Menampilkan: 1 - 9 dari 9 HASIL
Ubah Laku

Masyarakat Setuju Vaksin, Tetapi Perubahan Perilaku Lebih Penting

Padang, PilarbangsaNews

Baru saja dilaksanakan webinar “Satukan Asa, Kuatkan Usaha, Tuntaskan Covid-19 (SAKATO)” dengan tema “Harapan dan Kesiapan Masyarakat untuk Vaksin Covid-19” diselenggarakan oleh Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada hari Sabtu (24/10) mulai pukul 8.30 WIB.

Penyampaian materi pertama oleh Prof. Drh. Wiku Adisasmito, M.Sc, PhD selaku ketua tim dan juru bicara komite penanganam Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Harusnya pendekatannya preventif dan promotif, caranya adalah perubahan perubahan perilaku. Seluruh dunia melihatnya dari kasus. Padahal dengan kita memantau setiap titik perubahan perilaku baik individu maupun institusi, ini bisa menjadi inovasi,” ujar Prof. Wiku.

Pak Wiku juga menyampaikan bahwa Indonesia harus bisa mengubah dari kedaruratan kesehatan masyarakat menjadi ketahanan kesehatan masyarakat.

“Infrastruktur harus handal di semua tempat. Kalau tidak, akan terserang. Jika kita tidak bisa memperbaiki ini, maka apabila diserang oleh penyakit lainnya kita tidak akan mampu untuk menahannya. Maka dari itu kita harus membuat perubahan perilaku, promotif preventif lebih penting dari kuratif,” kata Prof. Wiku.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes,FISPH,FISCM terkait herd immunity. “Ambang batas herd immunity 70%, masyarakat yang sudah divaksin itu imunnya akan terbentuk sehingga melindungi jumlah orang yang tidak divaksin atau tidak mendapatkan vaksin,” ujar Prof. Rizanda.

Prof. Rizanda juga menyampaikan kesalah pahaman masyarakat terhadap herd immunity. “Herd immunity dicapai dengan melindungi orang dari virus, bukan dengan membuat mereka terpapar virus. Jadi jangan salah paham lagi,” jelas Prof. Rizanda.

Sesi selanjutnya dr. Hardisman, MHID, PhD sebagai tim survey kesiapan masyarakat untuk vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menyebutkan terkait harapan dan kesiapan masyarakat untuk vaksin Covid-19.

“Tanggapan masyarakat sangat baik. Apabila masyarakat mendapatkan vaksin maka akan mendapatkan juga kekebalan tubuh,” ujar dr. Hardisman.

Pak Hardisman juga menyampaikan intensi berpartisipasi dan pembelian vaksin menggunakan biaya pribadi. “Hampir 90% masyarakat ternyata setuju vaksinasi. Padahal dugaan awal kami bahwa mayarakat bakal menolak. Berbeda kalau seandainya berbayar. Kalau dibebankan kepada dana pribadi masyarakat, kurang dari 60% bersedia untuk membayar vaksin,” kata dr. Hardisman.

Dr. Neni Nurainy, Apt pada sesi keempat menjelaskan proses kandungan dan keamanan dari vaksin Covid-19. “Pengembangan vaksin membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hasil riset, pengembangan, clinical study 3 fase. Data-data inilah yang akan disampaikan ke BPOM agar dapat di-approve dan selanjutnya disebar luaskan,” ujar Dr. Neni.

Dr. Neni juga menyampaikan tantangan dalam pengembangan vaksin. “Biaya cukup tinggi, tidak ada garansi dipakai rutin. Tidak hanya dibebankan oleh company tapi harus dipikirkan oleh global fund,” kata Dr. Neni.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno juga ikut serta menyampaikan pandangan beliau bagaimana kesiapan dan masyarakat sumbar terkait vaksinasi Covid-19.

“Kami melihat bahwa sesuatu yang paling penting adalah sosialisasi. Karena banyak simpang siur informasi di tengah masyarakat. Itulah tugas pemerintah dan stakeholder meyakinkan masyarakat mengenai vaksin,” ujar Gubernur Sumbar.

“Vaksin sebagai jalan keluar pandemi, kita berharap betul untuk cepat hadir untuk menyelesaikan pandemi ini,” sambung Irwan Prayitno.

Sesi selanjutnya adalah penyampaian materi oleh dr. Achmad Yurianto selaku Staff Ahli Kementrian Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi mengenai roadmap, implementasi vaksin, tantangan dan persiapan vaksin.

“Masyarakat belum bisa menjadi subjek pengendalian Covid-19. Kita tidak memanajemen public health emergency sebelumnya. Upaya mencegah adalah yang paling penting. Primary prevention adalah mencegah paparan. Sedangkan vaksinasi adalah untuk mencegah sakit,” ujar dr. Yuri.

“Kebal bukan berarti tidak terpapar, dia tidak sakit tapi terpapar. Apabila dia kontak dengan orang lain maka orang lain akan terkena dampaknya,” tutup dr. Yuri.(Gian)

Ubah Laku

Belajar Tatap Muka Pesantren di Era Pandemi Perlu Dikaji Ulang

Padang, PilarbangsaNews

Sejak pertengahan Juni 2020 pesantren mulai membuka kembali aktivitas pembelajarannya. Pembukaan aktivitas pembelajaran di pesantren di masa pandemi Covid-19 tersebut menarik untuk dikaji, karena pendidikan pesantren merupakan pendidikan keagamaan berasrama yang mana santri hidup dalam proses interaksi yang berlangsung secara terus menerus.

Indonesia Edu Webinar bersama REFO adalah serangkaian webinar yang diadakan secara online dan gratis untuk membantu guru, orangtua dan siswa membangun kepercayaan terhadap teknologi dan keahlian memasuki masa depan di era normal baru dengan tema ‘Menjaga Pesantren Aman Covid-19’ diadakan pada tanggal 23 Oktober 2020 mulai pukul 10.00 WIB.

Kegiatan webinar ini dimoderatori oleh Pepita Gunawan (REFO). Materi disampaikan oleh dr. Heri Munajib dari Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU). Dokter Heri mengatakan bahwa pembelajaran jarak jauh belum bisa mengalahkan pembelajaran konvensional (tatap muka).

“Kebijakan untuk membuka ataupun menutup pesantren dilema sekali. Sedangkan pembelajaran jarak jauh belum bisa mengalahkan pembelajaran langsung,” ujar dokter Heri.

“Ketika saya melakukan pendampingan bersama satgas covid, terdata 169 pondok pesantren 65,1% diantaranya sudah belajar tatap muka namun sebagian menerapkan protokol kesehatan, 32% sudah seluruhnya dan sisanya belum menerapkan,” sambung dokter Heri.

Dokter heri juga mengatakan bahwasanya upaya PBNU dalam menjaga pesantren aman covid salah satu caranya adalah edukasi. “Edukasi sangat berat. Para Kyai tidak percaya kalau covid itu ada, ini merupakan isu yang sangat menyebalkan. Tidak mudah untuk merubah setting paradigma para Kyai yang memiliki anggapan seperti ini,” kata dokter Heri.

“Masyarakat kalau ke rumah sakit takut di-covid-kan. Ini isu yang menyesatkan sekali. Maka yang paling penting adalah edukasi,” sambung dokter Heri.

Dokter Heri juga menyampaikan kerja kedepan pesantren dan pemerintah adalah terus sosialisasi dan penegakan protokol kesehatan. “Negara harus hadir untuk kesehatan pesantren. Indonesia memiliki 28.000 pondok pesantren. Negara harus hadir dan sama-sama bersinergi untuk menyiapkan ponpes aman Covid19,” jelas dokter Heri.

Setelah sesi penyampaian dari dokter Heri, Sidrotun Naim, seorang virolog dan dosen di IPMI International Business School, berkesempatan untuk menyampaikan sudut pandang beliau sebagai ibu dari seorang anak yang bersekolah di pesantren.

