Dharmasraya, Pilar Bangsa News – Seiring dengan makin terbatasnya habitat Suku Anak Dalam karena pembukaan lahan untuk perkebunan oleh masyarakat sekitarnya, keberadaan suku yang terkenal nomaden ini mengharuskan mereka untuk menepi ke pemukiman warga. Bahkan sudah banyak interaksi dengan masyarakat dalam hal jual beli baik makanan pokok sehari-hari, sepeda motor dan sudah ada yang membeli mobil, konon transaksi yang dilakukan secara kontan, hebat bukan??

Dalam penampilan sehari- hari mereka sudah memakai pakaian yang layak, namun ciri khas nya masih tetap ada dan sepintas memang, kita sudah tahu kalau mereka adalah suku anak dalam.

Kalau ada orang berkata Pandong Spendra adalah tokoh yang peduli dengan suku Anak Dalam merupakan hal yang biasa. Tapi kalau Koordinator BP3K Koto Besar Idisda, S.PKP, juga membina suku Anak Dalam dalam hal budidaya pertanian,  mungkinkah?, tapi hal inilah yang dilakukan oleh penyuluh teladan Nasional tahun 2015 tersebut di Sitiung IV, Kecamatan Koto Besar (9/8) yang lalu.

 Pada kesempatan tersebut, terbentuklah kelompok tani Suku Anak Dalam pertama di Kabupaten Dharnasraya yang beranggotakan 60 orang yang diketuai oleh H.Himfit dan tak tanggung-tanggung langsung dinobatkan sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS). 

Kegiatan yang didukung oleh Ketua KTNA Kabupaten Dharmasraya, T.Hendriman juga lanjutkan dengan pemberian bantuan bibit sayuran. ” Untuk saat ini, usahatani yang kita anjurkan adalah tanaman semusim dan umbi-umbian”  kata pak Edi ini, dimana saat beliau memposting kegiatan ini di WA dan FB sempat viral dengan momen langka ini.

“Mantap dan super sekali” demikian kesan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman , S Si, MM  menyikapi sepak terjang penyuluh senior ini. 

Inilah hakekat penyuluhan pertanian tanpa memandang suku dan lapisan masyarakat, selaras misi Distan kedepan, program dan pelayanan harus menyentuh masyarakat sampai ke daerah pinggiran sekalipun. (Rjl/Distan)

By Pilar