SOLOKPILARBANGSANEWS. COM,– Pagi Senin terakhir di Bulan September 2018, tak disangka menjadi pagi yang kelabu bagi Nurhafiza seorang bocah warga Nagari Pianggu, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sumbar. Bocah berumur 8 tahun itu, beberapa menit sebelumnya bangun dari tidurnya. Syafrianto (38) dan Teti Sitawati (39) ayah dan ibu Burhafiza bersiap dengan aktivitas rutin mereka. Keluarga pedagang barang harian itu, memulai pagi itu dengan optimistis. Nofrianto memanaskan mesin pemeras kelapa miliknya dan menghidupkan sepeda motor, dan berangkat menjemput beras ke arah daerah Batang Pamo.

Sementara sang ibu, Teti Sitawati memasak di dapur. Dan Nurhafiza disuruh mandi untuk persiapan berangkat ke sekolah.

Sejenak, segalanya seperti berjalan biasa di keluarga tersebut, pagi itu.
Bocah berumur 8 tahun itu, beberapa menit sebelumnya bangun dari tidurnya. Syafrianto (38) dan Teti Sitawati (39) ayah dan ibu Burhafiza bersiap dengan aktivitas rutin mereka. Keluarga pedagang barang harian itu, memulai pagi itu dengan optimistis. Nofrianto memanaskan mesin pemeras kelapa miliknya dan menghidupkan sepeda motor, dan berangkat menjemput beras ke arah daerah Batang Pamo.

Sementara sang ibu, Teti Sitawati memasak di dapur. Dan Nurhafiza disuruh mandi untuk persiapan berangkat ke sekolah.

Namun, Nurhafiza yang biasanya langsung mandi saat disuruh ayahnya, justru mendekat ke arah mesin pemeras santan kelapa tersebut. Tak ada yang melihat, karena sang ayah sudah berangkat dan ibunya sibuk di dapur. Entah dorongan apa, Nurhafiza mencoba-coba memasukkan tangannya ke corong mesin parut tersebut.

Uh…., singkat cerita, akibat tindakan keinginan tahuan sang bocah dia menyebabkan tangan Nuhafiza putus terjepit.

Ketua Ranting Bhayangkari Polsek IX Koto Sungai Lasi Ny. Ambar Wulan Sugindo (dua dari kiri) saat membezuk Nurhafiza bersama ibu-ibu bhayangkari Polsek IX Koto Sungai Lasi di Nagari Pianggu, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Rabu (26/9).

Cara Tangannya patah digulung putaran mesin. Mata pisau mesin pemerasnya juga patah dan mesinnya mati. Nurhafiza langsung mengadu kepada ibunya yang langsung memekik melihat kondisi tangan kanan anaknya. Oleh ibunya, Nurhafiza langsung dilarikan ke Puskesmas Sungai Lasi. Oleh petugas medis Puskesmas, Nurhafiza langsung dirujuk ke RSUD Solok. Sang ayah, Nofrianto, yang baru pulang, langsung menyusul ke Puskesmas Sungai Lasi setelah dapat kabar dari tetangganya.

Kabar tersebut, ternyata juga terdengar oleh personel Polsek Sungai Lasi, Bripka Suryadi. Anggota Polsek tersebut langsung menyusul ke Puskesmas Sungai Lasi dan mengantarkan Nurhafiza dengan mobilnya ke RSUD Solok. Karena kondisi tangannya yang sangat parah, akhirnya tangan Nurhafiza tak bisa lagi diobati. Kenyataan itu membuat kedua orang tuanya, menanggung beban kesedihan yang sangat mendalam. Dukungan dari keluarga termasuk Bripka Suryadi, membuat kedua pasangan itu bertekad untuk ikhlas dan sabar dengan musibah tersebut.

Setelah dirawat dua hari di RSUD Solok, Nurhafiza diperbolehkan pulang. Bripka Suryadi kemudian berinisiatif menjemput Nurhafiza dan keluarganya untuk pulang ke rumah.

Tak lama setelah tiba di rumah, Kapolsek IX Koto Sungai Lasi, Iptu Muhammad Sugindo bersama ibu-ibu bhayangkari yang dipimpin Ny. Ambar Wulan Sugindo datang membezuk Nurhafiza. Mereka datang membawa boneka, makanan ringan, kue, dan uang, sebagai tanda ikut berduka. Kedatangan rombongan juga turut didampingi anggota Polsek dan Bhabin Kamtibmas Pianggu, Bripka Muhammad Elfathon.

“Kita sangat berduka, warga binaan kita tertimpa musibah. Kita tahu, hal itu sangat berat bagi mereka. Namun, kita terus memberikan dukungan moral kepada mereka agar bisa tabah dan ikhlas dengan musibah ini,” ujar Iptu M Sugindo.

Kabar tersebut juga sampai ke telinga Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan. Pada Jumat sore (28/9), Kapolres bergelar Dt Pandeka Rajo Mudo tersebut berencana menjenguk Nurhafiza. Tapi, padatnya aktivitas di Mapolres Solok Kota, terutama adanya video conference (Vidcon) dengan Baharkam Mabes Polri, akhirnya Kapolres mengutus Kapolsek IX Koto Sungai Lasi dan personel untuk menyampaikan pesan dan bantuan dari Polres Solok Kota.

“Kita sangat berduka dan bersimpati sedalam-dalamnya kepada Nurhafiza dan keluarganya. Kami berharap, Nurhafiza dan keluarganya bisa tabah dan ikhlas menerima musibah ini. Beban mereka sangat berat. Bahkan, siapapun yang mendapat beban seperti itu akan sangat berat untuk tabah dan ikhlas. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak akan sangat berarti meringankan beban mereka. Karena itu lah, mari kita sama-sama menggerakkan hati untuk meringankan beban mereka. Minimal dengan doa,” ujar Dt Pandeka Rajo Mudo.

Sementara itu, Nofrianto dan Teti Sitawati, orang tua Nurhafiza, mengaku sangat terharu dan berterima kasih ke Polsek IX Koto Sungai Lasi dan Polres Solok Kota. Terutama untuk anggota Polsek Bripka Suryadi dan Bhabin Kamtibmas Brigadir M Elfathon.

“Kami sangat berterima kasih atas ketulusan Pak Kapolsek dan Pak Kapolres. Terutama pada Pak Suryadi yang telah mau mengantar anak kami dirujuk ke RSUD Solok dan mengantar kami kembali ke rumah dari RSUD,” ungkap Nofrianto diamini istrinya, Teti. (rijal islamy)

By Pilar