Pilarbangsanews.com, Batang Kapeh – Elza Syarif pengacara kondang yang namanya sangat dikenal karena gambarnya sering ditayangkan oleh media elektronik saat maestro pendekar hukum ini menyampaikan pledoy terhadap kleinnya itu, banyak yang tidak tahu kalau dia sebenarnya berasal dari Pesisir Selatan Sumatera Barat.

Elza memang tidak lahir di Painan, bahkan ibunya lahir di Palembang. Sang ayah lahir di Padang tapi sejak kecil besar di surabaya. Jadi kami gak bisa ngomong Padang, demikian saya , so sorry ya,” tulis pesan WhatsApp Elza digrup Forum Komunikasi Perantau Pesisir Selatan beberapa bulan yang lalu 

Elza Syarif mengaku sudah beberapa kali ke Painan , namun ke kampung nenek dipihak ayah saya di Batang Kapeh belum, saya punya keinginan lihat Batang Kapeh deh,” tambahnya.

Menurut Elza, Saya kurang tahu Batang Kapeh nya dimana , kata ayah saya nenek di batang kapeh , ayah sepupuan dengan almarhum datuk Malintang Bumi , oom Arwien yang Polisi tsb.

Arwien Malintang Bumi yang dimaksud Elza, adalah Kolonel Pol (kini Kombes Polisi) Arwien yang pernah menjabat Kapuskodal Ops Polda Metro Jaya disaat ribut ributnya reformasi dulu.

Saya berbahagia jadi orang Pessel yang saya dengar dari orang orang tua bahwa kampung saya tsb agak terbelakang dr daerah lainnya di Sumbar, kondisi itu membuat Elza termotivasi untuk mempunya prestasi sebagai orang Pesisir Selatan.

Alhamdulah didunia internasional, Elza Syarief satu 2 nya dr indonesia mendapat penghargaan dari dunia sbg salah seorang pembuat RUU perdamaian dunia dan penghentian perang dan draft UU tsb akan di ajukan ke PBB . HWPL adalah (heavenly world peace restoration of light) adalah perkumpulan lebih dari 300 negara yg berjuang utk perdamaian dunia , pembuat RUU terpilih 50 negara yg terdiri 8 advokat dunia ditambah menteri , perdana menteri , mantan pejabat PBB dll, berpengaruh sebagai warga VVIP dari HWPL

Setiap tahun, Elza di bulan september diundang ke Korea untuk menuntaskan soal perdamaian dunia.

Selain jadi pengacara, Elza juga seorang dosen sebagai Asistant professor yang sudah memberikan presentasi hukum di universitas top dunia antara lain utk eropa dan USA , oxford university , St Petersburg Universitas di Rusia , Barcelona university , Limerick university Irlandia , Lousiana university , baru pulang dan berhasil di Harvard university Boston , USA pada mei 2017.

“Kalau di Asia sudah banyak deh , takutnya kepanjangan ceritanya,” ujar Elza sedikit bercanda.

Semua ini diceritakan Elza, bukan ingin pamer atau sombong. ” Saya tidak pernah cerita kada publik soal ini , tp spesial utk warga pessel doang , sebab sedih banget , setiap saya bilang saya dr Pessel banyak mengejek , oh Painan , pahit nian , Pesisir ya , wah daerah miskin , jadi membuat motivasi bahwa orang Pessel bisa mendunia. Ini semua untuk saya persembahkan untuk kampung halaman saya, agar bisa bangkit dan bangun daerahnya , ok,”

(YY)

By Pilar