.

PILARBANGSANEWS. COM. KOLAKA,– “Master Of Campaign SMS Tetap Berjaya, Muh Awaluddin Mangantarang, angkat bicara, “Menyampaikan bahwa semakin dekatnya pilkada kolaka membuat suasana politik sedikit hangat, dan itu membuat segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab mencoba memanfaatkan moment tersebut guna melakukan praktek politik kotor dalam berdemokrasi dengan melakukan penyebaran hoax dan fitnah, seperti beredarnya selebaran seolah ada personal yang melakukan laporan ke pusat terkait tidak dibayarnya tunjangan TPP di Kabupaten kolaka tahun 2016 dan 2017, Serta kasus aspal, Ini kan sebenarnya hanya fitnah dan hoax yang sengaja di sebarkan oknum yang tidak bertanggung Jawab, kata Awal Sapaan akrab Politisi Partai Gerindra tersebut.”

Lebih lanjut dia menjelaskan apa yang di fitnahkan tersebut hanya sebuah Opini yang sengaja di giring dan di goreng guna menjatuhkan kredibilitas pasangan SMS Tetap Berjaya di tengah beberapa lembaga survei, Salah satunya lembaga survei bertaraf nasional Indo Barometer, yang menempatkan Calon bupati Petahana tersebut sangat jauh melambung meninggalkan rivalnya, “Jadi disini kami klarifikasi, Pertama, dalam selebaran tersebut ada seolah ada oknum yang bernama Syamsudiin, Ini orangnya tidak jelas siapa? Lembaga atau dari element mana juga tidak jelas?” Saya pun menantang untuk menunjukkan bukti bukti apa yang di fitnahkan jika itu memang benar, jika itu tidak jelas maka dapat di ancam pidana balik. Sebab seperti masalah aspal hal itu sudah selesai, itu terjadi tahun 2002 pada saat Itu kan hanya di mintai keterangan selaku Saksi itupun karena kapasitas beliau bapak H.Ahmad Safei kebetulan Sekda Kolaka dari sekian banyak Saksi yang kebetulan selaku pejabat birokrasi dan itupun sudah jelas faktor bencana alam dan bapak H.Ahmad Safei sendiri yang tegas malah meminta dan menyerahkan masalah tersebut untuk di tangani serius aparat penegak hukum waktu itu agar tidak di jadikan bahan fitnah dan gossip, dan kami ketahui itu sudah SP3 Sama sekali tidak ada keterkaitan beliau dalam hal tersebut, Seperti pada pilkada 2013 lalu issue murahan Ini juga kembali Jadi Komoditas politik, fakta hukumnya justru tidak terbukti, fakta politiknya banyak pelaku black campaign tertangkap dan di hakimi massa. Kedua, masalah TPP ini juga fitnah bahwa tidak di bayarkan Ini juga hoax, yang harus di pahami regulasi TPP itu seperti apa? TPP itu bukan seperti gaji ASN, Bukan sebagai sebuah kewajiban Pemda tetapi sebenarnya hanya insentif/reward (bonus) terkait penghargaan atau bentuk apresiasi atas kinerja pegawai di Kabupaten Kolaka, siapa yang berhak mendapatkan tentu sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, ada regulasi tehnisnya. Namun demikian, silahkan cek dan ricek dulu baik baik Yang mana yang tidak di bayarkan, siapa yang tidak di bayarkan? Kapan itu terjadi ada buktinya tidak? Karena setahu kami untuk TPP 2016 dan 2017 itu sudah di bayarkan semua dan tidak ada masalah, hal ini justru sebagai kepedulian SMS Berjaya kepada pegawai agar mendapatkan tambahan penghasilan di luar gaji yang di tuangkan dalam programnya dan tentu memiliki dasar regulasi yang jelas, ini sepatutnya di syukuri para pegawai di kabupaten Kolaka, sebab Ini belum tentu ada kabupaten lain. Ketiga, Pola seperti ini pola kampungan yang lazim di gunakan pelaku politik hitam dan kotor guna menyebar kebohongan untuk menyudutkan calon kami, mungkin karena sudah tidak ada jualan politik yang dapat di terimah dengan baik di masyarakat, tidak adanya kemampuan merasionalisasikan program dan jualan politik yang bermutu sehingga menghalalkan cara cara politik kotor seperti ini, kami tegaskan jangan ada yang coba bermain di area seperti ini, karena cara cara politik kotor seperti ini punya konsekwensi hukum, tandas Sekretaris Jenderal Front Gerakan Aktivis Indonesia (FRAKSI) tersebut.”

Ia menegaskan; “Inilah ulah oknum yang sengaja menyebar bentuk ujaran kebencian, fitnah dan hoax guna sengaja memperkeruh suasana pilkada kolaka yang selama Ini aman dan damai, sebab hal tersebut sangat tidak tidak Dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya, untuk itu kami meminta aparat penegak hukum dan terkait untuk mengusut siapa otak aktor intelektual pelaku fitnah dan hoax tersebut, karena identitasnya tidak jelas? Bahkan Saya menantang untuk membuktikan jika apa yang di tuduhkan itu memang memiliki bukti dan fakta fakta hukum untuk bisa di buktikan, sebab jika tidak maka hal hal seperti ini dapat pula di ancam pidana balik, karena Ini bukan saja menyangkut nama baik H.Ahmad Safei dan H. Muh Jayadin tetapi Ini dapat merusak proses demokrasi, suasana politik menjadi tidak kondusif jadi kami tegas meminta Kapolres Kolaka untuk mengusut ini, secepatnya ini akan kami diskusikan dengan tim hukum di tim pemenangan, sebab pola seperti ini adalah cara cara kotor berdemokrasi yang tidak sehat, Lebih lanjut kami meminta kepada seluruh tim pemenangan, Simpatisan, Relawan, Sahabat dan Keluarga untuk tidak terpancing, mari kita satu hati rapatkan barisan, jadikan hal yang seperti ini pemicu, sebab dengan izin Tuhan, Insya Allah Kemenangan untuk SMS Tetap Berjaya sudah di depan mata, kemenangan bersama pesta demokrasi rakyat Kolaka, mari kita buktikan bahwa rakyat kolaka sudah cerdas memilih pemimpin yang sudah teruji dan terbukti bukan yang baru dan mau berjanji tanpa dapat di rasionalisasikan sejumlah kampanye slogan politiknya, Tutupnya.(dyt)

By Pilar