PILARBANGSANEWS.COM.

Foto diatas menceritakan kepada saya, seorang Tentara, sepertinya dia adalah seorang tentara  Pendudukan Israel ditanah Palestina. Dengan posisi jongkok si tentara mengarahkan senjatanya kepada seorang ibu.

Tak sedikitpun rasa takut terpancar diwajah siibu yang membimbing tangan putri kecilnya. Seakan akan siibu menantang sitentara  “silahkan tembak” kata siibu dan didalam hatinya siibu berkata “babi kau laknatulah”. Tapi kata kata itu tak akan pernah diucapkan. Walupun tidak diucapkan sering ibu ibu kita disana menemui ajalnya sebagai suhada korban keganasan tentara Yahudi.

Anak anak dari  saudara kita di Palestina, sudah ditakdirkan bermental pemberani, mulai sejak bayi tumbuh menjadi kanak kanak, ibu ibu Palestina selalu mengajarkan kepada anak anak mereka bahwa memberikan perlawanan terhadap kebiadaban Tentara  Pendudukan Yahudi ditanah Palestina, adalah sebuah perjuangan yang wajib harus dihadapi oleh seluruh warga Palestina.

Kesedihan kehilangan seorang  anak, ibu, ayah, kakak dan adik pasti dimiliki oleh semua manusia. Namun kesedihan itu akan tergantikan apabila kita membayangkan  kehidupan yang akan diperoleh dari hasil perjuangan kelak di Akhirat.

Bagi kita  Umat, dunia hanya sebuah terminal, tempat peristirahatan sementara atau tempat start  berawalnya perjalanan yang panjang tak berhingga. Sebuah Surga yang dekat dengan sisiNya.

Coba lihat adik yang umurnya paling tinggi sekitar 10 tahun. Tak ada rasa takut, yang ada hanya ada rasa kesiagaan. Bersiap siap dengan segala kemungkinan, termasuk mengelak jika tiba tiba dari laras senjata itu meledak mengarah ke badannya. 

Apabila senjata api  moncong larasanya telah mengarah ke kita, kemudian meledak, jarang tak mengena tepat pada sasarannya. Tapi adek itu seolah olah dia yakin berlindung dengan kesiagaan akan bisa menghindari dari bidikan Tentara Israel itu.

Percaya diri inilah yang selalu diajari oleh ibu ibu bangsa Palestina yang tinggal di negaranya dalam menghadapi segala kemungkinan aksi kebiadaban Tentara Israel yang sejak dulu tak pernah puasnya memerangi umat Islam di Palestina.
Ditulis oleh Yuharzi Yunus.   Foto: diambil dari Facebook

By Pilar