincangkan siapa pasangan Hendrajoni pada pilkada 2020, karena masih setahun lagi.

Hendrajoni pun pasti tak akan gegabah menentukan siapa pasangannya, bupati yang berkumis rapi ini mulai sekarang tentu sudah mulai meneliti dan mengkaji apakah sang pendamping cukup potensial untuk mendongkrak suaranya dan tentu juga sekalian isi puro (isi saku saku-pen) dari pendamping itu sebagai penambah nambah modal untuk cost politik.

Apakah nama Edytiawarman masuk dalam daftar yang akan dilirik oleh Hendrajoni?

Dalam politik tak ada yang tak mungkin. Pastinya kita baru tahu apabila sudah hampir dekat hari tanggal mainnya.

Apakah Edytiawarman siap? Informasi ini yang belum saya dapat dari mamak rumah saya ini (kebetulan suku istri saya sama sama Jambak dengan suku edy).
Beberapa pesan di kirimkan kepada Edy tak dibalas meski pesan itu dibacanya. Dua kali telp whatsapp dan 2 kali dihubungi lewat seluler tak juga diangkat.

Mungkin Edy lagi sibuk melayani tamu di cottagenya yang selalu ramai pengunjung itu. (****)

Baca juga;

Syafrizal Ucok Ingin Jadi Wakil Bupati Pessel di 2021?

Tak Marah Meski Salah Pemberitaan, Ketua DPD PAN Pessel ; Siap Maju Di Pilkada Pessel

. Pilkada Pessel

Wajib Pilih di Kecamatan Batang Kapeh Cerdas dan Realistis?

Batang Kapeh, Pilarbangssnews.com, — Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, pada pilkada 2020, diprediksi akan tetap jadi wilayah yang memiliki wajib pilih menggiurkan untuk diperebutkan oleh para kandidat calon bupati. Pasalnya, kemungkinan besar tidak bakalan ada calon bupati/wakil bupati dari kecamatan Batang Kapas yang akan ikut bertarung memperebut kursi bupati yang kini sedang di duduki Hendrajoni Dt Bandobasau.

Sekarang telah muncul satu nama dari Batang Kapeh yang diproyeksikan sebagai calon bupati/wakil bupati, Dr Budhi Mulayadi Dt Bandaro Sati, nama yang muncul itu kalaupun nanti ikut dalam pilkada, sulit akan mendapat dukungan mayoritas dari warga wajib pilih di kecamatan ini.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab suara pemilih tidak bisa disatukan di Kecamatan Batang Kapeh.

Sebelum saya lebih lanjut membedah kenapa kecamatan Batang Kapas tetap menjadi wilayah kontributor bagi calon bupati dari kecamatan lain? Sebaiknya saya jelaskan dulu bahwa sebelum beberapa Nagari Kecamatan Batang Kapas dimwkarkan secara kewilayahan, kecamatan ini terdiri dari 3 wilayah, masing masing wilayah IV Kota Hilie, IV Koto Mudiak, dan wilayah Nagari Taluk.

Meski masih satu kecamatan, kultur dan adat istiadat memiliki sedikit perbedaan, bahasa (dialek atau logat) bicara pun tidak sama, berbeda satu sama lainnya.

Antara ke 3 wilayah ini, adatnya sama tapi langgam batuka

Perbedaan perbedaan itu, praktis secara psikologis akan mempengaruhi pandangan politik masing masing warganya. Begitu juga tokoh masyarakat yang ada di Nagari Taluk, belum tentu diterima sebagai tokoh di Nagari IV Koto Hilie, dan sebaliknya.

Contoh ketika Fahmi Kasry (Fahmi Kasry beliau telah lama meninggal dunia-pen) putra Tuik Nagari IV Koto Mudiak, Batang Kapas, ikut dalam pilkada tahun 2004 yang lalu, Fahmi pada waktu itu hanya mampu mengumpulkan suara 15% dari wajib pilih di wilayah kecamatannya.

Padahal Fahmi telah banyak bertanam budi untuk warga Batang Kapeh. Semasa itu Fahmi tidak hanya banyak membantu warga Batang Kapas, tapi juga warga kecamatan lain, dimasukkan bekerja di PT Indah Kiat Perawang Riau. Dan ini menjadi salah satu pemicu Fahmi seorang manajer PT Indah Kiat, ikut pilkada di kmpung halamannya.

Fahmi yakin menang, karena merasa dirinya akan dibantu oleh puluhan ribu orang tua/ sanak saudara yang saudara mereka bekerja di PT Indah Kiat. Namun kenyataan Fahmi harus terima pil pahit itu.

Lantas kini muncul nama Dr Budhi Mulayadi S.Kep M.Kep yang kini namanya sedang dibahas diinternal PKS Pesisir Selatan, diproyeksikan sebagai calon bupati/wakil bupati dari PKS.

Budhi seorang dosen terbang diberbagai PTN dan PTS di beberapa daerah di Indonesia dan narasumber seminar dan pelatihan nasional dan internasional, dia juga adalah anggota KAN Nagari IV Koto Hilie.

Pertanyaan saya akankah ninik mamak anggota KAN IV Koto Hilie mendukung Budhi untuk maju merebut kursi bupati/wakil bupati di tahun 2020 depan?

Dukungan Ninik Mamak sesama anggota KAN mungkin bisa di dapat oleh BUdhi yang juga konsultan bencana di Asia Pasifik ini, dalam bentuk pernyataan-pernyataan atau deklarasi dari Ninik Mamak Nagari IV Koto Hilie

Tapi itu hanya sebatas deklarasi saja, tidak bisa; “dibuka kulik tampak isi..” Begitu tipikal ninik mamak di IV Koto Hilie. Setahu saya angku angku ninik mamak itu ” Tau jo ranggeh kamalatiang, dahan nan kamaimpok.”

Kemudian ada lagi istalah zaman old yang mungkin masih tetap lestari, yakni istilah “tahu Den, jo kungkuang dapuah amaknya“.

Ini sebuah uangkapan pelecehan yang berbungkus kebencian dari seseorang kepada orang sekampungnya yang telah sukses baik sacara sosial maupun ekonomi.

Jika ada ungkapan yang seperti itu di Batang Kapeh, maka selama itu pula Kampung denai akan tetap menjadi daerah kontributor untuk suara bagi calon pemimpin Pessel, dan jangan bermimpi akan ada urang Batang Kapeh bisa jadi bupati. Apalagi jadi bupati itu costnya konon bisa mencapai 10 M.

Diakhir tulisan yang singkat ini, Ambo nyantakan bahwa ambo sendiri sebenarnya sangat setuju jika wajib pilih di kecamatan ini masih tetap berfikir cerdas dan realistis memilih bupati di tahun depan; Ambiak contoh ka nan sudah ambiak tuah ka nan manang. (****)