Pessel

BUPATI HENDRAJONI ; SEMESTINYA PESSEL PUNYA PELABUHAN LAUT KAPAL KAPAL BESAR


Pilarbangsanews.com.Painan,- Bupati Pesisir Selatan, Sumbar,  Hendrajoni mengatakan sudah semestinya di Pesisir Selatan memiliki satu pelabuhan laut yang dapat menampung kapal kapal berkapasitas GT (Gros Ton) besar sebagai penyangga Pelabuhan Teluk Bayur.

“Untuk ini  tidak ada jalan lain selain kita mencoba meyakinkan kementrian perhubungan, agar keinginan kita itu bisa  dikabulkan mengingat  potensi dan kondisi biografis wilayah Pesisir Selatan,” kata Hendrajoni kepada Pilarbangsanews.com lewat telp selularnya barusan Selasa (25/7).

Kabupaten Pesisir Selatan memiliki garis pantai 250 KM lebih. Aksesibilitas ke Pesisir Selatan selama ini hanya lewat jalan darat dari Padang ke batas Bengkulu menempuh jarak 320KM.

Jika dikaitkan dengan rencana pengembangan kawasan objek wisata  Mandeh, kecuali meningkatkan kwalitas jalan serta daya dukung jalan perlu adanya sebuah pelabuhan yang dapat dijadikan pintu masuk ke kabupaten terpanjang ini.

Jika hanya mengandalkan jalan darat, akan terjadi kemacetan yang dapat memperpanjang masa  tempuh ke lokasi lokasi objek wisata yang ada.

Kecuali itu. Pesisir Selatan yang saat ini dimana terdapat ribuan hektar kebun sawit, sebagai alat transportasi untuk mengangkut hasil produksi sawit itu digunakan alat transportasi darat berupa truk truk tangki.

Teuk tangki ini jumlahnya ratusan. Kehadiran truk yang melintas jalan raya selain penyebab kemacetan juga dapat mempercepat proses kerusakan jalan raya.

“Untuk itulah kita mencoba mengusulkan lewat Bapak Gubernur Sumbar, agar keinginan kita ini terwujud secepatnya,” ujar Hendrajoni.

Masih menurut Hendrajoni, pembangunan pelabuhan penyangga itu direncanakan lokasinya di Panasahan, Painan.

“Kenapa pilihan Panasahan Painan?”

Menurut  Hendrajoni, di Panasahan itu sudah ada pelabuhan tapi baru bisa sebagai tempat sandar kapal kapal dengan gros ton yang rendah.

“Kita maunya, pelabuhan itu ditingkatkan dan bisa sebagai tempat sandar kapal kapal tengker dan kapal kapal barang, penumpang dan kapal  wisata,” demikian Hendrajoni. (YY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *