Berita DaerahLisda

Bupati Hendrajoni ; Alesa Bayi Penderita Hidrosefalus Segera Mendapat Perawatan Medis


Pilarbangsanews.com.Painan.-  Alesa Alifahtorahmah adalah seorang balita berusia  3 thn ayahnya  warga kecamatan Silaut, Kecamatan Lusi, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Kini gadis kecil cantik ini hari harinya hanya bisa berbaring akibat kepalanya membesar.

Kepala membesar itu adalah karena dipenuhi cairan. Terjadi penyumbatan sehingga sirkulasi air sebagai pendingin kepala tidak berjalan lancar dan menumpuk.

Kasus penyakit yang dialami Pasien seperti Alesa ini dalam dunia kedokteran  disebut dengan Hidrosefalus, penumpukan air pada otak.

Miris memang nasib Alesa, sudah lama ibunya pergi entah kemana. Bayi yang berparas cantik itu kini diasuh oleh ayahnya sejak berumur 10 bulan.

Malukah si ibu merawat baby-nya, atau ada sesuatu persoalan rumah tangga dengan sang suami  (ayah Alesa),  sehingga ibunya tega meninggalkan bayi mungilnya yang lagi erat menyusu. Pergi entah kemana?

Hari Minggu kemaren (6/8), saya mendampingi Bupati Pessel ke Lubang Silaut. Seseorang mengabarkan kepada kami bahwa ada bayi penderita Hidrosefalus. Kami menyambangi rumah sibayi munggil periang ini.

“Esa mau ikut bapak nak? Kita  ke Painan berobat ya nak. Mau ya nak, biar nanti kalau besar bisa sekolah dan cantik,” kata Bupati Hendrajoni mencoba membujuk sibayi cantik itu sembari menciumnya.

Sibayi kelihatan senang dan gembira. Kelihatan gadis munggil ini lincah sebagai mana balita normal lainnya. Cuma saja dia tak bisa bergerak banyak. Hanya tangan mungilnya dia gerak gerakkan sebagi tanda ia merasa amat senang.

Saya (Lisda Rawdha-red) sedih melihat sosok bayi itu. Naluri keibuan saya muncul.  Muncul seketika dalam hati saya untuk melalukan sesuatu. Anak  ini perlu mendapat  perawatan. Dia harus segara mendapatkan pertolongan medis untuk mengatasi dan mengurangi penyakit yang dideritanya. 

Awalnya ayah Alesa, Ahmad Mustolih keberatan ketika anaknya kami anjurkan untuk dibawa berobat ke RSU Painan. Dengan alasan siapa yang akan mengurus kakak Alesa. Sebab selain Alesa,Ahmad harus mengurus seorang anak lagi.

Tapi setelah diberi penjelasan dan penguatan akhirnya Ahmad bersedia untuk membawa anaknya berobat ke RSUD Dr Mohd Zein Painan.

Mampukah dokter yang ada  di Painan menangani kasus Hidrosefalus ini?

Mungkin tidak sebab penanganan penyakit ini terhadap pasien harus dilakukan bedah otak mengeluarkan cairan yang menumpuk di kepala Alesa. Penanganannya harus dilakukan  oleh dokter ahli bedah otak.

Pembuluh saluran sirkulasi air yang tersumbat diganti dengan selang khusus ditanam di kepala penderita. 

RSUD Dr Mohd Zein Painan selain belum memiliki dokter ahli bedah otak fasilitas peralatan medis untuk inipun masih belum memadai. Tentu Alesa nanti akan dirujuk lagi ke RSUP Dr Jamil Padang..

Insya Allah….

(LR/AU/irwando)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *