Jakarta, Pilarbangsanews.com,–
. Netralitas TNI-Polri dalam menghadapi Pemilu tahun 2019 adalah salah satukunci yang akanmenentukan keberhasilan Pemilu,khususnya di bidang pengamanan. TNI-Polri harus mampu menunjukkankomitmen yang kuat dalam membangun dan mewujudkansinergitas TNI-Polri agar dalam pelaksanaan tugas pengamanan dapatdicapai kesuksesan,sehingga keamanan dan keutuhan NKRI dapat terjaga.

Demikian pembekalan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dengan materi “Sinergi TNI-Polri Dalam Pengamanan Pemilu 2019” di hadapan 364 peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengamanan Pemilu Tahun 2019 Dalam Rangka Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri, di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jl. Tirtayasa Raya No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

Menurut Panglima TNI, upayauntuk mensukseskan pelaksanaan perbantuan TNI kepada Polri dalampengamanan Pemilu tidak bisa dicapai secara instan, dibutuhkan proses untuk mencapai keberhasilan,diperlukan sosialisasi masing-masing pihak tentang aturan yang berlaku, mekanisme perbantuan,prosedur pengamanan dan penyamaan persepsi tentang tujuan perbantuan untuk mencapai keterampilan yang tinggi dan kemampuan interoperability.

Panglima TNI menegaskan bahwa selama pelaksanaan Pemilu 2019, TNI-Polri harus tetapmewujudkan terpeliharanya Kamtibmas,mencegah terjadinya anarkisme,kerusuhan sosial baik vertikal maupun horisontal dan mencegah terjadinyakerawanan lanjutan yang berpotensimengancam eksistensi negara. “Mari bersama-samakita bangun etos kerja sesuai bidang keahlian kita masing-masing, sehingga TNI-Polri akan makin profesional dan dengan dilandasi jiwa ksatria serta loyalitas tegak lurus,kita Dharma Baktikan pengabdian kepada bangsa dannegara,” ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kerawanan-kerawanan Pemilu2019 antara lain pada tahap masa tenang, yaitu penyebaran isu hoax, money politik,intimidasi dan perusakan logistik Pemilu pada tahap pemungutan suara.“Dengan pengalaman Pilkada serentak 2018, TNI-Polri sudah mempersiapkan diri, apabila ada hal-hal yang tidakdiinginkan, itu semua sudah disimulasikan,” ungkapnya.

Disisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa untuk mengantisipasi pengamanan Pemilu 2019, TNI akan mengerahkan personel sampai dengan dua pertiga dari kekuatan Polriyang terlibat operasidan kekuatan itu akan digelar di wilayah-wilayah yang memang dianggap rawan termasuk berbagai macam Alutsista dari ketiga matra. “Jumlah personel yang disiagakan tentunya akan kita sesuaikandan kita akan menunggu apa yang diperlukan oleh Kepolisian NegaraRepublik Indonesia,” ujarnya.

“Dalampelaksanaan pentahapan Pemilu 2019, TNI selalu berkoordinasi dengan Polri tentang rencana pengamanan sesuai dengan pentahapan dimulai dari tahap pendaftaran dan penetapan calon,masa kampanye,distribusi logistik, masa tenang pemungutan dan penghitungan suara serta pengamanan objek vital termasukpengamanan pejabat penyelenggara Pemilu sampai dengan pelantikan anggota DPR, DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden,” jelasnya.

Panglima TNI jugamengatakan bahwasaat ini TNI-Polri sudah melakukan latihan-latihan parsial bersama tentang prosedur pengamanan bersama di setiap wilayah dengan melakukan koordinasi antara Polda dan Kodam. “Diharapkan pada saat pelaksanaan pengamanan sudah terjadi sinkronisasi dan saling kesepahaman sehingga tidak akan terjadi benturan antara sesama aparat di lapangan,”tegasnya. (Bad)

By Pilar