Menampilkan: 11 - 20 dari 632 HASIL
Riau

Secara Virtual, Gubri Hadiri Pertemuan CMGF Tahun 2020

Pekanbaru – Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menghadiri acara pertemuan tingkat Gubernur, Chief Ministers and Governors Forum (CMGF) ke-17 tahun 2020 secara virtual di Kediaman Gubri, Rabu (18/11/2020).

Selain CMGF, sekaligus juga digelar pertemuan tingkat menteri Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT GT) yang dihadiri oleh pejabat tingkat menteri di tiga negara tersebut.

Selain Gubri, turut hadir 10 gubernur yang ada di Pulau Sumatera, seperti Sumatera Barat (Sumbar), Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Lampung.

Pada agenda CMGF dan IMT GT ini, Pemerintah Provinsi Sumbar, Kepulauan Riau dan Aceh, mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia untuk memaparkan berbagai potensi-potensi yang ada di daerah Pulau Sumatera, khususnya di wilayah provinsi bersangkutan.

Ada banyak sektor kerjasama yang dibahas dalam IMT-GT, terutama pertanian dan agroindustri, pariwisata, produk dan layanan halal serta transportasi, teknologi, perdagangan, investasi, pendidikan, budaya dan lingkungan.

Acara yang dipimpin oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyampaikan bahwa seharusnya kegiatan ini diselenggarakan secara tatap muka, namun karena adanya pandemi harus diselenggarakan secara virtual.

“Meskipun virtual, mudah-mudahan tidak mengurangi makna dari kegiatan ini,” ujarnya.

Irwan berharap, melalui kegiatan ini dapat terus terjalin kerja sama yang baik antara Indonesia, Malaysia dan Thailand sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah.

“Selamat mengikuti kegiatan CMGF IMT GT, silahkan paparkan informasi terkait daerah masing-masing,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubri didampingi langsung oleh Karo Administrasi Ekonomi Setdaprov Riau, Jhon Armedi Pinem serta staf lainnya. *(mirza/mcr)

Riau

Kapolda Riau Buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A 2020 di SPN Polda Riau

Tambang – Selasa pagi (17/11/2020) mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di SPN (Sekolah Kepolisian Negara) Polda Riau di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, dilaksanakan Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A 2020.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSI, dengan Komandan Upacara AKBP Firdaus dan Perwira Upacara Ka SPN Polda Riau KBP Ruli Agus Pramono SIK.

Hadir pada Upacara ini Wakil Gubernur Riau Brigjen (Purn) Edi Natar Nasution mewakili Gubernur Riau, Danrem 031/ Wira Bima Brigjen M. Syech Ismed M.Han, Para Pejabat Utama Polda Riau, Kapolres se-Jajaran Polda Riau, Bupati se-Provinsi Riau, Dandim 0313/ KPR Letkol Inf Leo Octavianus Sinaga S.Sos, M.Han, Kabag Sumda se-Jajaran Polda Riau, Pembina dan Instruktur SPN Polda Riau serta Calon Siswa Diktuk Bintara Polri T.A. 2020 SPN Polda Riau yang berjumlah 266 orang.

Upacara pembukaan pendidikan ini ditandai Pernyataan Pembukaan Pendidikan oleh Inspektur Upacara, dilanjutkan Pemasangan Pangkat Siswa kepada Perwakilan Siswa oleh Inspektur Upacara.

Kapolda Riau selaku Inspektur Upacara dalam amanatnya menyampaikan pesan kepada para siswa, agar mereka dapat mengikuti semua pembelajaran dengan baik, hindari segala bentuk pelanggaran dan jaga nama baik pribadi, keluarga serta institusi.

Menutup amanatnya Kapolda menyampaikan bahwa lembaga pendidikan bukanlah tempat penyiksaan, tapi adalah tempat menimba ilmu dan mengasah batin, untuk itu belajarlah dengan tekun agar nanti dapat menjadi anggota Polri yang profesional, pesan Kapolda.

Setelah upacara dilanjutkan acara tambahan yaitu kegiatan Tradisi Lemdik (Lembaga Pendidikan), Pemotongan Rambut dan Penyiraman kepada Perwakilan Siswa oleh Kapolda Riau didampingi Pejabat Utama Polda dan Para Kapolres yang hadir.

Kegiatan berakhir sekira pukul 09.00 WIB dan seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan lancar. *(mirza)

Riau

Polda Riau Gulung Sindikat Narkoba Bersenjata, 7 Pucuk Senjata, 3 KG Sabu Berikut 9 Tersangka Diamankan

Pekanbaru – Tim Polresta Pekanbaru di back up Direktorat Narkoba Polda Riau berhasil menggulung sindikat narkoba bersenjata api dibeberapa lokasi penangkapan.

Selain berhasil mengamankan 9 orang pelaku, tim gabungan juga mengamankan 7 pucuk senjata api dan 3 kilogram sabu.

Berawal dari adanya informasi masyarakat yang diterima oleh tim, pada Jumat (13/11/2020) sekira pukul 20.00 WIB yang langsung ditindaklanjuti oleh Satres Narkoba Polresta Pekanbaru bersama tim dari Direktorat Res Narkoba.

Kasat Res Narkoba menerima informasi bahwasanya Mobil Toyota Innova dengan nomor polisi BK 228 WW diduga membawa narkotika jenis sabu dari Dumai tujuan Pekanbaru.

Tak membuang waktu, tim gabungan menyebar dan berhasil menemukan kendaraan tersebut di sebuah SPBU Muara Fajar Jalan Yos Sudarso Kota Pekanbaru.

Dengan tidak membuang waktu, tim langsung menggeledah dan mengamankan 4 (empat) orang pelaku HR als BL, AM, AR dan ME, dan dari penggeledahan tersebut tim menemukan 4 pucuk senjata api rakitan di dalam mobil Toyota Innova.

Dari keterangan para pelaku, diketahui bahwa seorang teman mereka yang sedang menunggu di Jalan Kubang Raya.

Tim langsung bergerak menuju tempat yang disebutkan di Jalan Kubang Raya tepatnya di ruko dan berhasil mengamankan YU.

Tak puas sampai disitu, tim kembali menggali informasi dari para pelaku dan mengakui bahwa masih ada komplotannya di Kabupaten Rokan Hilir yang masih menyimpan 2 (dua) pucuk senpi rakitan.

Atas dasar informasi tersebut, tim gabungan melakukan pengembangan ke Bagan Siapi Api, tepatnya di Jalan Dusun Dalam Sari Kecamatan Balai Jaya.

Disana tim kembali berhasil menangkap pelaku NY. Dan dari NY diketahui bahwa ternyata mereka adalah kelompok sindikat sabu bersenjata di Dumai bersama 4 pelaku lainnya (PU, BE, ZUL dan PR).

Tim berhasil menangkap PU yang mengaku telah menjual sabu ke Palembang. Informasi terus berkembang hingga tim kembali menangkap IP dan ZUL di Dumai dan Tampan Pekanbaru serta mengamankan 2 pucuk senpi, 3 kg sabu dan uang hasil penjualan sabu sebesar 210 juta rupiah.

Barang bukti yang berhasil diamankan :

  • 5 (lima) Pucuk Senpi jenis Revolver Rakitan,
  • 1 (satu) unit R4 Merk Toyota Innova warna abu-abu Nopol BK 228
    WW,
  • Pipet kaca berisikan narkotika jenis shabu, dan
  • 9 (sembilan) unit HP berbagai merk.

Barang bukti hasil pengembangan :

  • Shabu ± 2 Kg dalam bungkus teh cina dan 10 paket lebih kurang ± 1 Kg,
  • 1 (satu) pucuk senpi Revolver rakitan,
  • 1 (satu) pucuk senpi pistol S&W Kaliber 45,
  • Uang tunai Rp. 210.000.000,- (dua ratus sepuluh juta rupiah),
  • 9 (sembilan) unit HP berbagai merk, dan
  • 62 butir peluru berbagai kaliber.

Para pelaku dijerat
Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun.
Pasal 1 Undang-undang darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang menguasai, mempergunakan Senjata Api, amunisi atau bahan peledak dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSI didampingi Dirresnarkoba, Kabid Humas dan Kapolresta Pekanbaru saat konferensi pers di Mapolda Riau Senin (16/11) mengatakan komitmennya memburu para bandar narkoba.

“Hari ini 9 pelaku yang kita tangkap adalah para pelaku perang bandar narkoba, ada dua kelompok yg sedang merebutkan narkoba jenis sabu sebanyak 46 kg dan 10 ribu pil ekstasi,” buka Kapolda mengawali keterangannya.

“Diawali dengan penyergapan 4 orang tersangka di Palas Rumbai yang rencananya akan menerima 3 kg sabu. Kami temukan 5 pelaku dan 5 pucuk senpi. Dalam pengembangannya, kami menemukan fakta perang bandar narkoba. Belong ini adalah salah satu dari kelompok bandar yang ada di Dumai, perang dengan kelompok Medan memperebutkan 46 kg sabu dan 10.000 ekstasi,” beber Irjen Agung.

“Beberapa waktu lalu kami amankan 24 kg sabu diatas truk di dumai beberapa waktu yang lalu, itu milik adalah kelompok Medan yang di kendalikan adit di LP Gobah. Marno dan komplotannya mengetehui ada barang masuk, mereka mengambil alih/mengejar truk yang membawa 46 kg sabu dengan menembak ke udara sebanyak 2 kali di Bukit Kapur Dumai pada (26/9) lalu,” terang pati bintang dua tersebut.

“Untuk diketahui bahwa 2 kelompok ini adalah bandar narkoba, yang saling berebut narkoba, tentu harus lebih waspada bahwa sekarang bandar dan kelompoknya telah mempersenjatai diri dan juga melindungi diri jika sewaktu waktu di tangkap. Kita juga temukan fakta bahwa salah satu pelaku berprofesi sebangai lawyer, artinya bahwa bandar narkoba melindungi dirinya secara hukum,” jelas Agung.

Kapolda juga mengaku bahwa pihaknya akan terus lakukan pendalaman dan terus mengejar pelaku lainnya dan berharap masyarakat bisa memberikan informasi dengan cara mengirimkan pesan ke hotline 08117523131. *(mirza)

Riau

Pemkab Kampar Dukung Pelaku Usaha Mikro dan Kecil, Sekda Kampar Sampaikan Kiat UMKM Sukses

Bangkinang Kota – Dalam membuka suatu Usaha Menengah Kecil (UMK), para pelaku usaha saat ini diharapkan harus cerdas dalam memilih usaha yang memiliki pangsa pasar yang luas.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto SH yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri M.Si saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Angkatan II Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di Aula Hotel Bangkinang Baru, selasa (10/11/20).

Lebih lanjut Yusri menjelaskan, sejauh kini kita akui masyarakat telah banyak yang sukses dalam bidang usahanya, akan tetapi dalam hal pemasaran para pelaku usaha masih banyak mendapat kendala.

Untuk itu pelaku usaha dituntut agar bisa membaca situasi pasar atau pemasaran, ini adalah salah satu kiat untuk suksesnya UMKM khususnya di Kabupaten Kampar.

Selain pemasaran, pelaku usaha juga dituntut untuk bisa mecintai usaha tersebut.

“Apabila pelaku usaha mencintai usaha tersebut, dengan modal nolpun yakinlah usaha tersebut akan berkembang.

Buka usaha jangan hanya coba-coba, apalagi buka usaha yang diawali dengan pinjaman bank,” terang Yusri.

Selanjutnya Yusri juga berharap kepada dinas Koperasi, setelah dilaksanakan pelatihan ini agar terus diberikan pendampingan dengan haik, berikan inovasi terbaru, berikan usaha yang memiliki peluang pasar serta pendampingan perizinan usaha.

Disisi lain Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK Kabupaten Kampar Afrizal S.Sos dalam sambutannya menyampaikan bahwa dampak usaha dari Pandemi Covid-19 luar biasa terhadap pelaku usaha.

Dalam hal ini pun Kementerian Koperasi melalui Dinas Koperasi Provinsi dan Kabupaten telah menyalurkan bantuan UMKM sebesar Rp 2,4 juta/pelaku usaha.

Kepala Bidang Pemberdayaan UMK Elly Yudia selaku Ketua Panitia pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan Kewirausahaan Angkatan II diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 10 hingga 12 November 2020.

Dimana kegiatan yang dipusatkan di Hotel Bangkinang Baru yang diikuti sebanyak 28 orang per gelombang dari 21 Kecamatan se Kabupaten Kampar. *(mirza/mzk)

Riau

Disiplin Membentuk Karakter Bangsa, Ungkap Danrem 031/Wira Bima

Pekanbaru – Bertempat di Kantor Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Danrem 031/WB yang diwakili oleh Kasrem 031/WB Kolonel Inf Junaidi M. S. Sos. M.Si turut serta dalam coffee morning bersama Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau Bpk. H. Zulkarnaen Noerdin S.H, M,H.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau menyambut baik kehadiran dari pihak Korem dalam acara coffee morning serta memperkenalkan para anggota dewan, serta mengajak dari pihak TNI AD khususnya Korem 031/WB yang selalu turut serta mendukung dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Dalam arahannya Kasrem mengatakan, “Kedisplinan merupakan salah satu pendukung peningkatan pendidikan, pengenalan tentang sejarah nasional, budaya-budaya nasional guna menciptakan karakter bangsa yang kuat, TNI AD bergerak dalam pengajaran pendidikan di daerah-daerah perbatasan dan daerah terdalam di pulau-pulau terluar indonesia, untuk sekarang Korem telah melaksanakan program Babinsa Berkibar yang di lakukan oleh para Babinsa di jajaran Korem di seluruh Riau guna membantu siswa/i dalam belajar dengan berbagi kuota internet gratis,” Ungkap Kasrem.

Diakhir acara Ketua Dewan Bpk. Zulkarnaen Noerdin S.H M.H mengajak untuk terus menjalin kerjasama yang baik guna meningkatkan dan memajukan pendidikan guna terciptanya pemuda/i yang berkarakter kebangsaan dan yang kuat serta berwawasan tinggi. Serta pemberian piagam perhargaan dari Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau kepada Korem 031/WB. *(mirza)

Riau

Menghalang-halangi Tugas Pengawas Pemilu Dapat Dipidana

Dumai – Fritz Edward Siregar S.H, LL.M., PH.D
Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi mengatakan bahwa menghalang-halangi tugas Pengawas Pemilu dapat di Pidana, ujarnya pada Sabtu (7/11/2020).

