Menampilkan: 1 - 10 dari 303 HASIL
Sumatera Selatan

Kejari Lubuklinggau Jebloskan 2 Oknum PNS Muratara Ke Lapas

LUBUK LINGGAU – Pilarbangsanews.com,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lubuklinggau,  melakukan penahanan terhadap dua orang oknum PNS tersangka kasus lelang jabatan pada Dinas Badan Kepegawian Sumber Daya Manusia (BKSDM ), di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2020) siang.

Penahanan dilakukan pihak Kejari Kota Lubuk Linggau ini  setelah  tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lubuk Linggau pada tahun 2019, telah menetapakan dua nama oknum PNS BKPSDM Kabupaten Muratara jadi tersangka.

Kedua oknum PNS yang dilakukan penahanan tersebut, yakni Riopaldi Okta Yudha selaku  Bendahara BKSDM  Kabupaten Muratara dan Hermanto selaku Kabid Menejemen dan Kepegawaian BKSDM Kabupaten Muratara.

Untuk diketahui, penetapan dua tersangka oknum PNS BKPSDM Kabupaten Muratara ini, terkait perkara dugaan korupsi kegiatan lelang jabatan tahun anggaran 2017 senilai Rp900 juta, lalu masuk dalam proses penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri, Willy Chaidir SH MH didampingi Kasi Pidsus  Yuriza Antoni  SH serta Kasi Intel Aan Tomo SH   saat press rilisnya ,Selasa 13 Oktober 2020 siang di Aula Kejari Kota Lubuklinggau mengatakan, benar hari ini pihaknya sudah melakukan penahanan dua oknum PNS BKSDM Kabupaten Musirawas Utara (Muratara).

“Penahanan dua tersangka kasus dugaan kegiatan  penyimpangan uji kompenstensi jabatan struktural atau yang lebih dikenal dengan 929 atau lelang jabatan. Sedangkan untuk ancaman hukumannya panjara   4 tahun lebih,” pungkasnya.

Dari pantuan media ini, kedua tersangka kasus lelang jabatan atau kegiatan uji Kompentasi alias kasus 929 datang ke kejaksaan sekitar pukul 9.30 Wib pagi dan langsung masuk ke dalam ruangan Pidsus masih memakai baju biasa, namun tidak berselang lama kedua tersangka ini saat keluar dari ruangan Kasi Pidsus kedua tersangka ini sudah memakai Rompi bewarna merah  dengan dikawal ketat petugas pihak kejaksaan .

Selanjutnya setelah keluar berjalan  dan dikawal ketat petugas pihak kejaksaan kedua tersangka ini langsung menuju ke mobil tahan dibawa ke Bandiklat guna melakukan Rapit Tes dan setelah itu di bawa ke Lapas Pemasyarakatan kelas 2 A Talang Rejo.(Sahlin)

Sumatera Selatan

Dengar Istri Telpnan Dengan Pria Lain, Lelaki ini Tusuk Istrinya Hingga Tewas

Musi Banyuasin, Pilarbangsanews,– Akibat mendengar isterinya telpnan dengan pria lain, Amura (31) nekat  menusuk Istrinya SITI LENA hingga tewas. Peristiwa penusukan yang menyebabkan kematian ini berlangsung didalam kamar rumah pasangan muda suami istri ini , pada Senin (05/10/2020) sekitar pukul 18.30 wib di desa Rompok Kemang Dusun IV Desa Kemang Kecamatan Sanga.

Usai menusuk istrinya pelaku menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

Kapolsek Sangadesa, IPTU SUVENFRI, SH  mengatakan menurut keterangan beberapa orang saksi, ada suara ribut pada saat kejadian.

Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polisi Macan Sakti, kemudian anggota Pos Polisi Macan Sakti dan Anggota Reskrim Polsek Sangadesa mendatangi TKP.

Sementara  pelaku sendiri  langsung mendatangi Mapolsek Babat Toman untuk menyerahkan diri.

Polsek Babat Toman mengadakan koordinasi dengan Polsek Sangadesa untuk menyerahkan pelaku.

“TKP nya memang diwilayah kita, namun pelaku setelah melakukan penganiayaan dengan sebilah pisau besi langsung meninggalkan korban dan menyerahkan diri ke Mapolsek Babat Toman. Saat ini pelaku kita bawa ke Rutan Mapolres guna menghindari hal hal yang tidak di inginkan” ujarnya .

Korban mengalami luka tusuk didaerah bawah ketiak sebanyak 1 kali. Diduga krena lukanya terlalu dalam mengakibatkan korban meninggal dunia ditempat kejadian.

Hasil intrograsi Humas Polsek terhdap pelaku, malam itu Amara  mendengar istrinya sedang berteleponan dengan lelaki lain didalam kamar dengan posisi sedang berbaring. Pelaku mendengar percakapan korban. Sehingga membuat pelaku emosi dan pergi kedapur mengambil pisau.

Setelah mendapat sebilah pisau dapur  pelaku mengendap-endap kekamar. Pertama yang dia lakukan mencekik korban. Belum puas mencekik  korban kemudian menghujam pisau dapur ke arah ketiak istrinya.

“Kalau versi pelaku, istrinya berteleponan dengan laki-laki lain, bisa jadi beda. Kami akan kumpulkan keterangan  saksi–saksi, ” ujar Venfri, mengakhiri (****)

Sumatera Selatan

Pasangan HI-MEL Mantapkan Koalisi Partai Pengusung

KALIANDA, Pilarbangsanews.com,-

Pasangan calon (Paslon) Bupati Lampung Selatan H.Hipni SE – Melin Hariyani Wijaya (Himel) terus bergerak mantapkan koalisi partai pengusung dengan konsisten menggelar konsolidasi.

Setelah sebelumnya menggelar di DPC PKB Lamsel, kembali Himel gelar konsolidasi pemantapan tim di DPD PAN di Jalinsum KM 62 Desa Kedaton, Rabu 16 September 2020.

Dalam kesempatan itu, calon Bupati Hipni mengatakan dengan digelarnya konsolidasi ini diharapkan seluruh elemen tim dapat fokus untuk bekerja sama dengan mengedepankan solidaritas, efektivitas dan kompak.

“Mari kita bangkit, mari kita bersama-sama berjuang, mari kita bersama-sama menangkan. Hipni – Melin adalah kita,” sebut Hipni.

Lebih lanjut, pengusaha muda sukses asal Kecamatan Palas ini menegaskan komitmennya untuk merealisasikan pengobatan gratis bagi masyarakat Lampung Selatan, dengan benar-benar merealisasikan sektor pendukungnya.

“Benar-benar gratis, sakit kita jemput, sembuh kita antar. Dan kita realisasikan perawatan gratis di ruang rawat inap Kelas I, bukan kaleng-kaleng hanya dirawat di kelas III,” imbuh Hipni seraya disambut yel-yel perserta “Hipni Bupati”.

Turut hadir dalam acara, Ketua DPC Gerindra Lamsel Fachrurozi, Ketua DPD PAN Lamsel Ahmad Fitoni, dan Ketua DPC PKB Lamsel Imam Subkhi, serta ratusan kader koalisi, relawan dan simpatisan Himel. (Rilis/SAHLIN)

Sumatera Selatan

Deklarasi Ramah-Berarti Mohon Do’a dan Restu Untuk Kemenangan

Musirawas, pilarbangsaNews, — Bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan Hj Ratna Machmud dan Hj Suwarti (Ramah Berarti), Minggu (6/9/2020)
melakukan deklarasi.

Deklarasi dilaksanakan bersama partai pengusung dan pendukung di kediaman pribadi Hj Suwarti kelurahan Megang Sakti Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

Dengan Tagline, “Rahma Berarti Menang, Musi Rawas Lebih Baik dan Lebih Sejahterah” deklarasi dilaksanakan bersama tiga partai pengusung yakni Golkar, Gerindra dan PAN serta partai pendukung PPP, PSI, Partai Gelora, PKPI dan Partai Garuda.

Turut hadir para pengurus partai pengusung dan pendukung, tokoh masyarakat Musi Rawas HA Murtin, H Zainudin Anwar, Pengurus Partai Garindra Provinsi Sumatra Selatan Yusmir Rasyid dan lainnya.

Dalam deklarasi bakal calon Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud mengatakan, ia mohon Dukungan doa restu agar bisa menjadi Bupati Musi Rawas Periode 2021-2025

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya dan mohon doa serta restunya untuk menjadi Bupati Musi Rawas, ini awal Musi Rawas lebih baik dan mendukung tampa pamrih,” katanya.

Sementara itu, bakal calon Wakil Bupati Musi Rawas Hj Suwarti mengatakan bahwa deklarasi ini adalah awal dari kemenangan. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Partai Politik baik pendukung maupun pengusung.

