PADANG, KLIKPOSITIF-Anggota DPRD Sumbar Syaiful Ardi Daerah Pemilihan (Dapil) Pessel – Mentawai terkejut dan meradang saat menemui dilapangan pengerjaan proyek pelebaran jalan di Kabupaten Pesisir Selatan pada paket Kambang-Indrapura, pengaspalan dilakukan saat kondisi hujan deras di daerah Lubuak Cubadak, Kenagarian Palangai Kaciek Kecamatan Ranah Pesisir. 

Syaiful menjelaskan, temuan dilapangan itu berpasan saat dirinya melakukan perjalanan pulang ke Ranah Pesisir (Kampungnya) pada pukul 19.30 WIB, tadi malam. “Lansung saya turun dari mobil saat hujan tengah deras itu, saya protes ke pekerja, saya tidak terima pengerjaan dilakukan asal-asalan” jelasnya, Sabtu 19 Agustus 2017. 

Kata Syaiful, saking derasnya hujan,  saat protes pakaian yang Dia gunakan basah kuyup dan tampak drenase jalan digenangi air namun proses pengaspalan tetap dilanjutkan pihak proyek. 
Menurutnya hal Ini sudah tidak benar lagi, pasalnya kualitas jalan akan tidak bagus dan sudah tentu masyarakat akan dirugikan. “Ini jalan nasional kok pengerjaannya seperti itu ujung- ujungnya juga yang dirugikan,” katanya. 

Karena Itu Jalan Nasional Ia meminta pihak Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah II Sumbar dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang atau jasa pada jalan tersebut untuk mempertimbangkan pengerjaan serta melakukan pengawasan intensif dilapangan. 

“Saya selaku perpanjangan tangan masyarakat minta kepala Satker turun kelapangan. Malam itu juga saya foto dan saya sampaikan kepada yang bersangkutan,” ulasnya. 

Dia juga mendesak, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan untuk ikut mengawasi, sebab jalan itu nanti akan digunakan masyarakat untuk jangka waktu yang cukup lama. “Pemprov Sumbar dan Pemkab Pessel jangan berdiam diri saja lihatlah apa yang terjadi dilapangan. Ini sudah tidak betul lagi,”  kesalnya. 

PPK Berhak Tolok

Menanggapi persoalan itu Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah II Sumbar, Abdul Halim saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF menegaskan, sesuai dengan ketentuan pengaspalan dalam kondisi hujan tidak dibenarkan dan diizinkan. Sebab bisa berpengaruh kepada kualitas dan ketahanan. 

“Tidak dibenarkan sebab ketika penghamparan” (menumpahkan hotmix di permukaan jalan) dikhawatirkan genangan air di permukaan badan jalan yang akan diaspal akan mengurangi daya lekat antara aspal lama dengan yang baru ataupun antara pondasi agregat dengan aspal,” jelasnya. 

Namun, lanjutnya, ada situasi dimana ketika hotmix sudah tuntas dihamparkan dan sedang dalam proses pemadatan kemudian turun hujan, maka proses pemadatan harus dituntaskan sampai jumlah “passing” (lintasan dari alat pemadat roda baja dan roda karet/PTR) terpenuhi sesuai ketentuan.

Satkar mengancam dalam pengerjaan jalan nanti tidak memenuhi spesifikasi melalui uji mutu maka konsultan supervisi dan PPK dapat menolak (merejeck) pengerjaan sekaligus menolak pembayaran pekerjaan dimaksud. 

Ditambahkannya, “Sudah saya klarifikasi dengan PPK Filino Kalani dan GS PT.LMA-CTA, ini penjelasannya:
“Ass.wr.wb selamat malam pak masalah laporan anggota Dewan itu memang barusan jam 9 malam. Waktu dia lewat memang lagi hujan tapi kita tidak lagi kerja, sesudah anggota dewan itu pergi hujan reda kita mulai lagi. Kita ada kompressor bekas hujan di dibersihkan lanjut lagi,” mengengirimkan pesan Whatshapp kepada KLIKPOSITIF untuk jawaban dari PPK kepannya. 

Sementara PPK paket Jalan tersebut Filino Kalani berkilah saat di konfirmasi, “Untuk laporan dari anggota dewan yang lewat (Syaiful Ardi), itu setelah tergelar hari hujan, jadi nampak seperti sedang bekerja pada saat hujan,” katanya. 

Dilanjutkannya, “Pertama saya menjawab secara aturan ya pak, dalam spek sudah jelas disyaratkan cuaca pada saat cerah dan baik. Jangankan aspal, manusia juga tidak mau bekerja pada saat hujan,” tambahnya. 

Sementara Kepala Dinas PU Sumbar, Fathol Bahri, mengatakan akan segera menindaklanjuti masalah itu. “saya konfirmasikan dengan kasatkernya supaya di cek kualitas hasil pengaspalan nya,” sebutnya singkat. 

Untuk diketahui, pengerjaan jalan paket Kambang-Indrapura banyak menuai proses dari masyarakat, sebelumnya masyarakat mengeluhkan debu jalan yang tak kunjung disiram pihak proyek saat musim panas. 
[Joni Abdul Kasir]

By Pilar