Menampilkan: 1 - 10 dari 31 HASIL
Seni & Budaya

HM Ali Yusuf Siregar Lantik DPD-LASQI Kabupaten Deli Serdang Periode 2020-2025

Lubuk Pakam, PilarbangsaNews

Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar melantik pengurus DPD LASQI (Lembaga Seni Qasidah Indonesia) Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020-2025 bertempat di Balairung Pemkab Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (13/1) pagi.

Pada pelantikan tersebut, dilantik pengurus DPD-LASQI 2020-2021, yang menjadi Ketua Umum adalah Sekdakab Deli Serdang Darwin Zein S.sos, Ketua Harian H. Alpin Hasibuan, Sekretaris Umum adalah Kabag Kesra Setdakab H. Mukti Ali Harahap.

Hadir Wakil Ketua TP PKK Kab. Deli Serdang Ny. Hj Sri Pepeni Yusuf Siregar, Ketua Dharmawanita Persatuan Ny. Herawati Darwin Zein, Kakan Kemenag Deli Serdang H Tholibun Pohan, Kadis Pendidikan Timur Tumanggor, Kadis Sosial Hendra Wijaya serta Kepala OPD dan Kabag terkait, perwakilan MUI dan ormas Islam.

Dalam laporannya, Ketua Harian DPD-LASQI Kab. Deli Serdang H Alpin Hasibuan mengatakan seni qasidah di Kabupaten Deli Serdang, merupakan salah satu jenis seni budaya yang cukup diminati oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya komunitas seni qasidah yang terbentuk di masyarakat dan tingginya animo masyarakat dalam berbagai event festival seni qasidah yang diselenggarakan.

Melihat tren yang cukup positif ini, perlu dilakukan pembinaan secara formal kepada komunitas dan praktisi seni qasidah. Pembinaan ini dimaksudkan agar seni qasidah dapat berkembang dan dilestarikan sesuai dengan perkembangan zaman, dan terus menjadi alternatif dalam pengembangan seni budaya lokal. Selain itu tujuan dari pembinaan ini juga dilakukan agar seni qasidah dapat tetap berfungsi sebagai media si’ar Islam yang akan terus mendukung upaya mewujudkan masyarakat Deli Serdang yang religius sesuai komitmen yang telah dideklarasikan oleh Bupati sejak tahun 2014.

Kepengurusan DPD LASQI Deli Serdang periode 2020-2025 terbentuk dengan Surat Keputusan Bupati Deli Serdang No. 199 Tahun 2020.

Pada kesempatan pelantikan, juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara DPD- LASQI dengan Dinas Pendidikan Deli Serdang dan menyerahkan plakat lirik dan rekaman “Lagu Deli Serdang Religius” ciptaan H Khairus Syahri yang juga pengurus DPD-LASQI Deli Serdang.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar mengatakan sebagai salah satu wadah konsolidasi program pengembangan seni, keberadaan LASQI Deli Serdang selama ini telah banyak memberikan kontribusi dalam menumbuhkan daya cipta para seniman serta meningkatkan apresiasi dan kreativitas seni qasidah di tengah-tengah masyarakat.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, terlebih di tengah tantangan pengembangan seni qasidah yang dari waktu ke waktu, dirasa semakin kompleks, yang ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan musik modern yang diidentik dengan budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa yang menjunjung tinggi nilai – nilai moral dan akhlaq. “Diharapkan LASQI Deli Serdang memperkuat dan melestarikan mutu seni qasidah yang ada selama ini, sekaligus melahirkan ide, gagasan dan program – program baru, yang akan memantapkan langkah LASQI kedepan,” ucap HM Ali Yusuf Siregar. (Ezl)

Seni & Budaya

Kesenian Limapuluh Kota Tampil Memukau di Anjungan Sumbar TMII

Limapuluh Kota, PilarbangsaNews

Sanggar kesenian Limpapeh asal Kabupaten Limapuluh Kota berhasil menghibur dan menghipnotis ratusan pasang mata pengunjung yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMIII) dengan berbagai suguhan kesenian khas Kabupaten Limapuluh Kota, Jakarta pada Minggu (27/12)..

Siaran Pers dari bagian Humas dan Protokoler yang diterima Pilatbangsa News menyebutkan,tim kesenian yang merupakan bimbingan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Limapuluh Kota ini tampil dengan membawakan sejumlah tarian dan lagu Minangkabau, sehingga dapat memuaskan ratusan pengunjung yang datang silih berganti secara bergelombang sejak Minggu siang hingga sore.

Dalam sambutannya dalam acara tersebut, Bupati Limapuluh Kota, Ir. H Irfendi Arbi, M.P yang diwakili Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Limapuluh Kota, Win Hari Endi mengatakan kegiatan pagelaran seni adalah salah satu sarana untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaan yang ada di Limapuluh Kota di tingkat Nasional.

“Seni budaya merupakan aset di Sumbar, walaupun di masa pandemi ini saya berharap tidak akan menjadi penghalang untuk kita untuk berkreativitas dalam menggerakkan dan mempromosikan kesenian budaya daerah kita ini,” ujarnya.

Selain itu ia berharap dukungan dari perantau dalam mendukung dan juga mempromosikan kesenian dan budaya yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Perantau kita ini ada hampir di seluruh daerah di Indonesia dan termasuk di Jakarta ini. Jadi ini merupakan potensi besar untuk bisa membantu mempromosikan pariwisata daerah kita,” sambungnya.

Ia optimis dengan promosi yang masif melalui media sosial termasuk dukungan dari para perantau, gaung pariwisata, kesenian dan budaya di Sumatera Barat khususnya Kabupaten Limapuluh Kota akan semakin dikenal luas.

Sementara itu, Kepala Badan penghubung Provinsi Sumatera Barat, Andre Setiawan menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Limapuluh Kota yang sangat aktif dalam mempromosikan dan mendukung kegiatan-kegiatan event festival budaya dan pagelaran seni Minangkabau khususnya Limapuluh Kota ke daerah lain.

“Saya sangat berterimakasih kepada Bupati Irfendi Arbi yang terus aktif dalam mempromosikan kesenian dan kebudayaan Minangkabau khususnya Limapuluh Kota di daerah lainnya di Indonesia. Jadi dengan kegiatan ini nantinya kita berharap selain untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaan daerah kita, kegiatan ini juga dapat mengobati kerinduan masyarakat kita diperantauan akan kampung halamannya,” tuturnya.

Andre mengatakan, dengan adanya fasilitas anjungan Sumatera Barat di Taman Mini Indonesia Indah ini Ia berharap seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dapat memanfaatkan Anjungan tersebut sebagai alat promosi daerah dan juga sebagai wadah untuk para perantau yang berada di seluruh nusantara untuk bersilahturahmi.

“Dengan adanya rasa memiliki anjungan ini di setiap perantau, maka fasilitas ini sangat bermanfaat bagi perantau yang ingin menggunakan anjungan sebagai media transformasi edukasi adat istiadat bagi generasi penerus,” harapnya.

Sementara itu, ditempat yang sama salah satu tokoh perantau Limapuluh Kota, Ferry Yasman dt Patiah Nan Mudo,yang juga merupakan pengurus Gonjong Limo Tangerang dan juga Ketua Ikatan Perantau Kecamatan Harau mengaku sangat senang akan kegiatan pagelaran kesenian dan kebudayaan Limapuluh Kota ini.

Ia menjelaskan kesenian dan budaya Minangkabau merupakan kesenian yang tiada taranya, sehingga kegiatan pagelaran seni ini sangat berpotensi untuk Kabupaten Limapuluh Kota untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah.

“Melihat pergelaran kesenian ini sangat menghibur kami para perantau akan kampung halaman sebab sebagian kita perantau tidak dapat pulang kampung saat masa pandemi covid-19 ini. Semoga ivent ini terus berkembang sehingga kesenian dan kebudayaan kita ini terus dikenal dan lestari,” ungkapnya. (wba)

Seni & Budaya

Minggu, Tim Kesenian Mungka Tampil di Anjungan Sumbar TMII

Limapuluh Kota, PilarbangsaNews

Dalam rangka memperkenalkan budaya kesenian dalam bentuk tari dan nyanyi daerah di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Badan Penghubung Pemprov Sumbar mengundang Disdikbud Limapuluh Kota untuk menampilkan budaya daerah pada hari Minggu,(27/12).

Bupati Lima Puluh Kota H.Ir.Irfendi Arbi, MP yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Hj. Indrawati ketika melepas Tim Kesenian tersebut Kamis(24/12) di gedung keseian Nagari Mungka mengatakan, bahwa Tim Kesenian yg dibina Bidang Kebudayaan adalah sanggar seni Limapuluh Kota yang akan mempromosikan daerah dan menarik wisatawan Nusantara dan Internasional ke Kabupaten Limapuluh Kota.

Kadisdikbud berharap Penampilan tim kesenian ini akan dapat menghibur pengunjung TMII dan mengenalkan budaya Minangkabau dan nama baik Kabupaten Limapuluh Kota di khazanah budaya nasional, tukuk Kadisdikbud sebutnya.

Sementata itu Kasi Sejarah dan Nilai Tradisi Tin Marnis menjelaskan, untuk tampil di TMII dinas mempercayakan kepada Tim Kesenian anak Nagari Mungka, Kecamatan Mungka. Mereka akan menampilkan tari pasambahan, tari Indang, tari piring dan tari sukaria serta lagu minang modern, ujar Tin Marnis.

Ketua Sanggar Seni Limpapeh Aulya Yahya S.Pd menjelaskan, penampilan tim kesenian anak nagari Mungka ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi anggotanya dan nerupakan pewarisan nilai budaya Minangkabau untuk anak mileniah yang mungkin kurang tertarik dengan budaya nenek moyangnya. “Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami,” ujar Aulya Yahya.

Penampilan kesenian di anjungan Sumbar juga memperhatikan Protokol Kesehatan.”Kita berharap Limapuluh Kota semakin diminati untuk dikunjungi wisata lokal dan Internasional,” tandasnya.(wba)

Seni & Budaya

HUT Elvis Presley Bersama Nia Daniaty di D’Khayangan Senior Club Berlangsung Semarak

Cikarang – Manajemen D’Khayangan Senior Club menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Elvis Presley, penyanyi legendaris Amerika tahun 70-an, bersama Nia Daniaty, bertempat di Hall D’Khayangan Senior Living, Cikarang, Jawa Barat, Senin, 20 Januari 2020. D’Khayangan Senior Club merupakan komunitas para lanjut usia berbasis aktivitas kreatif oleh para anggotanya.

Aktivitas kreatif yang dilaksanakan, baik secara berkala maupun temporer, bertunjuan untuk mengurangi peningkatan angka terjadinya demensia pada para Senior (Lansia). Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan bersama akan menghindarkan lansia mengalami stres serta depresi akibat kesepian disaat anak/menantu bekerja dan cucu bersekolah.

Aktivitas yang ditawarkan berfungsi untuk melatih dan menjaga 4 aspek penting bagi Senior yaitu aspek fisik, mental, emosional dan spiritual. Juga ditunjang dengan penyediaan atau pemberian asupan nutrisi yang baik dalam sajian snak & makan siang yang sehat untuk Senior.

Program yang dibuat disesuaikan untuk memelihara fungsi kognitif, afektif, dan psikomotorik Senior. Dengan demikian menjadikan Senior tetap aktif dan bugar untuk menikmati hidup di usia emas.

Selain pelayanan berupa pemenuhan kebutuhan dasar, di D’Khayangan Senior Club juga memberikan pelayanan positif yang bisa memberikan hiburan sebagai pengisi waktu luang. Salah satunya mengundang artis-artis nasional.

Seperti yang diadakan pada hari Senin (20/1/2020), dalam rangka memperingati ulang tahun ke-85 mendiang penyanyi Elvis Presley, seorang penyanyi kelas dunia di masa silam, yang terkenal dengan segudang lagu tenar seperti Jailhouse Rock dan Love Me Tender. Ultah Elvis sendiri sebenarnya jatuh pada 8 Januari, namun acara peringatan musisi idola kaum lansia ini baru dapat digelar pada Senin (20/1/2020) siang lalu.

Acara tersebut makin meriah dengan kehadiran penyanyi Nia Daniaty yang terkenal dengan lagu Gelas-Gelas Kaca. Para Senior tak tahan untuk tetap duduk tenang, mereka pun ikut menyanyikan lagu-lagu nostalgia.

Nia Daniaty populer pada tahun 1980-an. Nia dikenal karena sering membawakan lagu ciptaan Rinto Harahap. Lagu Nia yang paling populer adalah Gelas-gelas Kaca. Nia juga pernah menyanyikan beberapa lagu pop Sunda. Selain menyanyi, Nia juga terjun ke dunia akting.

Seperti lupa dengan usianya, para Senior ikut bergoyang di saat penyanyi Elvis (Elvis-nya Indonesia) dari Bandung melantunkan beberapa lagu hits Elvis Presley. Acara ini merupakan momen untuk mengenang kembali lagu-lagu legendaris Elvis dengan suasana ala tahun 70-an.

Tak hanya untuk hari itu saja, D’Khayangan Senior Club juga akan mengundang penyanyi terkenal Indonesia di masa mendatang. Bahkan, menurut pihak Manajemen D’Khayangan, mereka akan secara reguler setiap bulan mengadakan kegiatan serupa. Tujuannya untuk membuat para Senior merasakan hidup lebih semangat dan berarti. (JR/Red).

Seni & Budaya

REVITALISASI TAMAN ISMAIL MARZUKI DAN KERESAHAN SENIMAN (Romy Sastra)

Rencana revitalisasi TIM Taman Ismail Marzuki di masa pemerintahan gubernur Djarot Saiful Hidayat, sudah direalisasikan kepada beberapa fisik pembangunan gedung di dalam area Taman Ismail Marzuki tersebut. Dalam rapat Musyawarah Masyarakat Kesenian Jakarta, dengan tema menjadikan ‘Jakarta Kota Kebudayaan Dunia’ yang berlangsung dua hari pada tanggal 17-18 Juli 2019. Di pemerintahan gubernur Anis Baswedan akan direvitalisasi besar-besaran dengan anggaran dana 1,8 Triliun Rupiah.

Menurut pemaparan dari para penanya para penggiat kesenian, budaya dan sejarahwan yang hadir menyampaikan kronologis sejarahnya TIM. Dulu dikenal sebagai ruang rekreasi umum ‘Taman Raden Saleh’ yang merupakan area Taman Kebun Binatang Jakarta sebelum dipindahkan ke Ragunan. Raden Saleh menghibahkan ke pemerintah gubernur Jakarta pertama Ali Sadikin. Pada tanggal 10 November 1968. Maka diganti menjadi Taman Ismail Marzuki / TIM dan dibangun di atas areal tanah seluas sembilan hektare.

Revitalisasi sudah beberapa kali dilakukan oleh gubernur sebelumnya dengan perkembangan ibukota Jakarta yang semakin berbenah.

Revitalisasi fisik pembangunan besar-besaran saat ini diawali pada tahun 2019 secara total digawangi oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Gubernur Anies menargetkan revitalisasi TIM selesai dan bisa dinikmati warga pada Juni 2021, janjinya.

Keresahan para seniman, terutama seniman dan budayawan senior tentang kondisi TIM di waktu dulu yang nyaman beraktivitas dan kini berbagai macam rasa kekecewaannya pada pengelola TIM di era dewasa ini, terutama penyewaan area gedung pementasan Graha Bhakti Budaya dan lainnya. Bahwa, jauh sebelumnya para seniman merasa memiliki rumah sendiri di area dan gedung Graha Bhakti Budaya tersebut. Dulu para seniman tidak dipungut biaya mengadakan acara pementasan, termasuk seniman dan budayawan senior Putu Wijaya merasa kecewa dengan suasana yang dulu dan kini di gedung Graha dan fasilitas lainnya dituntut harus membayar sewa gedung dan dipersulit paparnya bang Ucok Hutagaol Gaul penggiat ‘Teater Mandiri’ di sesi menyampaikan aspirasi untuk perkembangan TIM ke depannya terhadap seniman tak lagi punya lahan di rumah sendiri dan dimarjinalkan. Karena masa keemasan kesenian di Jakarta khususnya di Taman Ismail Marzuki di masa lampau tiga dekade berlalu telah redup.

Dulu, Taman Islami Marzuki Jakarta adalah barometer lahirnya para seniman-seniman nasional. Kini, wajah para seniman-seniman senior itu kecewa dengan adanya aturan sepihak tanpa melibatkan insan-insan yang membesarkan ranah TIM dalam sejarahnya.
Di rapat Musyawarah Masyarakat Kesenian Jakarta, dengan tema menjadikan Jakarta sebagai kota kebudayaan dunia di gedung Graha Bhakti Budaya membentuk ekosistem para seniman.

Penulis mengusulkan solusi di komisi C dari tiga komisi yang disediakan untuk menampung ide win-win solution dengan harapan dan aspirasi / solusi masing-masing untuk ditampung aspirasinya oleh pimpinan komisi untuk dibawa ke rapat pleno. Sebab, kalau tidak dipikirkan dari sekarang akan nasib seniman di yang akan datang hingga ke anak cucu nanti, tidak akan pernah para seniman itu merasakan nyaman berekspresi melahirkan karya dan mengadakan pagelaran kreativitas hasil karyanya di gedung Taman Ismail Marzuki setelah revitalisasi direalisasikan. Sebelum adanya suatu ikatan perjanjian /MOU dari penggiat para seniman dibuat semacam petisi untuk landasan kekuatan tuntutan di masa akan datang dan jika tak ingin kecolongan di kemudian hari. Supaya tidak ada lagi ada kekecewaan yang pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. Berharap semuanya sama-sama terwadahi kepentingan tersebut saling sinergitas antara pengembang / pemda dan insan-insan seniman hingga anak cucu nanti merasa memiliki kreativitas yang nyaman di rumahnya sendiri, harapnya.

Sebuah tanggung jawab akan perkembangan berdiri serta majunya Taman Ismail Marzuki dibutuhkan sistem dan kepemimpinan yang benar-benar militan dan loyal kepada kemajuan aspirasi insan-insan seniman demi tercapainya visi misi Jakarta sebagai kota kebudayaan dunia. Padahal insan-insan seniman itulah aset pengelola akan ramainya suatu hajat bisnis central daya jual menjadikan TIM sebagai historis kepada para pengunjung untuk datang menyaksikan berbagai pertunjukan dalam gedung atau di venue-venue yang disediakan. Sistem itu tidak harus berpihak kepada pengembang dan pemda semata sebagai pemodal pembangunan fisik.

Pemimpin bisa memperhatikan fisik SDM untuk kebutuhan seniman-seniman seiring masa berjalan dengan perkembangan zaman di negeri ini, yang tidak mencari keuntungan sepihak di balik layar. Itu sebabnya pemerintah hadir menawarkan solusi kepada masyarakat seniman Jakarta yang berimbang dan tidak dijadikan para seniman itu pecundang.

Jakarta TIM, 18 Juli 2019

Seni & Budaya

Pemusik Angklung, Seniman Surabaya Akan Gelar Aksi

Surabaya – Menindaklanjuti peristiwa digaruknya pemusik angklung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, dan Andre salah satu pemusik yang mendapat perlakuan kasar saat ngamen di lampu merah Jalan Gunungsari, Surabaya Kamis (23/5/2019), lalu. Sejumlah elemen seniman di Kota Surabaya, berkumpul di Resto Bebek Abunawas di Jalan Kayoon, Surabaya, Sabtu (1/6/2019).

Mereka, komunitas yang hadir Sekjen Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Luhur. Ketua KPJ Surabaya, Ringgo. Abah Hafidz alias Abunawas, Penasehat Kelompok Penyanyi Jalanan Surabaya. Ketua KBRS Perjuangan, Yanto Banteng dan elemen lainnya.

Konferensi pers diawali penuturan Kukuh, Ketua Komunitas Pemusik Angklung Surabaya, dia mengatakan siang itu bersama 6 remaja rekan-rekannya bermain atau ngamen angklung. Sesaat kemudian datang 6 truk petugas Pol PP dengan sedikitnya 30 petugas. Tanpa ba-bi-bu, mereka merampas alat musik angklung dan menyeret serta menjambak pengamen, dinaikkan ke atas truk.

“Tanpa ba-bi-bu, kita disergap, diseret ada juga yang dipukul dan dijambak, kemudian dinaikkan truk. Alat musik kami juga dirampas, kami dibawah ke Liponsos,” kata Kukuh.

Andre, salah satu korban kekerasan yang saat itu juga hadir, membenarkan kisah itu.