“Yang tidak dapat digantikan adalah akhlak. Itu suatu hal yang dianggap ‘hilang’, jadi tidak bisa berhadapan secara langsung. Padahal itu aspek penting dalam pendidikan di pondok pesantren,” ujar bu Sidrotun.

Sidrotun juga menyebutkan bahwa dengan anak yang berada di rumah, orang tua sebagai pemantau dalam aktifitas belajar mengajar. “Disatu sisi saya merasa itu bagian dari takdir. Bagian hafalan yang memantau orang tua, kalau setoran ayat tetap dengan kyainya. Ketika dia (anak) latihan dengan orang tua, saya merasa itu menjadi bagian sejarah juga. Ditengah kendala masih ada yang bisa kita syukuri,” tutup ibu Sidrotun. (Gian)

Ubah Laku

Pandemi Menciptakan Tantangan Jurnalistik Baru; Integritas dan Mawas Covid

Jakarta, PilarbangsaNews

Pandemi yang telah memasuki bulan ketujuh belum menunjukkan tanda-tanda usai. Pandemi Covid-19 telah mebawa masyarakat pada perubahan gaya hidup. Pekerjaan dilakukan dari rumah, begitu juga jurnalis.

PT Astra International Tbk bersama Sekolah Jurnalisme Indonesia dan Persatuan Wartawan Indonesia mengadakan kegiatan Safari Jurnalistik dengan tema ‘Transformasi Media Digital & Kelangsungan Profesi Jurnalis’ melalui aplikasi Zoom pada Kamis, 22 Oktober 2020 mulai pukul 13.00 WIB.

Webinar dimoderatori oleh Ahmed Kurnia. Materi pertama dilontarkan oleh salah satu penerima apresiasi Satu Indonesia Awards bidang kesehatan tahun 2018, Nordianto Hartoyo menjelaskan tentang perkawinan usia anak.

“Lewat kegiatan GenRengers Educamp yang digagas pada 2016, berbentuk aktivitas camp yang secara rutin digelar sebagai bentuk pendidikan alternatif untuk melahirkan relawan yang peduli dan paham soal isu-isu kesehatan khususnya pernikahan usia dini dan pola pergaulan remaja,” sebut Nordianto dalam kesempatan pemyampaian materi.

Materi selanjutnya oleh Budiono Darsono, Bapak Media Digital Indonesia, Presiden Komisaris media online Kumparan.com, yang menyampaikan Corona sebagai real disruption.

“Corona tidak hanya menimbulkan dampak ke industri konvensional saja, industri digital juga terkena dampaknya,” ujar Pak Budi.

“Percepatan transformasi digital berlangsung sangat cepat karena kita berada harus di rumah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akhirnya mau tidak mau menggunakan waktu untuk online,” sambung Pak Budi.

Beliau juga mengatakan bahwa ‘Journalist need new procedures’, dunia jurnalistik sudah bisa berbasis mobile dan media harus tetap menjaga kredibilitas.

“Meskipun akhir-akhir ini masyarakat terlena dengan sosial media, mau tidak mau masyarakat tetap membutuhkan jurnalistik yang berkualitas,” sampai Pak Budi.

Bapak Media Digital yang telah memasuki usia 59 tahun ini juga menyebutkan pentingnya peran perusahaan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan karyawan pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Media dituntut untuk bekerja lebih keras. Selain menjaga mutu jurnalistik, wartawan juga dituntut untuk menjaga kesehatan. Work from home tidak hanya sekedar bekerja dari rumah, namun intinya terletak pada outputnya,” kata Pak Budi.

“Pandemi memang begitu mencekam. Namun dengan adanya pandemi ini justru memicu kita untuk melahirkan sesuatu gagasan baru. Sesuatu yang next level. Jadi jangan menyerah, karena hari ke hari pasti akan semakin cerah,” ujar Pak Budi seraya menutup paparan.

Webinar ini diikuti ratusan peserta seluruh Indonesia, yang sebagian besar adalah jurnalis. Membuka webinar ini adalah Ketua PWI Pusat Atal S. Depari yang didampingi sejumlah pengurus pusat PWI. (Gian)

Ubah Laku

Pandemi Covid Tak Surutkan HIMA IKM FKM Adakan Public Health Care

Padang, PilarbangsaNews

Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas akan mengadakan kegiatan Public Health Care yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2020.

Steering Committee Kegiatan Public Health Care, Nadiyatul Husna mengatakan bahwa kegiatan Public Health Care dengan tema “HIMA Produktif, Peduli Kesehatan dan Lindungi Sesama” membuka donasi yang akan disalurkan kepada Panti Asuhan Al-Ihsan Jalan Gadjah Mada, Kampung Olo, Gunung Pangilun pada 25 Oktober 2020.

“Ini merupakan kali kedua Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Unand mengadakan kegiatan Public Health Care. Namun tidak seperti tahun sebelumnya, tidak dilakukan penyuluhan pada tahun ini karena pandemi Covid-19,” ujar Nadiya dalam wawancara melalui aplikasi WhatsApp Rabu (21/10).

Nadiya juga menyampaikan pelaksanaan kegiatan Public Health Care atau Kesehatan Masyarakat Peduli ini pada tahun 2020 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. “Pada tahun sebelumnya donasi berupa uang dan pakaian layak pakai. Namun donasi pada kegiatan Public Health Care tahun ini berupa uang tunai, booklet mengenai corona dan poster Cuci Tangan Pakai Sabun,” sambung Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat HIMA IKM KM FKM Unand periode 2020 ini.

Nadiya juga mengatakan bahwa hasil donasi ini akan diserahkan langsung kepada pengurus Panti Asuhan Al-Ihsan.

“Donasi sudah terkumpul, selanjutnya akan diserahkan kepada pengurus panti asuhan Al-Ihsan. Harapan kami donasi yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau bisa dipergunakan juga untuk membeli masker guna upaya cegah penyebaran Covid-19,” tutup Nadiya. (Gian)

Ubah Laku

Tegas! Instruksi Gubernur, Pengelola RM dan Restoran di Padang Wajib Test Swab

Padang, PilarbangsaNews

Melonjaknya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Padang, selalu di atas 100 orang perhari dan tercatat sebagai zona merah, membuat Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bertegas-tegas, mengeluarkan instruksi pencegahan Covid-19. Perintah tegas dan bersifat segera ini, tertuang dalam Instruksi Gubernur Sumbar No.360 tanggal 20 Oktober 2020.

“Disinyalir peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 akibat tidak disiplinnya dalam menegakkan protokol kesehatan di rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya di Kota Padang,” kata Gubernur Irwan Prayitno.

Instruksi yang ditujukan kepada Walikota Padang dan seluruh pengelola rumah makan, restoran dan kafe, berisi empat poin.

Pertama, Walikota Padang agar memperketat pengawasan Perda No.6/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di rumah makan, restoran dan kafe.

Kedua, seluruh pengelola da dan karyawan rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya tanpa kecuali, wajib mengikuti test swab RT-PCR paling lambat dua minggu setelah tanggal instruksi.

Ketiga, test swab tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk teknisnya dapat menghubungi Dr. Andani Eka Putra di Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand.

Keempat, bagi rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya yang telah melakukan test swab RT-PCR diberikan Sertifikat. Sedangkan bagi pengelola rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya yang tidak melakukan test swab RT-PCR maka usahanya akan ditutup berdasarkan Perda No.6/2020.

Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Drs. Hefdi, MM membenarkan Instruksi Gubernur Sumbar ini, dan berlaku sejak tanggal ditetapkan. (Gian)

Ubah Laku

Pandemi Covid-19 Tidak Mengurangi Semangat Faterna Unand Menggali Ilmu

Padang, PilarbangsaNews

Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air dan dunia pada umumnya, tidak mengurangi semangat dan kegigihan civitas akademika Fakultas Peternakan Unand, Sumatera Barat, untuk menggali ilmu pengetahuan.

