PAINAN, HALUAN – Pasca banjir, sejak Senin (21/8). Dua sekolah dasar (SD) tepatnya di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terpaksa diliburkan, mengigat kondisi lapangan dan sejumlah lokal untuk kegiatan proses belajar mengajar (PBM) masih dalam keadaan becek dan kotor.

Dua sekolah dasar itu adalah, SDN 38 Seberang Tarok, dan SDN 50 Pulai. Dua sekolah dasar ini adalah yang terparah direndam banjir, sehingga aktivitas belajar mengajar tidak bisa dilanjutkan pada esok harinya. Diperkirakan, rendaman banjir saat itu mencapai setinggi lutut orang dewasa. Sehingga sejumlah peralatan mobiler ikut terendam, seperti meja dan bangku belajar siswa/siswi.

“Benar, sekolah kami terpaksa diliburkan. Mengingat lokal dan sejumlah peralatan mobiler untuk proses belajar mengajar siswa/siswi ikut terendam air. Saat ini, kondisi ruangan dan lokal masih tergenang air dan lumpur, tentu harus dibersihkan terlebih dahulu,” sebut Rosmaneli, seorang guru SDN 38 Seberang Tarok, kepada Haluan. Selasa, (22/8).

Dihubungi terpisah, Camat Lengayang, Mulyadi mengatakan, dampak banjir yang paling terparah di daerah itu, adalah di Nagari Lakitan Tengah. Diperkirakan sebanyak 560 kepala keluarga (KK), menjadi terganggu dan tidak dapat beraktivitas diluar rumah, karena rumah mereka ikut terendam akibat hujan lebat, yang disertai luapan Batang Lengayang.

“Dari data Kecamatan sementara, di Kenagarian Lakitan Tengah, rumah warga yang terendam banjir adalah, di Kampung Tanjung Durian, sekitar 150 KK, di Kampung Pulai sekitar 300 KK, Kampung Koto Lamo dan Kampung Aia Kalam diperkirakan sekitar 110 KK pula. Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya sejumlah tanaman dan ternak warga banyak yang hanyut terbawa banjir,” sebutnya. (h/mg-kis)

By Pilar