Hal itu disampaikan Fritz saat melakukan Kunjungan Kerja ke Riau selama dua hari dari tanggal 6-7 November 2020.

Sebagaimana yang tertuang dalam UU No. 1 Tahun 2015 yang telah diubah melalui UU No. 10 Tahun 2016 Pasal 198A.

Dalam UU ini menurutnya jelas dikatakan bahwa “setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindak kekerasan atau menghalangi penyelenggara Pilkada dalam menjalankan tugasnya, bisa dipidana.”

Fritz mengatakan tugas pengawasan kampanye yang sedang berlangsung saat ini, banyak permasalahan yang dihadapi.

Sehingga butuh kepercayaan diri, dan tindakan tegas. Pengawas pemilu tidak boleh takut saat melakukan tugas pengawasannya terutama pengawasan pada masa kampanye.

“Bapak Ibu harus percaya diri, bertindak tegas dan tidak takut saat bertugas, karena bapak ibu bertugas berdasarkan Undang-Undang. Siapapun tidak boleh menghalang-halangi Pengawas saat bertugas” kata Fritz.

Fritz mengawali Kunjungan Kerjanya di Istana Sayap yang terletak di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan pada Pukul 11.00 WIB, disini Fritz bertemu panwaslu kecamatan se Kabupaten Pelalawan dalam acara Rapat Koordinasi Evaluasi Kampanye.

Kemudian kunjungan dilanjutkan ke Kabupaten Siak dengan tema kegiatan Rapat Kerja Teknis Strategi Pengawasan dan Penerapan Hukum Perbawaslu 4 Tahun 2020 yang bertempat di Grand Hotel Mempura pada Pukul 14.30 WIB.

Kunjungan berakhir di Hotel The Zuri Kota Dumai pada Pukul 20.30 WIB dengan judul kegiatan Rapat Kerja Teknis Penguatan Kapasitas dan Pengenalan Pengelolaan PPID bagi Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa se-Kota Dumai.

Pada saat memberikan kata sambutan pada acara di Kota Dumai, Rusidi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fritz yang telah berkunjung ke Kabupaten/Kota di Riau.

“Saya ucapkan terima kasih kepada bang Fritz Edward Siregar yang telah meluangkan waktu berkunjung ke tiga kabupaten/kota di Riau.” tuturnya

Sementara itu, dalam sambutannya Rusidi berharap agar pengawas pemilu ditingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, maupun Kelurahan/Desa dalam menghadapi tantangan tugas tetap semangat dan memberikan dedikasi terbaik kepada negara dan bangsa.

“Saya berharap agar pengawas pemilu ditingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, maupun Kelurahan/Desa dalam menghadapi tantangan tugas tetap semangat dan memberikan dedikasi terbaik kepada negara dan bangsa,” katanya.

Karena pada hakikatnya, Bawaslu RI maupun Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, Pengawas Kecamatan, Pengawas Kelurahan/Desa, maupun Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) memiliki kewenangan yang sama, yang membedakan hanya pada sumpah jenjang tingkatannya saja.

“Wewenang kita sebagai penyelenggara pemilu adalah sama, baik Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, Pengawas Kecamatan, Pengawas Kelurahan/Desa, maupun Pengawas TPS. Yang membedakan saya dengan Bapak/Ibu hanya tingkatan saja.” katanya.

Rusidi juga berharap agar pengawas pemilu di Riau dalam bertugas dapat percaya diri dan bertindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya juga berharap agar pengawas pemilu di Riau dalam bertugas dapat percaya diri dan bertindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” harapnya.

Diakhir penyampaian materinya, Fritz mengatakan bahwa Bawaslu RI menyadari apa yang telah dilakukan pengawas pemilu tidaklah imbang dengan kompensasi yang diterima.

Dimana tugas yang dilaksanakan Pengawas pada masa pandemi sangatlah berat. Namun semua itu Pengawas lakukan karena adanya niat yang mulia yaitu keinginan perubahan yang baik dengan terpilihnya kepala daerah yang baik dan berintegritas.

“Bawaslu RI menyadari bahwa kompensasi yang bapak ibu terima sangatlah tidak imbang, dimana wabah pandemi covid-19 belum lah usai. Namun tetap bapak ibu menjalankan tugas tersebut.

Apa alasannya? akan saya jawab, karena niat mulia di dalam hati bapak ibu yang menginginkan masa depan dan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak kita dengan terpilihnya kepala daerah yang baik dan berintegritas,” tutupnya. *(mirza)

Riau

Terjerat Kasus Penggelapan Mobil, Warga Teratak Buluh Diamankan Polsek Payung Sekaki

Pekanbaru – Berawal dari kasus penggelapan mobil, seorang tersangka penyalahgunaan Narkotika jenis shabu diamankan Tim Opsnal Polsek Payung Sekaki pada hari Minggu tanggal 01 November 2020 malam sekira pukul 22.00 WIB.

Tersangka diketahui berinisial MJR alias Jihe (41), Warga Jalan Simpang Kambing Kelurahan Teratak Buluh Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau.

