Lisda

Arief Pelajar SD Di Luhung Dapat Bantuan Kursi Roda 


Pilarbangsanews.com. Painan,- Arief  berumur 12  tinggal bersama orang tuanya di Desa Luhung Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, mengalami  kelumpuhan sejak kecil. Hari ini Senin (31/7) Arief  menadapat bantuan satu unit kursi roda dari Penggagas Program DMD (Dusanak Membantu Disanak) Lisda Rawdha.

Kursi roda itu diserahkan oleh Lisda Rawdha di Masjid Luhung dan disaksikan oleh Camat Bayang dan Walinagari  Luhung.

Ayah Arief Zulhamidi sehari hari sebagai nelayan ibunya Nopelina hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengharapkan hasil dari melaut suaminya.

Sejak kecil Arif tak bisa bermain main menikmati masa kanak-kanak karena keterbatasan gerak akibat kelumpuhan yang dialaminya. Arief lumpuh sejak kecil, diusianya masih bayi Arief mengalami demam tinggi, dan lama tidak sadarkan diri
Akibat demam itu Arief mengalami kelumpuhan. Walupun Arif lumpuh namun semangatnya untuk sekolah tak pernah pudar. Arief kini tercatat sebagai siswa SD kelas IV di Nagari Labung.

Lewat ayahnya yang seorang nelayan itu, Arief mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pada Lisda Rawdha istri  Bupati Pessel, Hendrajoni.

Bantuan dana CSR dari sebuah sebuah bank di PESSEL, disalurkan oleh Ketua TP-PKK Pessel yang baru mendapat penghargaan dari media RMOL sebagai wanita yang memiliki komitmen kuat bagi membatu orang orang yang termarjinalkan selama ini. 

Sendi Di Taluak Batuang.

Setelah memberikan bantuan kepada Arief di Bayang, belum “lapeh rangah“, rombongan pengantar bantuan kursi roda balik lagi ke arah selatan, kini yang dituju rumah orang tua Sendi (14th), di Taluak Batuang Kecamatan Batang Kapeh.
Senin juga bernasib sama dengan Arif di Luhung Bayang, sama sama menderita kelumpuhan sejak lahir. Tapi Sendi lebih parah dari Arief, disaat bayi dia terserang virus polio. 

Gerakan sendi sangat terbatas, sudahlah tidak bisa berdiri, leher dan tangannya melemah, tak bisa menegakkan kepala seacar normal.
Anak keluarga buruh nelayan Isal pasangan upik ini, jangan bisa  sekolah untuk bermain bersama teman sebaya tak pernah dirasakannya. Makan dan mandi pun Sendi sangat tergantung dari belai kasih cinta si ibu yang berhati mulia ini.
(Roby.HM/LR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *