PAINAN, HALUAN – Ratusan obor terbuat dari potongan bambu,  berjejer disepanjang jalan Kenagarian Tanjung Durian, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Hal itu, digelar oleh warga setempat dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 72, sekaligus untuk menyambut kunungan Ketua TP-PKK Pessel ke Nagari itu, Senin malam, (21/8), sekira pukul 20.00 WIB.

Kegiatan ini dulu disebut dengan “membaka colok” (membakar obor). Jika tak dapat obor suluh pun jadi.  Menurut Muliadi (42), warga setempat, sudah sangat jarang digelar pada saat menyambut malam perayaan HUT RI. Perkembangan zaman, teknologi semangkin canggih, membikin tradisi ini hilang beberapa tahun kini kembali digelar. 



Colok disulut, suluh dibakar, bedug ditabuh untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan terdahulu.

“Tak peduli seperti apapun kondisi yang dialami daerah saat ini, nan jelas pawai obor ini tetap akan kita gelar setiap menyambut HUT RI di Kabupaten Pessel. Semoga kedepannya tetap digelar hingga tahun-tahun berikutnya,” sebutnya saat itu.

Menurutnya, ketika ia masih kecil dan masih duduk dibangku sekolah dasar, ia sering melihat pawai obor tersebut dimainkan oleh anak-anak seusianya. Hal itu, kata dia, tidak saja pada saat momen menyambut HUT RI, namun pada saat memasuki bulan puasa dan kegiatan mengaji ke surau juga sering dipakai obor dari bambu tersebut.

“Waktu masih kecil-kecil, dari pagi sampai sore, kami sibuk mencari bambu ke bukit dan keladang untuk dijadikan obor. Panjangnya sangat beragam, tergantung selera masing-masing. Modalnya cuma beli minyak tanah saja. Karena memang sangat senang, jadi persoalan biaya tak terlalu dipikirkan, yang penting hati senang saja,” sebutnya sambil tersenyum.

Ia sangat berharap, kemeriahan pawai obor yang digelar saat itu, hendaknya dapat selalu terjaga dan dipertahankan hingga ke anak cucu. Sehingga nilai-nilai menghormati jasa-jasa para pejuang, dan momen bersejarah lainnya tak pernah luntur ditelan zaman.

“Kita berharap kepada pemerintah daerah, agar merespon positif tradisi seperti ini. Begitupun kepada masyarakat Pessel jangan sampai melupakan tradisi (mambaka suluah/colok, bahasa daerah-red),” harapnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Pessel, Lisda Rawdha, yang berkesempatan hadir saat itu, mengaku senang dan sangat bangga melihat semangat juang dan jiwa patriotisme masyarakat kenagarian tanjung durian, meskipun diguyur hujan, namun tak menyurutkan semangat mereka mengusung obor pada malam penyambutan HUT RI yang ke 72 tersebut.

“Kita sangat bangga dan apresiasi kegiatan pawai obor masyarakat ini. Semoga tradisi ini dapat dipertahankan, dan menjadi semangat juang bagi seluruh masyarakat di Pessel,” sebut Lisda.

Pada kesempatan itu, tak lupa pula Lisda Rawdha mengajak seluruh masyarakat, khususnya bagi mereka yang tergolong warga kurang mampu, agar segera berkoordinasi dengan pihak nagari dan mendaftarkan keinginan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Karena saat ini PKK sedang ada program “Dunsanak Mambantu Dunsanak” untuk masyarakat Pessel yang kurang mampu. Silahkan langsung berkoordinasi dengan pemerintah nagari untuk mengajukan proposal. Insya Allah akan kita upayakan secepat mungkin bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” sebut istri Bupati yang murah senyum ini. (h/mg-kis)

By Pilar