Pilarbangsanews.com. Tarakan,-Sumbar berhasil menempati posisi enam besar dari 34 provinsi pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke XXIV, Tarakan. Dengan posisi tersebut, prestasi Sumbar jauh melonjak dibanding STQ ke XXIII yang berada dibawah Papua.




Dengan peringkat ini, Sumbar berbagi tempat sama di posisi enam bersama Sumatera Utara. Kemudian, diikuti Aceh yang juga berbagi posisi tujuh dengan tuan rumah, Kaltara. Hasil tersebut diumumkan saat penutupan STQ yang ditutup Plt. Dirjen Binmas Islam Kementrian Agama Khamarudin Amir,  dan Wakil Gubernur Kaltara, Udin Hianggio.

“Selamat bagi pemenang, semoga ini menjadi momentum mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari,”sebut Khamarudin, Jumat (21/7) malam di Kota Tarakan.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengaku bersyukur dengan prestasi tersebut. “Alhamdulilah, prestasi kita sudah bagus, kita bisa berada pada posisi enam diatas Aceh,”sebut Nasrul Abit didampingi Kepala Biro Bintal dan Kesra, Syahril.

Dikatakannya, dengan prestasi tersebut sudah menjadi pencapaian maksimal bagi kafilah Sumbar. Karena, dalam menghadapi STQ kali kali ini persiapan Sumbar sangat minim, mengingat anggaran yang terbatas.

“Kita bangga dengan penampilan anak-anak. Meski pemantapan minim, tapi berhasil menunjukan kemampuan terbaik,” sebutnya.

Sumbar berhasil memperoleh juara dua pada tilawah putri dewasa atas nama, Annisa’ul Malikha, juara dua tahfidz 30 juz putra atas nama Muhammad Sulthon Annasiro dan tahfidz 10 juz putri atas nama Nur Alrahmah . Kemudian juara harapan tiga golongan tilawah anak atas nama Sri Rahmi Maulidya Zahra.

Kepala Biro Bintal dan Kesra Syahril  bersama Kabag Bintal, Karimis menyampaikan, apa yang telah diperoleh peserta Sumbar adalah yang maksimal. Karena persiapan qari qariah sangat minim.

“Dengan anggaran yang ada, kita hanya bisa memberikan training center satu hari dan satu kali saja,”ungkapnya.

Menurutnya apa yang diperoleh kali ini adalah lompatan yang sangat bagus. Lompatan tersebut khusus pada STQ, berbeda dengan MTQ Sumbar juga sudah mendapatkan prestasi.

Selain itu, walau kegiatan STQ berada pada Biro Bintal dan Kesra, keberhasilan tidak lepas dari dukungan semua pihak. Kesungguhan seluruh pihak seperti Kemenag, Pelatih pendamping dan dukungan masyarakat Sumbar.

“Ini menjadi tantangan bagi Sumbar lebih baik lagi ke depan. Meski begitu, Sumbar diuntungkan dengan adanya MTQ tingkat provinsi,”ulasnya.

Langkah yang telah dilakukan untuk menunjang prestasi Sumbar yakni dengan adanya rakor kabupaten/kota setelah pelantikan LPTQ Sumbar. Rakor untuk mempersiapkan qari-qariah untuk berangkat STQ. Ditetapkan komitmen Sumbar untuk mengambil juara tingkat provinsi bisa tampil pada MTQ Nasional.
Dengan itu kedepan, akan menjadi perhatian untuk persiapan yang lebih matang. Sehingga dapat memperoleh prestasi yang lebih baik.

Peringkat sepuluh besar STQ Nasional ke XXIV yakni, DKI Jakarta dengan perolehan , peringkat dua Kepulauan Riau dengan , peringkat tiga Jawa Tengah dengan , keempat Banten dengan

Perhatian Pemerintah

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumbar, Damri Tanjung mengaku bangga dengan pencapaian Sumbar. Keberhasilan pada posisi enam tersebut harusnya menjadi momentum bagi Sumbar untuk memperhatikan nasib qari-qariah.

“Saya salut dengan anak-anak. Meski anggaran terbatas bisa berpretasi. Kita harapkan perhatian pemerintah pada qari-qariah lebih baik lagi,”ujarnya.

Dibanding dengan daerah lain, seperti Banten mengalokasikan anggaran sampai Rp18 miliar per tahun untuk mendidik qari. Begitu juga dengan Jawa Barat dan daerah lainnya. Sementara Sumbar tidak berkelanjutan tiap tahun. 

Selain itu, perhatian nagi qari yang berprestasi juga kurang. Mereka akhirnya banyak lari ke daerah lain untuk mengabdi melanjutkan karir.

“Dasrizal contohnya, sekarang tidak di Sumbar, tapi di UIN Jakarta, seharusny potensi ini bisa dijaga di Sumbar agar lahir kaderisasi pada qari-qariah,”pungkasnya.

Peserta Sumbar pada STQ XXIV di Tarakan,  yakni Ikrima Nisdi pada kategori  tahfidz 5 juz tilawah putri dan Auva Nurhadi tahfidz 5 juz tilawah putra.

Kemudian, Sri Rahmi Maulidya Zahra kategori tilawah anak-anak putri, Fathiyyah Arafah Afsya kategori tahfidz satu juz tilawah putri dan Salman Alfarisi kategori tahfisz 1 juz tilawah putra. Haliman Karim kategori tilawah anak-anak putra dan Annisa’ul Malikha kategori tilawah dewasa putri,

Selanjutnya, Nur Alrahmah pada kategori Tahfidz 10 juz puti, Muhammad Zaky Hanif untuk kategori tahfidz 10 juz putra, Andan Syukri untuk kategori tafsir bahasa arab putra, Yahdiyani untuk kategori tahfidz 20 juz putri, Rusydi Haris Dwi Putra untuk kategori tahfidz 20 juz putra, Muhammad Sulthon Annasiro untuk kategori tahfidz 30 juz putra dan Budi Hendri untuk kategori Tilawah Dewasa Putra.104 (jasman)

Sumber: Singgalang

By Pilar