PILARBANGSANEWS.COM.SURANTIH, PESSEL,– Aliran Sungai Batang Surantih di Timbulun Kanagarian Air Duri, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan semakin lebar, karena salah satu sisi tebing aliran sungai itu runtuh akibat tergerus arus sungai.
Kondisi ini akan bertambah parah jika air sungai meluap, tebing runtuh dan tanahnya ikut hanyut bersama derasnya arus sungai Batang Surantih.

Akibatnya banyak lahan perumahan pemukiman  warga dan lahan perkebunan  disekitar bantaran sungai Timbulun menjadi semakin sempit dan semakin pendek jaraknya dari tebing sungai.  

Asridal (37) salah seorang warga setempat kepada wartawan klikpositif.com mengatakan, dulu dibelakang rumahnya ada tanaman kelapa sawit,  tapi sejak tiga tahun belakangan tanaman itu hanyut bersama arus sungai kini di bekas rumpun sawitnya itu telah berubah menjadi aliran sungai.

“Kami sangat khawatir, jika kondisi ini tidak secepatnya diatasi. Rumah kami masuk kedalam sungai, soalnya gerisan air terus semakin hari, semakin dekat dengan lokasi rumah kami,” sebut Asridal pada KLIKPOSITIF.

Mengingat kondisi itu, pihaknya bersama warga lainnya sudah sering melaporkan pengikisan tebing sungai tersebut ke pihak kecamatan. Namun, sejauh itu belum pernah ditindaklanjut, padahal kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.

“Bahkan kami, juga sudah pernah mengirim proposal ke camat. Kepolisian juga ada, tapi hasilnya belum jelas sampai di mana,” terangnya.

Menanggapi persoalan tersebut, anggota DPRD Pessel, Ikal Jonedi dapil III Sutera-Lengayang menyebut, kondisi tersebut harus bisa diantisipasi. Sebab, persoalan abrasi tidak bisa dipandang sebelah mata, karena mengancam ketentraman warga dan membahayakan keamanan permukiman penduduk.

“Yang jelas saat ini, persoalan tersebut harus segera ada solusinya. Jika tidak cepat diantisipasi, akan banyak kerugian lainnya,”tegas Ikal.
Ikal selaku Anggota DPRD di daerah itu, akan segera membahas penaganan tersebut dalam waktu dekat, dan membahasnya pada anggaran APBD-P 2017 ini. Menurutnya, kondisi aliran sungai Batang Surantih harus bisa dinormalisasi, untuk menstabilkan hilir muara air sungai ke hulu.

“Kondisi itu, akan kami bahas di Banggar pada APBD-P tahun ini. Karena kondisi ini, akan kita upayakan ada normalisasi,”pungkasnya.

Berdasarkan pantauan KLIKPOSITIF, beberapa waktu lalu, dihikir sungai ada kegiatan penambangan pasir.

Namun apakah kegiatan eksploitasi pasir itu sebagai salah satu penyebab dari bertambah lebarnya aliran sungai di Timbulun? Untuk memastikan ini perlu pengkajian para pakar. 

Jika nanti para pakar sungai menyatakan benar maka tak ada pilihan lain bagi pemerintah setempat untuk melarang keras dan menutup kegiatan eksploitasi meskipun akan ada implikasi negatif dari pelarang itu nantinya. (Kiki/YY)
 

By Pilar