PILARBANGSANEWS. COM. PEKANBARU,– Program Jumat Barokah yang dilakukan Polresta Pekanbaru tidak hanya mendapat apresiasi dari warga kota, terutama kaum dhuafa, tapi kini kalangan politisi dikota itu memberikan apresiasi bahkan ada yang mengusulkan agar kegiatan yang dilakukan oleh Kapolres bersama anak buahnya itu diberikan reword.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Pekanbaru dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Riau, misalnya begitu mendapat kabar adanya Program Jumat Barokah tergugah dan ingin diikutsertakan dalam kegiatan bersama Polresta Pekanbaru.

Tentu saja bak gayung bersambut keinginan itu sangat disenangi oleh Kapolres dan jajaran. Sebab perbuatan baik apabila dilakukan bersama sama dengan cara bergotong royong hasil yang dicapai pun akan berlipat ganda.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Sondia Warman yang merasa rugi jika perbuatan amal ini tidak diikuti, dia menyatakan merasa tersentuh dan salut dengan program pak Kapolres Pekanbaru ini.

Saat mengunjungi rumah warga kurang mampu, bernama Razali, anggota Dewan yang satu ini, menyebut bahwa kegiatan Kapolres Pekanbaru adalah kegiatan membangun hati antara siberpangkat dengan umum dan kaya dengan miskin.

“Saya mengamati perjalanan Polresta Pekanbaru 3 bulan ini. Ada yang tersentuh di hati saya ini. Karena selama ini paradigma Polisi itu dimata masyarakat banyak negatif. Ternyata dengan program seperti ini, paradigma itu sampai hari ini saya dapat laporan masyarakat sudah positif. Artinya, polisi sebagai Pengayom, sebagai sahabat masyarakat itu sudah terbukti. Dan tentunya ini memang ada ajaran kita mengatakan bahwa ada perbuatan baik itu harus dikasih tahu ke orang lain, bukan Riya namanya,” kata Sondia.

Masih kata Sondia, memberitahu itu sifatnya mengajak.

“Saya kalau tidak dikasih tahu oleh adinda saya pak Waka ini, saya tidak pernah tahu kalau ada kegiatan seperti ini. Karena pemberitahuan itulah kita jadi tergerak. Begitu juga mungkin kawan-kawan dari kedokteran, ada pemberitahuan itu makanya hati kita tergerak. Jadi tidak selamanya itu kita mengekspos keluar itu sifatnya Riya, sifatnya mengajak,” sambung Sondia.

Ditambahkan Sondia, kegiatan-kegiatan ini setelah saya diskusi sama dengan pak Waka dan pak Kapolresta, kegiatan ini satu-satunya yang ada di Indonesia.

“Makanya, jujur saya katakan, kebetulan ada saya kenal abang saya di Jakarta bintang tiga pak moechgi, saya laporkan tadi semua. Mas, kalau bisa kegiatan seperti ini dilakukan di seluruh Indonesia, dengan barometernya Polresta Pekanbaru. Jadi, dengan hal positif seperti ini, kami atas nama mewakili masyarakat, marilah kita berbagi,” sebutnya.

Kepada awak media, Sondia menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Barokah yang ditaja Polresta Pekanbaru ini sangat luar biasa.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, sehingga paradigma polisi yang selama ini sebagai pengayom dimata masyarakat mudah-mudahan bisa terbukti. Dan tentunya ini kita harapkan tidak hanya terjad di Polresta Pekanbaru saja, tapi kalau bisa di seluruh Polisi yang ada di Indonesia ini melakukan kegiatan yang sama. Karena bagaimanapun juga berbagi ini di hari Jumat Barokah ini merupakann hal yang sangat luar biasa bagi kita,” terang Sondia.

Alhamdulillah, sambung Sondia, dari gerakan Polresta Pekanbaru ini, kami atas nama masyarakat dan DPRD Pekanbaru memberi apresiasi.

“Kalau perlu dicatat oleh pihak kepolisian, khususnya dari Polda atau dari Polri sendiri untuk memberi Reward, sehingga polisi-polisi yang lain bisa melakukan hal yang sama,” pungkasnya. (ES)

By Pilar