Rabu (21/10) lusa, Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Andalas akan menggelar Web Seminar (Webinar) Nasional Sapi Kerbau IV, 2020 dengan tema “Tantangan dan Solusi Pengembangan Peternakan Sapi dan Kerbau Rakyat dari Hulu Sampai Hilir”.

Webinar ini akan digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, live streaming dan youtube.

Prof. Dr. Ir. Mardiati Zain, MS selaku Ketua Panitia menyampaikan Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Faterna Universitas Andalas Ke-57.

Tujuan Webinar Nasional Sapi Kerbau untuk melakukan promosi dan sosialisasi berbagai inovasi dari pengembangan ilmu peternakan dalam bentuk hasil penelitian yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap swasembada daging secara nasional.

Menurutnya, pembangunan peternakan saat ini mempunyai peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan daging nasional yang diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, akan tetapi juga memperlihatkan aspek mutu produk yang dihasilkan berkaitan dengan keamanan pangan (food security).

Prof. Mardiati mengungkapkan dari perkembangan hasil penelitian yang terus dilakukan, ia yakin sektor peternakan dimasa datang akan tetap menjadi sumber utama pemasok protein hewani yang strategis bagi masyarakat Indonesia.

“Namun kita perlu bekerja keras dan bekerja sama untuk mewujudkan hal tersebut, dalam hal ini teknologi ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam menunjang produktivitas ternak,” tuturnya.

Bidang kajian yang diangkat pada webinar nasional ini berupa Produksi dan Reproduksi Ternak, Nutrisi dan Teknologi Pakan, Hijauan Pakan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan.

Sedangkan pemateri/narasumber pada kegiatan ini Ir. Sugiono, MP (Direktur Perbibitan & Produksi Ternak Kementan RI), Prof Winugroho (Pakar Nutrisi & Pakan-Unida), Prof. Suhubdy (Pakar Ternak Kerbau-Unram), Prof. Sumadi (Pakar Pemuliaan Ternak-UGM), Prof. Luki Abdullah (Pakar Hijauan Pakan-IPB), Prof. Mardiati Zain (Pakar Nutrisi Ruminansia-Unan).

Kemudian, Prof. James Hellyward (Pakar Sosial Ekonomi Peternakan-Unand), Dr. Hendri (Pakar Reproduksi Ternak-Unand), Ade Sukma, Ph.D (PakarTeknologi Hasil Ternak-Unand), Dr. Reza Abdul Jabbar (Owner Large Scale Dairy Farm “Rural Practice Trust” Invercargill New Zealand), Ihsan Mubarak, S.Pt, MP (CEO CV. Andalas Farm), dan Andromeda Sidroro, S.Pt (CEO Sweet Sundae Ice Cream).

Saat ini, peserta yang mendaftar 488 orang dengan jumlah pemakalah sebanyak 65, dari berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Papua.

Disamping itu, peserta/pemakalah juga berasal dari berbagai bidang ilmu dan profesi seperti dari akademisi, instansi pemerintah/kementan/swasta, penyuluh, mahasiswa, praktisi peternakan, dan peserta/pemakalah umum lainnya.

Fasilitas yang berikan pada peserta yaitu: e-sertifikat, e-prosiding ber-ISBN dan selected paper akan dipublikasi di Jurnal Peternakan Indonesia. (Gian)

Ubah Laku

Lansia Kelompok Rentan Covid-19, Kreditpensiun.com Gelar Webinar

Padang, PilarbangsaNews

Kreditpensiun.com melalui program #PensiunHebat telah menggelar webinar bertemakan Tips Sehat untuk Pensiunan di Masa Covid-19. Webinar ini dilaksanakan secara live melalui Zoom pukul 10.00-11.30 WIB, Senin (19/10/2020).

Webinar ini diikuti kurang lebih 75 peserta yang berasal dari berbagai pelosok Indonesia, termasuk Padang, Sumatera Barat. Webinar ini menghadirkan dr. Nurhidayati, dokter umum RSPI Suliantisaroso, sebagai pemateri.

