PAINAN, HALUAN – Sebanyak lima orang pelajar asal SMK 1 TARUSAN, kembali digiring petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), karena kedapatan membolos pada saat proses belajar mengajar (PBM), masih berlangsung. Rabu (6/9).

Kasat Pol PP dan Damkar Harianto, melalui Kasi Trantibum Edison mengatakan, bahwa operasi saat itu dilakukan di dua lokasi yang berbeda, yakni sebanyak tiga orang dicokok di warung sekitaran SMK 1 Tarusan, dan dua orang lainnya tengah asik duduk berduaan di tepi Pantai Pulau Karam, Kecamatan Koto XI Tarusan.

“Operasi ini, guna menertibkan sejumlah pelajar yang sering bolos pada saat jam sekolah masih berlangsung. Mereka adalah MJ(17), BM(17), PR(17), FD(17) dan S(17),” terang Edison, kepada Wartawan di Painan.

Menurutnya, operasi yang digelar saat itu, berkat informasi masyarakat yang mulai resah, terkait banyaknya pelajar yang masih berkeluyuran pada saat jam pelajaran masih berlangsung, hingga membuat pihaknya langsung turun kelapangan.

“Mereka yang terjaring saat itu, langsung kita bawa ke kantor camat Koto XI Tarusan, serta kita berikan pembinaan dan arahan disana. Kemudian mereka kita suruh membuat surat pernyataan didepan orang tuanya masing-masing,” sebutnya.

Ditegaskan Edison, Operasi tersebut akan rutin dilaksanakan diseluruh Sekolah yang ada di Kabupaten Pessel. Sasarannya adalah warung-warung yang biasanya digunakan para pelajar saat bolos, dan sejumlah kawasan wisata. Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada orang tua maupun para guru di sekolah, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap murid-muridnya, sehingga kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

“Kita berharap kejadian seperti ini, tak terulang kembali. Maka dari itu, orang tua beserta pihak sekolah, kita ajak sama-sama meningkatkan pengawasan terhadap para muridnya,” tutupnya. (h/mg-kis) 

By Pilar