Pilarbangsanews.com.Painan,-

Ternyata 33 orang kepala SD IV Jurai yang mengundurkan diri itu mengaku sering mendapat intimidasi dinas Pendidikan.

“Dalam rapat dengan dinas pendidikan dan kebudayaan kami selalu di intimidasi akan di berhentikan jika tidak memenuhi apa diperintahkan dan kami tidak pernah mendapat motivasi dalam menjalankan tugas tapi selalu di intimidasi, kami merasa bekerja dibawah tekanan pihak dinas,” demikian keluhan ke 33 kepala SD IV Jurai  dalam surat pernyataan pengunduran dirinya sebagai kepala sekolah yang dialamatkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan.

Ada sekitar 5 point ungkapkan perasaan yang mereka tuangkan dalam surat pernyataan itu diantara termasuk menyatakan, bahwa sebagai kepala sekolah  mereka  tidak sanggup menyelesaikan pertanggung jawaban keuangan (spj) BOS triwulan berjalan pada tanggal 10 triwulan berikutnya.

Alasannya,  bendaharawan BOS diambilkan dari guru PNS yang harus mengajar 24 jam seminggu, sedangkan operator belum mengerti penataan kelolaan keuangan (pembuatan Spj BOS).

“Bapak aja sebagai wartawan saat mengkonfirmasi berita, Kadinas tidak mau menjawab, apalagi kami para guru. Selalu diancam dan diintimidasi akan diberhentikan. Dari pada jantungan jadi kepala sekolah akibat dapat intimidasi lebih baik mengundurkan diri saja,” ungkap seorang guru kepada Pilarbangsanews.com.

Seperti yang diberitakan media ini  sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Drs Zulkifli ketika dihubungi via selulernya,  tidak mau memberikan komentar.

Baca: http://pilarbangsanews.com/2017/08/04/33-kepala-sd-di-kecamatan-iv-jurai-mengundurkan-diri/

“Bapak hubungi saja ketua KKS (Kelompok Kepala Sekolah), tanyakan ke dia. Itu urusan mereka,” kata Zulkifli dengan sigap memutuskan hubungan selulurnya.(YY)

By Pilar