PILARBANGSANEWS. COM. PAPUA,–Polri meminta bantuan TNI untuk memburu kelomok bersenjata yang marak di Papua. Sejumlah pasukan telah disiapkan untuk berkerja sama dengan TNI.

 
“Jadi bekerja sama dalam artian mengantisipasi agar tindakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata ini tidak meluas,” kata Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis 2 November 2017.

 
Boy menjelaskan, ada dua kelompok kriminal bersenjata yang sedang diawasi. 

Mereka memegang 15 pucuk senjata api berbagai jenis. Boy tak tahu dari mana senjata tersebut berasal.


Senjata itu diduga merupakan barang rampasan terhadap petugas keamanan di beberapa lokasi.

 
Terkait jumlah anggota kelompok bersenjata, Boy tak bisa memastikan. 

Tiap kelompok memiliki anggota yang berbeda. Namun, satu kelompok berkisar antara 15 hingga 30 orang.

 
“Karena kelompok ini juga ada di daerah lain di pegunungan tengah seperti di Lani Jaya, dan Kabupaten Puncak,” jelas Boy.

Upaya pengejaran kelompok kriminal bersenjata ini merupakan antisipasi pemerintah agar pelaksanaan Pilkada serentak 2018 berjalan lancar. 

Apalagi beberapa pekan terakhir terjadi beberapa insiden penembakan di bumi cenderawasih.

 
“Langkah selanjutnya melakukan pengusutan, kan perbuatan kriminal namanya. Ada kelompok kriminal bersenjata dan itu menjadi tugas kepolisian untuk membersihkan,” kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

Sumber: Metronews.com

By Pilar