BUKITINGGI, PILARBANGSANEWS. COM,– Dalam rangka meningkatkan kinerja, tugas dan tanggung jawab sumber daya pengelola perpustakaan dengan cara memperdalam ilmu pengetahuan dan tekhnik keperpustakaan yang berhubungan dengan aspek profesi dan keahlian pengelolaan teknik kerja kepustakaan agar mempunyai hasil kerja yang lebih baik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi menggelar Bimbingan Tekis bagi Pengelola Perpustakaan tigkat sekolah dasar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Irwandi bertempat di Istana Bung Hatta, Selasa (16/10).

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bukittinggi Johnni mengatakan, Bimtek bagi pengelola perpustakaan ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 16 – 18 Oktober 2018 yang diikuti oleh 30 orang peserta dari berbagai perpustakaan SD / MI di Kota Bukittinggi.

“Bimtek ini sebagai pelatihan teknis di bidang keperpustakaan dengan maksud pendalaman materi pembelajaran, praktek, diskusi dan presentasi hasil kerja. Dilaksanakan tiga hari meliputi 24 jam pelajaran dengan 11 materi pembelajaran,” jelasnya.

Johnni menambahkan, bimtek ini dilaksanakan dengan maksud agar peserta dapat menerapkan prinsip – prinsip standarisasi, aktualisasi dan keamanan didalam melaksanakan kegiatan pengelolaan perpustakaan, katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, menyampaikan, kegiatan ini sangat strategis bagi pembangunan karakter generasi muda di Bukittinggi. Karena salah satu pilar dalam upaya mendukung tercapainya tujuan pembangunan dengan tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas.

“Pengelola pustaka memiliki peran penting untuk membentuk karakter pelajar. Pengelola Pustaka dapat menciptakan semangat dan minat pelajar untuk cinta membaca. Karena buku adalah jendela dunia. Untuk itu, kegiatan ini harus didukung oleh seluruh SKPD terkait. Semua harus bergerak untuk bagaimana membangun dan memotivasi pelajar mencintai buku,” ujar Irwandi.

Lebih lanjut, Wawako meminta pengelola pustaka untuk dapat menjadi tameng bagi generasi muda dalam perkembangan teknologi. Untuk itu, peserta pelatihan diharapkan tidak hanya mengajak pelajar untuk giat membaca, namun juga seluruh elemen masyarakat.

“Perpustakaan bukan hanya sarana untuk membaca, tapi juga sebagai media untuk berdiskusi, membedah buku. Kita sadari saat ini perkembangan teknologi berdampak pada menurunnya silaturrahmi antar sesama, tidak hanya dalam lingkungan bahkan di dalam keluarga sendiri. Mereka disibukkan dengan gadget hingga lupa waktu untuk diskusi bersama. Ini yang harus kita persamakan, agar tidak terjebak dalam jeratan efek negatif teknologi saat ini,” jelas Wawako.

Kegiatan ini diisi oleh pemateri dari unsur akademisi dari UIN Imam Bonjol Sumbar, Pustakawan Fungsional Berprestasi Sumbar dan praktisi serta birokrasi dari dinas kearsipan Sumbar dan Bukittinggi.

Adapun materi yang akan diberikan kepada peserta selama Bintek ini antara lain adalah, Kebijakan Pemerintah dalam pengembangan perpustakaan, Perpustakaan Sekolah sebagai Jantung Pendidikan, Manajemen Perpustakaan Sekolah, Perwatan dan pemeliharaan Koleksi Perpustakaan, serta Literasi informasi, Komunikasi Interpersonal dan Promosi Perpustakaan. (Ylm)

By Pilar