Menampilkan: 1 - 10 dari 60 HASIL
Ubah Laku

Kampung Tangguh Perumnas Belimbing Padang Dinilai Tim Sumbar

Padang, PilarbangsaNews

Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang menyambut baik dinilainya Kampung Tangguh Rumah (Nagari Tageh) Gadang Blok A Perumnas Belimbing, Kecamatan Kuranji dalam ajang Penilaian Kampung Tangguh Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021.

Sebagaimana diketahui, Kampung Tangguh Rumah Gadang Perumnas Belimbing ditunjuk mewakili Kota Padang pada ajang penilaian tersebut karena memiliki kelembagaan yang bagus dan eksis sejauh ini di Kota Bingkuang.

Senin (18/1), Kampung Tangguh Rumah Gadang Perumnas Belimbing resmi oleh tim penilai yang terdiri Dirbinmas Polda Sumbar diwakili Kompol Nuraida dan Direktur Nagari Development Center (NDC) Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Eri Gas Ekaputra, MS.

Penilaian tersebut mencakup masyarakat yang dilihat tangguh dalam pendidikan, tangguh dibidang kesehatan, tangguh dalam keimanan, tangguh dalam keimanan dan tangguh dalam ketahanan pangan selama pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, atas nama Pemko Padang kami tentu bersyukur dan bangga atas terselenggaranya kegiatan penilaian ini. Semoga Kampung Tangguh Rumah Gadang Perumnas Belimbing bisa menjadi yang terbaik dalam penilaian nanti,” ujar Hendri.

Hendri menjelaskan, kampung Tangguh atau Nagari Tangguh Rumah Gadang merupakan program dari Presiden RI, Kapolri, dan Panglima TNI untuk diaplikasikan wilayah Indonesia.

Program ini salah satu tujuannya adalah sebagai upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih mewabah di Indonesia. Di Kota Padang sejauh ini telah berdiri beberapa Kampung Tangguh.

“Sekali lagi kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Kampung Tangguh Perumnas Belimbing. Semoga menjadi yang terbaik pada ajang ini. Selain itu kita juga berharap, dengan adanya penilaian ini dapat menjadi motivasi bagi kampung Tangguh lainnya yang ada di Kota Padang agar lebih baik lagi,” pungkasnya menyemangati. (Gian).

Ubah Laku

Sidak Prokes Covid-19 di Sekolah, Hendri Septa; Alhamdulillah!

Padang, PilarbangsaNews

Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah di Kota Padang, Senin (18/01).

Sekolah yang dikunjungi Wawako yakni SMPN 2 Padang, SDN 06 Simpang Haru, SDN 13 Simpang Haru, SDN 16 Simpang Haru dan SDN 34 Simpang Haru.

Dalam sidaknya, Wawako Hendri meninjau langsung penerapan protokol kesehatan Covid-19 di sekolah tersebut, seperti protokol kesehatan di gerbang sekolah, pekarangan sekolah, ruang kelas, sekaligus melihat langsung bagaimana siswa meninggalkan sekolah.

“Hari ini saya sidak ke sekolah secara diam-diam. Saya ingin melihat langsung proses pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19. Alhamdulillah, secara keseluruhan saya lihat berjalan lancar. Protokol kesehatan dijalankan dengan sangat ketat,” ujar Wawako.

Orang nomor dua di ibukota provinsi Sumatera Barat itu mengimbau kepala sekolah dan tenaga pendidik agar selalu mengawasi anak-anak supaya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik dan benar.

“Kita optimis jika protokol kesehatan Covid-19 diterapkan secara baik dan benar maka sekolah tatap muka akan sukses dan berhasil, sehingga nantinya sekolah-sekolah di Kota Padang dapat menjadi role model bagi daerah-daerah lain di Indonesia.Kita akan selalu setiap saat menjaga anak anak kita disekolah dengan melakukan pengawasan yang ketat,” tegas Hendri Septa.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 2 Padang Witra Dewi sewaktu diskusi dengan Wawako Padang menyampaikan, bahwa protokol kesehatan berjalan ketat setiap harinya. Siswa diwajibkan memakai masker, di kelas tersedia handsanitizer, kemudian di perkarangan sekolah ada wastafel. Siswa juga membawa bekal/makanan dari rumah, Kemudian ketika jam pembelajaran berakhir siswa langsung di jemput oleh orang tuanya sehingga tidak terjadi kerumunan.

Seperti diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, pembelajaran tatap muka boleh kembali dilakukan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Kota Padang sudah memulai sejak 4 Januari 2021 lalu atau yang kini memasuki Minggu ketiga pelaksanaannya. (Gian/Prokompim).

Ubah Laku

Danrem Arief Gajah Mada Pertama Divaksin Covid-19, Gubernur IP Masih Belum

Padang, PilarbangsaNews

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno batal disuntik pertama vaksin Covid-19. Ini karena adanya surat rekomendasi dari rumah sakit M. Djamil Padang bahwa Irwan Prayitno belum bisa divaksinasi.

Sehingga, Komandan Korem 032 Wirabraja Brigjen TNI Arief Gajah Mada menjadi orang yang pertama mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (14/1) pagi.

“Sejumlah Forkopimda divaksin dan orang yang pertama divaksinasi diberikan kepada Komandan Korem Brigjen TNI Arief Gajah Mada,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumbar Jasman di Padang, Kamis pagi.

Vaksinasi untuk Forkopimda Provinsi dilakukan sehari setelah Presiden RI Joko Widodo dan sejumlah menteri menerima vaksinasi pertama pada tanggal 13 Januari 2021.

“Ini untuk memotivasi masyarakat agar mendukung upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara vaksinasi,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Gubernur Sumatera Barat menambahkan, peran media sangat besar untuk sosialisasi tentang vaksin Covid-19, karena saat ini banyak berita hoax yang beredar di media sosial tentang vaksin Covid-19.

Pada tahap I vaksin Covid-19 yang telah sampai di Sumbar mencapai 36.920 dosis. Vaksin itu disimpan dalam ruangan khusus di Dinas Kesehatan setempat.

Selanjutnya Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan akan menjadi prioritas untuk diberikan vaksinasi karena pertimbangan peran vitalnya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. (Gian/Rel)

Ubah Laku

Ayo, Sinergi Melawan Infodemi Virus Hoaks

Jakarta, PilarbangsaNews

Saat ini, kita tidak hanya menghadapi pandemi COVID-19 saja, namun juga problematika yang disebut infodemi baik dalam skala nasional maupun global. Mudahnya akses konsumsi dan produksi informasi melahirkan dunia yang penuh dengan informasi. Dimana tidak semua informasi itu benar adanya. Ada yang sengaja membangun informasi palsu, dan ada pula yang melakukannya secara tidak sadar karena ketidaktahuannya dan dorongan emosi sesaat.

Infodemi yang dihadapi sekarang ini muncul akibat penyalahgunaan informasi (information disorder). Penyalahgunaan ini jamak ditemukan dalam bentuk hoaks atau bentuk-bentuk penyalahgunaan informasi lainnya.

Hoaks adalah informasi yang disampaikan ke masyarakat melalui saluran komunikasi tetapi tidak memiliki sumber yang jelas atau bahkan tidak ada sumber sama sekali sehingga dapat menyesatkan perputaran informasi di masyarakat. Sedangkan bentuk dari penyalahgunaan informasi dapat berupa misinformasi, disinformasi, dan malinformasi.

Disinformasi dibuat dan diedarkan dengan memuat informasi salah yang berbahaya bagi masyarakat dimana pemuatan informasi salah tersebut dapat disebabkan oleh faktor kesengajaan maupun ketidaksengajaan. Sedangkan malinformasi adalah informasi faktual namun ditujukan untuk merugikan pihak-pihak tertentu dan misinformasi adalah informasi yang tidak tepat akibat adanya ketidaktahuan akan informasi yang tepat.

“Penyebaran infodemi ini berefek pada biasnya informasi sehingga bisa menutupi informasi-informasi yang valid dari sumber-sumber resmi. Adanya infodemi semakin memperkeruh keadaan. Kita semua berperan sangat penting dalam menghadapi disinformasi dan hoaks. Kita perlu lebih teliti dalam menyaring informasi dan tidak terpancing dengan judul-judul informasi yang provokatif serta kemudian menyebarkannya karena dorongan emosi semata,” ujar Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi.

Salah satu contoh disinformasi terkait vaksin COVID-19 adalah postingan video tentang korban suntik vaksin COVID-19 di Pamekasan dilarikan ke rumah sakit. Informasi ini beredar di berbagai platform media sosial dan aplikasi pengiriman pesan. “Faktanya adalah video tersebut merupakan video lama yang beredar pada 2018,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho mengungkapkan bahwa media informasi seperti media sosial seringkali memuat informasi yang belum valid. “Sehingga berpotensi meresahkan masyarakat, bahkan dapatmenyebabkan provokasi dan adu domba. Oleh sebab itu masyarakat harus bisa lebih berhati-hati memilih dan menyebarkan berita,” ungkapnya.

Informasi-informasi yang muncul di media sosial harus diperiksa terlebih dahulu sehingga tidak mudah terhasut. “Agar tidak mudah termakan hoaks dan hasutan kita harus melakukan cek silang dari beberapa sumber. Jangan mudah percaya informasi dari sumber-sumber yang tidak jelas yang biasa disebarkan melalui media sosial dan grup WhatsApp,” tegasnya.

Siaran pers ini disampaikan oleh Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. (Gian)

Ubah Laku

Ribuan Guru Di Payakumbuh Telah Ikuti Rapid Test Antibodi

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Dari 3.600-an guru di Kota Payakumbuh, sebanyak 1.800 guru telah mengikuti rapid tes antibodi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona disease 2019 (Covid-19) di sekolah.

“Sekarang proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di sekolah telah dimulai. Salah satu langkah antisipasi yakni dengan melaksanakan rapid tes antibodi untuk seluruh guru,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal kepada media, Selasa (12/1).

Dijelaskannya, dari beberapa hari yang lalu hingga saat ini, rapid tes untuk seluruh guru mulai dari TK hingga SMA itu masih terus berlangsung, total guru yang telah di tes mencapai sebanyak 1.800 guru.

“Pelaksanaannya masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Jadwal dan tempat rapid tes guru ini diatur dan dibagi untuk setiap sekolah,” ujarnya.

Diterangkan kadis yang akrab disapa Pak Bek itu, guru yang dinyatakan reaktif pada rapid tes antibodi ini akan langsung dilakukan swab guna memastikan guru tersebut terpapar Covid-19 atau tidak. Semenjak hasil dari rapid tes ini keluar sampai dengan hasil tes swab didapatkan, guru tidak dibolehkan untuk pergi ke sekolah atau diistirahatkan dulu.

Hingga saat ini memang telah didapatkan guru yang reaktif dan telah dilakukan tes swab kepada guru tersebut.

“Sekarang kita tunggu hasil dari beberapa yang reaktif itu, jika ada yang positif nanti kami tinjau pelaksanaan pembelajaran tatap mukanya, apakah masih bisa dilangsungkan atau kembali pembelajaran daring,” ujar Bakhrizal

Jika nantinya ada guru yang positif, pihak dinas kesehatan akan langsung melakukan pelacakan kontak, baik itu siswa dan guru, bahkan lingkungan sekitar tempat tinggal guru. (Gian/wba)

Ubah Laku

Erwin Yunaz; Payakumbuh Menuju Hijau, Selalu Terapkan 3M

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Dalam rangka melakukan percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Payakumbuh, Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 bertempat di Ruang Randang Kantor Wali Kota Payakumbuh, Kamis (7/1).

Turut hadir pada rapat tersebut Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten I Yufnani Away, Asisten II Elzadaswarman, Asisten III Amriul Datuak Karayiang, Forkopimda, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz menyampaikan sejak tanggal 19 Maret 2020 atau sudah sembilan bulan lamanya Pemko Payakumbuh menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Pandemi Covid-19.

Status Tanggap Darurat tersebut telah diperpanjang sebanyak tiga kali sampai dengan tanggal 29 Juni 2020, kemungkinan akan diperpanjang kembali mengingat bahwa sampai dengan saat ini Penetapan Bencana Non Alam Covid-19 Sebagai Bencana Nasional oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo belum dicabut atau diakhiri.

“Semangat kita untuk melakukan yang terbaik dalam memutus penyebaran Covid-19 tidak pernah kendur. Atas segala upaya keras yang telah dilakukan bersama selama ini, kami atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh menyampaikan ucapan Terima Kasih dan Penghargaan yang tinggi terutama kepada Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh,” ungkap Erwin.

Ditambahkan Erwin, pada tahun 2021 ini akan kembali melakukan penetapan SK Satgas Covid-19 dan mengoptimalkan kembali posko yang ada di Kota Payakumbuh.

“Pembelajaran tatap muka telah dilakukan dan juga telah dilakukan evaluasi supaya adanya perbaikan. Kita juga harus mengedukasi pelajar agar saling mengingatkan sesama pelajar lainnya agar selalu mematuhi protokol kesehatan,” ajaknya.

Erwin mengajak seluruh pihak bersama-sama berkerja keras agar Kota Payakumbuh yang saat ini zona kuning bisa turun menjadi zona hijau. Dan sebelum lebaran, Insya Allah pandemi Covid-19 dapat menghilang.

“Mari kita bersama-sama mengawal dan menuntaskan Covid 19 ini, semoga kondisi di kota kita yang sekarang sudah dibawah 2 % dapat kita hilangkan”, ujar Erwin.

Diakhir sambutannya, Erwin menegaskan kepada semua instansi terkait agar dapat bersama-sama melakukan peningkatan upaya penanganan Covid-19 dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk selalu menjaga 3M demi melindungi masyarakat serta keluarga kita masing-masing.

“Covid-19 harus kita cegah dan kita putus mata rantai nya, tetap lakukan gerakan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak,” pungkasnya. (Gian/Wba)

Ubah Laku

Wawako Hendri; Protokol Kesehatan Kunci Keberhasilan Sekolah Tatap Muka

Padang, PilarbangsaNews

Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa mengajak kepala sekolah dan para guru di Kota Padang agar lebih serius lagi dalam meningkatkan pengawasan kepada peserta didik, supaya disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 selama belajar di Sekolah.

Hal itu disampaikan Hendri Septa ketika mengunjungi beberapa sekolah dasar dan menengah di Kota Padang, Rabu (6/1/2020). Kali ini sekolah yang dikunjungi yaitu SD Islam Al-Azhar 32 Padang, MIN Gunung Pangilun dan MTsN 6 Gunung Pangilun Padang.

Wawako menjelaskan, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci keberhasilan sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19 ini. Dengan demikian para peserta didik tidak akan terpapar Covid-19 sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung.

“Kami mengimbau kepala sekolah dan guru untuk memastikan kelengkapan sarana prasarana protokol kesehatan Covid-19, seperti tempat cuci tangan, thermogun, hand sanitizer dan yang paling penting memastikan anak-anak memakai masker selama belajar,” ungkap Hendri didampingi Ketua GOW Kota Padang Ny. Genny Putrinda.

Hendri optimis jika protokol kesehatan Covid-19 diterapkan secara baik dan benar maka sekolah tatap muka akan sukses dan berhasil, sehingga nantinya sekolah-sekolah di Kota Padang dapat menjadi role model bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

“Kepada kepala sekolah, para guru untuk tetap istiqamah karena pandemi belum berakhir. Dan kepada orang tua dan warga Kota Padang mari kita sukseskan proses belajar tatap muka ini agar anak-anak kita mendapatkan ilmu yang maksimal,” pungkas Wawako mengakhiri.

Pada kesempatan kali ini, Wawako Hendri Septa didampingi Kepala Dinas Kesehatan Ferimulyani Hamid, Kalaksa BPBD Barlius, Kepala Dinas Pendidikan Habibul Fuadi, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis, Camat Padang Utara Fajar Sukma.

Demikian siaran pers yang disampaikan Prokompim Pemko Padang. (Gian)

Ubah Laku

Vaksin Covid-19 Tiba di Sumbar, 2.500 Tenaga Kesehatan Padang Prioritas Disuntik

Padang, PilarbangsaNews

Vaksin corona Sinovac atau vaksin Covid-19 sudah tiba di Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (5/1) ini. Sebanyak 2.500 tenaga kesehatan di Kota Padang bakal divaksinasi oleh vaksinator yang telah mendapat pelatihan sebelumnya.

Jumlah itu merupakan dari total tenaga kesehatan dan fasilitator kesehatan yang diusulkan Dinas Kesehatan Sumbar, yakni sebanyak 36.920.

Kenapa vaksinasi tahap awal dilakukan terhadap tenaga kesehatan di 2021 di Sumbar? Sebab mereka berada di garda terdepan mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani Hamid menyampaikan, pihaknya telah mengatur mekanisme vaksinasi terhadap tenaga kesehatan. Dinkes telah mengirimkan pesan pemberitahuan kepada tenaga kesehatan yang akan mendapat prioritas vaksinasi.

Selanjutnya tenaga kesehatan yang telah menerima pesan pemberitahuan akan diverifikasi kembali. “Ketika tenaga kesehatan menerima pesan pemberitahuan vaksinasi dan ternyata ia pernah positif Covid-19 sebelumnya maka akan dikeluarkan dari daftar yang akan divakain,” katanya.

Vaksinasi tahun ini dipastikan semua tuntas untuk seluruh tenaga kesehatan. Sementara untuk vaksinasi terhadap masyarakat akan terus berproses hingga 2022 yang akan datang. (Gian)

Ubah Laku

Belajar Luring Dimulai, Dewan Pendidikan: Jangan Jadi Petaka!

Padang, PilarbangsaNews

Dewan Pendidikan Sumatera Barat meminta Dinas Pendidikan Sumbar melakukan kontrol ketat pelaksanaan pendidikan luring (tatap muka) di sekolah, yang dimulai hari Senin (4/1) ini. Dengan kontrol yang ketat, jajaran dinas bisa melakukan evaluasi dengan data dan informasi valid, sehingga tidak keliru dalam melaksanakan kebijakan.

“Keputusan melaksanakan pendidikan tatap muka sudah dilakukan melalui proses yang cukup panjang, dibuat indikator indikatornya sebelum sebuah sekolah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk memulai belajar tatap muka. Meski demikian tentu masih ada kekhawatiran orangtua siswa terjadinya hal yang tak diinginkan. Maka perlu kontrol berkelanjutan, agar luring tidak jadi petaka,” ujar anggota Dewan Pendidikan Sumbar, Burhasman.

Kekhawatiran itu kata mantan Kadis Pendidikan Sumbar ini wajar karena Covid-19 belum mereda, bahkan cendrung meluas dan sejalan dengan dimulai pembelajaran tatap muka, tentu ada kekhawatiran orang tua untuk melepas anak ke sekolah. Disisi lain sekolah ada yang belum memberikan penjelasan yang tuntas tentang mekanisme dan proses pelaksanaan belajar tatap muka sehingga menimbulkan kecemasan orang tua.

Hal yang sama ditambahkan anggota Dewan Pendidikan Khairul Jasmi. Ada sekolah yang mengirim blanko surat pernyataan terkait izin belajar tatap muka pada orang tua, dimana salah satu poinnya seakan akan sekolah lepas tangan kalau anak terpapar Covid-19 di sekolah.