Dalam penyampaian materi, dokter yang telah sembuh dari covid-19 April lalu ini mengatakan bahwa tingkat kematian Covid-19 di Jakarta terhitung 18 Oktober 2020 adalah 2,2% dan tingkat kesembuhan 83,9%. Dibandingkan dengan Indonesia, angka ini justru lebih baik. Tingkat kematian di Indonesia sebesar 3,5% dan tingkat kesembuhan sebesar 78,8%.

“Tempat penampungan pasien Covid di Jakarta selain di Wisma Atlit, juga disediakan hotel. Lama isolasi pasien apabila dengan gejala adalah 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala, sementara pasien tanpa gejala 10 hari isolasi,” ujar dr. Nurhayati dalam sesi penyampaian materi webinar.

Ia juga menyebutkan belum tersedia vaksin Covid-19 dan yang telah ada dan beredar saat ini hanya untuk pneumonia akibat mikroorganisme yang lain. vaksin Covid belum bisa dinyatakan aman dan ampuh.

“Covid adalah virus RNA sehingga vaksin susah untuk dibuat. Untuk pembuatan vaksin covid belum ada yang lolos uji klinis fase ketiga. Saat ini 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) sudah bagus, asal tetap dikerjakan ketiganya. Apabila salah satu anggota keluarga positif Covid, tidak masalah apabila isolasi mandiri, asalkan dijalankan dengan benar dan sesuai dengan protokol kesehatan,” Ungkap dokter lulusan S1 FK UIN 2007-2013 ini.

Webinar yang telah diselenggarakan Kreditpensiun.com ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 terutama pada lansia. Disamping itu webinar ini juga menyampaikan untuk menghapus stigma kepada pasien Covid-19 yang telah sembuh.

“Menyemangati pasien, terutama lansia itu penting. Peran keluarga dan lingkungan juga sangat diperlukan. Jangan sampai pasien dikucilkan, apalagi pasien yang telah sembuh dari Covid-19. Stigma terhadap pasien yang telah sembuh itu muncul karena kurangnya pengetahuan masyarakat. Untuk itu Edukasi kesehatan mengenai Covid harus digencarkan dalam upaya penghapusan stigma ini,” tutup dr. Nurhayati. (Gian)

Ubah Laku

Ondeee… Tiga Daerah Masih Zona Merah, Mari Patuhi Protokol Kesehatan

Padang, PilarbangsaNews

Hingga Sabtu (17/10) tiga daerah di Sumbar masih termasuk zona merah. Karena itu Gugus Tugas Covid-19 Sumbar meminta, agar pimpinan daerahnya menyesuaikan aktifitas sesuai protokol zona.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Drs. Jasman Rizal, MM menyikapi hasil swab laboratorium Unand, yang menyebutkan angka positif Covid-19 yang cukup tinggi di Sumbar akhir-akhir ini.

Data hingga Sabtu pukul 08.00 WIB tanggal 17 Oktober 2020, hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh penanggungjawab Laboratorium Unand Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, bahwa dari 3.656 spesimen yang diperiksa (3.390 sample di laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan 266 pemeriksaan di Lab veterenir Baso Agam), didapat hasil sementara 360 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara itu data pasien sembuh sebanyak 202 orang.

Perincian hasil positif adalah Kota Padang 230 orang, Kabupaten Agam 31 orang, Kabupaten Solok 3 orang, Kabupaten Kepulauan Mentawai 1 orang, Kota Solok 13 orang, Kabupaten Padang Pariaman 8 orang, Kabupaten Pessel 16 orang, Kabupaten Pasaman 10 orang, Kabupaten Tanah Datar 5 orang, Kabupaten 50 Kota 7 orang, Kota Pariaman 11 orang, Kabupaten Solok Selatan 1 orang, Kabupaten Dharmasraya 9 orang, Kabupaten Sijunjuang 5 orang, Kota Bukittinggi 4 orang, dan Kota Payakumbuh 6 orang.

Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, maka mulai tanggal 11 Oktober 2020 sampai tanggal 17 Oktober 2020, ditetapkan zona merah dengan resiko tinggi sebagai berikut: Kota Padang, Kota Sawahlunto dan Kota Pariaman.

Sedangkan Zona Oranye dengan resiko sedang yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payokumbuah, Kota Solok
Kabupaten Pasaman, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Daerah dengan zona hijau beresiko rendah adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten 50 Kota.

Menurut Jasman Rizal, dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-31 ini, diminta kabupaten/kota segera menyesuaikan segala aktifitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran Covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan. (Gian)

Ubah Laku

Protokol Kesehatan di V-Coffee, Pengunjung Disediakan Masker Gratis

Padang, PilarbangsaNews

Sudah tiga bulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerapkan konsep Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC) terhitung 8 Juni 2020 lalu, dimana sejak itu seluruh masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan.

Sehubungan itu, sejumlah kafe yang menjadi tren anak muda di Kota Padang, telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para pengunjungnya. Bahkan, ada kafe yang menyediakan masker gratis bagi pengunjung yang datang tanpa masker.

Di V-Coffee, misalnya, salah satu coffee shop yang berlokasi di Jl. Raden Saleh No.3, Rimbo Kaluang, Padang Barat, Kota Padang, menerapkan protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah dalam hal pencegahan virus Covid-19.

Barista V-Coffee Kiki (22) menyampaikan, bahwa protokol kesehatan diterapkan dengan melakukan pengecekan suhu tubuh kepada pengunjung tanpa kecuali. Kemudian, pengunjung wajib mencuci tangan, dan di meja juga tersedia cairan hand sanitizer.

Untuk tempat duduk diberi jarak aman minimal satu meter dan ada sekat pada meja, sehingga tidak memungkinkan ada sentuhan fisik antar pengunjung. “Kita memang menerapkan protokol kesehatan yang ketat, tetapi tidak menghilangkan tingkat kenyamanan pengunjung untuk duduk mengopi dan mengobrol bareng,” kata Kiki lagi.

Ketika ditanyakan kepatuhan pengunjung terhadap protokol kesehatan, Kiki mengatakan sangat tergantung kepada pengelola kafe. Jika aturan diterapkan, maka solusinya juga harus ada. “Setiap pengunjung harus cek suhu terlebih dahulu, dan wajib bermasker. Kalau pengunjung tidak membawa masker, maka kita sediakan masker secara gratis,” ujar Kiki di sela-sela kesibukannya sebagai barista V-Coffee, Jumat (16/10) malam.

Meskipun rata-rata pengunjung patuh protokol kesehatan, Kiki mengaku masih ada satu atau dua pengunjung yang abai. Namun pengelola V-Coffee tidak memberi ruang dispensasi, karena membahayakan kepada pengunjung lain.

“Kadang sudah ditegur, ketika kita lengah balik lagi, ya ditegur lagi. Harapan kita pengunjung lebih baik sadar kesehatan. Kalau pengunjung patuh kita juga enak, semua menjadi nyaman nongkrong di V-Coffee,” kata Kiki.

V-Coffee sendiri menyediakan aneka minuman coffee, coklat dan milk. Selain minuman juga tersedia makanan dan cemilan. Kafe yang ramai dikunjungi anak muda ini, mulai buka pukul 10.00 WIB pagi hingga 24.00 WIB malam.

Di Kota Padang sudah ada ratusan tempat mengopi dan kuliner, yang buka pagi hingga tengah malam. Kafe ini terletak di sepanjang jalan protokol seperti Jalan Raden Saleh, Ulak Karang, Jalan Gajah Mada, Jalan Doktor Sutomo, Jalan Mohammad Hatta dan kawasan GOR Agusalim serta Pantai Padang.

Dari ratusan usaha kuliner itu, seperti dilacak di berbagai situs, hanya 40-an yang memiliki perizinan resmi di Pemko Padang. Karena itu, diharapkan Pemko dapat mengecek penerapan protokol kesehatan di semua kafe yang ada, baik yang sudah memiliki izin maupun yang belum. (Gian)