.

Wabup HM Ali Yusuf Siregar Hadiri Kick Off Program Pemberdayaan Usaha Pesantren Al Hidayah

Kutalimbaru, PilarbangsaNews

Wakil Bupati Kabupaten Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar menghadiri acara kick off Program Pemberdayaan Usaha Pesantren Al- Hidayah pada Senin (5/10) di Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Acara yang diadakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara ini dihadiri oleh pimpinan Pesantren Al Hidayah, Ustad Khairul Gazali, Direktur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen Herwan Chaidir, Serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat. Camat Kutalimbaru beserta Muspika dan beberapa Kepala Desa.

Dalam sambutannya, Wabup HM Ali Yusuf Siregar mengatakan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, telah menunjukkan kemampuannya dan mencetak kader-kader ulama serta turut berjasa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pondok pesantren mempunyai peranan penting dalam perkembangan daerah, khususnya pada bidang ilmu keislaman dan sosial budaya karena dapat merubah daerah ini yang keterbelakang dan menjadikannya sebagai suatu senjata dalam menghadapi zaman sekarang yang mulai sangat mengkhawatirkan.

Pesantren juga menjadi salah satu lembaga pendidikan yang dapat menjadikan generasi muda dan tangguh dalam bersaing pada zaman global yang tentunya berlandaskan Islam.

“Terdapat tiga potensi yang dimiliki oleh pesantren dalam kemandirian ekonomi, yaitu potensi santri, potensi masyarakat disekitar pesantren dan potensi zakat dan wakaf umat. Dengan potensi yang dimiliki tersebut dapat menciptakan kemandirian ekonomi dan membangun bangsa,” kata Wabup.

Kaperwil Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, kegiatan kick off pemberdayaan usaha di pesantren Al – Hidayah merupakan salah satu bentuk dari implementasi Pilar 1 – Pemberdayaan Ekonomi Syariah. Di wilayah kerja kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Pesantren Al Hidayah merupakan pesantren ke-7 yang memperoleh pengembangan usaha dari Bank Indonesia.

“Selama tahun 2017 hingga dengan 2020, Bank Indonesia telah melakukan pengembangan usaha di 323 pesantren, yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk regional Sumatera sendiri telah terdapat 82 pesantren yang memperoleh pengembangan usaha dari Bank Indonesia,“ kata Wiwiek Sisto Widayat.

Pengembangan sektor usaha pesantren dilakukan oleh Bank Indonesia dengan memperhatikan letak geografis pesantren, kemampuan sumber daya manusia, potensi ekonomi, dampak bagi masyarakat sekitar, dan peluang untuk memberikan kesempatan meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha secara profesional.

Bantuan pengembangan usaha yang diberikan kepada pesantren Al-Hidayah berupa demplot penanaman bawang merah dan cabai merah seluas 3.000 M2, karena sesuai dengan potensi luas lahan yang dimiliki dan latar belakang usaha pertanian yang selama ini dijalani oleh Pesantren Al Hidayah.

Di akhir sambutannya Wiwiek Sisto Widayat berharap, untuk bantuan peralatan yang diantaranya pemberian bantuan sarana pertanian berupa antara lain benih, pupuk, pestisida dapat dimanfaatkan bersama untuk kemajuan usaha pertanian yang dilaksanakan, mempercepat proses kerja, dan meningkatkan produksi yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pesantren. (Ezl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *