Foto setelah operasi ke 2.

Pilarbangsanews.com.Pakanbaru,-Hari ini Rabu (4/10) tepat pukul 9:00 WIB, Zalika kembali memasuki OK (operete Kemer). Zalika kembali menjalani tindakan medis opratif dibagian kepalanya, karena VP shunt   ( slang ) yang dipasangkan dikepalanya pada oparasi saat dia baru berusia 36 jam, tidak berfungsi seperti yang diharapkan. Akibatnya kepala Zalika pada rentang waktu 10 hari belakangan pertambahan besarnya sangat cepat.

Pelaksanaan oparasi tadi siang tidak dilaksanakan  di Rumah Sakit Syafira, seperti operasi pertama dulu, tapi dilangsungkan di OK RSU Arifin Achmad Pakanbaru. Namun dokter  yang memimpin  tindakan operasi masih  dokter yang melakukan operasi pertama dulu yakni Dr Tondi Spesialis Bedah Syaraf.

Saya tidak sempat ketemu dan berkomunikasi dengan  dokter spesialis bedah syaraf urang awak ini. Kalau dulu sehabis melaksanakan operasi Dr Tondi, memanggil ayah Zalika masuk ke OK, mengabarkan bahwa oparsi selesai,  tadi pagi tidak dilakukan hal yang serupa. Kenapa demikian, saya belum mengetahui alasannya. Dugaan saya mungkin Dr Tondi, sibuk atau merasa kurang sreg karena operasi pertama belum cukup 2 bulan slang tidak berfungsi.


KENAPA KONDISI ZALIKA SELALU DI UP DATE?


Slang sebagai pengganti alat bantu untuk  sirkulasi air yang dipasang di kepala Zalika tidak berfungsi dengan baik, itu hal yang biasa. Kami tahu dokter sekaliber Dr Tondi pasti telah melaksanakan tindakan operasi sesuai dengan standar keilmuan yang diperolehnya.

Lalu kenapa Dr Tondi pagi tadi tidak memanggil ayah Zalika, dulu sewaktu operasi pertama ambo sebagai opa yang mewakili ayah Zalika memenuhi panggilan dokter ke ruangan OK. 

Bagi Dr Tondi mungkin dia tidak memiliki beban Profesional karena sebagaimana saya sebutkan di atas, dokter ini telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan SOM (standar operasi Medik). Namun sebagai manusia dokter juga punya perasaan yang sama dengan keluarga pasien. Ada beban psikologis disana, yang dikendalikan oleh perasaan bukan logika. Beban pshicologis inilah yang membuat dokter Tondi tidak punya waktu mengabari bahwa dia telah selesai melaksanakan tugasnya sebagaimana yang dilakukannya sesaat usai melakukan tindakan opraratif medis pada Zalika tempo hari.

Sepekan sebelum Zalika menjalani operasi yang kedua ini, pada hari Rabu (27/9) dia dilarikan ke Rumah sakit Syafira tempat dia menjalani operasi pertama dulu. Zalika dibawa ke rumah sakit  akibat seharian muntah muntah dan kondisinya melemah. Saat itu ruang NICU R S Syafira penuh, sehingga Zalika harus dirujuk ke RSUP Arifin Achmad.

Di RSU Arifin Achmad ini,  atas anjuran Dr. Nazardi Oyong dokter spesialis anak yang biasa merawatnya di RS Syafira, Zalika diagnosa mengalami dehidrasi sedang…Dokter oyong menyarankan zalika untuk puasa terlebih dahulu sampai cairan lambung zalika bersih kembali karena kemaren muntah yang dikeluarkannya sampai berwarna hijau…Zalika menjalani puasa ASI 3 hari…Kondisi ini menyebabkan dia sering menangis sulit untuk dibujuk. Betapa lapar dan hausnya sipemilik mata sipit ini, mulut dan kerongkongannya kering tak pernah mendapat ASI salama 3 hari….Zalika hanya mendapatkan makan dri infus yg terpasang ditangannya.

Disamping itu terhadap zalika juga dilakukan CT Scan ulang dikepalanya untuk melihat kondisi cairan dikepalanya.  Karena ada kemungkinan penyebab muntah Zalika tersebut dikarenakan tekanan cairan dikepala zalika yg semakin bertambah.

Ternyata hasil CT scan menunjukkan adanya penumpukan cairan kembali dikepalanya dikarenakan kurang efektifnya kerja VP shunt yg terpasang dikepalanya.
Sehingga dokter Tondi yg merupakan dokter bedah syaraf yg memasang VP shunt dikepala zalika memutuskan utk dilakukan operasi ulang..Akhirnya setelah mendapatkan acc dari dokter anak dan jadwal operasi,, Zalika masuk ruang OK.

Operasi zalika berlangsung selama 2 jam dan Alhamdulillah berjalan lancar.

By Pilar