“Saya diseret, dipukul dan dijambak,” kata remaja tanggung itu.

Mendapati sejumlah luka di badannya, Andre dan Kukuh kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polrestabes Surabaya, dan mendapatkan Surat Tanda Lapor Nomor LP/B/499/5/RES.I.6/2019/Jatim/Restabes Surabaya. Termasuk disertakan bukti visum luka yang dialami.

Kuasa Hukum korban, Ali Subchan membeber, dan mengaku sangat menyesalkan peristiwa itu, dan akan terus mengawal hingga tuntas.

“Kami terus mengawal, ini peristiwa serius dan memalukan. Terjadi pengeroyokan yang sebenarnya tidak ada dalilnya mereka (petugas Pol PP Surabaya) melakukan dan main kekerasan terhadap pemusik angklung saat ngamen,” tegas Ali.

Setelah lebaran, bersama-sama elemen lainnya akan menggelar aksi mendatangi Balai Kota Surabaya dan Kantor Satpol PP.

“Dan, juga ke Polrestabes untuk menanyakan sejauh mana perkembangan penanganan kasus ini,” tambah lelaki yang juga dosen Ilmu Hukum itu.

Berurutan, para punggawa seni di Surabaya yang hadir juga angkat bicara. Luhur dari DKS menegaskan peristiwa yang menimpa seniman angklung itu sangat memalukan, dan harus diusut.

“Pemerintah gagal membina dan membangun manusianya, sebagai warga kota, khusus terhadap para seniman angklung,” tegas Luhur.

Kalau dinilai berbahaya, dimana bahayanya sehingga harus digaruk apalagi dibarengi kekerasan, repreship dengan cara-cara lama yakni kekerasan.

“Mereka itu pelestari budaya, yakni ketegori seniman angklung, harusnya dibina untuk menjadi lebih baik, bukan dengan cara kekerasan,” tambahnya.

“Adik-adik di komunitas angklung jangan kecil hati, DKS ikut memback up kasus ini,” kata Luhur.

Ketua KPJ, Ringgo ikut menambahkan, pihaknya akan kembali mendata seniman angklung di Surabaya.

“Saya balik bertanya, Perda yang dipakai pijakan itu apa? Artinya, Disparta Kota Surabaya tidak adil, harapan kami pemerintah punya solusi. Misalnya, kalau dilarang ngamen di pinggir jalan mungkin mereka bisa diarahkan ke mall, ke stasiun atau ke taman-taman, intinya harus ada pembinaan, jangan main garuk apalagi dengan kekerasan,” kritik Ringgo dengan keras.

Soal dukungan pihaknya sama dengan elemen lain, memberi support selain ke dalam akan segera dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Intinya, harus ada perlakuan layak. Kita akan ikut mengawal untuk mengetahui kebenaran atau kronologis peristiwanya. Dan, jangan melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Harapannya ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Ringgo.

Yanto Banteng, juga tegas memberikan tanggapan, menurutnya peristiwa itu terjadi karena Walikota Surabaya tidak tegas, menyajikan keamanan untuk warganya.

“Saya menyalahkan menejemen walikota. Saya cuplik ucapan Walikota Surabaya (Tri Rismaharini) saat tampil di sebuah stasiun televisi nasional, dia mengatakan memberikan bayaran kepada seniman di Surabaya, itu bohong tidak sesuai fakta. Ini bukti dia tidak peduli dengan musik tradisional angklung. Kami akan melakukan aksi memprotes peristiwa ini,” tegas Banteng.

Di akhir konferensi pers, mereka kemudian berpose bersama sebagai bukti kebersamaan untuk bersama-sama mengawal peristiwa memalukan itu hingga tuntas. Dengan sasaran aksi di Kantor Walikota Surabaya dan Kantor Satpol PP. Diharapkan, sebagai dukungan dan solidaritas semua elemen yang ada di Surabaya ikut mendukung rencana itu.

“Saya sebagai penasehat KPJ, tidak terima perlakuan yang dilakukan oknum Pol PP Kota Surabaya. Apa artinya penjabaran Pasal 34 ayat 1 UUD’45, kalau fakir miskin dan anak-anak terlantar ditanggung oleh negara. Kedua, mereka melanggar pasal apa? Beri mereka solusi dan pembinaan,” kata Hafidz

Bahkan, dia juga mengkritik ucapan Kepala Satpol PP, Kota Surabaya, Irfan Widiyanto yang mengatakan memang memberi perintah soal penangkapan pemusik angklung.

“Saya menyesalkan statmen Ka Satpol Pol PP Irfan yang di sejumlah media mengatakan, ‘Ini perintah dari saya, dan sudah prosedural. Itu kan ucapan tidak baik,” tegas pemilik sapaan Abunawas itu. (KKI/Red)

Seni & Budaya

Tiga Selebritis Dunia Dengan Bayaran Termahal Versi Majalah Forbes

Internasional,pilarbangsanews.com – Majalah Finansial Forbes mencatat penghasilan tertinggi dari Selebritis dunia dan Selebritis dengan bayaran tertinggi di Dunia #1 adalah petinju Floyd Mayweather dengan bayaran 285 Juta Dollar AS.

Penghasilan itu di dapatkan dari pertarungan dengan Connor Mc Gregor petarung UFC pada bulan Agustus 2018 di mana dia mendapatkan bayaran 550 Juta Dollar AS dan di potong pajak menjadi 285 Juta Dollar AS.

Di peringkat ke #2 Selebritis dengan bayaran tertinggi di pegang oleh Bintang Film George Cloney dengan bayaran 239 Juta Dollar AS dari penjualan Minuman Tequila milik perusahaan Inggris.

#3. Kyle Jenner dari Keluarga Selebritis Kardashian yang mendapatkan bayaran dari penjualan produk kosmetik milik nya sendiri dengan bayaran 166,5 Juta Dollar AS.

Hemm,,,sungguh sangat beruntung mereka dalam kehidupan karena masih sangat banyak orang orang di dunia yang tidak mendapatkan pekerjaan atau punya pekerjaan tapi dengan bayaran yang tidak layak.(SP)

Sumber : Majalah Forbes

Seni & Budaya

Tarian “Kain Baikek” Dibawakan Istri Bupati Dan Istri Wakil Bupati Pukau Pengunjung

BATANG KAPEH, PILARBANGSANEWS. COM.l,– Bukan Lisda Hendrajoni namanya kalau sebuah show yang ia lakoni tak bisa memukau penonton. Sebuah tari kontemporer dengan judul Kain Baikek, memukau pengunjung dan mendapatkan aplus yang luar biasa dari penonton malam tadi, di Panggung/Pentas seni Carocok Painan, Selasa malam (17/7).

Tarian garapan seorang koreografi handal Pessel Ana Nurhasanah azam itu, menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Perjuangan tanpa lelah selalu dihadapi dengan kerendahan hati, meskipun rintangan sering melanda.

“Perempuan di ibaratkan kain yang di ikat dan diputar hingga lepas, namun lepas dapat kembali seperti semula. Begitulah perjuangan perempuan.” kata Lisda menuliskan dipesan WhatsAppnya kedapur redaksi Pilarbangasanews.com di Batang Kapeh, barusan .

Tari ini sebenarnya biasa biasa saja, tak beda dengan tari lainnya ada gerak-gerak yang dibentuk secara ekspresif yang diciptakan oleh koreografinya untuk dapat dinikmati.

Namun karena penarinya adalah istri pejabat, ini yang membuat pertunjukan tari yang dilakoni oleh istri Bupati, istri Wakil Bupati dan istri Sekda Pessel itu menjadi pertunjukan yang spektakuler.

Ibu ibu peserta jambore yang datang dari 19 Kabupetan/Kotamadya di Sumbar kelihatan memberikan Aplus yang panjang begitu tarian itu selesai dibawakan.

“Cukup lama juga kami latihan untuk penampilan tari yang berdurasi 5 menit ini, lebih kurang sebulan latihannya di Pendopo Rumah Dinas Bupati,” kata Lisda.

