PILARBANGSANEWS. COM. PADANG,– Wakil Walikota Padang Ir. H. Emzalmi Zaini,M.Si. merasa miris melihat korban penyalahgunaan narkoba kebanyakan dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Bahkan garfiknya tahun ke tahun cendrung meningkat.

“Mereka adalah generasi muda  harapan penerima tonggak estafet dimasa datang dan kini mereka jadi  penyalahgunaan narkoba, mereka harus kita tolong dan diselamatkan  agar tidak terlanjur ke dalam jeratan  narkoba yang sulit mereka hindari,” kata Emzalmi Zaini dalam sambutannya pada  acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 86 yang diisi dengan kegiatan  penyuluhan tentang bahaya  penyalahgunaan Narkoba dan Obat Terlarang di  Perumnas Ranah Cubadak RT.05 (Pos Pemuda), Indarung Kota Padang, Minggu(29/10).

Dalam acara yang ramai dihadiri generasi muda itu, Wawako juga ketua BNK mengingatka, peran orang tua  membantu para remaja dan mahasiswa agar tidak terjerumus ke dalam kubang narkoba sangat dibutuhkan. Apalagi apabila para korban penyalahgunaan narkoba tersebut adalah dari kalangan terdekat kita, seperti adik, keponakan, saudara atau mungkin anak kita sendiri, dibutuhkan kerja keras dan kasih sayang yang tulus untuk mengangkat mereka dari jeratan narkoba.

Wawako Emzalmi, mengatakan, pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian, yaitu : 

1. Pencegahan primer, ditujukan kepada para remaja/pemuda – pemudi yang belum menyalahgunakan narkoba dan semua sektor masyarakat yang berpotensi membantu para remaja mencegah penyalahgunaan narkoba, seperti organisasi pemuda, orang tua, tokoh masyarakat, para guru.

2. Pencegahan sekunder, ditujukan kepada para remaja/pemuda – pemudi yang sudah mulai coba-coba menggunakan narkoba baik disekolah atau di luar sekolah serta sektor-sektor masyarakat yang dapat membantu remaja/pemuda – pemudi untuk berhenti menyalahgunakan narkoba, seperti orang tua, tokoh masyarakat,

3. Pencegahan tertier, ditujukan bagi mereka bekas korban penyalahgunaan narkoba.

4. Pencegahan dengan Kegiatan alternatif dapat dilakukan melalui olah raga, kesenian, keagamaan, dan bakti sosial. Atau kegiatan yang melibatkan peran aktif masyarakat mulai dari tingkat Rukun Tetangga, Rukun warga, kelurahan, sampai kecamatan.

5. Pencegahan berbasis masyarakat. Prinsip pencegahan ini adalah masyarakat mengetahui dan dapat mengatasi masalahnya, masyarakat terpanggil untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dikem-bangkan oleh mereka sendiri melalui kerja sama dengan kelompok-kelompok lain.

Mendidik Anak Secara Islami :
1. Mengenalkan pada anak tentang aqidah & ketauhidan.
2. Ajaklah anak agar selalu mengikuti kesehariannya.
3. Biasakan anak untuk selalu membawa perlengkapan sholat Jika kita hendak bepergian.


4. Ajarkan nilai-nilai keislaman secara kontinu.
5. Berikan lingkungan yang agamis.
6. Perkenalkan batasan-batasan aurat anak.
7. Jangan biarkan anak sembarangan menonton televisi.
8. Jadilah teman dan sahabat yang baik untuk anak.
9. Berikan keteladanan kepada anak-anak.
10. Ciptakan suasana rumah yang nyaman dan keluarga yang harmonis.
11. Hindari kekerasan pada anak.
12. Menanamkan akhlakul karimah sejak dini.

Sementara itu Andika Saputra  mengatakan, tujuan pencegahan berbasis masyarakat dalam rangka  meningkatkan  peran masyarakat  dalam kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sedangkan l1pelaksanaannya dapat melalui penyuluhan dan pelatihan sebagai konselor, pembuatan selebaran dan kegiatan alternatif, dengan sasaran kegiatan di lingkungan remaja, pemuka masyarakat, orang tua atau keluarga dan organisasi sosial, Ujar Andika S.

Turut hadir dalam acara itu, Kapolsek Lubuk Kilangan, Lurah Indarung, Ketua Forum Nagari Kelurahan Indarung, Ketua LPM Indarung, Ketua RT dan RW  Ranah Cubadak Indarung, Pengurus Mesjid dan Jama’ah Majelis Taklim di lingkungan Ranah Cubadak Indarung,  Senior IPRC ( Ikatan Pemuda Ranah Cubadak) dan  Bundo Kanduang. (DA).

By Pilar