Ia diamankan petugas, setelah adanya laporan korban penggelapan sebuah mobil yang dilakukan tersangka MJR alias Jihe (41) pada hari Minggu siang (1/11/2020) ke Mapolsek Payung Sekaki dan tersangka disebutkan sedang berada di daerah Kecamatan Bukit Raya.

Kemudian Kanit Reskrim Iptu Suleman memerintahkan Anggota Opsnal Polsek Payung Sekaki Aipda H Pardede, untuk bersama korban Ipul melakukan penyelidikan. 

Setibanya di Jalan Kartama Kecamatan Marpoyan Damai Aipda H Pardede, Ipul dan temannya bernama Silaban, tim melihat tersangka dan Aipda Pardede langsung menangkap tersangka untuk dibawa ke Polsek Payung Sekaki.

Kemudian setibanya di Mapolsek Payung Sekaki, Aipda H Pardede menggeledah badan tersangka dan pada saat digeledah didapati diduga Narkotika jenis shabu dari kantong depan sebelah kiri celana tersangka, yang mana dari keterangan tersangka bahwa tersangka baru bertransaksi Narkotika jenis shabu di Jalan Kartama.

Sebelum tersangka berhasil diamankan, tim Opsnal Aipda H Pardede  memeriksa tersangka untuk diminta keterangan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu’min Wijaya S.I.K., M.H  melalui Kapolsek Payung Sekaki AKP Akhmad Rivandy S.I.K, membenarkan adanya penangkapan tersangka penyalagunaan Narkotika jenis sabu berinisial MJR alias Jihe (41), sekaligus tersangka penggelapan mobil milik korban Ipul pada hari Minggu malam tanggal 01 November 2020 sekira pukul 22.00 WIB.

Dijelaskan Kapolsek, sebelum tersangka diamankan pada hari Minggu malam (01/11/2020), Anggota Tim Opsnal Aipda H Pardede, menangkap tersangka dalam perkara pengelapan mobil dan tersangka MJR alias Jihe (41) dibawa ke Polsek Payung Sekaki.

Ketika tersangka  MJR alias Jihe (41) dilakukan pengeledahan badan oleh petugas lanjut Kapolsek, ditemukan Narkotika jenis shabu dari kantong depan sebelah kiri celana tersangka yang mana dari keterangan tersangka bahwa tersangka baru bertransaksi Narkotika jenis shabu di Jalan Kartama sebelum dibawa ke Mapolsek Payung Sekaki.

Melihat peristiwa itu sebut Kapolsek, Tim Opsnal langsung mengamankan tersangka dan melaporkan kepada Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki Iptu Suleman, selanjutnya Kanit Reskrim melaporkan kejadian tersebu kepada Kapolsek Payung Sekaki AKP Akhmad Rivandy S.I.K, dan memerintahkan untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Adapun barang bukti Narkotika jenis sabu yang diamankan dari tangan tersangka MJR alias Jihe (41), papar Kapolsek diantaranya 1 (satu) plastik bening ukuran sedang, 4 (empat) plastik bening ukuran kecil,  1 (satu) paket plastik bening ukuran kecil yang diduga berisi narkotika jenis shabu dan uang tunai sebesar Rp.250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

“Penangkapan diduga tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis shabu, akan dilakukan penerapan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Kapolsek. *(mirza)

Riau

Danrem/031/WB Bersama Forkopimda Riau Diskusi Empat Penanganan Penting di Riau

Pekanbaru – Komandan Korem (Danrem) 031/WB Brigjen TNI M Syech Ismed S.E, M.Han gelar Coffee Morning bersama Unsur Forkopimda Riau, Rabu (4 /11) di ruang Serambi Kehormatan Makorem 031/WB, Pekanbaru.

Coffee Morning tersebut dihadiri langsung oleh Gebernur Riau (Gubri) H Syamsuar, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Perwakilan Danlanal Dumai, Perwakilan DPRD Provinsi Riau, Perwakilan Kajati Riau, Perwakilan Pengadilan Tinggi Riau, Perwakilan Pengadilan Tinggi Agama Riau dan Perwakilan Kabinda Riau.

Kegiatan yang digelar sesuai protokol kesehatan tersebut, kembali membahas penanganan terkait berbagai hal yang tengah dihadapi Riau saat ini, seperti penanganan Covid-19 yang masih belum stabil, memasuki musim hujan, Karhutla dan penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2020 di beberapa daerah di Riau.

Ditengah-tengah diskusi yang berjalan hangat tersebut, Danrem 031/WB, Brigjen TNI M Syech Ismed S.E, M.Han, mengawali diskusi terkait mencari langkah baru dan solusi cepat untuk menangani berbagai permasalahan yang ada.

Pasalnya masalah yang dihadapi Riau ini bukan hanya masalah biasa tapi masalah cukup berat yang telah menggaggu pada perekonomian, keamanan dan hal-hal penting lainnya di Provinsi Riau.

Khususnya terkait Covid-19 yang telah memberikan dampak kesulitan luar biasa kepada masyarakat maupun daerah Riau.

“Covid-19 ini tidak hanya di Riau, tapi juga melanda dunia. Maka itu harus terus bekerja keras, mencari solusi baru dan langkah cepat dalam penanggulangan yang kuncinya ada pada sinergitas seluruh stake holder,” ujar Danrem

Selain itu, Danrem juga berbagi pendapat dengan para Forkopimda Riau terkait antisipasi pengamanan dan kelancaran Pilkada serentak tahun 2020 depan yang tinggal hitungan hari di laksanakan.

Sehingga Pilkada ini berjalan sukses dan lancar sebagaimana sesuai harapan.

Begitu juga terkait Karhutla dan memasuki musim penghujan yang juga jadi perhatian utama dalam mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

“Untuk penanganan Covid-19, Pilkada serentak tahun 2020, Karhutla dan lainnya itu, Korem 031/WB sudah melaksanakan dan menyiapkan berbagai persiapan yang tinggal di sinergikan dengan pihak terkait, Khusunya Forkopimda Riau,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Jenderal bintang satu ini kembali mengharapkan kegiatan diskusi yang lengkap Forkopimda ini terus dilakukan kedepan. Karena diskusi ini sangat bagus dan mampu menghasilkan banyak ide, gagasan untuk Riau lebih baik. Terutama dalam penganan berbagai masalah yang dihadapi Riau.

“Contohnya mencari ide dan solusi baru dalam penanganan Covid-19, dimana seluruh Forkopimda Riau terus bersinergi, terus semangat gencar melakukan sosialisasi 3M (Memakai Masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan) dan juga 3T (Test, Tracing dan Treatment) pada masyarakat,” tuturnya. *(mirza)

Riau

Kampanye Pilkada di Riau; Satu Calon Walikota dan Dua Pejabat ASN Jadi Tersangka

Pekanbaru – Selama 30 hari pelaksanaan Kampanye sejak 26 September 2020 sampai dengan Senin 26 Oktober 2020 lalu, Bawaslu se-Riau mencatat Paslon Bupati/Walikota se Riau telah melakukan kampanye sebanyak 2.801 kali, terdapat satu Calon Walikota dan dua pejabat ASN dijerat kasus pidana Pilkada yang saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka.

“Selama 30 hari kampanye sampai hari senin tanggal 26 Oktober 2020 kemaren, berdasarkan pendataan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye, ada sebanyak 2.801 pertemuan, dan saat ini terdapat satu Calon Walikota dan Dua Pejabat ASN yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada dugaan pidana Pemilu.” tutur Rusidi Rusdan ketua Bawaslu Riau, Rabu (28/10).

Berikut hasil pengawasan Bawaslu se-Riau yang tercatat hingga Senin 26 Oktober 2020 kemaren, Jumlah pertemuan terbatas atau tatap muka terbanyak sampai dengan 30 Hari kampanye per paslon di 9 Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh Paslon Eko Suharjo – Syarifah nomor urut 02 di Kota Dumai dengan 216 kali pertemuan.

Lalu di disusul terbanyak kedua adalah paslon Zukri – Nasarudin, nomor urut 02 di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah pertemuan sebanyak 212 kali.

Dan terbanyak ketiga, dengan jumlah pertemuan 176 kali diselenggarakan oleh paslon Abi Bahrun – Herman, nomor urut 02 di Kabupaten Bengkalis.

Sedangkan untuk jumlah pertemuan tersedikit yakni paslon Nurhadi – Toni Sutianto, nomor urut 01 Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 3 pertemuan, lalu paslon Siti Aisyah – Agus Rianto, nomor urut 03 di Kabupaten Indragiri Hulu dengan jumlah pertemuan 14 kali, dan paslon Husni Tamrin – T. Edy Sabli, dengan nomor urut 03 Kabupaten Pelalawan sebanyak 17 kali pertemuan.

Untuk total kampanye terbanyak se-Riau berada di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah kampanye sebanyak 482 kali pertemuan, sedangkan kampanye paling sedikit berada di Kabupaten Siak dengan jumlah pertemuan hanya 88 kali dan disusul oleh Kabupaten Kuantan Singingi dengan jumlah kampanye sebanyak 113 kali pertemuan.

Sampai dengan hari tanggal 26 Oktober 2020 kemaren, Bawaslu se-Riau telah mengeluarkan 5 kali Surat Peringatan Tertulis terhadap paslon yang tidak patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan.

Surat peringatan ini seperti pada Kabupaten Rokan Hilir dimana surat peringatan tertulis tersebut disampaikan oleh Panwascam Tanah Putih kepada paslon No. urut 03 H. Asri Auzar – Fuad Ahmad karena jumlah Peserta Kampanye hadir melebihi 50 orang.