Ikut menyaksikan tampilan yang spektakuler dari PKK Pessel ini Ketua TP-PKK Sumbar Iby Nevy Irwan Prayitno. (YY)

. Aceh Adat Istiadat Agama Ambon Artikel Babel Banten Batusangkar Bengkulu Ekonomi Inspirasi Internasional Kepri Kesehatan Olahraga Pariwisata Pendidikan Politik Seni & Budaya

Polres Majalengka Gelar Halal Bihalal Dengan Makan Bakso Bersama

Majalengka, pilarbangsanews.com – Ada kegiatan yang cukup humnis dan unikan pagi ini dilakukan keluarga besar Polres Majalengka, makan bakso bersama usai melaksanakan halal bihalal di halaman Mapolres Majalengka pada hari Senin (25/7) pukul 07.00 Wib

Sebelum acara Halal Bihalal di awali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP Noviana Tursanurohamd, dan diikuti oleh seluruh Pejabat Polres, Para Perwira, Para Kapolsek, Anggota/PNS Polres maupun Polsek jajaran Polres Majalengka.

Dalam arahannya Kapolres mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H, mohon maaf lahir dan bathin semoga setelah bulan Puasa Ramadhan dan Lebaran ini anggota didalam bekerja semakin bersemangat dan tingkatkan disiplin dalam bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku”.

Kapolres juga mengucapkan kegiatan halal Bihalal guna Pererat tali Silaturahmi antara Anggota dengan Pimpinan dan mengucapkan terima kasih kepada anggota yang telah melaksanakan pengamanan hari raya Idul Fitri 1439 H sehingga umat Muslim di Kabupaten Majalengka dapat berjalan denagn aman dan lancar dalam merayakanya.

Selesai memberikan arahannya, Kapolres langsung memimpin halal bihalal dengan seluruh anggota, Perwira , Bintara dan PNS saling berjabat tangan maaf memaafkan kesalahan dinas, pribadi, sengaja maupun tidak disengaja. Semoga acara yang indah ini dapat bermanfaat bagi semua anggota serta diridhoi oleh Allah SWT. (Heri/Humas)

. Aceh Adat Istiadat Agama Ambon Artikel Babel Banten Batusangkar Bengkulu Ekonomi Inspirasi Internasional Kepri Kesehatan Olahraga Pariwisata Pendidikan Politik Seni & Budaya

Mancing Mania HUT Bhayangkara Di Polres Solok Kota

PILARBANGSANEWS. COM. SOLOK KOTA,— Tak kan bergelar Datuak Pandeka Kayo Mudo, jika sebuah kegiatan yang digelar tak semarak dan tak berkesan. Begitulah kapolres wong Kito ini, jika menggelar sebuah kegiatan, selalu ramai. Kegiatan yang dia gelar adalah lomba mancing diadakan d

alam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-72, Solok Pers Fishing Club, Polres Solok Kota dan Kodim 0309 Solok. Lokasi mancing mania di kolam pancing ikan aliran Belibis Ampang Kualo Kota Solok Minggu 24/6/2018.

Kapolres Kota Solok AKBP Doni Setiawan Dt Pandeka Kayi Mudo, SIK MH, Kasdim 0309 Solok Mayor Inf Supadi, Kapolsek Kota Kompol Darto S.H., Bhabinkamtibmas dan Hj Dalius Anggota DPRD Kota Solok.

Lomba Mancing itu diikuti oleh ±100 orang peserta dari beberapa daerah di solok dan para jurnalis yang tergabung dalam Solok Fishing Club.

Kapolres Solok Kota menyampaikan ucapan terima kasih kepada Solok Pers Fishing Club, Kodim 0309 Solok dan para pihak yang mendukung acara ini. “Meskipun acaranya kecil-kecilan, tapi cukup untuk kita membuang penat, mancing sambil ngobrol dan tertawa bersama“, ungkap Kapolres.
Diketahui dalam lomba mancing pihak panitia telah menyiapkan hadiah uang tunai jutaan rupiah kepada para pemenang. Bram Pratama berhasil keluar menjadi juara pertama dan mengalahkan ratusan peserta lainnya dan mendapatkan Tabanas sebesar Rp 3.000.000 (Rp 3jt) yang diserahkan langsung oleh H.Delius anggota DPRD Kota Solok. Juara ke-2 mendapatkan Tabanas Rp 2.000.000 (Rp2jt), juara ke-3 Rp 1.000.000 (Rp1 jt) dan juara ke-4 mendapatkan Tabanas sebesar Rp 500.000. (vda)