.

Pangdam IV/Diponegoro Berkunjung ke Benteng Wilyam I /Benteng Pendem

Salatiga, Pilarbangsanews.com,- Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos M.Si, Rabu 25 Oktober 2018 pukul 10.08 WIB berkunjung ke Benteng Wilyam I /Benteng Pendem. Selama kegiatan kunjungan ini dia di damping oleh Ka Lapas Ambarawa Warsiyanto, Bc.IP

Dalam kegiatan ini Pangdam IV/Diponegoro didampingi oleh, Kolonel Arm Moch Erwansjah, S.I.P., M.Hum (Danrem 073/Makutarama), Kolonel Inf Moch. Takujasa Wiriawan.(Asintel Kasdam IV/Diponegoro),Kolonel Inf Denny Fardani. (Asops Kasdam IV/Diponegoro), Kolonel Cpl Argo Ponco. (Ka Pal Dam IV/Diponegoro), Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, S. E., M. I. K (Kasi Intelrem 073/Makutarama), Letkol Inf Hariyadi, S, Sos. (Kasi pers Korem 073/Makutarama), Letkol Inf Prayogha Erawan.(Dandim 0714/Salatiga), Letkol Kav Donan Wahyu Sejati,S.sos (Danyon Kav 2/Tc),Letkol Inf Loka Jaya Sembada (Kasi Opsrem 073/Makutarama),Lettu Cpm Dani Martiyan (Dansupdenpom IV/3 – 3 Ambarawa), Kapten Arh Sunaryo (Danramil 09/Ambarawa) serta AKP Slamet Mustamto, SH (Kapolsek Ambarawa ).

Selama Kunjungannya Pandam IV/Diponegoro mendapat banyak penjelasan dari Kalapas, Tejo menjelaskan kondisi Lapas Klas II A Ambarawa yang dibangun pada Tahun 1833 merupakan pinjaman dari Kodam IV/Diponegoro. Di Lapas ini ada 3 blok yakni blok tindak pidana narkotika, tindak pidana umum dan blok pengasingan,

Benteng Fort Willem I atau lebih dikenal dengan nama Benteng Pendem Ambarawa adalah bangunan bersejarah yang berada di Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Benteng yang dibangun pada tahun 1834 dan selesai 1845, ini berada dekat dengan Museum Kereta Api, atau di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa, dan berada di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambarawa, Menggunakan istilah pendem atau pendhem (bahasa Jawa) karena benteng ini berada di bawah tanah atau terkubur, sebagai siasat perang. Untuk menjangkau situs sejarah ini ada dua jalan masuk, pertama dapat melewati jalan alternatif dekat dengan RSUD Ambarawa. Dan yang ke-dua melewati pintu masuk ke Lapas Ambarawa, dan dan dari situ bangunan benteng terletak disebelah kirinya.

Pada tahun 1840-an ketika VOC berkuasa di Jawa, Ambarawa merupakan titik sumbu strategis antara Semarang dan Surakarta. Pada awal abad 18, VOC membangun benteng benteng di sepanjang jalur Semarang – Oenarang (sekarang Ungaran) – Salatiga – Surakarta (Solo). Rancangan ini dimaksudkan untuk pengembangan hubungan dengan Kerajaan Mataram. Kamp-kamp militer juga dibangun di kota kota yang dilalui, tak terkecuali Ambarawa. Pada masa kekuasaan Kolonel Hoorn, tahun 1827-1830, sempat ada barak militer dan penyimpanan logistik militer, dan pada tahun 1834 dibangunlah sebuah benteng modern di Ambarawa yang kemudian diberi nama Benteng Willem I yang pembangunannya berakhir pada tahun 1845.(Pendim0714)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *