​PILARBANGSANEWS.COM. SOLOK KOTA,– Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan  menyatakan banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Minggu dini hari (10/12) telah menyisakan kerugian harta benda milik warga, bahkan seorang korban dinyatakan hilang. Sampai berita ini ditayangkan korban yang hilang masih belum ditemukan.

Korban  malam itu, sebelum banjir melanda, kerumah salah seorang kerabatnya yang melaksanakan kenduri pernikahan anak kerabatnya itu. Entah dimana korban sewaktu banjir bandang itu datang sampai paginya tak muncul muncul.

Berat dugaan  korban yang bernama Ocon berumur (45 th) warga Nagari Sabarambang Kecamatan X Koto Diateh, terjebak didalam rumah yang tertimbun tanah longsor di rumah kerabatnya.

Tim BPBD Sumbar bersama aparat kepolisian dan warga melakukan pencarian sejak kemaran, sampai kini pencarian ibu paruh baya itu masih tetap berlangsung.

Berdasarkan laporan anak buahnya dilapangan, Kapolres yang didampingi Wakapolres menyebutkan,   wilayah Polsek X Koto Diateh, terparah mendapat musibah banjir bandang dan tanah longsor ini, kemudian menyusul wilayah Polsek Kota Solok dan wilayah Kapolsek Sungai Lasi 

  

Dampak cukup besar melanda wilayah Laing Pasir di Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan. Banjir merendam 4 rumah warga, yakni Ariswan (25), Azmi (27), dan dua rumah milik Jumanda (30). Di samping itu, 2 tiang listrik roboh dan terjadi tanah longsor menimbun badan jalan, mengakibatkan akses  Laing-Guguk Sarai dan Saok Laweh terputus. 

Di Polsek Sungai Lasi, 50 unit rumah warga terendam. Sekitar 70 warga dievakuasi  ke SDN 06 Guguak Sarai dan Puskesmas setempat. 

Di Guguak Sarai, IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok. Banjir Minggu kemaren juga menyebabkan Jalan Nasional Lintas Sumatera di kilometer 7, terendam dan menyebabkan kemacetan. Evakuasi para korban banjir dipimpin langsung oleh Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan bersama Wakapolres Solok Kota Kompol Sumintak, serta seluruh personel yang ditugaskan. Serta mengatur arus lalu lintas yang sempat terhenti akibat banjir. 

Cepatnya antisipasi ini membuat arus lalu lintas sudah mulai lancar sekitar pukul 02.00 WIB. Meski air sudah mulai surut, namun warga masih bertahan di lokasi pengungsian hingga pagi hari.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan (kanan) meninjau Polsek Sei Lasi. Dony menerima laporan, 1 unit ranmor roda empat, 7 ranmor roda dua dan dua unit ranmor barang bukti Unit Lalu Lintas ikut terendam. Derasnya arus banjir   menyebabkan pagar pembatas Mapolsek dan SMPN 1 Sungai Lasi roboh. 

Sekitar 30 unit rumah dengan klasifikasi 10 rusak berat dan 20 rusak ringan menimpa Kecamatan X Koto Diateh. Longsor dilaporkan terjadi 6 titik, yang memutus akses jalan menuju Jorong Pakarohan Nagari Sibarambang, sedangkan untuk korban jiwa yakni 1 orang yang masih dalam pencarian. Jalan Nagari dari Jorong Karimbang hingga Pakarohan dan jalan dari Pakarohan ke Nagari Katialo, Kabupaten Tanah Datar, menyebabkan tertutupnya akses kendaraan roda empat, karena tertimbun material.

Sementara itu, di Nagari Kuncir, kerusakan terjadi pada jembatan penghubung jalan Jorong Jaruai Nagari Kuncir menuju Kelurahan Laing Kota Solok. Satu unit rumah warga kugaa dilaporkan tertimbun tanah longsor. Serta satu ilunit kendaraan roda dua dan 1 ekor kerbau warga hanyut terseret arus.

Di Nagari Paninjauan,  18 unit rumah 1 masjid Raya Paninjauan terendam,  sekitar 35 hektare sawah rusak. Sementara itu, di Nagari Tanjung Balik, 1 unit rumah terendam banjir di Jorong Pasa Hilia milik Syafrianto dan 1 hektare sawah rusak.

(rijal islamy)

By Pilar