Zalika ditungguin Uwo  dan Nenek  



Pilarbangsanews.com.Pakanbaru,- Pasca menjalani operasi pada Rabu pagi (4/10) Zalika masih harus puasa. Dr Nazardi Oyong Dokter spesialis anak yang memberikan pertolongan medis sedari lahir sampai saat ini terhadap Zalika, pada pasca operasi ke II ini, merekomendasikan agar si debay tidak diberi ASI, cukup infus saja.


Kenapa Zalika belum diberi ASI sejak hari Rabu pagi (4/10) sampai saat ini? 
Menurut Dr Oyong, dia ingin memastikan apa penyebab Zalika muntah muntah. Setelah diketahui diagnosanya,  tentulah dokter akan mudah memberikan obat apa yang cocok diberikan kepada Zalika untuk menyembuhkan penyebab muntah itu.

Rasa sakit yang ditanggung oleh si debay pasca oprasi ditambah dengan rasa dahaga yang tak terperikan, membuat Zalika menangis dan menangis. Hanya infus satu satunya yang membuat Zalika masih bertenaga untuk menggerak gerakan tangan dan kakinya. Dia seolah olah meronta-ronta ingin diberi ASI.

Tulisan sebelumnya;

Zalika Kembali Menjalani Operasi VP shunt (bag 20)



Zalika memang baby yang kuat dan pintar, saat perutnya tak berisi ASI dan dibarengi muntah-muntah, dia masih bisa menangis dan menangis. Tangan dan kakinya masih dia gerakan sehingga jarum infus terlepas.


Saat memasukan kembali jarum infus kevenanya, ini adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Tangan dan kaki Zalika yang telah mengurus itu sulit dideteksi venanya. Apalagi Zalika sudah dalam kondisi dehidrasi, kekurangan cairan akibat muntah muntah dan tak mendapat ASI. Setiap jarum infus itu ditusukkan oleh para perawat jaga, lama baru bisa berhasil. Untuk menusukkan jarum infus perawat jaga siang kemaren tidak berhasil, maka oleh perawat jaga siang diserahkan kepada perawat jaga malam.

“Belum berhasil pak, waktu pulang kami sudah tiba, biarlah nanti perawat yang jaga malam yang mencari Vena sidedek,” kata seorang perawat jaga ketika saya tanya.

Infus Zalika itu terlepas sekitar pukul 10:00 baru berhasil dipasang kembali ba’ada Magrib, artinya dari pukul 10 itu sampai Magrib tidak ada cairan yang masuk ke tubuh Zalika. Kondisi ini mengakibatkan kondisi tubuh si debay semakin melihat lemah, mukanya semakin kecil. Tapi karena dasarnya anak kuat, sipemilik mata sipit ini benar benar bak wanita Korea, kuat dan tangguh pantang menyerah. 

Tapi yang membuat kami kadang kadang bisa tertawa apabila melihat Zalika menangis,saat diajak bicara oleh ayah dan bundanya, yang meminta Zalika  untuk selalu kuat dan  bersabar. Dia seolah olah mengerti.

“Sabar nak…, ayah tahu bahwa Zalika itu merasa sangat sakit dan dahaga, tapi kita harus patuh dengan perintah dokter, Zalika belum boleh minum ASI, harus puasa ya nak, tahan nak,” bujuk ayah Zalika.

Mendengar itu sidebay langsung terdiam sejenak dan apabila rasa sakit yang mendera tak tertahankan, Zalika kembali menangis, begitu seterusnya. 
Pagi tadi Jum’at (6/10), Dr Tondi Ahli Bedah Syaraf, melakukan visite melihat perkembangan hasil tindakan operasi yang telah dilaksanakan pada Rabu (4/10).

“Dia muntah muntah dok, muntahnya berwarna hijau,” lapor Yeka perawat jaga yang mendampingi Dr Tondi.

“O ya.. Itu gak apa apa, muntahnya itu karena cairan di empedu,” 

“Trus apa boleh dikasih ASI?,” kata Yeka.

“Kasih aja, gak apa apa,” jawab Dr Tondi.

Dokter Tondi mengatakan bahwa hasil perkembangan post operasi zalika cukup baik. 
Kondisi fisik zalika ini akan membaik jika ia telah diberi ASI yang cukup. Dokter sempat memberitahu beberapa hal terkait pemasangan vp shunt (slang) yang kedua ini.

Dokter mengatakan bahwa vp shunt dikepala Zalika ini diganti dengan yang baru dengan ukuran  lebih besar karena vp shunt yg lama sudah tidak berfungsi ada mengalami penyumbatan Lula rupanya. (YY/TRS)

By Pilar