PILARBANGSANEWS. COM. MADURA– Tidak hanya di Pekanbaru pencurian dengan modus mengganjal ATM. Di Lampung juga aksi mereka telah meresahkan warga,  pelaku terpaksa dikasih dor untuk melumpuhkan, kerena saat ditangkap mereka melawan.

“Komplotan penipu tersebut terpaksa digulung Subdit III Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Lampung, karena mereka saat ditangkap melawan petugas,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Heri Sumarji, kepada wartawan di Tanjung Karang, Rabu kemaren.

Menurut, Heri Sumarji, pelaku bandit spesialis ATM yang ditangkap  masing masing bernama AJ (37)  warga Way Semaka Tanggamus, A (27) warga Kelurahan Gedong Air Kemliling, serta Z(25) dan I (28) warga Kota Agung Tanggamus.

‘Mereka akhirnya ditangkap petugas pada Selasa malam (5/12) sekitar pukul 20.30, di sebuah kontrakan yang terletak di  jalan Imam Bonjol, Gang Pisang, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat,” kata Heri Sumarjo.

Saat ditangkap dua pelaku yakni Ahmad Junaidi dan Irawan melawan petugas, terpaksa  dikasih dor, dan mereka dibawa segera di RS Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan perawatan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Heri Sumarji, mengatakan setiap pelaku memiliki peran berbeda. Ahmad Junaidi berperan mengganjal lubang kartu ATM denan menggunakan geregaji besi, sehingga kartu ATM nasabah tidak bisa masuk.

Sedangkan Arwansyah berperan menghafal nomor PIN para korban, Zainal sebagai supir yang mengendarai mobil jenis Daihatsu Ayla yang digunakan untuk beraksi. Irawan sendiri berperan, menjaga keadaan sekitar dan menelpon Arwansyah, memberitahukan jika ada orang yang akan menggunakan kartu ATM. 

“Ini memang komplotan lama,  Ahmad Junaidi dan Arwansyah ini pemain lama, yang dua lainnya baru, kita tangkap pas mereka lagi ada di kontrakan, kita dapat informasi dia selalu menyusun rencana di kontrakan tersebut,” ujarnya di Mapolda Lampung, Rabu (6/12/2017).

Modus yang digunakan para pelaku yakni, menunggu korban yang hendak mengambil uang tunai, ketika kartu ATM korban tak bisa masuk, datang Ahmad Junaidi berpura-pura menolong korban. Ia berlaga bisa menolong korban, kemudian menanyakan nomor PIN, lantas Arwansyah juga datang berpura-pura membantu, disanalah Junaidi menanyakan nomor PIN, kemudian Arwansyah menghafal pin Korban. Selanjutnya secara cepat kartu atm korban dipinjam dan di cek, namun pada saat itu kartu atm korban ditukar dengan yang palsu. Kemudian bergegas pindah ke ATM lain dan menguras uang korban sebelum ATM tersebut diblokir.

“Mereka main cepat gitu polanya, makanya kalau masyarakat ada yang mengalami hal seperti itu, segera diabaikan dan bergegas laporkan ke Polisi,” kata mantan Kapolres Bandara Soekarno Hatta.

Dari hasil penyidikan, diperkirakan ada 11 TKP berdasarkan informasi yang dihimpun, dan ada dua lokasi yang sudah dilaporkan ke kepolisian, dengan korban Asri Aprilia di ATM pom Bensin Sidomulyo Lampung Selatan, dan Rohalyana di Chandra Mart Kemiling. Para pelaku juga memilik senjata api semi organik, beserta peluru yang dipakai jika para korban melawan.

“Rata-rata ATM nya Mandiri, BRI, dan BCA, tapi mereka beraksi tergantung kondisi, dan ATM mana yang sepi,” katanya.

Sementara Zanial mengaku baru beberapa bulan tergabung dalam komplotan tersebut. Ia bertugas mengendarai mobil, sambil memantau lokasi, sedangkan rekannya irawan memantau kondisi sekitar dan melaporkan ke rekannya jika tidak aman.

“Kalau hasilnya dibagi empat rata, cuma enggak nentu, tergantung isi ATM, saya juga baru gabung, saya di Pom bensin Sidomulyo, di Panjang, sama di minimarket Kemiling ikutnya,” kata pelaku. (gus/fer/Maduraekspose.com)

 

By Pilar