Pilarbangsanews.com, Painan,- – Dari hasil test urine yang dilakukan terhadap sipir dan  warga bianaan, diketahui 5 orang napi di Rutan Painan terbukti mengkonsumsi narkoba.

Petugas sipir dalam test urine itu nihil dengan hasil negatif. Namun bagaimana bisa ke 5 napi ini mengonsumsi? Dari mana barang haram itu mereka dapat? Ini masih perlu dilakukan penelitian serta penyelidikan internal dari Kanwil Menkumham Sumbar.




Test  urine itu dilakukan saat Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia Provinsi Sumatera Barat  melakukan inspeksi mendadak,  di Rutan Klas II B Painan. Kamis, (27/7).



“Ya, Sidak kali ini, terkait adanya sejumlah laporan dan pemberitaan di media massa, tentang lemahnya pengawasan di dalam Rutan Klas II B Painan. Makanya kita pastikan kebenaran informasi itu, dan langsung kita lakukan cek urine kepada petugas Sipir dan Napi,” sebut Kakanwil Sumbar, Dwi Prasetyo Santoso, di Painan.

Dikatakannya, Sidak yang dilakukan saat itu, merupakan salah satu giat pihaknya, guna mengantisipasi peredaran jaringan narkoba masuk dari luar. Sehingga, ia mengintruksikan kepada seluruh jajaran, agar lebih meningkatkan kinerja dan pengawasan di dalam lapas/rutan.

“Dalam kurun waktu lima bulan ini, pihak kita sudah melakukan Sidak sebanyak 24 kali, dari target 26 keseluruhan kabupaten/kota. Selanjutnya yang menjadi sasaran kita adalah Maninjau dan Lubuk Sikaping, jadwalnya tidak kita tentukan, yang jelas dalam waktu dekat ini,” sebutnya.

Ia menegaskan, tidak akan tebang pilih dalam melakukan penindakan hukum. Jika nanti terbukti ada terindikasi oknum petugas memakai narkoba, maka akan langsung di pecat. Bagi penghuni lapas/rutan yang terbukti mengkonsumsi narkoba, maka akan dipindahkan ke Nusa Kambangan.

Ditambahkannya, untuk meningkatkan pengawasan didalam lapas/rutan, tergantung dari petugas yang berjaga. Sebab, masuk atau tidaknya narkoba kedalam lapas/rutan pasti melewati pintu utama (portir), dan tidak mungkin dengan cara dilempar dari luar.

“Kalau seandainya narkoba masih masuk kedalam lapas/rutan dengan cara titipan, bearti kelemahannya ada pada petugas kita. Saya akui, ada sejumlah pegawai saya yang nakal. Bahkan, saya sudah pecat anggota saya sebanyak empat orang di Sumbar, tapi belum permanen, tinggal menunggu keputusan dari pusat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, sebanyak 100 orang warga binaan Rutan Klas II B Painan, dan 24 petugas di Rutan dilakukan tes urine secara bersamaan. Petugas medis yang melakukan pengecekkan urine tersebut terlihat menggunakan media Integrated E-Z Split Key Cup, dalam waktu beberapa menit saja, lima macam zat adiktif yang tergantung dalam urine akan langsung diketahui.

Pada saat itu, diketahui dari 100 Napi Rutan Klas II B Painan, yang dites urine, terbukti lima orang positif mengkonsumsi Narkoba. Sementara, sebanyak 24 petugas sipir, nihil. (h/mg-kis-yy)

By Pilar