Kemudian di Kabupaten Siak, surat peringatan dikeluarkan oleh Panwascam Tualang kepada Paslon No.Urut 03 H. Said Ariffadilla – Sujarwo karena melanggar Protokol Kesehatan yakni tidak menggunakan masker serta tidak menjaga jarak.

Selain itu, di Kabupaten Kuantan Singingi surat peringatan juga diberikan kepada Paslon No. urut 01 Andi Putra – Suhardiman Amby karena jumlah peserta yang menghadiri melebihi aturan yakni hampir 200 orang serta tidak menerapkan protokol covid-19.

Terakhir di Kabupaten Indragiri Hulu melalui Panwascam Pasir Penyu dan Batang Cenaku surat peringatan diberikan kepada masing-masing Paslon yakni No. urut 05 Rizal Zamzami – Yoghi Susilo karena melanggar Pasal 88 huruf d PKPU 13/2020 karena melakukan kampanye diluar ruangan dan Paslon No. Urut 04 Wahyu Adi – Suriati yang melanggar Pasal 88 c PKPU 13/2020 yaitu berkampanye dilapangan terbuka dan tanpa STTP.

Lebih lanjut, hasil pengawasan jajaran Bawaslu di 9 kabupaten/Kota, terdapat 2 dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Paslon melalui media sosial seperti di Kabupaten Pelalawan Dugaan Pelanggaran berupa membuat postingan di akun resmi Pemerintah Daerah yang menandai salah satu Pasangan Calon, yang dilakukan oleh oknum Pejabat ASN di Lingkungan Pemda Kabupaten Pelalawan.
Kasus ini telah diteruskan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara di Jakarta.

Sementara di Kota Dumai, terdapat dugaan kampanye diluar jadwal yang dilakukan oleh Paslon 01 Hendri Sandra – Rizal Akbar dan 02 Eko Suharjo – Syarifah yang saat ini masih diproses oleh Bawaslu Kota Dumai.

Total pelanggaran pemilihan, sampai dengan 30 hari kampanye Bawaslu se-Riau mencatat sebanyak 25 pelanggaran.

Jumlah pelanggaran di 9 kabupaten/kota selengkapnya dijelaskan sebagai berikut :

  • Kabupaten Pelalawan terdapat 6 pelanggaran,
  • Kota Dumai tercatat 6 pelanggaran,
  • Kabupaten Kepulauan Meranti 4 Pelanggaran,
  • Kabupaten Siak 4 Pelanggaran,
  • Kabupaten Rokan Hilir 1 Pelanggaran,
  • Kabupaten Kuantan Singingi 2 pelanggaran, dan
  • Kabupaten Indragiri Hulu 2 Pelanggaran.

Pelanggaran Politik Uang terdapat di Pelalawan, Pelanggaran berupa bantuan Dinas Sosial yang disertai Pemberian Tas yang bertuliskan nama salah satu Paslon.

Kasus tersebut saat ini sudah diteruskan ke Kejaksaan untuk diproses.

Sedangkan di kota Dumai, dugaan pelanggaran Pidana Pemilihan terjadi dikarenakan salah satu Paslon diketahui melibatkan 2 orang ASN saat berkampanye.

Paslon tersebut diduga telah melakukan tindak pidana pilkada yakni Pasal 187 ayat (3) jo Pasal 69 huruf h UU 8 Tahun 2015 tentang Pilkada larangan bagi Calon melibatkan pejabat badan usaha milik negara, pejabat badan usaha milik daerah, Aparatur Sipil Negara, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, anggota Tentara Nasional Indonesia, dan kepala desa atau sebutan lain/lurah serta perangkat desa atau sebutan lain/perangkat kelurahan.

Hal ini sebagai sanksi Pasal 70 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah).”

Terkait kasus calon Walikota di Dumai, Rusidi menjelaskan bahwa kasus tersebut sudah di lakukan rapat ke-3 di Sentra Gakkumdu (SG-3) di Bawaslu Kota Dumai, dan pemasalahan tersebut telah diteruskan ke pihak kejaksaan.

“Untuk kasus dugaan pelanggaran di Dumai, dimana salah satu paslon melibatkan 2 orang ASN, saat ini berkasnya sudah di serahkan ke kejaksaan.” jelasnya.

Terkait Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang setelah penertiban oleh Bawaslu, selama 30 hari kampanye masih terdapat 8.796 APK.

Jumlah APK terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir yang bentuk Baliho sebanyak 60 buah, Spanduk 4.416 buah, dan umbul-umbul 4.320 buah.

Untuk kampanye dalam bentuk daring, tidak ada penambahan, masih tercatat sebanyak 5 kali yang dilaksanakan di Kota dumai sedangkan untuk 8 Kabupaten lainnya belum pernah melaksanakan kampanye daring.

Terkait penyebaran virus Covid-19 selama sebulan masa kampanye, terjadi Peningkatan jumlah pasien Covid-19 di Riau.

Dimana jumlah rata-rata penambahan yang terkonfirmasi Covid-19 di 9 Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada 2020, rata-rata naik menjadi 47 orang per hari dari 42 orang per hari sebelum memasuki kampanye.

