Penggusuran Rumah Warga Di Stasiun Bukittinggi Berlangsung Aman


​PILARBANGSANEWS. COM. BUKITTINGGI,-– Kalau kemaren proses penggusuran bangunan liar di Stasiun KAI Bukittinggi dapat protes dari warga, hari ini proses penggusuran berlangsung aman.  Sebanyak 205 unit bangunan milik warga kini  dirobohkan rata dengan tanah. Hanya satu rumah ibadah Mesjid yang dibiarkan tetap berdiri di lokasi tanah milik PT KAI yakni Majid Mubarak.

Kemaren pelaksanaan proses pembokaran bangunan sempat mendapat protes dari warga yang meminta pembongkaran dihentikan dalam Tempo 1 x 24 jam.

Proses pembongkaran kemeran memang berlangsung tegang, ratusan warga protes.
Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, Wakil Ketua Yontrimansyah, Ketua komisi III, Rusdy Nurman dan anggota DPRD Edison, yang hadir saat menyaksikan pembongkaran itu juga meminta agar  PT. KAI untuk menghentikan dan menunda pembongkaran.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jamber Jumhana yang berada ditengah tengah warga saat pembongkaran itu  mencoba memfasilitasi negosiasi antara pihak PT KAI dengan Warga yang diamini oleh  DPRD Bukittinggi untuk menunda penggusuran itu.

Permintaan itu berhasil setelah pihak PT KAI  menerima usulan warga yang minta presos pembongkaran ditunda 1 x 24 jam dengan alasan untuk mengumpulkan barang barang warga  dipindahkan ke tempat hunian baru.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jamber Jumhana menjawab pertanyaan Pilarbangsanews.com membenarkan proses pembongkaran rumah warga pada lahan milik PT KAI di Stasiun Bukittinggi itu hari ini berlangsung lancar dan aman.

“Alhamdulillah hari ini proses pembongkaran rumah warga berjalan aman,   gak ada perlawanan ataupun protes kayak kemaren. Sebentar lagi ini akan selesai,  ” ujar Arly melalui pesawat selulernya langsung dari lokasi.

Pembongkaran rumah warga yang dibangun diatas lahan milik PT KAI mulai dari pinggir Jalan Sudirman sampai ke Simpang batas Hotel Wisata Bukittinggi.
Menurut sumber Pilarbangsanews.com,  lahan ini nantinya oleh pihak PT KAI, akan dimanfaatkan untuk membangun Rest Area, sehingga akan dapat menambah keindahan koto sejuk ini menjadi salah satu destinasi wisata Islami, seperti yang diprogram oleh Pemda Kota Bukittinggi.

Sampai berita ini kami tayangkan, pembongkaran itu hampir selesai, tinggal beberapa buah rumah lagi yang akan dibongkar oleh alat alat berat yang bekerja disana. (YY)