“Sembilan bulan lebih belajar daring, bahkan siswa baru belum pernah bertemu gurunya, tentu telah berakibat kemunduran pengetahuan anak. Pembelajaran tatap muka diharapkan bisa perlahan memperbaiki itu, namun jangan menjadi musibah, untuk itu mestinya ada program khusus untuk recovery masalah ini,” ujar jurnalis senior yang juga Komisaris PT Semen Padang ini.

KJ, begitu lulusan UNP ini dipanggil, optimis jika kontrol dan evaluasi dilakukan secara ketat maka kekhawatiran terjadinya petaka Covid-19 seiring belajar luring bisa diminimalisir. Apalagi jajaran pendidikan memiliki perangkat struktur dan SDM yang cukup untuk itu. Selain struktural dinas, juga ada kepala sekolah hingga jajaran guru dan tendik yang melakukan kontrol. Namun peran orangtua juga tak kalah penting untuk selalu nyinyir mengingatkan anak masing masing.

Demikian informasi dari Dewan Pendidikan Sumbar ini, seperti didistribusikan oleh Anggota Dewan Pendidikan Sukri Umar, S.Pt.,MSi. (Gian)

Ubah Laku

Padang Mulai Sekolah Tatap Muka, Siswa Dibagi Dua Shift

Padang, PilarbangsaNews

Setelah sembilan bulan tidak ada aktifitas belajar mengajar di sekolah akibat pandemi Covid-19, akhirnya belajar tatap muka dimulai kembali di Kota Padang. Senin (4/1), sekolah di Padang dibuka dengan protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

“Sekolah tatap muka dimulai Senin 4 Januari untuk jenjang PAUDNI, sekolah dasar dan menengah,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi, Minggu (3/1).

Dijelaskannya, proses belajar mengajar pada semester genap di tahun ajaran 2020/2021 ini dibatasi. Dalam seminggu, proses belajar seorang siswa dibagi menjadi dua shift. Yakni shift belajar tatap muka dan shift belajar daring.

“Jadi, dalam seminggu, seorang siswa mendapat jatah belajar tatap muka selama tiga hari dan belajar dalam jaringan (daring) selama tiga hari. Pembagian waktunya selang-seling,” kata Habibul Fuadi.

Jumlah rombongan belajar di kelas juga dibatasi. Dalam satu kelas hanya boleh diisi maksimal 18 siswa. Sedangkan sebagian siswa lainnya mengikuti proses belajar melalui daring di rumah masing-masing. “Isi kelas hanya 50 persen saja,” tutur Kadis Pendidikan ini.

Lebih jauh dikatakan Habibul Fuadi, kehadiran siswa di sekolah di awal semester kali ini tidak dilakukan secara serentak untuk semua tingkatan. Akan tetapi dilakukan secara bertahap. Di pekan pertama Januari 2021 ini, proses belajar tatap muka diikuti oleh siswa SD kelas 6 dan kelas 5. Termasuk siswa SMP kelas 9.

Sementara pada pekan kedua Januari, siswa yaang hadir di sekolah yakni siswa SD kelas 3, 4, 5, dan 6. Siswa SMP yang hadir di sekolah yakni kelas 8 dan kelas 9.

Siswa yang hadir di sekolah di pekan ketiga Januari nanti yakni seluruh siswa SD kelas 1 hingga kelas 6. Begitu juga di tingkat SMP, seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9 hadir di sekolah.

“Sedangkan seluruh siswa PAUDNI sudah mengikuti proses belajar dari pekan pertama Januari dengan
protokol kesehatan yang diterapkan di masing-masing sekolah. Siswa dan guru wajib memeriksakan suhu tubuh, mencuci tangan, serta mengenakan masker/faceshield selama di lingkungan sekolah.

“Protokol kesehatan mesti diterapkan dengan baik agar tidak terjadi penularan virus corona,” pungkas Kadis Kesehatan Kota Padang seperti dirilis oleh Prokopim Pemko Padang. (Gian)