Angka ini didapatkan dari jumlah orang yang terkonfirmasi covid-19 satu bulan sebelum tanggal 26 September 2020 dibandingkan dengan satu bulan setelah tanggal 26 September 2020.

“Saya menghimbau penyelengara, Paslon, Tim Sukses atau Tim Kampanye serta seluruh masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan kita semua,” tutup Rusidi. *(mirza)

Riau

Kapolda Riau Tinjau Posko Terpadu Chek Point Perbatasan Riau – Sumbar

KAMPAR – Rabu siang (28/10/2020) dihari pertama pelaksanaan libur bersama, Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi SH, SIK, M.Si bersama Forkopimda Provinsi Riau, melakukan pengecekan kondisi Jalur Lintas Barat dan Posko Terpadu Chek Point Pemeriksaan dan pencegahan Covid-19 di Jalan lintas Riau – Sumbar KM 102 Desa Tanjung Alai Kec. XIII Koto Kampar.

Sebelum tiba di Pos Check Point ini, Kapolda bersama rombongan menyempatkan waktu meninjau kondisi jalan yang longsor di KM 92 Jalan Lintas Riau – Sumbar, dari hasil pengecekan separoh bagian jalan mengalami amrul dan retak-retak, sehingga dilakukan system buka tutup secara bergantian dari kedua arah untuk kendaraan ringan, sementara untuk kendaraan berat seperti truk diarahkan melewati jalur alternatif melewati Kiliran Jao.

Turut hadir bersama Gubernur Riau Drs H Syamsuar, Danrem 031/ Wira Bima Brigjen TNI M. Syech Ismed SE, M.Han, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka ST, MM, Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto SH, Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK, Sekdakab. Kampar Drs. H. Yusri M.Si, Dandim 0313/ KPR Letkol Inf Leo Octavianus S.Sos, MI.Pol serta Upika XIII Koto Kampar.

Pada Pos Check Point ini, rombongan melakukan peninjauan terkait pelaksanaan tugas para personel gabungan yang ditugaskan, serta memberikan arahan tentang pelaksanaan tugas yang harus dilakukan para personel gabungan di Pos Check Point ini.

Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSI bersama forkopimda Riau yang dipimpin oleh gubernur riau drs. H. Syamsuar, m.si, juga danrem 031/wb brigjen tni m. Syech ismed. M.han pada hari rabu tanggal 28 oktober 2020 pukul 15.00 wib s.d 16.00 wib melaksanakan pengecekan pos check point perbatasan di wilayah XIII kab. Koto kampar.
Maksud dan tujuan untuk meninjau serta mengecek kesiapan pelaksanaan pos check point serta mengantisipasi terjadinya peningkatan penyebaran covid-19 di provinsi riau selama masa libur panjang dan cuti bersama dan memastikan para pengunjung daerah lain yang masuk ke provinsi riau dalam keadaan sehat.

Pada pengecekan pos check point ini forkopimda riau melaksanakan penyerahan alat pelindung diri (apd) berupa 10.000 masker dan 4 krat minuman bear brand yang nantinya dapat diberikan kepada masyarakat / pengunjung yang masuk ke prov. Riau serta kepadal personel yang bertugas di pos check point.

Irjen Agung memberikan pesan kepada para petugas yang berjaga di perbatasan agar tetap bersemangat dalam bertugas.

Polda Riau sendiri mendirikan 6 Pos perbatasan diantaranya perbatasan Riau Sumbar di Kampar dan di Kuansing, perbatasan Riau Sumut di Rohil, Perbatasan Riau Jambi di Inhil, dan perbatasan Riau Kepri di Meranti dan Dumai sebagai upaya antisipasi.

Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan doorstop berssama awak media, dalam penyampauannya gubernur riau menyampaikan bahwa Hari ini forkopimda riau meninjau chcek point yang ada disini dalam rangka mengecek kesiapan maupun pelaksanaan pengawasaan yang ada diperbatasan posko XIIi koto kampar ini. termasuk tadi kita juga sudah meninjau salah satu jalan yang mengalami longsor.
Kita sama – sama berharap bahwa penyelesaiin jalan longsor tersebut cepat diselesaikan karena akan mengganggu percepatan pemasukan barang maupun yang lainnya dari riau ke sumatera barat dan dari sumatera barat ke prov. Riau.

Terimakasih kepada pemda kampar dan forkopimda kab. kampar yang telah membantu menyiapkan pos ini dengan harapan kita bersama provinsi sumatera barat dapat menjaga penyebaran covid-19 pada saat libur panjang. Sehingga nantinya tidak menambah peningkatan covid-19 selama masa libur. Ini semua merupakan kepentingan kita semua.

Posko ini mencatat semua tujuan dari setiap pendatang dan mengecek suhu tubuh bagi bagi para pendatang. Posko ini akan terus beroperasional sampai dengan waktu yang belum ditentukan. (Snt)