Dharmasraya, Pilarbangsanews.an,-  Ada tradisi unik yang dilakukan masyarakat Nagari Padukuan, Kecamatan Koto Salak dalam menghormati pemimpinnya.

Acara adat istiadat  ” Jalang manjalang ” yang sudah menjadi tradisi usai Idhul Fitri itu setiap tahunnya selalu di tutup dengan acara, “Manjalang Wali Nagari ” yang diakhiri dengan hiburan panjat Pinang.

Hal itu dilakukan oleh masyarakat Padukuan sebagai bentuk syukuran secara adat yang sudah dilakukan secara turun temurun. 

Tradisi itu dilakukan di Nagari Padukuan untuk saling maaf memaafkan, memperlihatkan hati yang suci dan menampakkan muka yang jernih pada sesama mahluk ciptaan tuhan dan juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa. 

Pada saat acara berlansung Wali Nagari Padukuan, Sice Spd, tampak tersenyum ramah menyambut kedatangan warganya yang datang berbondong bondong memadati halaman rumahnya, dimana pohon pinang telah berdiri siap untuk di panjat.

Sebelum pohon dipanjat dan acara jalang menjalang diakhiri Wali Nagari tampil di depan warganya menyampaikan kata sambutan dan permohonan maafnya pada semua lapisan masyarakat Nagari Padukuan serta mengajak warganya untuk saling memaafkan baik secara tersengaja maupun tidak di sengaja dan mengajak warganya untuk saling maaf memaafkan serta mengajak warganya untuk saling Sokong menyokong demi kemajuan Nagari Padukuan.




” Masih dalam suasana hari baik bulan baik, saya sebagai Walinagari tentunya tak luput dari kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja, pada kesempatan ini izinkan saya untuk minta maaf pada semua warga Nagari Padukuan dan begitu juga dengan kita semua mari kita saling maaf memafkan.” ujar Wali nagari sebelum acara puncak penutup tradisi jalang manjalang dimulai. 

” Dengan hati yang jernih mari kita bersama sama, bahu membahu memajukan nagari kita ini ” sambung Sice. Spd mengakhiri pidatonya. 

Begitulah tradisi Jalang Manjalang yang dilakukan secara turun temurun di Nagari Padukuan setiap tahunnya. ( Rjl

By Pilar