PILARBANGSANEWS. COMSOLOK – Kepolisian Resor (Polres) Solok Kota menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Pendidikan Kota Solok, dalam upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar, di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolres Solok Kota, Rabu (17/1). MoU ini merupakan tindak lanjut dari MoU serupa yang ditandatangani Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Mendiknas Muhadjir Effendi, beberapa lalu. Untuk wilayah hukum Polres Solok Kota, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar sangat tinggi. Yaitu mencapai persentase 60 persen lebih.

MoU tersebut ditandangani langsung oleh Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Dodi Osmon. Turut hadir Wakapolresta Kompol Sumintak, Kabag Sumda Kompol Asli Chan, Kasat Lantas Iptu Rifaizal Samual, Kasat Intel Iptu Luhur dan seluruh Kapolsek di lingkup Polres Solok Kota. Dalam isi MoU tersebut, Polres Solok Kota dan Dinas Pendidikan Kota Solok berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas sejak dini. Sementara Dinas Pendidikan berperan sebagai fasilitator dalam upaya pendidikan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah di Kota Solok.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan menyatakan pihak sangat miris melihat data Lakalantas selama tahun 2017, yang 60 persen melibatkan pelajar. Menurutnya, hal ini merupakan imbas dari orang tua yang tak mau repot mengantarkan anaknya ke sekolah. Namun, Kapolres yang bergelar Datuk Pandeka Rajo Mudo tersebut menyatakan pihaknya tidak akan melakukan cara-cara represif dalam melakukan tindakan. Dony menyatakan cara-cara persuasif (pendekatan) akan lebih digencarkan. Terutama ke sekolah-sekolah.

“Kami tidak ingin MoU ini akan jadi sekadar MoU saja. Harus ada tindak lanjut yang jelas, tegas dan berdaya guna. Sehingga, tujuan dari MoU ini bisa tercapai. Pendekatan persuasif dan edukatif akan tetap kami dahulukan. Sehingga, yang timbul adalah kesadaran berlalu lintas, tidak semata-mata kepatuhan. Sadar dan patuh tidak sama. Sadar, berasal dari dalam diri, sementara patuh berasal dari luar. Bisa jadi mereka patuh kalau ada Polantas, tapi kalau sadar, ada atau tidak ada Polantas di jalan yang akan mereka lewati, mereka tetap mengikuti aturan berlalu lintas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dony menyatakan akibat pelajar yang mengendarai sendiri kendaraan ke sekolah, justru berkembang ke arah negatif. Menurutnya, karena tidak ada jaminan, saat berangkat mereka akan ke sekolah dan saat pulang sekolah akan langsung ke rumah. Justru menurutnya, yang terjadi adalah timbulnya geng-geng motor yang berakhir menjadi tawuran antar pelajar. Selama ini, polisi telah memberikan “toleransi” pelajar boleh mengendarai sepeda motor ke sekolah, meski tanpa SIM. Namun, jika hal yang negatif atau pelanggaran yang akan muncul karena “toleransi” itu, maka akan ada kebijakan lain yang akan diberlakukan.

“Baru-baru ini, Polres Solok Kota melalui Bhabin Kamtimas melakukan razia ke sekolah-sekolah. Hasilnya memprihatinkan. Di tas pelajar ditemui samurai, gear motor, tongkat untum tawuran. Lebih memprihatinkan, peralatan tawuran itu dibawa oleh pelajar SMP. Masyarakat dan orang tua harus cemas dan waspada. Kalau seperti ini, harus ada solusi dan kebijakan lain. Seperti mengaktifkan bus sekolah atau solusi lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Dodi Osmon menyatakan pihaknya sangat gembira dengan adanya MoU ini. Menurutnya, pelibatan kepolisian, sosialisasi tertib berlalu lintas dan menekan kenakalan pelajar, akan sangat efektif. Dodi juga menyebut, MoU ini merupakan MoU kedua setelah MoU anti narkoba yang dilakukan akhir tahun lalu di Bumi Perkemahan Pulau Belibis.

“Keberadaan polisi di sekolah terbukti mampu mengurungkan niat pelajar berbuat kriminalitas dan kebakalan. Sebelumnya, di setiap sekolah sudah ada larangan membawa ponsel pintar (smart phone) ke sekolah. Serta tidak boleh membawa kendaraan ke sekolah. Namun, aplikasi aturan itu belum efektif. Karena tidak ada jaminan anak sampai ke sekolah, pulang juga belum tentu bisa langsung ke rumah. Kita sangat harapkan dukungan dari Polres dalam hal ini,” ujarnya. (rijal islamy)

By Pilar