“Kita sama-sama berdoa dan bekerja untuk memenangkan pasangan Rahma-Berarti dan saya minta jangan ada dusta di antara kita,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Ketua Partai Politik baik pengusung maupun pendukung, yang diwakili Ketua DPD Golkar Musi Rawas Firdaus Cik Olah (FCO) mengatakan, “Mari kita bersatu, bergandengan tangan untuk menuju kemenangan kita bersama Rahma – Berarti,” katanya.(*)

Sumatera Selatan

Pasangan Ramah-Berarti Diusung Sembilan Parpol

Musirawas, PilarbangsaNews,– Dukungan partai politik ke pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas, Ratna Mahmud dan Suwarti terus mengalir.

Setelah tiga partai yakni Gerindra,Golkar dan PAN menjadi pengusung paslon, kini enam partai lain yakni Perindo, PSI, PPP, PKPI,Garuda dan Gelora menyatakan diri masuk dalam koalisi Ramah-Berarti ( Ratna-Suwarti).

Kesembilan partai politik ini ( 3 pengusung dan 6 pendukung) menyatakan siap berjuang memenangkan Ramah-Berarti.

Bakal Calon Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Mahcmud didampingi Bakal Calon Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti,mengucapkan terimakasih yang mendalam dan tulus kepada partai pengusung dan pendukung.

” Saya dan ibu Suwarti sangat berharap seluruh parpol benar benar membantu saya mengantar saya ketujuan yakni Pilkada 2020.

Ratna dan Suwarti mengharapkan seluruh partai pengusung ditambah partai penduking benar-benar menggerakan mesin partai untuk berjuang hingga pelosok Musi Rawas.

Dijelaskan Suwarti,sembilan partai yang bergabung ke Ramah-Berarti baik itu 3 pengusung dan enam pendukung,akan menjadi keuatan, semangat yang luarbiasa untuk meraih kemenangan di Pilkada Musi Rawas.

” Mari kita berjuang bersama untuk kemenangan kebersama kemenangan rakyat Musi Rawas, untuk Musi Rawas Lebih baik,”pungkasnya.

Ditambahkannya, Ramah- Berarti akan deklarasi dibumi Musi Rawas dan akan mendaftar ke KPU pada Minggu (6/09/2020).(*)

Sumatera Selatan

Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Berhasil Selamatkan Uang Negara

Lubuk Linggau, PilarbangsaNews, — Setelah kelima terpidana korupsi pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara yang dibiayai dari APBD Muratara tahun 2016 sebesar Rp7,9 miliar sudah inkrach (putusan tetap) Pengadilan Tipikor Palembang pada Juli 2019 lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menyerahkan uang titipan perkara senilai Rp 882.786.038,- ke Pemkab Muratara, Rabu (2/9/2020).

Kajari Lubuklinggau Willy Ade Chaidir menyerahkan kepada Sekda Muratara H. Alwi Roham, Kepala DPKAD Duman Fashal dampingi Kasi Pidsus Yuriza Antoni, Kasi BB Eben Ezer, Kasi Intelijen Aan Tomo.

Dijelaskan Kejari
Uang ini diselamatkan dari 11 orang yakni, Ramadian Sari Suciaty selaku konsultan pengawas Rp150 juta, M. Subhan PPK Rp10 juta, Erwin Khairul Pelaksanaan Pencairan Rp17,4 juta, Beni Irawan Tim PPHP Rp960 ribu, Nurlaila Perencanaan Rp8 juta, Briyo Al Khoir Kuasa Direktur PT. Binuriang Karya Mandiri Rp634,4 juta, Tutur Lussetyowati perencanaan Rp15 juta, Suhairi perencanaan Rp40 juta dan Absor perencanaan Rp7 juta.

Kajari Lubuklinggau saat diwawancarai menjelaskan dalam kasus ini, ada lima terpidana yang sudah menerima putusan berkekuatan hukum tetap (incrah) Yakni Briyo Al Khoir ,Muhammad Subhan,Ferry Susanto,Fahrurozi dan Firdaus. Mereka dinyatakan melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) UU No.31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan UU No.31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Uang ini kami kembalikan ke Pemkab Muratara untuk dimanfaatkan. Pengembalian ini, karena kasusnya sudah inkrah,” kata Kajari Lubuklinggau Willy Ade Chaidir didampingi Kasi Pidsus Yuriza Antoni

Penyerahan uang diterima Sekda Muratara H Alwi Roham dan kepala BPKAD Muratara Duman Fashal menjelaskan uang ini akan di kembalikan ke kas daerah, selanjutnya untuk digunakan sebagaimana mestinya yakni membangun Kabupaten Musirawas utara.

Setelah menerima uang tersebut, Sekda dan kepala BPKAD Muratara langsung menyimpan uang ke kas daerah Pemkab Muratara di Bank Sumselbabel cabang Muara Rupit.

Sumatera Selatan

Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Tandatangani MoU dengan BPJS

Lubuklinggau, Pilarbangsanews.com,- Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Tandatangani MoU bersama Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,acara penandatanganan MoU dilaksanakan diruang aula kejari, Rabu (02/09/2020).

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan kantor cabang Lubuklinggau, Hary Nurdiansyah, Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir, Kasi Datun A Halim, Kasi Intel Aan Tomo, Kasi Pidsus Yuriza Antoni ,Kasi BB Eben serta Jaksa Datun Kejari Lubuklinggau dan tamu undangan lainnya.

“Kegiatan MoU dilakukan agar badan usaha patuh dalam pemenuhan hak pekerja, berupa hak dasar yakni terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Harapannya kerjasama ini bisa meningkatkan kepatuhan badan usaha untuk membayarkan iuran dan cakupan kepesertaan pekerja pada badan usaha dapat lebih optimal, kata Kepala BPJS Lubuklinggau, Hary Nurdiansyah.

Kerjasama ini merupakan lanjutan dari sebelumnya, antara BPJS Kesehatan dengan kejari bidang Perdata Tata Usaha Negara (Datun). Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari Kejaksaan Negeri Lubuklinggau (Kejari), berhasil menagih tunggakan BPJS Kesehatan badan usaha senilai Rp.208.544.808, dari 8 Surat Kuasa Khusus (SKK) yang dilimpahkan.

Kajari Lubuklinggau Willy Ade Cahidir didampingi Kasi Datun A Halim mengatakan, Hasil evaluasi tunggakan BPJS Kesehatan yang tertagih sebesar 98 persen.

“Kita dapat menarik tagihan kepada peserta. merupakan angka yang cukup signifikan untuk pemasukan BPJS Kesehatan Lubuklinggau,” kata Kajari Lubuklinggau.

Sumatera Selatan

Semarak Pilkada 2020 KPU Musirawas MoU Dengan Kejaksaan

Lubuklinggau, Pilarbangsanews.com,- Sambut Pemilu 2020 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan menggandeng Kejaksaan Negeri Lubuklinggau dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Kabupaten Musi Rawas yang akan dilaksanakan Desember 2020 mendatang.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) KPU Musi Rawas bersama Kejari Lubuklinggau Tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir didampingi Kasi Datun A. Halim bersama Ketua KPU Musi Rawas AnastaTias didampingi Komisioner KPU lainnya serta Sekretaris KPU.

Turut hadir dalam acara ini, Kasi Intelijen Aan Tomo ,Kasi Pidum Faiq Sofa Nur Fikri beserta Jaksa dan staf Datun lainnya.

Ketua KPU Musi Rawas mengatakan penandatanganan MoU agar adanya sinergi antara KPU Musi Rawas dengan Kejari Lubuklinggau dalam rangka penanganan permasalahan Perdata dan Tata Usaha Negara selama proses tahapan Pilkada yang berhubungan dengan KPU.

“Selama pilkada kami akan mengeluarkan produk-produk hukum. Kami nantinya akan meminta pertimbangan hukum kepada kejaksaan,” katanya

Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir didampingi Kasi Datun A Halim menegaskan pelaksanaan dari nota kesepahaman antara KPU Musi Rawas dengan Kejari Lubuklinggau akan dilaksanakan secara profesional dan proporsional.

“Kerja sama ini dilakukan bersama Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara. Pertimbangan-pertimbangan hukum akan kami berikan sesuai dengan keinginan dari kegiatan mereka,” tegasnya.

Kajari menambahkan tugas Kejaksaan Negeri Lubuklinggau yakni mengawal ,mengamankan kegiatan KPU Musi Rawas dalam melaksankan program ataupun proses tahapan Pilkada Kabupaten Musi Rawas.

“Dengan penandatanganan ini, maka kejaksaan sebagai pengacara negara akan secara langsung mendampingi KPU Musi Rawas dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum saat Pilkada Kabupaten 2020 dan Pilkada Kabupaten Musi Rawas Berlangsung lancar,aman,tertib dan terkendali”,ungkapnya. ( Sahlin)

Sumatera Selatan

Diduga Korupsi DD Kades F Trikokoyo dipanggil Penyidik Kejari Lubuklinggau

Lubuklinggau,Pilarbangsanews.com,-

Terkait dugaan Korupsi Dana Desa,Kepala Desa(Kades) F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan Mujio Diperiksa Penyidik Kejaksaan Negeri Lubuklinggau,Senin (20/7/2020).

Kepala Desa (Kades),Mujio yang menggunakan baju kemeja berwarna abu-abu dan menggunaka celana jenis jeans bersama Sekretaris Desa (Sekdes) menggunakan baju kemeja bergaris garis serta berjilbab warna pink keluar dari ruang penyidik intelijen pukul 12.59 WIB.

Informasi dihimpun, Kades Muji bersama Sekdes diperiksa penyidik Kejari diduga Korupsi Dana Desa Tahap I, Tahun Anggaran 2020 ,Dan Kades serta Sekdes disuruh pulang oleh penyidik dikarenakan, tidak membawa dokumen dan akan dilakukan pemeriksaan ulang, Selasa (21/72020)

Saat dikonfirmasi awak Media Kades F Trikoyo, Mujio mengatakan pemeriksaan dirinya terkait adanya laporan masyarakat.

“Diperiksa,akibat adanya laporan”,katanya singkat.

(SAHLIN)

Sumatera Selatan

Enam Bulan Kabur Harry Aditya Terpidana Kasus Narkoba di tangkap Di Lampung

Lubuklinggau, Piilarbangsanews.com,-

Tim Gabungan yang terdiri dari Intelijen Kejagung RI bersama sama dengan Intelijen Kejati Sumsel dan Kejari Lubuk Linggau dibantu Tim Kejati Lampung bertempat di Kelurahan Lemateng, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, telah melakukan Operasi Tangkap Buron (Tabur) terhadap Terpidana Harry Aditya Kusuma Bin Dedi Mulya Sekti, terpidana perkara Narkotika dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau.

Terdakwa Harry Aditya Kusuma ditangkap dikediamannya di Kelurahan Lemateng, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan ,Minggu ( 19/7/2020).

Pantauan dilapangan, Harry Aditya Kusuma yang dijemput langsung oleh Kasi Pidum Faiq Nur Fiqri Sofa SH bersama Tim Kejari Lubuklinggau di Kejaksaan Tinggi Sumsel (Palembang) tiba di Lembaga Permasyarakatan ( Lapas) Narkotika Kelas II A Muara Beliti, Pukul 18.00 WIB,Senin(20/7).
Harry Aditya Kusuma (33),warga Jl. Patimura RT. 009, Kelurahan Sukajadi, Kota Lubuklinggau, pada tanggal 29 Januari 2020 lalu disaat akan dibacakan Putusan di Pengadilan Negeri Lubuk Linggau, terdakwa Harry Aditya Kusuma melarikan diri (kabur) dari Pengadilan Negeri Lubuklinggau .
Terpidana Harry Aditya Kusuma dijatuhi pidana penjara (Vonis) oleh Pengadilan Negeri Lubuk Linggau pada tanggal 12 Februari 2020 (tanpa kehadiran terdakwa) yang dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ” Memiliki dan menguasai Narkotika golongan 1″ dengan pidana penjara selama 11 (sebelas) tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan , Denda Rp. 800 juta subsider 3 (tiga) bulan kurungan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)Lubuklinggau,Willy Ade Chaidir didampingi Kasi Intelijen ,Aan Thomo mengatakan Kejaksaan Negeri Lubuklinggau telah berupaya sekuat tenaga mencari terdakwa Harry Aditya Kusuma namun belum ditemukan saat itu.

“Bahwa setelah sekitar 6 (enam) bulan Terpidana Harry Aditya Kusuma kabur, akhirnya dengan kerja keras Tim Intelijen Kejaksaan Agung, pada hari Minggu 19 Juli 2020 terpidana ditangkap dan dibawa ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan di Palembang untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lubuklinggau untuk dilakukan eksekusi sesuai dengan Amar Putusan pengadilan Negeri Lubuklinggau “, katanya
Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir mengucapkan terimakasih pada Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan pihak terkait lainnya yang telah membantu Kejaksaan Negeri Lubuklinggau dalam menuntaskan tunggakan penyelesaian perkara Terpidana Harry Aditya Kusuma.
“Terdakwa dilakukan Rapid Test dan pihaknya akan menyerahkan Terpidana Harry Aditya ke LP narkotika untuk menjalani masa hukuman”,tutupnya.(tim)