PILARBANGSANEWS.COM.

‘’Kesehatan mental’’, barangkali istilah ini jarang didengar oleh sebagian masyarakat tertentu, terutama masyarakat yang berada di daerah pedesaan seperti Teluk Kasai misalnya. 
Kesehatan mental merupakan hal yang penting dalam membangun sebuah masyarakat yang madani. Acapkali aspek ini sering ditinggalkan atau malah diabaikan oleh beberapa wilayah tertentu. Padahal, aspek ini menentukan kepribadian sebuah masyarakat yang dinamis dan sehat. Tak jarang kita temukan di beberapa wilayah yang membiarkan salah satu dari warga mereka yang mengalami gangguan mental. Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Solusi singkat seperti pemasungan, dikucilkan atau diskriminasi menjadi alternatif satu satunya yang seringkali digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Tidak hanya itu, terkadang tanpa kita menyadari, seringkali kita menggunakan istilah kata “orang gila” dalam memanggil seseorang yang mengalami gangguan jiwa. Padahal sebetulnya, belum tentu orang yang sering kita panggil dengan istilah itu benar benar mengalami gangguan jiwa. Boleh jadi hal tersebut sebatas depresi berat atau tingginya tingkat kecemasan yang apabila diatasi dengan tepat, mereka tidak sampai pada taraf yang riskan. Mengingat beberapa tahun terakhir, ada beberapa kasus yang terjadi di kampung saya, Teluk Kasai sebagai bukti fenomena di atas.

Mungkin tak jarang kita dengar sebuah ungkapan, apa yang menyebabkan terganggunya kesehatan mental seseorang? Lalu bagaimana cara mengatasinya?, hal ini menjadi sebuah tugas besar, terutama bagi generasi penerus dikampung kecil. Perlu ada solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini seperti program layanan edukasi kesehatan mental bagi masyarakat. Membangun prespektif baru bagi masyarakat dan tidak lagi menjadikan masyarakat berfikir hanya secara tradisional saja.

Kita mengajak masyarakat untuk berfikir lebih rasional dan mampu membangun pola pikir masyarakat baik dari segi aspek spritual, maupun ranah kognitif. Sehingga edukasi ini diharapkan memberikan solusi bagi masyarakat sekaligus pencegahan dini dalam mengatasi masalah gangguan jiwa. Edukasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan aspek ruhaniah dan produktivitas masyarakat.

Sebagai implikasi terakhir, tujuan dari program ini adalah upaya dalam memahami dan meningkatkan kebermaknaan hidup seseorang.

Cici Afriani adalah

Mahasiswi Psikologi UGM dari Teluk Kasai Batang Kapeh

By Pilar